logo       

Kontribusi Friedrich Engels dalam Peletakan Dasar-dasar Marxisme: msg#00313

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Kontribusi Friedrich Engels dalam Peletakan Dasar-dasar Marxisme

Sponsor, Editor, Pemikir serta Aktivis Sosialis yang Orisinil:
Kontribusi Friedrich Engels dalam Peletakan Dasar-dasar Marxisme

Oleh George J. Aditjondro

SIAPA Friedrich Engels sebenarnya? Mengapa dia mau membantu menunjang
kehidupan Marx di London, selama riset untuk penulisan buku Das
Kapital ? Apa motivasi dia untuk membantu riset seorang pemikir dan
aktivis anti-kapitalis terbesar di masa hidupnya? Lahir tanggal 28
November 1820 di Barmen, sebuah kota kecil di Lembah Wupper
(Wuppertal), Engels adalah anak tertua dari seorang industrialis,
pemilik kilang (tekstil? Kertas?) Ermen & Engels, yang punya pabrik di
Barmen (Jerman) dan Manchester (Inggris). Wuppertal terkenal sebagai
basis kaum Pietis, yang melahirkan organisasi penginjil Jerman yang
bekerja menyebarkan Injil sampai di lembah-lembah Pegunungan Tengah di
Tanah Papua. Pada saat yang sama, kemiskinan kaum buruh di Wuppertal
menyentuh nurani Engels sejak muda. Tahun 1839, waktu baru berusia 19
tahun, Engels menerbitkan tulisan-tulisannya tentang kemiskinan di
Wuppertal dalam Surat-surat dari Wuppertal, secara bersambung dalam
koran Telegraph fuer Deutschland di bawah nama samaran "X" atau "F.
Oswald". Namun keluarganya lama-lama tahu, siapa sesungguhnya penulis
laporan-laporan kemiskinan itu.

"Kemiskinan yang luarbiasa terdapat di lapisan kelas bawah di
Wuppertal", tulis Engels, "di mana dari 2500 anak-anak usia sekolah di
Elbertfeld saja, 1200 anak tidak bisa menikmati bangku sekolah, dan
tumbuh menjadi dewasa sebagai buruh pabrik, supaya para industrialis
tidak perlu membayar buruh dewasa, dan dapat membayar buruh anak-anak
dengan upah separuh dari buruh dewasa". Itu membuat dia menjadi sangat
sinis terhadap para Pietis pemilik pabrik-pabrik di Wuppertal, yang
berdalih bahwa buruh anak-anak itu dibayar serendah mungkin, supaya
tidak menghabiskan uang mereka untuk minum-minum (Dennehy 1996:
101-2). Ini mungkin mendorong Engels menjadi atheis keras (Carver
1996: 13).

.......

Selengkapnya baca di
http://rumahkiri.net/index.php?option=com_content&task=view&id=153&Itemid=47







Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -

Mayapada Prana Links:

<*> Indonesian Reiki Practitioner:
http://health.groups.yahoo.com/group/Praktisi_Reiki/

<*> Food Combining Indonesia:
http://health.groups.yahoo.com/group/FOOD_COMBINING_INDONESIA/

<*> Sahaja Yoga Indonesia:
http://groups.yahoo.com/group/sahajayoga-id/



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise