logo       

Saripati Ajaran Maitreya (5): msg#00303

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Saripati Ajaran Maitreya (5)

Saripati Ajaran Maitreya (Part 5)
Source: www.rael.org
 
WARNING !
Following writings can offend some religious thoughts, Please Do Not Continue if you can feel offended
 
BAB V
Kontemplasi

?Kita merupakan saluran tempat ketidakterbatasan
dapat mengungkapkan dirinya atau tidak.?
Rael

Pada pagi hari itu, di hadapan 500 ratusan orang, atas
permintaan Nabi, seorang pemusik membunyikan alat
musiknya, tidak sebagaimana yang biasa
dilakukannya. Rael, melalui musiknya ini, membuat
kita dapat merasakan pengaruh kontemplasi melalui
pendengaran yang penuh kesadaran.
Seminar di Slovenia ? 12-17 Agustus 2003

Kita dapat mendengarkan musik dengan telinga kita. Atau kita dapat
menyaksikannya dengan kesadaran kita dalam suatu keadaan
kontemplatif, dan dengan cara ini, kita merambah dime nsi lain. Musik
lalu merasuki kita melalui sel-sel tubuh kita. Musik menimbulkan
getaran yang merambah, yang dapat mengembangkan kita atau
merusak kita. Itulah sebabnya kenapa kita memerlukan musik yang
meningkatkan kesadaran. Konon katanya, ?Berbicaralah hanya ketika
kata-kata Anda lebih indah dari keheningan.? Kita dapat juga berkata,
?Dengarkanl ah musik hanya ketika musik itu lebih indah dari
keheningan.?

Marilah kita mendengarkan bebunyian ini. Bebunyian ini bukanlah
musik yang kita dengarkan; bebunyian adalah bunyi. Rasakan
bebunyian ini. Biarkan bebunyian ini merasuki Anda dan mengaturnya
dalam otak Anda. Kontemplasikan pengaruh bebunyian ini pada kita.
Bebunyian ini menjadi zat dalam diri kita, bebunyian ini membangun
hubungan antar syaraf kita, dan otak kita pun dipahat oleh bebunyian
ini sebagaimana otak biasanya dipahat oleh citra, sensasi peraba, atau
wewangian.

Pusatkan perhatian pada pengaruh bebunyian ini pada otak. Masingmasing
bunyi berpengaruh pada otak kita. Kita dapat memainkannya
tanpa mendengar sesuatu, dengan ditulikan oleh kebisingan, dengan
melihat karikatur musik itu semata-mata. Atau kita dapat
membiarkan emosi dalam musik merayu kita; itu sedikit lebih baik!
Kita dapat diberi kegairahan dengan sebuah musik; itu bahkan lebih
baik lagi. Tapi yang terbaik adalah menjadi bebunyian yang kita
dengarkan sementara menyadari apa yang dibangunnya dalam otak
< div style="MARGIN-BOTTOM: 0cm">kita. Itulah cara ideal untuk menempatkan bebunyian. Rasakan
pengaruh setiap bunyi dalam diri kita.

Jika kita memasuki suatu keadaan kontemplatif ketika kita sedang
menyaksikan bebunyian ini, pengaruh mereka menjadi lebih kuat dari
ceramah paling indah dari orang bijak. Rasakan yang dikerjakan oleh
musik dalam diri kita.

Setiap bunyi yang lalu diikuti dengan suatu keheningan, merangsang
bagian tertentu otak kita. Pada mulanya kita mungkin tidak akan
mampu melihatnya, kita hanya mendengar bunyi musik. Tapi, kita
dapat merasakannya jika kita membiarkan diri kita dalam keadaan
kontemplasi bebunyian, dengan memusatkan perhatian sepenuhnya
pada bunyi mus ik dan pengaruhnya pada otak. Masing-masing bunyi
dapat menciptakan sensasi-sensasi tertentu, dan menimbulkan
pengalaman warna tertentu.

Jika kita memejamkan mata, pengaruh bebunyian musik itu menjadi
semakin kuat karena otak tidak menanggapi rangsangan visual dan
dengan demikian memusatkan perhatian sepenuhnya pada pengaruh
bunyi musik. Secara ilmiah telah terbukti bahwa menutup mata kita
dengan secarik kain selama beberapa jam setiap harinya, kapasitas
pendengaran kita menjadi meningkat.

Rasakan!

Ketika Anda mulai merasakan pengaruh musik ini pada otak Anda,
coba bayangkan juga bahwa setiap bunyi musik menyinari setiap
bagian otak tertentu yang dipengaruhinya itu. Hal ini akan membantu
Anda dalam merasakan masing-masing bunyi, masing-masing
kesunyian, dan masing-masing bisikannya yang lemah lembut.

Izinkanlah bebunyian ini, yang merupakan badai kecil dalam telinga
Anda, untuk memasuki kesadaran Anda yang terdalam dan sadarilah
bahwa mereka mengatur beberapa zat dalam syaraf Anda. Setiap
pikiran, setiap analisa, setiap penilaian harus lenyap. Rasakan
bebunyian itu semata-mata, masing-masing bunyi itu adalah baru,
karena meskipun musiknya diulang-ulang, setiap bunyinya akan
memberi pengaruh yang berbeda-beda. Otak kita diubah oleh masingmasing
nada dan dengan demikian dapat merasakan pengulangan
setiap nada yang sama dengan pengaruh yang berbeda-beda pada
setiap saat.

Rasakan!

Berada dalam keadaan kontemplasi berarti membiarkan musik untuk
meningkatkan kesadaran kita, membiarkan warna musik untuk
menyinari kita, mendenar degub jantung kita, membiarkan
keheningan merasuki kita.

Kita hidup dalam masyarakat yang segala sesuatunya berjalan dengan
begitu cepat, yang menimbulkan kesan pada diri kita bahwa
keheningan merupakan sesuatu yang kacau. Sebaliknya, keheningan
sering merupakan ajaran yang paling kaya dan indah.

Bebunyian musik sumbang yang dapat kita dengar di diskotek dan
pada beberapa musik modern dapat merusak kita. Bunyi perkusi yang
terlalu berlebihan dapat menimbulkan penyakit. Tahukah Anda
beberapa bebunyian tidak selaras sengaja diciptakan untuk menyiksa
orang? Bebunyian semacam itu bahkan dapat membuat tanaman
gandum berhenti tumbuh.

Otak itu sendiri tidak mendengar, benda abu-abu ini hanya menerima
< FONT color=#000000>rangsangan elektrik yang dikirim dari sistem pendengaran. Cobalah
untuk memperhatikan signal elektro-kimia ini dalam otak Anda.
Bebunyian yang berasal dari peralatan musik memasuki otak kita
bagaikan pisau bedah dan hal ini dapat menyembuhkan tapi dapat
pula membuat orang menjadi gila; dapat membuat bodoh atau
membangkitkan potensi orang.

Kontemplasi tidak hanya melibatkan indera pendengaran atau
penglihatan. Kontemplasi sejati dilakukan dengan memakai semua
indera kita, baik secara bersama-sama atau secara sendiri-sendiri.
Belajarlah untuk berkontemplasi pada wajah-wajah di sekeliling Anda,
juga pada citra, pada alam; itulah artinya menjadi selaras dengan
segala sesuatu di sekeliling Anda. Kontemplasi melengkapi
pengamatan yang tepat.

Untuk mencapai keadaan kontemplasi, kita perlu membersihkan
emosi-emosi negatif dan parasit-parasit sejenisnya. Dalam budaya
sekarang yang menjauhkan kita dari keberadaan, pendidikan kita
mungkin menimbulkan kesan bahwa melakukan kontemplasi adalah
membuang-buang waktu saja, sedangkan jika kebenaran disuarakan,
justru kontemplasi adalah satu-satunya jalan untuk menebus
kesadaran kita.

Kontemplasi adalah membiarkan suatu obyek atau keberadaan
memberikan kita kesenangan tanpa kita mengalami gejolak nafsu.
Kita dapat menikmati kesenangan mengagumi sesuatu tanpa
dorongan nafsu, tanpa memilikinya seme ntara pada saat yang sama
diri kita tidak terpisah darinya.

Lihatlah sesuatu, atau janganlah melihat sesuatu. Beradalah sematamata
dalam keadaan damai batin, kebahagiaan, dan kegembiraan.
Kita harus memeluk ?keberadaan? dalam melakukan kontemplasi.
Kita tidak punya waktu lebih lama lagi di dunia ini.

< FONT face="Arial, sans-serif">Dan kemudian ada pula kontemplasi-diri; mudahlah bagi kita untuk
melakukan kontemplasi pada seekor burung, tapi berkontemplasi diri
pada batin sendiri jauh lebih sulit. Ambillah satu langkah ke belakang;
sekarang berkontemplasilah pada KEBERADAAN Anda. Amatilah
kesadaran Anda sendiri, bukan secara intelektual, tapi dengan
melakukan kontemplasi, itulah yang disebut kesadaran super.
< BR>-Bersambung-


"Out beyond ideas of wrongdoing and rightdoing there is a field. I'll meet you there.'"
~ Rumi

 
 


Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail. __._,_.___

Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -

Mayapada Prana Links:

<*> Indonesian Reiki Practitioner:
http://health.groups.yahoo.com/group/Praktisi_Reiki/

<*> Food Combining Indonesia:
http://health.groups.yahoo.com/group/FOOD_COMBINING_INDONESIA/

<*> Sahaja Yoga Indonesia:
http://groups.yahoo.com/group/sahajayoga-id/





Yahoo! Groups Links

__,_._,___
<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise