logo       

Joy of Sex ala Tao - Bagt. 6/6: msg#00316

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Joy of Sex ala Tao - Bagt. 6/6

Apa perbedaannya antara hewan dengan manusia? Hewan makan agar bisa kenyang,
sedang manusia makan agar bisa menikmati, oleh sebab itulah juga dari satu
jenis macam daging saja; bisa diolah menjadi ribuan macam resep. Untuk apa?
Jelas agar bisa dinikmati, dan ini bukan hanya sekedar dinikmati melalui
lidah saja bahkan dengan hidung maupun mata.

Lihat saja makanan yang indah dekorasinya maupun harum wanginya akan jauh
lebih menarik daripada makanan yang hanya sekedar disajikan untuk ditelan
Glek begitu saja. Apabila hanya sekedar untuk kenyang saja; makanlah
singkong setiap hari, mirip kambing di ladang. Begitu juga dalam soal seks.
Hewan melakukan esek2 untuk mencapai ejakulasi agar bisa berkembang biak,
sedangkan manusia untuk menikmatinya. Jadi satu pola pemikiran yang salah
kalau pria melakukan seks hanya dengan tujuan ejakulasi atau berkembang
biak, karena kita ini beda dengan hewan.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa ejakulasi memberikan kepuasan, tetapi
percayalah kepuasan ini hanya berlangsung beberapa detik saja ialah pada
saat laharnya keluar, setelah itu Finito Bung!

Untuk kenikmatan yang beberapa detik ini pembayaranya mahal. Setelah
ejakulasi badan jadi loyo, lelah, capek, ngantuk , peluru habis, tombak
bengkok, belum lagi istri jadi uring-uringan dan jengkel, karena tidak
puas. Jadi satu penderitaan yang berkepanjangan, belum lagi risiko, ia nyari
obat PIL baru sebagai penggatinya.

Orgasmus tanpa ejakulasi mengakibatkan badan tetap kuat, pikiran tetap
jernih lagipula, ini baik untuk kesehatan agar bisa mencapai panjang umur.
Disamping itu dapat bonus yang sangat istimewa, berupa kebahagiaannya sang
istri. Jadi kagak perlu mengajukan pertanyaan rutin yang membosankan lagi:
"Puas kagak?" sebab kalau tidak puas sang istri bisa setiap saat nambah,
jadi mirip makan prasmanan. Kagak percaya cobalah sendiri!

Tetapi bagaimana caranya untuk bisa ngerem agar jangan blong ke bablasan?
Cara ngerem yang paling save ialah jauh-jauh sebelumnya kita harus injak
pedal rem, begitu juga dalam soal seks. Jadi jangan pada saat dimana
gunungnya mau meletus baru diusahakan untuk nge-rem; ini pasti akan gagal

Pada saat kita bermain usahakanlah, melakukan pengawasan pernafasan, agar
bisa bernafas dengan tenang dan perlahan. Kedua sering-seringlah menyumbat
selangnya.

Caranya dengan menekan keras melalui tiga jari tengah tangan kiri ke tempat
antara ujung anus dan tombak oleh ahli akupunktur; lokasi ini disebut
sebagai titik Hui Jin atau lebih lazim dengan sebutan CV-1 (Conception
Vessel-1) gambar bisa dilihat di
www.acuxo.com/meridianPictures.asp?point=CV1

Jadi penekanan ini mirip dengan akupresur atau akupunktur pijat.

Pada saat tangan menekan Hui Jin usahakan agar gigi juga saling menekan
dengan keras, satu dengan yang lain. Mirip seperti orang yang sedang buang
air besar agar kotoran bisa ke luar dengan lancar, kalho orang Sunda bilang
pada saat lagi mejen githu.

Jadi kesimpulannya untuk ngerem agar tidak blong memuntahkan lahar harus
pandai mengatur pernafasan pada saat bersanggama. Kedua sekali-sekali
melakukan akupresur atau menekan titik Hui Jin, saya yakin pasti akan
berhasil. Sudah tentu hal ini membutuhkan latihan, tetapi percayalah dalam
jangka waktu singkat anda pasti akan menjadi Master Of Sex ala Tao.

Agar bisa bertahan tanpa ejakulasi itu sama seperti kalau kita mengemudikan
mobil, laju kecepatannya harus diatur. Kalau terlalu cepat maka harus
diperlambat dengan mengatur pernafasan. Sedang kalau sudah menuju ke bahaya
maka harus di rem dengan melakukan akupresure seperti tsb diatas. Kapan
harus ngerem dan kapan harus mengatur pernafasan anda sendirilah yang
mengetahui dan menentukannya.

Seks ala Tao itu singkatnya adalah melakukan orgasmus tanpa ejakulasi,
tetapi yang terlebih penting lagi ialah terjadi keharmonisan antara Yin dan
Yang oleh sebab itulah untuk mencapai semuanya ini harus diketahui terlebih
dahulu dasar pemikiran filosofinya. Hal inilah yang telah mang Ucup coba
uraikan dari awal s/d akhir.

Tulisan ini sedang direncanakan untuk di filmkan dan sebagai pemeran prianya
adalah mang Ucup. Sedang dicari pemeran perempuannya. Syarat usia dibawah 90
tahun, wajah tidak boleh lebih buruk daripada miss Piggy, berat badan tidak
boleh lebih dari 120 kg, sebab takut nantinya hanya Sumanto saja yang
bergairah.

Dengan ini saya akhiri tulisan Joy of Sex ala Tao. Mulai minggu depan mang
Ucup akan menulis hal-hal yang dapat memberikan siraman dan keteduhan rohani
tidak seperti sekarang ini yang hanya bisa mengobarkan api Neraka saja.

Mang Ucup
Email: mang.ucup-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx
Homepage : www.mangucup.org



Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -

Mayapada Prana Links:

<*> Indonesian Reiki Practitioner:
http://health.groups.yahoo.com/group/Praktisi_Reiki/

<*> Food Combining Indonesia:
http://health.groups.yahoo.com/group/FOOD_COMBINING_INDONESIA/

<*> Sahaja Yoga Indonesia:
http://groups.yahoo.com/group/sahajayoga-id/



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise