logo       

Fwd: [Anand Krishna] Apresiasi seorang Presenter dan reporter TV tentang Lo: msg#00212

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Fwd: [Anand Krishna] Apresiasi seorang Presenter dan reporter TV tentang Lomba Kebangsaan NIM dan Bapak Anand Krishna

--- Begin Message ---
Subject: [Anand Krishna E Study Circle] Apresiasi seorang Presenter dan reporter TV tentang Lomba Kebangsaan NIM dan Bapak Anand Krishna


Apresiasi seorang Presenter dan reporter TV (Ikki Putri)
Tentang Lomba Kebangsaan dan Bapak Anand Krishna
Hasil Wawancara Komang Surya dg Ikki Putri tgl 11 Nopember 2006

Waktu sebelum gempa saya lagi aktif-aktifnya liputan tentang
merapi, karena pada saat itu konsentrasi informasi masih pada erupsinya
merapi. Intensitas saya paling sering liputan Jogja-merapi waktu itu.

Ketika gempa terjadi pagi sekali saya bangun dari rumah
langsung mengambil ransel dan perlengkapan segala macamnya untuk segera
menuju merapi, saat gempa terjadi dan orang-orang pada panik menyelamatkan
diri saya malah menyelamatkan ransel, karena ransel saya berisi kamera dan
banyak hal penting yang mendukung kerja setiap hari. Dalam pikiran saya
waktu itu bahwa goncangan di akibatkan oleh letusan gunung merapi, saya
amati kearah gunung dari depan rumah, yang kebetulan bisa terlihat jelas,
tapi Merapi malah tidak menunjukkan gejala letusan, selanjutnya saya
berusaha untuk menelpon teman dan ternyata semua jaringan telpon nge-jam,
semua tidak bisa dihubungi, dalam pikiran saya masih yakin kalau gempa yang
terjadi akibat letusan gunung, gempa vulkanik. Dan akhirnya saya bisa
mendapat informasi dari salah satu stasiun radio, bahwa sumber gempa
berasal dari aeah selatan, arah sebaliknya dari gunung Merapi. Dan akhirnya
saya bersama ransel dan peralatan tadi memutuskan untuk berangkat kearah
selatan. Selisih setengah jam dari gempa saya sudah berada di lokasi gempa
tersebut.

Hari pertama sampai malam jam 10, saya masih dilokasi
melakukan evakuasi, jadi liputannya lebih ke liputan evakuasi, karena masih
banyak korban di daerah gempa terutama di Pleret waktu itu yang tidak dapat
angkutan kerumah sakit, dan akhirnya ketemu dengan banyak teman disana.
Tapi sayang saya tidak ketemu dengan teman-teman dari Anand Krishna Center
ya?, seandainya ketemu mungkin saya sudah ikut kemana-mana....
Saya ketemunya dengan teman-teman media lain dan akhirnya mengumpul dan
turut serta bersama relawan berkeliling untuk mengadakan liputan. Mulai
hari ketiga para relawan dan media asing sudah berdatangan dan memberikan
bantuan, saya tidak bisa sebutkan karena banyak ya, yang kalau saya amati
bantuanya itu-itu saja, sejenis semua. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak
terlalu intens dilapangan, saya kebanyakan hanya di studio dan yang turun
kelapangan adalah rekan-rekan reporter.

Awalnya saya melakukan kerjasama dengan acara Bapak Anand
Krishna dimulai dari tawaran seorang teman untuk menjadi MC suatu acara di
lapangan Kota Gede waktu itu, teman saya ini adalah seorang aktivis yang
bergerak di bidang anti Napza, yang kebetulan juga saya aktif disana
sebagai relawan pers. Dari tawaran itu saya sempat bertanya MC untuk apa?
Teman ini menjelaskan untuk dialog dengan Bapak Anand Krishna, ketua DPRD
dan beberapa tokoh masyarakat lainnya. Saya bilang ?Hah, Pak Anand??
setengah tidak percaya, terus saya langsung bilang ? Mau dong!?, karena
selama ini saya sering melihat beliau hanya lewat TV dan media-media lain,
belum pernah ketemu langsung. Saya juga pernah membeli salah satu buku
beliau beberapa bulan sebelum tawaran ini terjadi. Dan buku yang sama saya
dapatkan kembali dari Ibu Wayan sebelum saya jadi MC itu. Saya senang
karena ini adalah pengalaman pertama saya bertemu dan berdialog langsung
dengan Bapak Anand. Semenjak itu hubungan kerjasama berlanjut pada
acara-acara berikutnya sampai sekarang. Saya kenal Bapak Anand dan
kegiatan-kegiatan beliau lebih dalam setelah browsing di internet, saya
mendapat banyak informasi tentang kunjungan beliau di sebuah daerah dan
diterima dengan baik disana. Semenjak saat itu saya bertanya-tanya seperti
apakah sosok Bapak Anand Krishna ini, kenapa orang bisa menerima dia
padahal bisa dibilang Bapak Anand ini tidak bersimbulkan agama tertentu,
tidak tampak dia dengan agamanya. Beda halnya dengan .....(salah satu tokoh
agama, terpaksa disensor-ed) yang sudah kelihatan Islamnya tapi dia
dimana-mana malah ditolak. Sebenarnya sosok yang seperti apa sih yang
dibutuhkan di negara ini? Pertanyaan itu ada dalam pikiran saya. Akhirnya
saya bisa bertemu langsung dan inilah sosok yang selama ini saya cari.
Alhamdullillah bisa bertemu Bapak Anand.

Kesan yang saya rasakan ketika pertama ketemu, saya pikir
Bapak Anand layaknya seperti narasumber lain yang jika pertama kali itu
Jaim- jaga image, ternyata tidak, Pak Anand ternyata begitu low profile,
kaget aja pertamanya. Biasanya setiap saya menjadi MC atau moderator
disebuah acara posisi kita kadang-kadang di sepelekan, bisa diurus
belakangan, nantilah! Begitu anggapan mereka. Tapi dengan Pak Anand pertama
yang dicari itu malah saya, beliau tanya, ? mbak nanti yang madu acara??
beliau waktu itu bersama Ibu Liny dan Ibu Wayan yang menjembatani saya.
Kaget campur senang, ternyata Pak Anand itu memang spesial dan begitu
menghargai keberadaan kita. Waktu itu terjadi dialog dan saya sempat
bertanya, ?Pak Anand bisakah masyarakat Jogja itu bangkit dari gempa
sekarang ini?? Jawaban beliau singkat dan langsung mengena, ? kita punya
budaya yang kadang kita lupakan, budaya itu adalah budaya kebersamaan.
Bedanya bencana di Jogja dengan Aceh adalah kalau di Jogja ketika terjadi
gempa semua dari kita ikut terlibat untuk bangkit bersama, kenapa kita
tidak bisa seperti itu?? saya langsung terdiam sesaat, memang
jawaban-jawaban beliau begitu to the point, saya salut dengan itu.

Pendapat saya tentang lomba bertemakan kebangsaan yang pernah
diadakan oleh teman-teman NIM, setahu saya ini baru pertama kali terjadi di
Jogja, kalau lomba-lomba yang lain setahu saya bukan dengan tema seperti
itu. Seperti kalau tema remaja biasanya selalu dengan tema-tema akademis,
tema-tema yang tampak, sedangkan tema kebangsaan kita tidak bisa melihat
hasil secara langsung, apa ada nilai raport yang berisi nilai kebangsaan
seseorang, dan tidak bisa dilihat apakah seseorang nasionalis atau tidak.
Ini adalah terobosan baru di Jogja. Bahkan sempat saya wawancara dengan
salah satu orang tua dari peserta lomba lukis waktu itu, dia ternyata
menanti kelanjutan dari lomba itu.
Saya punya pengalaman unik ketika saya pulang dari liputan lomba itu, saya
sempat mampir sebentar untuk minum, ada salah seorang pembeli ngrasani
(ngomong) dalam bahasa jawanya dengan pedagang, ? itu ada acara apa sih di
depan?? pedagangnya menjawab ? niko lo acarane sing kalih Pak Anand niko
lho, sing marake bocah-bocah ben seneng kalih negoro? (itu lho acaranya Pak
Anand, yang membuat anak-anak supaya cinta sama negaranya?, mendengar itu
saya diam saja sambil berpikir, bahwa seorang pedagang minuman pinggir
jalan, pedagang beras kencur bisa menangkap dengan slide, kaos atau spanduk
yang dipakai panitia untuk menghasilkan mindset seperti itu, sungguh sebuah
upaya yang luar biasa dan saya melihat disinilah letak keberhasilan dari
acara itu, itu yang pertama.

Yang kedua, dari segi liputan, saya merasa sangat beruntung sekali, karena
selama ini liputan saya belum ada yang warnanya seperti itu, jadi lebih
beragam. Ketiga keberuntunganku lagi waktu Pak Anand Live di studio, TV
lain kan belum ada yang seperti itu selain RBTV. Makanya setelah itu rating
acara itu menjadi tinggi. Dan banyak yang meminta Pak Anand untuk datang
kembali di RBTV, telpon selalu berdering menanyakan kenapa pas hari Senin
diwaktu acara yang sama tidak ada Pak Anand? Sebagai informasi rating acara
bersama Pak Anand langsung menempati urutan kedua di RBTV, luar biasa!
Masyarakat banyak mengenal Pak anand dari buku-buku beliau dan pernah ada
yang telpon saya, seorang Ibu dari Imogiri menanyakan kapan lagi Pak Anand
di RBTV, saya langsung bertanya dari mana kenal Pak Anand? Ibu itu bilang
bahwa Pak Anand pernah mengadakan terapi trauma. Ada juga pemirsa yang
telpon mengaku dari perumahan komplek dosen menanyakan hal yang sama.

Jujur saya akui awalnya saya berhubungan dengan Pak Anand dan teman-teman
AK center itu terjadi secara kelembagaan tapi akhirnya malah terjadi secara
personal, saya malah merasa begitu dekat dengan teman-teman AK center
seperti saudara sendiri, dan itu mempermudah komunikasi sehingga seolah
tidak ada jarak diantara kita. Saya punya ide sesekali kita adakan acara
dengan Pak Anand dengan lebih interaktif misalnya dengan memberikan kuis ke
pemirsa. Saya berharap semoga ini bisa terwujud. Terimakasih.
=======================
Ikki Rahayu Kersani Putri ? EX Presenter dan reporter RBTV yang beberapa
hari lagi akan bergabung dg TV 7


--- End Message ---
<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise