|
Saripati Ajaran Maitreya (4): msg#00294culture.religion.healer.mayapada
Saripati Ajaran Maitreya (Part 4) Source: www.rael.org WARNING ! Following writings can offend some religious thoughts, Please Do Not Continue if you can feel offended BAB IV Spiritualitas ?Hak istimewa satu-satu
nya dalam hidup adalah kesadaran. Dan ketika kita sadar, mau tidak mau kita akan merasa takjub akan kesadaran kita sendiri dan merasa berbahagia bahwa kita hidup.? Rael Kita adalah SATU Kita semua adalah SATU, dan ini adalah sesuatu y
ang indah untuk merasakan kemenyatuan ini ketika kita sedang bermeditasi. Merasakan keadaan meditasi yang sejati tidak memerlukan latihan yang bertahun-tahun. Hal ini bersifat spontan. Yang memerlukan latihan bertahun-tahun adalah agar batin kita tetap berada dalam rasa kemenyatuan tersebut.
Dan pentinglah bagi kita untuk merasakannya karena kita
tidak akan dapat merasa SATU dengan orang lain jika kita tidak dapat merasa SATU dengan diri kita sendiri. Bagaimana mungkin dapat merasa tidak terpisah dengan orang lain jika keterpisahan itu ada pada diri kita sendiri, seperti ketika kita merasa bersih dalam batin tapi merasa kotor dalam tubuh kita. Setelah kita
berhasil menyatukan diri kita sendiri barulah kita dapat mengambil langkah selanjutnya untuk menjadi SATU dengan orang lain. Menjadi SATU dengan diri sendiri berarti menjadi SATU dengan Alam Semesta, dengan Ketidakterbatasan, dengan semua, dan juga dengan ketiadaan, karena tidak ada perbedaan antara semua dan ketiadaan.
Mereka adalah satu dan sama. Tidak ada jarak lagi antara Anda dan saya sebagaimana tidak ada jarak antara bintang-bintang dan saya. Tidak ada jarak lagi antara Anda dan saya sebagaimana jarak atom-atom dan saya karena ketidakterbatasan adalah SATU. Ketika kita mencapai tahap pem
ahaman dan rasa ini, kita mencapai kesadaran. Kita masing-masing menjadi butir-butir kesadaran yang akhirnya menyadari bahwa kita semua adalah sadar karena kesadaran adalah SATU juga. Tidak ada keterpisahan antara kesadaran individu dan kesadaran kolektif. Orang sering membicarakan ketidaksadaran kolektif, tapi y
ang lebih penting dari ketidaksadaran kolektif adalah kesadaran
kolektif, yang tidak hanya bersifat hubungan antar planet tapi juga bersifat universal dan tidak terbatas. Merasakan Ketidakterbatasan Merasakan ketidakterbatasan sama artinya dengan merasakan kemenyatuan segala sesuatu yang ada di alam semesta, dalam zat, baik yang tidak terbatas
besarnya maupun yang tidak terbatas kecilnya, dan dalam ketidakterbatasan waktu. Kita menjadi benarbenar sadar ketika kita dapat merasakan kemenyatuan yang menghubungkan segala sesuatu di sekeliling kita. Kita menjadi mampu untuk mengerti bahwa kita adalah butir-butir zat yang menyatu menjadi makhluk hidup sebagaimana yang kita alami. Zat yang membentuk kita
menjadi sadar akan dirinya. Saya berada dalam Anda dan Anda berada dalam saya. Bahkan seandainya saya lenyap besok pagi, saya tetap saja berada dalam diri Anda. Kesadaran mengenai ketidakterbatasan yang saya berikan kepada Anda akan terus hidup dalam diri Anda dan Andapun dapat menyampaikannya ke orang lain. Keberadaan saya sendiri t
idaklah penting. Pemahaman yang tepat dan benar mengenai kesadaran ini tidak tergantung pada keberadaan saya, karena bila Anda benar-benar sadar, saya secara abadi akan berada dalam diri Anda dan diri keturunan Anda, sebagaimana Anda akan berada dalam diri keturununan Anda juga. Ketidakterbatasan dan kesadaran akan kemenyatuan ini bersifat abadi. Mereka ada di
mana-mana pada saat yang sama, pada semua arah. Mereka ada sekarang dan selama-lamanya. Menjadi sadar akan hal ini sama saja dengan memberinya hidup! Kesadaran akan ketidakterbatasan menyinari kita. Kesadaran ini mencerahkan dan membahagiakan kita. Kepemilikan remeh temeh seperti uang, rumah besar, mobil
bagus, atau serentetan ijazah tidak mendatangkan kebahagian sejati. ?Mengetahui? dan ?memiliki? tidak ada hubungannya dengan pencerahan, tapi MENJADI ADA, ya, karena keberadaan memungkinkan ketidakterbatasan untuk mengungkapkan dirinya. Kita tidak dapat ?memiliki? kebahagiaan, tidak juga dapat ?mengetahui? kebahagiaan; tapi kita dapat ?menjadi? bahagia. Kepemilikan dan pengetahuan dapat datang dan pergi tanpa ada pengaruhnya, tapi ?keberadaan? selalu meningkatkan kesadaran seseorang. Umur tidak akan menghalangi kecerdasan orang yang memutuskan untuk mengembangkan kesadarannya. Tiga
Tingkat Kesadaran Tingkat pertama adalah kebodohan. Orang bodoh dipermainkan oleh nafsu dan rasa frustasi tanpa dapat mengendalikan reaksi emosinya. Orang bodoh sering bertindak agresif dan terkadang penuh dengan kekerasan. Tindakannya dipicu oleh nafsu dan merasa menyesal ketika merasakan akibat dari perbuatannya karena perkataan dan <
FONT face="Arial, sans-serif">perbuatan waktunya hampir selalu mengabaikan pikiran
jernihnya. Orang bodoh bertindak demikian karena penderitaannya. Dia menderita kareana tidak pernah (atau hampir tidak pernah) memuaskan nafsunya, dan selama dia menggantungkan kebahagiaannya pada hal-hal di luar dirinya, dan selama dia mengharapkan rasa terima kasih dari orang lain untuk membuat dirinya merasa nyaman dan penting, dia tetap akan
mengalami frustasi selama-lamanya. Kita seharusnya merasa iba terhadap orang-orang demikian dan memberi mereka kasih karena mereka tidak menyadari apa yang mereka perbuat, dan itulah sumber dari penderitaan mereka. Kesadaran tingkat kedua adalah kesadaran akan ketidakmelekatan
total. Kesadaran ini menolak segala kesenangan, menolak untuk mengakui reaksi-reaksi badan dan otak, dan kemungkinan terjadinya suatu ketidakpuasan yang timbul dari pengelolaan berbagai kesenangan yang ditawarkan kehidupan. Ini adalah jalan keluar yang mudah, karena jika kita tidak ingin merasakan kesenangan, tentu
saja kita akan terhindar dari segala rasa frustasi. Dia yang tidak mau menghadapi tantangan tentu saja tidak akan menemui godaan. Dengan menolak kesenangan hidup, orang ini tidak mau mengambil risiko, dan dengan demikian dia tetap merasa tenteram. Orang ini hanya perlu meyakinkan dirinya bahwa sikapnya itu adalah suatu bukti kebijaksanaan sejati datang dari pengalaman seperti pengalaman membuat kesalahan, membetulkan kesalahan, melanjutkan hidup dan melangkah maju dalam kehidupan. Setiap pelajaran yang dapat kita petik dari suatu kesalahan merupakan selangkah maju menuju titik pencerahan. sebagian besar agama. Jalan keprihatinan menolak kenikmatan inderawi. Seperti mereka yang hidup mengasingkan diri di gununggunung atau pertapaan, menyendiri dari kehidupan masyarakat, menjauhi godaan. Kita akan lebih mudah menjaga kebersihan kita jika tidak mau mengambil risiko mengotori diri sendiri. Hasilnya dapat mencengangkan.
Tapi sementara itu kehidupan tetap menghujani kita dengan serangkaian kegembiraan dan penderitaan. Akhirnya, ada suatu jalan unggulan, yaitu jalan menikmati kehidupan dengan kesadaran. Tingkat kesadaran ini mengharuskan kita mengembangan diri di tengah masyarakat ramai, di a
ntara orang-orang bodoh dan godaangodaan tanpa kehilangan keselarasan atau senyuman kita, dengan memakai semua indera kita, dengan mendengarkan musik batin kita, dengan memakai kapasitas kita untuk menikmati diri sendiri dan memberi kenikmatan kepada orang lain sepenuhnya tanpa merasa frustasi jika orang lain tidak mendatangkan kepada kita apa yang kita harapkan
. Kesadaran ini berarti dapat bermain hockey tanpa perlu menjadi pendukung fanatik regu hockey setempat. Ikut serta dalam pertandingan dan pelatihan dengan tekad untuk menjadi nomor satu tanpa mendominasi peserta lainnya, tapi mengatasi keterbatasan dirinya. Jatuh cinta tapi tidak jatuh terlunta, dengan membuat suatu ketidakmelekatan pada hubungan cinta ? suatu keseimbangan
yang sangat halus! Mampu mempunyai keinginan dan memenuhi keinginannya dan menikmati kesenangan yang ditimbulkan dari kesadaran, sementara mampu mengendalikan dirinya agar tidak terikat. Berani menikmati kesenangan hidup yang memang tersedia buat kita ketika benar-benar terbuka kepada dunia, karena keseluruhan
alam semesta memang tersedia untuk menyenangkan kita, sementara kita tidak lagi menggantungkan diri pada kesenangan-kesenangan luar untuk membuat kita bahagia, alih-alih kita harus mampu merangsang bangkitnya kesenangan dari dalam diri kita sendiri. ?Saya menciptakan kesenangan saya sendiri, sehingga dengan demikian
saya tidak akan merasa frustasi jika kesenangan yang saya cari itu tidak muncul? Imajinasi kita menciptakan kesenangan dalam diri kita dan jenis kesenangan demikian tidak pernah membawa rasa frustasi karena kita menciptakan kesenangan secara sempurna dan berbeda, sesuai dengan keinginan kita sendiri. Semuanya ini memerlukan keseimbangan yang sangat halus tapi juga sangat indah! Saya mencium bunga dan menghirup wewangiannya, tapi jika dia memalingkan mukanya dari saya, saya tidak akan merasa frustasi atau kecewa secuilpun. Berada dalam kondisi ketidakmelekatan berarti mengetahui bahwa k
enikmatan duniawi memang begitu menyenangkan tapi pada saat yang sama kita juga dapat hidup tanpanya. Kenikmatan adalah kesenangan belaka, bukannya suatu kebutuhan. Orang terkadang sulit membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Sebenarnya, kebutuhan dasar kita hanya sedikit (makan, minum, tidur, dsb.) Semua sisanya adalah keinginan. Marilah kita bedakan jenis sumber kesenangan sampai tidak
ada batasnya; marilah kita jangan membatasinya pada satu sumber kesenangan atau segolongan orang saja, keinginan atau kesenangan. Marilah kita nikmati sumber kesenangan sebanyak-banyaknya sehingga jika salah satunya pergi meninggalkan kita, kita masih mempunyai banyak kesenangan lainnya, dan bahkan jika jenis pun, kita tetap saja berbahagia. Kesadaran akan Siapa diri Kita Kongo, Desember 2001 Perwujudan paling indah dari kesadaran ialah ketika kita menyadari siapa diri kita, yaitu sesuatu yang tidak perlu terlalu dibanggakan, dan karenanya kita mengasihi diri sendiri.
Kesadaran membantu kita dalam memandang diri sendiri dengan kerendahan hati dan mengakui bahwa kita hanyalah seonggok debu, bahwa kita hanyalah tersusun dari makanan yang dikonsumsi ibu-ibu ketika mengandung kita dalam rahim mereka. Dan sampai sekarang pun saya tetap makan sehingga sel-sel tubuh kita dapat berganti karena makanan ini.
Tapi jika kita diharuskan untuk berhenti makan, kita pun akan segera kembali menjadi debu. Saya terdiri dari serpihan wortel, kentang, daging, dan ikan yang memungkinkan kesadaran saya tetap mengungkapkan dirinya. Saya tidak lebih dari debu, sebagaimana seluruh umat manusia dan makhluk hidup lainnya. Saya adalah debu yang hidup dan
FONT> berkembang bersama debu lainnya dan akan kembali menjadi debu jika telah meninggal untuk menjadi makanan makhluk hidup lainnya. Itulah siklus kehidupan debu yang abadi. Seorang manusia tanpa memandang warna kulitnya adalah benarbenar tidak penting. Dia hanyalah sebutir debu, sebagaimana debudebu lainnya yang
datang bersama-sama pada suatu saat, yang teronggok di sana persis seperti saya, pada waktu yang sama, pada planet yang sama. Kita semua berada di sini bersama dan menyadari diri kita bersama. Suatu hari kita akan mati; mungkin pada menit berikut ini. Kita tidak akan pernah tahu kapan jantung kita akan berhenti berdetak: Saya adalah suatu hal yang mungkin terjadi, dan saya akan merasa sangat berbahagia jika dapat mati dekat dengan Anda. Tataplah sejenak sanak saudara Anda sekarang juga tanpa kehilangan sekejap pun, dan sadarilah bahwa mereka dapat mati kapan saja. Lihatlah mereka! < /div> Berapa banyak di antara Anda sekalian yang telah kehilangan ayahnda, ibunda, saudara sekandung atau anaknda dalam suatu kecelakaan dan sekarang merasa menyesal karena tidak lebih mengasihi mereka, dan tidak pernah punya waktu untuk mengatakan betapa Anda mengasihi mereka? Menyedihkan, karena terlalu terlambat. Mereka telah kembali menjadi debu, dalam<
/div>
ketidakterbatasan waktu dan ruang. Katakanlah kepada orang-orang tercinta Anda sekarang juga bahwa Anda mengasihi mereka, sebelum terlambat. Ketika kita menyadari betapa singkatnya rentang hidup kita, betapa rapuhnya kesadaran kita, kita tidak mungkin lagi untuk pergi berperang, kita tidak mungkin lagi membunun sesama m
anusia. Hidup kita terlalu singkat! -Bersambung- "Out beyond ideas of wrongdoing and rightdoing there is a field. I'll meet you there.'"
~ Rumi
Eduard de Grave is a member of : The Mayapada Prana mailing list
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min. __._,_.___ Quotes : " Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through the practice of meditative way of life." - Anand Krishna - Mayapada Prana Links: <*> The Internet Sacred Texts Archive http://www.sacred-texts.com/index.htm <*> The Theosophical Society http://www.theosociety.org/ <*> Yoga Leaf http://www.yogaleaf.com/ Yahoo! Groups Links
__,_._,___ |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Mengampuni...: 00294, William Wiguna |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Re: Siapakah tulang rusuk-ku->MJ & CBN: 00294, Yan Rezky |
| Previous by Thread: | Mengampuni...i: 00294, William Wiguna |
| Next by Thread: | .:Special Notice:. Free Attunement Guardian Angels: 00294, si Brewok [0_-] |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |