logo       

Mengampuni...: msg#00293

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Mengampuni...

Mengampuni...
Posted by: "Bagus Pramono" sarapanpagi-PkbjNfxxIARBDgjK7y7TUQ@xxxxxxxxxxxxxxxx
kebaikan2001
Sun Sep 24, 2006 8:40 pm (PST)


Mengampuni.

Ketika Karol Wojtyla dulu masih mengajar di sebuah universitas di Polandia,
ia mempunyai mahasiswa yang sangat dekat dengannya yang bernama Adam
Zielinski. Ia tidak menyadari/ curiga bahwa sebenarnya muridnya itu adalah
mata-mata dikirim oleh Partai Komunis di pemerintahan Polandia baru pasca
rezim Nazi, untuk mencari-cari kesalahan yang bisa dipakai untuk
menangkapnya. Namun, disepanjang pengamatan spionase-nya itu, Zielinski
tidak menemukan hal-hal subversif yang dilakukan Wojtyla yang cukup sebagai
bukti untuk menjadikannya tersangka dalam keadaan politik yang belum menentu
di negara itu. Yang terjadi sebaliknya, ia justru makin mengenal Wojtyla
sebagai seorang hamba Tuhan yang sungguh mendedikasikan hidupnya untuk
Tuhan, juga bagi bangsa dan negaranya. Akhirnya Zielinski meminta maaf
dihadapan gurunya itu.
Melihat dan mendengar pengakuan Zielinski yang mengakui kesalahannya dengan
menyesal dan hancur hati, Wojtyla mengatakan "if you made mistakes, you
already paid for them", maksudnya, penyesalannya yang diungkapkan itu itu
sudah cukup untuk membayar kesalahannya. Wojtyla, dengan gampang sekali
mengampuninya, ia sama sekali tidak bertanya mengapa ia melakukan perbuatan
jahat kepadanya, apa latar belakangnya, ataupun jengkel, marah dan dendam.
Zielinski tak pernah menduga bahwa ia mendapatkan maaf dan ampun dari
gurunya segampang itu, padahal dialah yang selama ini menyebabkan gurunya
itu menderita kesulitan akibat tekanan-tekanan partai komunis. Mengapa
Wojtyla begitu mudah mengampuninya? Sebab, harga dari jiwa yang menyesal itu
lebih mahal, dan rasa dendam sama sekali tidak sebanding dengan indahnya
pertobatan.
Ini salah satu kisah yang diceritakan dalam film "Karol: A Man Who Became
Pope", kisah hidup Pope John Paul II, yang diperankan sangat bagus oleh
aktor Polandia Piotr Adamczyk. Dan juga musik latar yang bagus dari salah
satu komposer terbaik Ennio Morricone. Dan film ini cocok sebagai wujud
penghormatan/ tribute bagi salah seorang pemimpin terbaik Gereja, bahkan
salah seorang pemimpin terbaik dunia, yang banyak kita kenal keteladanan
pribadinya.

Pengampunan dosa adalah misi utama Tuhan kita Yesus Kristus. Ia telah
mengajar kita untuk senantiasa mengampuni kesalahan sesama kita. Petrus
pernah bertanya kepada Yesus, berapa kali sebaiknya pengampunan itu
dilakukan?, selengkapnya kita baca sbb :

* Matius 18:21-35 Perumpamaan tentang pengampunan
18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai
berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap
aku? Sampai tujuh kali?"
18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai
tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan
perhitungan dengan hamba-hambanya.
18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya
seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu
memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya
untuk pembayar hutangnya.
18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu,
segala hutangku akan kulunaskan.
18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu,
sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain
yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya
itu, katanya: Bayar hutangmu!
18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu,
hutangku itu akan kulunaskan.
18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai
dilunaskannya hutangnya.
18:31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan
segala yang terjadi kepada tuan mereka.
18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba
yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya
kepadaku.
18:33 Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah
mengasihani engkau?
18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo,
sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu,
apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap
hatimu."

Petrus bertanya, sampai sejauh mana pengampunan itu harus diberikan apabila
seorang itu melakukan kesalahan terus menerus? Sampai tujuh kali kah? Petrus
menganggap ini lebih baik dari tradisi Yahudi. Dalam Taurat juga ditetapkan
peraturan pembalasan yang setimpal (lihat, Keluaran 21:24 dan Matius 5:38 ).
Sangkanya, pengampunan sebanyak 7 kali sudahlah hebat dan cukup. Angka 7
adalah angka favorit dalam Alkitab. Dalam pemahaman orang Yahudi
melambangkan perjanjian kekudusan dan pengudusan. Kandil (menorah/ kaki
dian) memiliki "tujuh" lampu. Tindakan pendamaian dan pentahiran
diselesaikan dengan "tujuh" kali percikan. Pengukuhan Sabat Yahudi termasuk
Tahun Sabat, dan Tahun Yobel berdasarkan perhitungan angka "tujuh". Angka 7
adalah lambang kesempurnaan.

Namun, Yesus mengangkat permasalahan itu melampaui perhitungan praktis
dengan mengatakan "tujuh puluh kali tujuh kali". Ia mengkoreksi apa yang
yang dikatakan Petrus. Namun, jumlah ini sebaiknya tidak diartikan secara
harfiah = 490kali. Maksud Yesus adalah, bahwa murid Tuhan tidak mempunyai
hak menentukan batas untuk mengampuni. Hal ini selaras dengan apa yang
pernah dikatakan Yesus dalam doa yang diajarkanNya tentang pengampunan : dan
ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang
bersalah kepada kami (Matius 6:12). Dengan kata lain, kesediaan Allah untuk
mengampuni kita tergantung pada kesediaan kita mengampuni orang lain :

"Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan
mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu
juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6:14-15)

Selanjutnya, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang pengampunan.
Dikatakan bahwa ada seorang yang berhutang kepada raja sebanyak 10,000
Talenta. Pada umumnya satu Talenta bernilai 60 Mina atau 6,000 Dirham. 1
Dinar adalah 2 Dirham.

1 Dinar adalah upah pekerja 1 hari (Matius 20:2,13). Katakanlah upah kerja
minimum sekarang ini ± Rp. 25,000.-- per hari. Maka uang Rp 25.000,-- setara
dengan 1 Dinar Romawi, 1 Dirham adalah setengah Dinar, jadi 1 Dirham yaitu
Rp 12,500.--.
1 Mina bernilai 100 Dirham atau Rp 1,250,000.-- .
Maka, 1 Talenta adalah mata uang dengan nilai 60 Mina atau 60 x Rp
1,250,000.-- = Rp 75,000,000.--.

Dengan demikian, hutang yang dimaksud dalam Matius 18:24 di atas menurut
pengandaian ini adalah sebesar 10,000 x Rp 75,000,000.-- = Rp
750,000,000,000.-- (tujuh ratus lima puluh milyar). Sebuah jumlah yang
sangat besar. dan hamba itu mendapat mengampunan hutang dari Raja sebesar
nilai itu.

Namun, dilain pihak, hamba yang telah diampuni hutangnya itu gagal memahami
contoh dari Raja. Hamba itu tidak kenal belas kasihan, ia menuntut pelunasan
hutang dari sesamanya yang berhutang kepadanya sebesar 100 Dinar (kira-kira
Rp. 2,500,000.--), jumlah yang sangat kecil jika dibandingkan dengan 10,000
Talenta (Rp. 750 milyar). Akhirnya, sikap yang tidak berbelas kasihan ini
mengucilkan ia dari belas kasihan Allah.

Seorang yang ingin menerima belas kasihan dari Allah harus menunjukkan belas
kasihan terhadap orang lain. Orang yang telah mengalami pengampunan dari
Allah bertanggungjawab mengampuni orang lain. Inilah patokan dalam Kerajaan
Surga. Raja itu menuntut seorang yang telah dikasihani dengan menghapus
hutangnya, harus juga menunjukkan sikap yang sama, khususnya karena
pelanggaran yang dilakukan sesamanya itu tidak ada artinya jika dibandingkan
hutang manusia kepada Allah. Pengampunan yang dimaksudkan oleh Yesus harus
juga tidak ada batasnya, Inti dari perumpamaan ini jelas bahwa orang yang
tidak mengampuni tidak menerima pengampunan dari Allah.

Menyambung kisah Karol Wojtyla diatas, ketika sudah menjadi Paus, ia juga
melakukan pengampunan yang dicatat dalam sejarah, seorang pemuda Turki
Mehmet Ali Agca pada 13 Mei 1981, menembaknya di lapangan Santo Petrus.
Setelah sembuh dari lukanya, ia bergegas menemui pemuda itu. Ia merangkul
dan memaafkan orang yang berniat membunuhnya itu.

Seorang yang telah mendapat pengampunan dari Allah karena apa yang dilakukan
oleh Kristus, wajib membuktikan terima-kasihnya dan ketergantungannya kepada
Dia dalam perlakuannya terhadap orang yang lain. Seorang pengikut Kristus
yang baik menandai dirinya dengan kerelaan saling mengampuni.

Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang
lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti
Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. (Kolose 3:13)

Amin.

Blessings in Christ,
Bagus Pramono
September 25, 2006

http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=1628#1628



William Wiguna
www.characterplus.ws


ATTENTION:
If you are not the intended recipient, you are not to disseminate,
distribute or copy this communication.
Please notify the sender and delete the message and any other record of it
from your system immediately.

PERHATIAN:
Jika Anda bukanlah penerima yang dituju, bersama ini diperingatkan bahwa
semua publikasi, penggandaan, pendistribusian, atau penggunaan informasi
yang ada disini (berikut semua informasi yang terkait) adalah SANGAT
TERLARANG.
Jika Anda menerima transmisi ini tanpa disengaja, harap segera hubungi
pengirim dan hapus material ini seluruhnya, baik dalam bentuk elektronik
maupun dokumen cetak. Terima kasih.



Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -

Mayapada Prana Links:

<*> The Internet Sacred Texts Archive
http://www.sacred-texts.com/index.htm

<*> The Theosophical Society
http://www.theosociety.org/

<*> Yoga Leaf
http://www.yogaleaf.com/




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise