logo       

Re: Re: Siapakah tulang rusuk-ku->MJ & CBN: msg#00295

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Re: Re: Siapakah tulang rusuk-ku->MJ & CBN

Salam hangat Mang Ucup,

Jumpa lagi, topik tentang "tulang rusuk" ini rupanya meriah juga sambutannya ya....:) jadi kalo Mang Ucup ndak keberatan saya punya koleksi petromaks yang mungkin berguna.....

Memang topik ini termasuk topik yg bisa menyentuh bagian2 sensitif manusia seperti harga diri (masalah persamaan kedudukan pria-wanita), keyakinan akan ajaran doktrin tradisional yg selama ini dipegang kukuh...ibarat api...topik ini sudah nyamber kemana-mana...untunglah dengan sigap Mang Ucup langsung menyiramkan air penyejuk berupa permintaan maaf...sehingga efek bakarnya ndak sampai terlalu luas....

Saya yg terlahir dari lingkungan tradisional muslim pun tidak terlepas dari doktrin adam dan hawa ini...karena sebenarnya tiga agama besar yang sering disebut agama samawi (langit) atau agama Ibrahim (Abraham) berbagi asal usul yg sama...akar yang sama....ada yg bilang seperti kakak adik....sehingga tidak aneh kalau diantara ajaran ini saling berbagi "cerita" yang sama....tapi kalau kita urutkan maka "sumber" cerita itu ada di tradisi Judaism...baru kemudian diwariskan kepada Kristen...yang kemudian dilanjutkan dalam tradisi Islam...

Nah ada seorang pemikir muda Islam yg mengajukan alternatif pemikiran bahwa Adam dan Hawa bukanlah manusia pertama dalam arti yang sebenarnya dan cerita kalau hawa itu "diciptakan" dari tulang rusuk, yang kemudian dipakai sebagai dasar pembenaran dominasi Pria atas wanita yang bercirikan faham patriarki dan mempromosikan perspektif keterpisahan (separation) adalah sebuah distorsi penafsiran entah itu terjadi begitu saja atau disengaja. Yang jelas atas dasar "asumsi" tersebut dibangunlah sebuah akar pemikiran yang male-oriented, menyusup keseluruh aspek kehidupan manusia, lengkap dengan segala alasan-alasan pembenarannya yang meletakkan "wanita" sebagai subordinate dari yang namanya pria, suatu akar pemikiran yg telah menimbulkan pertengkaran dan bahkan korban jiwa dalam sejarah kelahiran dan perkembangan ketiga agama Ibrahim sampai hari ini.

Tidak mengherankan bukan kalau kemudian sejarah panjang manusia bahkan dari sebelum tahun masehi (BC - Before Christ) selalu dipenuhi oleh catatan peperangan demi peperangan...."wajah" peradaban manusia sepertinya selalu bersimbah darah, entah itu atas alasan survival, kekuasaan, kekayan, kejayaan, atau atas nama kebenaran, keadilan dan atas nama Tuhan sekalipun, yang jelas secara kolektif,manusia selama ribuan tahun tidak pernah mengenal yang namanya hidup berdampingan, bekerja sama, mencari solusi bersama2 di planet kecil bernama bumi ini, kecuali dengan keterpaksaan karena todongan senjata (gencatan senjata).

Saya pribadi berpendapat bahwa kita (kebetulan saya terlahir sebagai pria tulen) equal bukan saja dengan wanita....bahkan dengan seluruh makhluk hidup lainnya...hanya dengan menyadari prinsip ini, kesadaran kita secara kolektif menjadi seimbang, tidak over-maskulin atau over-feminin sehingga dapat memaksimalkan seluruh potensi yang dimilikinya untuk mencari solusi bersama bagi kelangsungan hidup manusia, makhluk hidup lainnya dan planet bumi tempat mereka ber-ada selama ini. Alam bekerja dengan prinsip keseimbangan, dan ketidak seimbangan hanya akan menuju kepada kehancuran, dan tidakkah tanda2 itu terlihat sekarang ini? efek dari peperangan ribuan tahun, kehausan akan kekuasaan, power over others, keinginan tiada henti utk memupuk kekayaan materi atas kompensasi manusia lainnya telah menyebabkan eksploitasi bumi pertiwi dengan semena-mena, menghancurkan ekosistem air, tanah, udara yg telah memberi kehidupan pada manusia selama ini. Tidakkah kita bisa belajar dari alam bahwa sudah saatnya secara kolektif kita menyadari ketidakseimbangan yang terjadi sebelum kehidupan ini hancur oleh tangan-tangan kita sendiri ?

Last but not least, saya cuplikan hasil penelitian arkeologi yang menggali akar mitos tentang adam-hawa dan masalah "tulang rusuk" tadi....

***
 
Origins of the devil...
in each and every one of us

The archaeological site at Nippur was manned by a diverse group with affiliations to universities all over the globe. When the realization set in and attention was focused on the mounds of debris that had been carelessly dumped in various locations around Nippur, fragments were collected and whisked off to different countries for examination. The small clay fragments had to be carefully pieced together to be read and, often, missing pieces were in collections of other museums and universities. Nevertheless, great progress was being made in assembling several great works that were found duplicated and almost complete. But the nature and content of what was being translated was disturbing.

Ashurbanipal had assembled and translated literature from his own antiquity. How far back in time was "very old" to a king who lived 3000 years ago? Conservative estimates dated many of the written epics to a time before writing, perhaps before 10,000 BC, since they appear to have been composed in a rhythmic verse, to make them easy to memorize. The library thus gives a unique view into man's past. But the library had many surprises.

For over a millennium, about 5000 years ago, there was one dominant and unchanging belief in what we would today call a religion. In this ancient time religion and culture were identical. The leaders and rulers of men were described as being in intimate contact with the "gods," who were collectively known as Anunaki. The growing dictionary of words and meanings that was being compiled by the translations of the Nippur fragments quickly hinted to something extraordinary. That the ancient "gods" took their name from "Anu," meaning heaven, and "ki," which means earth. Literally, they were "those who came from heaven to earth."

A surprising number of poems, stories and historical records told a clear story, without the usual symbolism and metaphoric confusion. The facts were there, on the clay tablets, for everyone to read. But, strangely enough, the translation was conducted in an extremely low-profile manner. Even today, when one thinks of an "ancient" culture, the Egyptians --not the Mesopotamians-- received the interest. The wealth of details and the coherent story of the cuneiform library from Nippur is undoubtedly the most important archaeological discovery ever made, yet it has been successfully buried and is hidden from the public. Why?

Here is what you have not been told. A particular work, called the Enumma Elish, describes the formation of our solar system, from a time when it was much different than it is today. This young system had the earth (called Tiamut) and the moon, as well as a number of our sister planets. The epic tells of a rogue planet which enters the system and disrupts gravity, causing one planet to be pulverized and to form the asteroid belt, while another planet is thrown into an elliptical orbit with a solar year, called a "shar," equal to about 3600 earth years. This particular epic was believed to have been a basic text that was memorized and copied. It has since been found in other excavated sites in Iraq.

A work called the Atra Hasis is perhaps the most shocking. This text describes the Anunaki as originating on this elliptical orbiting planet, called Nibiru. The planet is apparently suffering from some atmospheric degeneration and has sent a team of explorers to Earth in search of a particular metal -- gold. The gold is mined by the "Igigi" who are lower forms of the Anunaki. The Atra Hasis begins where these Igigi are complaining about the difficulties and fatigue that they are having with this physically demanding task.

When the gods instead of man
Did the work, bore the loads,
The gods' load was too great,
The work too hard, the trouble too much,
The great Anunnaki made the Igigi
Carry the workload sevenfold.

When the Igigi asked for relief from their work the leaders of the expedition, An (the father figure and ultimate leader), and his two sons, Enki and Enlil, held a counsel meeting. The text describes this event as if an impending mutiny was possible, but Enki has a brilliant suggestion.
Why are we blaming them?
Their work was too hard, their trouble was too much.
Every day the earth resounded.
The warning signal was loud enough, we kept hearing the noise.
There is [.-pieces missing- ]
Ninhursag the womb-goddess is present
Let her create a mortal man
So that he may bear the yoke
So that he may bear the yoke, the work of Enlil,
Let man bear the load of the gods!
[.-pieces missing-.]
Belet-ili the womb-goddess is present,
Let the womb-goddess create offspring,
And let man bear the load of the gods!"

The story continues with the female gender Anunaki, Ninhursag, creating an altered hybrid by using material from one of the Anunaki and of an earth "beast," primitive man. The Anunaki now had an intelligent worker to do their mining. Soon, these prototype humans ("A-dam" means something like "duplicated" plus "human") were being specifically designed for certain tasks, including a version with small, delicate features that was used as a house servant by the Anunaki.

The Atra Hasis continues to explain that it was this "delicate type," with features more resembling the Anunaki themselves, that attracted the Anunaki to mate with them. And it was these "giants on earth" that were remembered in the book of Genesis.

The book of Genesis has more hints to this earlier epic. Ninhursag, who created the first "smarter humans" was celebrated by the Anunaki and she was given the title of "Nin-ti," or "Lady of life." Since early Hebrew has multiple meanings for the phrase "ti," meaning both "rib" and "life," the creation of Eve by Nin-ti yielded to the errant story of the first woman being created by Adam's rib (hence "the lady of the rib").


 
***
 
Semoga bermanfaat,
 
Salam hangat
Yan
 

 
On 9/17/06, mangucup88 <mangucup-nI4mw7d/IixmR6Xm/wNWPw@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:
My dearest lady MJ & CBN yang saya muliakan
Pertama dengan ini mang Ucup mohon maaf apabila Anda merasa
tersinggung oleh oret-oretan maboknya mang Ucup:-)

Sebenarnya saya tidak mau berdebat masalah agama, sebab apapun
alasannya kita harus saling mehormati kepercayaannya masing-masing,
tetapi karena ada beberapa wanita eh perempuan disini yang merasa
tersinggung, jadi mau atau tidak saya berusaha untuk menanggapinya.

Pertama bagaimana kalau Anda mengikuti jejaknya Paus dimana Anda
memberikan statement secara besar-besaran dengan di "uwer-uwer" ke
berbagai macam milis, media cetak maupun elektronik dimana Anda
menyatakan bahwa Rasulllah saw telah melecehkan kaum wanita dengan
mempersamakan dengan tulang rusuk, karena itulah yang disabdakannya
dalam hadis Abu Hurairah. Apakah ajaran Nabi disini ngawur?

Cobalah Anda berikan usulan agar semua Kitab Suci yang mencantumkan
ajaran bahwa wanita itu berasal dari tulang rusuk sebaiknya mulai
besok di revisi saja agar semua wanita bisa hepi dan tidak
tersungging begitu.

Setiap saran atau kritikan saya terima dengan terbuka, bahkan kalau
saya salah pasti tanpa segan-segan lagi saya bersedia untuk
memperbaikinya maupun minta maaf.

Mengeritik itu mudah sekali, tetapi harus di imbangi dengan saran
perbaikannya. Jadi kalau menurut Anda wanita itu bukan berasal dari
tulang rusuk pria, bolehkah saya bertanya sebaiknya berasal dari
apa? Apakah dari kete (monyet) seperti Darwin, ataukah dari bunga
mawar ataukah dari gebok pisang, ataukah dari debu tanah ? Maklum
mang Ucup itu wong goblok, yg masih harus belajar banyak.

Mang Ucup mengutip Alkitab dengan pernyataan bahwa wanita itu
berasal dari tulang rusuk, lantes ada beberapa pembaca yang merasa
sewot dan merasa dilecehkan, karena tidak sesuai dengan
kepercayaannya yg mang Ucup anut. Saya yakin kalau mang Ucup menulis
bahwa manusia itu ciptaan dari Allah, pasti ada juga yang merasa di
lecehkan terutama mereka yang tidak percaya akan adanya Allah.

Dilain pihak agar saya tidak melecehkan kaum wanita, berarti saya
harus mengingkari kepercayaan yang saya anut dan secara tidak
langsung ini bisa disamakan seperti juga melecehkan Allah yang saya
sembah.

Daripada harus masuk neraka dan dipanggang jadi sate disana, lebih
baik saya dipentungin di milis dan dianggap sebagai peleceh kaum
wanita. Kalau perlu di ban di milis ini juga ora opo-opo daripada di
ban dari sorga, takut oooiii....i!

Untuk seorang yang menamakan dirinya arvi atau cbn what else apa
saja, maklum seperti juga cerita silat Bu Beng Tai Hiap atau Si
Pendekar Tanpa nama masalah di emailnya kagak ada namanya tuh  he-he-
he

Saya merasa heran kalau ada orang yang mengaku so Kristen maupun
Katolik, tetapi dilain pihak menilai Alkitab ajarannya dibilang
sebagai ajaran yang melecehkan kaum wanita. Kalau Anda sudah tidak
percaya lagi dengan apa yang tercantum dalam Alkitab sebaiknya
buruan ganti agama tuh atau bikin agama baru begitu.

Kej 2:21-22. .... TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk (tséla)
dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 2:22 Dan dari
rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah
seorang perempuan (lé isysya)

Mohon petromaksnya yang besar apinya atau kalau perlu kirim roh
kudisnya bagaimana mang Ucup harus menafsirkan ayat yg tercantum
diatas ini agar tidak dinilai sebagai pelecehkan terhadap kaum
wanita. Maklum mang Ucup pada saat ini masih berada dalam kuasa
gelap. Amin

Salam persahabatan dgn tabik jabat tangan erat

Mang Ucup – The Drunken Priest
Email : mang.ucup-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx
Homepage: www.mangucup.net









__._,_.___

Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -

Mayapada Prana Links:

<*> The Internet Sacred Texts Archive
http://www.sacred-texts.com/index.htm

<*> The Theosophical Society
http://www.theosociety.org/

<*> Yoga Leaf
http://www.yogaleaf.com/






Yahoo! Groups Links

__,_._,___
<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise