logo       

Saripati Ajaran Maitreya (1): msg#00265

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Saripati Ajaran Maitreya (1)

 
Saripati Ajaran Maitreya (Part 1)
E-Book gratis bisa diperoleh di web The Raelian Revolution
Sebagian dari E-Book tsb dapat di di-download di milis Mayapada Prana

 
WARNING !
Following writings can offend some religious thoughts, Please Do Not Continue if you can feel offended
 
BAB I
Cinta Kasih

Mengasihi berarti memberikan, memberikan dirimu sendiri
tanpa mengharapkan sesuatu sebagai balasannya.
Rael

Mengasihi adalah Memberikan Segalanya

Kasihi, kasihilah sepenuh hati dengan segala kekuatan Anda.
Mengasihi berarti melebur secara tuntas, berharap memberikan
segalanya, memberikan secara lengkap. Kita harus memberikan
segalanya semata-mata karena tindakan pemberian itu, alih-alih
mengharapkan terima kasih dari orang yang kita beri.

Orang yang benar-benar memberi bukanlah menawarkan pemberian,
tapi orang yang sebenarnya mau menerima pemberian. Pemberian
sebaiknya dilakukan secara diam-diam sehingga tidak ada orang lain
yang mengetahuinya. Pemberian semacam itu lebih mer upakan
pemberian ?keberadaan? daripada ?kepunyaan?.

Pemberian ?kepunyaan? hanya bertujuan untuk mendatangkan
penghargaan, mencari rasa terima kasih: ?Saya memberi Anda
sesuatu dengan harapan bahwa rasa terima kasih Anda membuat saya
merasa penting dan dihargai.? Itu adalah lawan dari kerendahan hati!

Seorang yang paling mengasihi adalah seorang yang paling banyak
memberi, yang selalu berusaha mendatangkan kebahagiaan kepada
orang lain. Dan lagi pula, ia juga merupakan orang yang paling
beruntung karena berlawanan dengan uang yang semakin kita berikan
semakin sedikit kita punyai, dengan cinta kasih, keadaannya terbalik,
semakin banyak kita memberi cinta kasih, semakin banyak kita
memilikinya. Semakin kita menahan kasih, semakin kita kehilangan
kasih, cinta kasih menjadi berkurang, mengalami atropi, dan
meluntur, tapi jika kita memberikannya, cinta kasih menjadi
berlipatganda dan seakan-akan bagaikan sulap, kita akan semakin
banyak menerimanya.

Berikan cinta kasih Anda sehingga orang yang Anda curahi kasih
mendapatkan kebahagiaan sebanyak-banyaknya.
Berikan kebahagiaan kepada orang lain; berikan mereka keselarasan.
Tingkatkan kebahagiaan mereka, bahkan perkenankan mereka untuk
merasa lebih bahagia daripada Anda.

Bagikan kebahagiaan di sekitar Anda; bagikan hadiah-hadiah kecil
kebahagiaan sepanjang waktu. Ubahlah setiap hari menjadi hari
pemberian.

Cinta Kasih merupakan Buah dari Kesadaran

Cinta Kasih merupan barang paling langka di dunia. Mengasihi berarti
otak manusia yang bersangkutan berfungsi dengan benar. Sebuah
otak yang tidak memancarkan kasih merupakan otak yang tidak
mampu menyesuaikan diri. Ota k yang menaburkan benih kekerasan
dan kebencian merupakan otak yang mengalami kelainan hormonal
dan elektrokimiawi. Itulah sebabnya mengapa kesadaran si empunya
otak menjadi berkurang dan bahkan menghilang, karena orang
tersebut tidak lagi dapat merasakan kasih. Kesadaran juga merupakan
fenomena fisiokimiawi.

Ke kerasan, kebencian, dan pembunuhan dapat sebabkan oleh
ketidakseimbangan hormonal dan gangguan fisiokimiawi kelenjar yang
kita sebut otak ini. Kelenjar ini adalah kita dan kelanjar inilah yang
memungkinkan kita bisa merasakan cinta dan benci.
Kesadaran dan cinta kasih merupakan satu barang yang sama. Anda
dapat melatih otak Anda dengan memikirkan cinta kasih, dengan
membayangkan kasih, dengan membagikannya ke sekeliling Anda.
Dengan melatih otak Anda membagikan kasih, Anda melatihnya untuk
dapat berfungsi dengan lebih baik.

Bagimana kita dapat melatih otak kita? Kita mesti merasakan
keterhubungan dengan segala sesuatu yang berada di dalam dan di
sekeliling kita, dan terutama sekali dengan tidak mengikuti cara
berpikir orang kebanyakan: berpikirlah secara berbeda dengan orang
kebanyakan. Coba pikirkan suatu sudut pandang yang berlawanan
dengan suatu norma. Dan apakah yang dimaksud dengan berlawanan
ini? Jika setiap orang berpikir bahwa sesuatu adalah jelek, cobalah
untuk menemukan sisi baiknya. Hal itulah yang dapat membuat otak
Anda berkembang, ketika Anda tidak lagi mengikuti cara berpikir
orang kebanyakan lagi.

Kita sebaiknya selalu berusaha memahami hal-hal yang tidak kita
ketahui pada pandangan pertama. Carilah sebabnya. Dengan cara
itulah penemuan-penemuan besar, musik terbaik, dan semua benda
indah di dunia ini menjadi ada. Perkuatlah otak Anda; perkuat
intelijensi Anda. Itulah caranya memberi pupuk pa da lahan
tumbuhnya cinta kasih!


Jika secara politis membenci sesuatu dapat dibenarkan, kasih sejati
berarti selalu menanyakan bagaimana agar kita dapat mengasihinya.
Buatlah suatu kebiasaan untuk selalu menanyakan sebab segala
sesuatu kepada diri Anda sendiri. Dengan cara inilah Anda dapat
memperkuat kesadaran Anda, dan dengan mengembangkan
kesadaran Anda, Anda akan menumbuhkan kasih. Semakin Anda
mencoba untuk memahami, semakin sedikit rasa benci Anda, dan
akhirnya yang Anda rasakan hanyalah cinta kasih dan kebaikan.

Cinta Kasih selalu mengandung solusi. Bahkan di dalam diri penjahat
terkeji, bahkan di dalam hal terburuk, selalu ada saja sesuatu yang
dapat kita kasihi. Hal inilah yang dicerminkan dalam lambang Yin-
Yang: suatu lingkaran putih kecil dalam gambar butir air mata
berwarna hitam, dan lingkaran hitam kecil dalam butir air mata warna
putih. Bahkan di dalam hitam yang paling legam pun selalu ada
sesuatu yang baik, dan dalam putih yang paling putih pun selalu dapat
ditemukan noda hitam, jika seseorang memperkirakan bahwa yang
hitam adalah buruk dan yang putih adalah baik, perkiraannya tidak
akan selalu benar.


Kita adalah Buah Kasih. Kanada, Maret 2002

Kita dilahirkan dari debu planet kita. Kita mungkin masih tetap
menjadi debu jika para pencipta kita tidak membuat keputusan lain.
Meskipun berhubungan dengan ketidakterbatasan, hal ini tidak banyak
bedanya. Tapi para pencipta kita mengambil debu ini dan memberinya
kesadaran, atau sebaiknya saya katakan bahwa mereka memberinya
kapasitas untuk menjadi sadar. Hal ini menjadi sangat berbeda karena
jika kita tidak memanfaatkan kapasitas ini untuk menjadi sadar, kita
tidaklah lebih dari sekedar debu yang bergerak. Sebenarnya kita lebih
baik tetap menjadi debu jika yang melulu kita lakukan dengan
kapasitas kesadaran ini adalah sekedar bergerak dalam waktu dan
ruang, karena semua yang kita lakukan hanyalah mencemari dunia,
bagikan menebarkan debu ke segala penjuru.

Jika Elohim menciptakan kita, maksudnya adalah memberi
kemampuan kepada debu untuk menjadi sadar, yang akan< /FONT>
memungkinkan serangkaian debu lainnya di semesta alam ini menjadi
sadar. Kita sebagai manusia mempunyai misi tidak hanya sekedar
menciptakan kehidupan, tapi bahkan yang lebih penting lagi adalah
mengaruniai kehidupan ini dengan kesadaran. Itulah alasan utama
keberadaan kita.

Walaupun melahirkan anak merupakan kegembiraan besar bagi kedua
orangtuanya, bahkan lebih berbahagia lagi jika dapat menjangkitkan
kesadaran kepadanya. Jadi bayangkanlah betapa luar biasa
gembiranya para pencipta kita ketika melahirkan di planet perawan
yang nantinya akan berpenduduk milyaran kesadaran. Ini merupakan
rasa bahagia yang luar biasa karena membiakkan kesadaran di alam
semesta merupa kan perwujudan cinta kasih yang paling indah.

Saya adalah segumpal debu, tapi yang membedakan saya dengan
seonggok debu di sebelah saya atau debu yang saya injak, adalah
bahwa saya dapat merasakan kaki saya, dimensi fisik saya, saya dapat
merasakan bahwa saya adalah bagian dari ketidakterbatasan. Itulah
yang memberi saya kesadaran. Tanah tempat kaki saya berpijak tidak
mampu merasakan apa-apa karena tidak sadar. Ia hanyalah debu
yang tidak punya tujuan lain dalam keberadaannya selain menjadi
tempat saya berjalan menapakkan kaki.

Sejak saat saya menyadari siapa diri saya, ditambah dengan
kesadaran bahwa di sekeliling saya terdapat juga kesadaran-kesadaran
lainnya, cinta kasih pun muncul ke permukaan. Saya lalu
menyadari bahwa orang di samping saya semata-mata adalah
kepanjangan diri saya dan saya sadari pula bahwa kita semua
sebenarnya adalah kepanjangan satu sama lainnya. Kasih berarti
berhenti menganggap debu-debu yang sama-sama mengembara di
alam keabadian sebagai orang asing.

Ketika saya merenungkan seseorang yang hidup di dekat atau jauh
dari saya dan menyadari bahwa ia adalah sesama pengembara dalam
ruang dan waktu dan bahwa kami berdua sama-sama mempunyai
kesempatan yang sama untuk memakai dan mengembangkan
kesadaran kami secara abadi berkat adanya ilmu pengetahuan, maka
yang saya rasakan adalah cinta kasih semata.

Sekal ipun demikian kelangkaan kerendahan hati kita membutakan
kita. Kita harus saling menyapa ?wahai sang debu? untuk
mengingatkan kita bahwa kita hanyalah butiran debu bumi. Alih-alih
menganggap bahwa kita memahami segala sesuatu, kita sebaiknya
menyadari dengan kerendahan hati bahwa kita masih harus
mempelajari banyak hal yang tiada batasnya. Kerendahan hati yang
sama juga merupakan cinta kasih.

Pada suatu hari kita akan dapat menghitung tingkat kasih kita. Kita
dikelilingi oleh kasih, kita hidup dalam kasih dan sekalipun demikian
kita bahkan tidak dapat mengukur cinta kasih. Suatu saat nanti kita
akan menemukan bahwa kasih adalah suatu satuan ukuran yang
mempersatukan umat manusia. Kita akan menyadari bahwa
sebenarnya tidak ada jarak nyata di antara kita; kita semua
membentuk suatu massa hidup tempat kita hidup. Tidak akan terlalu

sulit bagi Anda untuk menjadi orang lain dan orang lain menjadi Anda,
Tapi sekarang Anda adalah Anda.

Bayangkan jika Anda adalah dia, dalam badannya, dalam otaknya.
Amatilah dia dengan seksama. Apa yang Anda rasaka n ketika menjadi
dia? Bagaimana Anda dapat membencinya; bagaimana Anda dapat
memukulnya jika dia adalah Anda?

Caranya kita memisah-misahkan, ini saya, terpisah dari Anda, terasa
sangat dibuat-buat. Ini merupakan kesalahan besar persepsi; kita
semua adalah satu. Dalam ruang yang tak terbatas, siapa tahu bahwa
molekul-molekulnya mungkin menjadi bagian dari saya. Kita semua
adalah bagian dari kesadaran kosmis yang, selama dalam perjalanan
singkat dalam waktu dan ruang ini, menyadari bahwa dirinya hidup.
Sebaliknya, sebutir debu tidak akan pernah menyadari
keberadaannya.

Kita semua melakukan perjalanan bersama mengarungi samudera
waktu tak terbatas, dan kita seharusnya merasa dekat satu sama
lainnya karena kita semua berada di kapal yang sama: Bumi.

Kasih Sejati adalah Mengasihi Musuh-Musuh kita
Melebihi Kasih kita terhadap Kawan-Kawan kita
Seminar di Italia, Juli 2001

Benda yang paling menerangi keberadaan kita, melebihi
kebijaksanaan, melebihi semua ajaran filosofis para nabi paling agung,
adalah CINTA KASIH.

Kasih adalah kata yang dapat kita pakai dalam berbagai makna. Kita
terkadang berkata ?memadu kasih,? tapi istilah ini sebenarnya tidak
begitu tepat, karena yang kita lakukan adalah sekedar bermain-main!
Kita bermain-main dengan tangan kita, badan kita, alat k elamin kita
dan kita bersama pasangan intim kita saling memberi kenikmatan. Ini
adalah suatu permainan belaka, bukan cinta kasih.

Tapi sebaliknya, kita dapat menjadi ?cinta kasih? dengan menyadari
keterhubungan kita dengan sesama makhluk hidup alih-alih
memakukan diri kita pada diri sendiri. Kita dapat memberikan kasih
kepada mereka yang dekat kita, tapi yang lebih penting lagi adalah
memberikan kasih kepada mereka yang jauh dari kita.

Dan agar kita dapat memberikan kasih kepada mereka yang dekat
atau jauh dari kita, kita terlebih dulu harus mengetahui cara mengasihi
diri sendiri, jatuh cinta pada diri sendiri, memahami diri kita sendiri,
mengenali diri kita sendiri, mempunyai welas asih terhadap diri kita< /FONT>
sendiri. Kita perlu mengasihi diri kita sendiri sebelum dapat mengasihi
orang lain, bagaimana kita dapat memberikan kasih kepada orang lain
jika kita tidak mengasihi diri sendiri. Kita tidak dapat memberikan
sesuatu yang tidak kita punyai sendiri.

Mengasihi sanak saudara kita adalah baik, tapi mengasihi mereka
yang jauh dan berbeda adalah bahkan lebih baik lagi.

Pada zamannya Yesus, pentinglah bagi kita untuk mengasihi sanak
saudara kita; hal ini sangat mendesak. Pada waktu itu orang tidak
memandang hidup sebagai sesuatu yang suci; mereka tidak
mempunyai rasa sesal dalam membunuh sanak saudara dan tetangga
sendiri. Tapi sekarang kita sudah beradab, paling tidak sedikit
beradab. Sekaranglah waktunya untuk melangkah lebih lanjut,
mementingkan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri kita
sendiri.

Kita perlu mengasihi orang yang tidak kita kenal melebihi kasih kita
terhadap sanak saudara kita. Perang selalu dimulai dengan alasan
mengasihi sanak saudara dan bangsa sendiri daripada mengasihi
orang dan bangsa lain. Kita menyukai saudara kita sesuku bangsa dan
membenci suku bangsa lain di seberang sungai. Dan lalu batas-batas
negara pun ditentukan, yang kemudian mendatangkan peperangan
dan pembunuhan massal suatu bangsa.

Cara satu-satunya untuk mengubah kemanusiaan adalah mengasihi
bangsa lain melebihi bangsa sendiri. Kita mengasihi orang berkulit
hitam melebihi kulit putih jika kita berkulit putih. Kita mengasihi orang
heteroseksual melebihi orang homoseksual jika kita homoseksual.
Kasihilah Tutsis melebihi Hutus jika Anda adalah Hutus. Kita mengasihi
orang beragama lain melebihi orang yang seagama dengan kita.

Anda semua pada suatu saat dalam perjalanan hidup Anda pernah
merasa bangga menjadi suatu bagian dari suatu kelompok, baik
secara etnis maupun secara geografis, bangga menjadi orang Perancis
atau orang Jepang atau orang Kanada, dan lalu mungkin bangga
sebagai manusia. Itu merupakan suatu hal wajar, yang merupakan
bagian dari evolusi pribadi masing-masing orang, tapi kita harus bisa
pergi lebih jauh dari itu meskipun hal ini memerlukan waktu.

Raihlah konsep yang lebih tinggi. Tinggalkanlah bentuk kasih yang
memisah-misahkan itu, kasih yang berdasarkan diskriminasi terhadap
satu kampung di antara kampung lainnya, satu negara di antara
negara lainnya, satu planet di antara planet lainnya, dan peluklah
suatu cinta kasih universal yang meliputi segalanya.

Singkirk an rasisme. Menghapus rasisme berarti tidak lagi membedabedakan
orang berdasarkan bentuk fisik, tingkah laku, dan jenis
kelamin.

Jangan batasi diri Anda sendiri. Katakanlah kepada diri sendiri: yang
ingin saya fokuskan adalah suatu kesadaran lain yang berkomunikasi
dengan kesadaran saya. Rasisme, kurang kasih, diskriminasi,
semuanya itu membatasi kita; hal-hal ini mengurangi komunikasi kita
dengan kesadaran-kesadaran lainnya. Dan setiap saat kita membatasi
diri kita sendiri, kita mengalami kerugian!

Kembangkan tekad untuk mengasihi mereka yang belum Anda kenal,
singkirkan penghalang yang menabiri Anda dari kesempatan bagus
untuk menemui orang-orang luar biasa ini.

Lenyapkan rasa benci. Pelajarilah kebudayaan-kebudayaan lain di luar
kebudayaan sendiri. Perhatikan sekeliling Anda, dan setiap saat
timbul suatu rasa benci, ambilah selangkah ke belakang; Anda akan
melihat cinta kasih.

Itulah makna kasih yang sebenarnya, berkomunikasi. Bukannya
memadu kasih dalam bersetubuh, tapi menjadi cinta kasih; mengasihi
orang-orang yang tak dikenal melebihi kasih terhadap sanak saudara
sendiri, kasihilah mereka sebagaimana kita mengasihi diri kita sendiri.
Sebenarnya kita semua ini bermandikan cinta kasih dan kesadaran,
tapi beberapa di antara kita menarik diri, memotong atau memisahkan
diri sendiri dari keterhubungan cinta kasih, mengasingkan diri sendiri,
dengan membeda-bedakan kulit hitam, putih, dan kuning.

Jangan memisahkan diri! Anda adalah penuh dengan cinta kasih,
dalam kelompok persaudaraan universal dan kesadaran ? tidak hanya
di sekeliling Anda tapi juga dalam diri Anda. Lihat dan rasakan apa
yang ada dalam diri Anda.

Kita semua adalah satu; dalam naungan cinta kasih. Kita adalah satu
< div style="MARGIN-BOTTOM: 0cm">dan tidak terpisah-pisah, kecuali keterpisahan yang kita reka-reka
sendiri, yang menjauhkan diri kita dari orang lainnya.
Kita adalah SATU dan yang lainnya adalah ilusi belaka.

-Bersambung-


"Out beyond ideas of wrongdoing and rightdoing there is a field. I'll meet you there.'"
~ Rumi

 
 


Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min. __._,_.___

Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -

Mayapada Prana Links:

<*> The Internet Sacred Texts Archive
http://www.sacred-texts.com/index.htm

<*> The Theosophical Society
http://www.theosociety.org/

<*> Yoga Leaf
http://www.yogaleaf.com/






Yahoo! Groups Links

__,_._,___
<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise