From Wikipedia, the free encyclopedia
(Redirected from
Beethoven)
Born in
Bonn,
Germany, he moved to
Vienna,
Austria, in his
early twenties, and settled there, studying with
Joseph Haydn and quickly gaining a reputation as a
virtuoso pianist. In his late twenties he began to lose his hearing gradually, and yet he continued to produce notable masterpieces throughout his life, even when his deafness was almost total. Beethoven was one of the first composers who worked as a freelance ? arranging subscription concerts, selling his compositions to publishers, and gaining financial support from a number of wealthy patrons ? rather than being permanently employed by the church or by an aristocratic court.
siao jin <siao_jin_wan-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:
Siklus kurva normal tentu
semua orang tahu, dan ada seorang ahli matematika atau ahli fisika yang pernah bilang bahwa hidup ini kalau diamati secara mendalam penuh dengan persamaan matematika/fisika, mungkin ahli-ahli yang lain juga akan mengatakan hal yang senada, kalau tidak salah, Beethoven juga pernah bilang bahwa dalam ketuliannya pun dia masih mendengarkan musik dan itulah yang membuat dia masih bisa mengarang musik biar juga tuli....
Kembali ke siklus kurva normal, kita tahu kurva normal itu dari datar, menaik, menjulang tinggi dan pada puncaknya yang paling tinggi disebut titik balik juga dan lalu kembali menurun, dan melandai, seperti sebuah gunung simetris. Umumnya hidup manusia juga sama, kita mulai dari tidak bisa berjalan, lalu berkembang naik dan pada puncaknya kita penuh fokus dan briliant dan lalu turun, dan kembali tidak bisa berpikir atau bisa ber
pikir tapi seperti kanak-kanak, dan mungkin suatu saat kita musti berbaring saja dan
makan makanan lunak, sukur-sukur kalau masih ada yang masih mau meneteki kita alias memberi ASI dengan harapan bisa kembali siklus normal lagi??? Hmmmm....
Sebagian dari anda tentu pernah baca kisah multiple orgasme nya Mantak Chia, atau pernah baca buku kesehatan ala Tao yang menyebutkan bahwa umur manusia itu bisa sangat panjang, bahkan pernah ada juga yang bertemu dengan dewa hidup yang konon sudah berusia 40 ribu- 80 ribu tahun, wow, ya, anda tidak terbayang bukan, saya juga. Tapi yang saya ingin anda coba bayangkan bagaimana menerapkan apa yang dikatakan si Mantak Chia itu, bahwa ketika kurva orgasme itu sudah pada puncaknya, anda musti bisa membuat kurva mengarah naik lagi, bukan malah menurun dna menjadi kurva baru di bawah, tapi lanjut jadi kurva ke atas lagi, ya anda bisa lihat sendiri di bukunya Mantak Chia, visualisasinya, namun yang jelas, sec
ara fisik, kita bisa mencegah penuaan dan kepikunan kita itu dengan menerapkan pola
hidup mirip seperti yang diajarkan oleh si Mantak chia itu, singkatnya lagi, kita bisa meregenerasi kurva normal kita itu dengan mendalami spiritual dengan cara yang baik dan benar. Bukti-buktinya sih anda bisa cari sendiri dan salah satunya saya pernah ketemu sendiri, seorang guru saya dalam aliran tertentu di salah satu agama besar di dunia ini, sudah berumur diatas 80 an masih kuat dan kenceng kalau kotbah dan pikirannya masih sangat jernih, tidak kalah dengan orang berumur 30 an - 40 an, tidak ada pikiran yang melompat dan kalau anda berharap dengan diskusi panjang beliau akan bisa lupa dan salah menjawab, anda salah besar, hehehehe.
Yaa, kalau dalam diskusi panjang kita bisa menemukan seseorang itu masih tertatih-tatih dan suka mencla mencle, itu salah satu tanda kalau pelatihan spiritualnya itu tidak baik dan benar alias salah jalur, kalau baik dan
benar, mau di adu sampai nggak kuat ngomong pun, tetap saja on line, seperti mottonya
Philips, terus terang philips terang terus, ups salah yah hehehehe, kayak nokia apa yah, connecting people, hehehehe.
Kembali, kalau anda ingin hidup panjang umur dan tidak pikun biar juga sudah tua, belajarlah ilmu batin yang benar, belajarlah rendah hati, karena menurut guru saya, sabar itu adalah ilmu yang tertinggi, dan meditasi paling tinggi di dunia, jadi, sabar dong....
230107
Diskusi dan pertanyaan mohon di kirim ke japri;siao_jin_wan-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx