|
Saya ingin menganjurkan pada yang menamakan DABLEX
SCALI dan JOHNNY LONE agar dapat melanjutkan diskusi mengenai hal yang
dipermasalahkan tsb secara pribadi saja dan dialamatkan ke japrinya masing
masing karena saya mengkuatirkan perdebatan ini akan menimbulkan pro & kontra yang bisa menjurus ke
SARA dan saya rasa hal tsb tentu
tidak dikehendaki kita semua dan juga rasanya tidak sesuai dengan tujuan milis
kita yang kita cintai ini.
Rahardjo
----- Original Message -----
Sent: Sunday, August 27, 2006 11:20
PM
Subject: Re: [Mayapada Prana] Fatwas on
Vegetarianism
Dear,
Saya sudah melupakan perkataan anda tentang hal
itu. Saya hanya tidak ingin anda terjebak dalam sesuatu yg
bermanfaat.
Benar, saya tidak mengatakan anda mewakili Buddhist, tapi
dasar pemikir dan tolak pikir anda adalah Buddhist khan ?
Saya hargai
pendapat anda yg tidak ingin terkotak2x, dan semua juga sebenarnya seperti
itu. Tapi pada dasarnya memang, agama itu berbeda2x. Bila menurut anda hanya
kulitnya yg berbeda tapi hakekatnya sama, saya juga hargai. Anda bisa tidak
jelaskan perbedaan kulit luarnya itu apa saja dan persamaan hakekatnya itu apa
saja ? bila memang menurut anda sama, berani tidak anda menyeberang menjadi
umat Islam, Kristen, Hindu, Yahudi dll ?
Menurut saya, agama itu
berbeda, hanya dengan perbedaan itu tidak perlu dibentur2xkan satu sama lain.
Di agam kami sudah jelas dan menghargai perbedaan "Agamamu adalah agamamu,
agamaku adalah agamaku".
Anda mengatakan : "Tapi apa boleh buat sifat manusia itu memang
suka mengkotak-kotakkan, sehingga mereka cenderung menutup mata pada
apa yang diluar agama mereka, dan secara tidak sadar melihat bahwa
kebenaran agama A berbeda dengan kebenaran agama B, padahal
sebenarnya kebenaran itu sama dan universal dimanapun. Sebagai tambahan,
saya percaya dunia ini bakal lebih baik bila pengkotak-kotakkan agama itu
dihapuskan."
Tapi menurut saya, kenyataannya adalah anda yg
mengkotak2xan. Bila anda tidak mengkotak2xan, maka anda tidak akan mengatakan
vegetarian lebih baik dari non vegetarian. Tidak ada pernyataan yg kurang
lebih artinya dunia akan lebih baik dengan vegetarian dll.
Pada
dasarnya saya tidak mengkotak2xan vegetarian dan non vegetarian. Yang saya
sorot dari awal adalah keseimbangan. Karena dunia ini berjalan berdasarkan
keseimbangan. Memang keseimbangan itu sendiri relatif. Keseimbangan yg saya
maksud adalah tidak hanya mengkonsumsi tumbuh2xan saja atau mengkonsumsi
hewan2x saja. Seandainya suatu saat manusia mengkonsumsi dan ada yg
menganjurkan mengkonsumsi hewan saja maka saya juga akan tidak
setuju.
Agama anda cinta kasih ? Wah perlu didaftar ke Depag
tuh...:) Semua agama dasarnya mengajarkan cinta kasih, hanya
penterjemahannya mungkin berbeda dan tidak bisa sama 100%.
Anda
mengatakan : "Agama saudara Dablex tidak
melarang mengkonsumsi hewan, namun tidak melarang bukan berarti menyetujui
ataupun membenarkan. Setahu saya, agama Islam juga mengajurkan untuk
menghindari pembunuhan dan menghindari makan daging." Jawaban
saya : Benar, agama saya tidak melarang, namun bila anda artikan tidak
melarang bukan berarti menyetujui atau membenarkan adalah kurang tepat.
Kesimpulan itu anda dapat dari mana ? Anda juga dapat dari mana "Agama Islam
juga menganjurkan untuk menghindari pembunuhan dan menghindari makan daging" ?
Di Islam ada hari raya Idhul Qorban, jadi kurang tepat bila tidak dianjurkan
mengkonsumsi daging. Di Islam boleh mengkonsumsi daging, tapi banyak
syaratnya. Jadi di Islam yg dianjurkan bukan makan daging atau tumbuhan tapi
yg dianjurkan adalah makan makanan yg sehat, karena walaupun daging, tapi
daging ikan juga banyak yg menyehatkan.
Anda mengatakan : "Lagipula kalimat-kalimat itu bukan saya yang
katakan, itu dari hasil penelitian yang hanya saya terjemahkan ke bahasa
Indonesia." Saya jawab : saya berterima kasih atas masukan anda,
saya bukan tidak percaya dengan anda. Saya hanya tidak mau menerima tulisan2x
peneliti dari luar dan menelan bulat2xbegitu saja, karena kita juga seharusnya
dan perlu membuktikan juga. Khan di Buddha sendiri diajarkan untuk tidak mudah
percaya, walaupun dari pendeta anda sendiri (CMIIW)...:)
Pertanyaan
anda : "Lalu saya heran bagaimana bisa
saudara Dablex menyamakan rasa sakit antara upacara-2 keagamaan ditimur dengan
rasa sakit pada ikan-ikan"
Saya jawab, sama seperti manusia
apakah menurut anda hewan tidak bisa memanipulasi diri ? anda seharusnya
melihat juga banyak binatang2x yg bisa memanipulasi diri seperti Bunglon,
pari, ikan buntal dll. Khan banyak pakar mengatakan, manusia juga sebenarnya
adalah jenis hewan yg hanya mempunyai kelebihan akal (bukan otak saja.
). Kenapa anda katakan hanya manusia yg bisa memanipulasi rasa ? Apakah anda
sudah membuktikan hewan tidak bisa memanipulasi diri bila dari contoh bunglon
dll tersebut diatas ? Jadi saya justru balik bertanya, darimana anda bisa
menilai rasa itu ?
Anda bertanya : "Saya sarankan saudara Dablex tidak menggunakan
kata 'kami' yang mewakili orang-orang lain, karena belum tentu orang-orang
kaum anda sependapat dengan anda."
Saya jawab : memang saya
menjawab tidak mewakili agama saya, tapi saya menjawab berdasarkan pemahaman
agama saya. Bila menurut anda ada orang Islam yg tidak sepaham dengan saya,
silahkan anda beritahu dia atau saya dan saya akan coba berdiskusi. Karena
pemahaman itu adalah pemahaman umum yg diterima secara seragam oleh umat
Islam. Jadi sekali lagi, walaupun saya tidak menjawab mewakili Islam
tapi tolong beritahu saya bila ada orang Islam yg tidak setuju
dengan pernyataan saya bahwa " semua yg ada didunia ini
milik Tuhan".
Pertanyaan
anda : "Apakah anda bisa menjamin seluruh daging yang sampai ke meja makan
anda adalah berasal dari penyembelihan dengan menyebutkan nama Allah?
Bagaimana dengan daging import? Bagaimana dengan daging yang dari
peternakan-peternakan milik kaum non-muslim?"
Saya jawab : Saya bisa
jamin, karena sebelum diimport juga pasti ada perwakilan yg mengawawsi
pemotongan. Seandainya ketahuan ada daging import yg tidak halal (karena
kecurangan pihak importir), saya jamin maka tidak akan dimakan atau
dibeli oleh orang Islam yg taat. Seandainya masih kelolosan juga, kami ketika
akan makan juga tetap mengucapkan doa, dan karena ketidak tahuan (benar2x
tidak tahu dan bukan pura2x tidak tahu) maka masih dibolehkan. Maaf juga bila anda artikan pernyataan saya bahwa
anda mewakili Buddha, tapi pernyataan anda didasarkan ajaran agama Buddha khan
?
Apa maksud pertanyaan anda : "Bagaimana dengan daging yang dari
peternakan-peternakan milik kaum non-muslim" ? ,
semoga bukan pertanyaan yg mengkotak2xan. Saya jawab, boleh saja daging
dari peternakan non muslim asal hewannya, cara pemeliharaan hingga pemotongan
memenuhi syarat2x Islam.
Pertanyaan anda : "Saudara minta ijin dahulu dari Tuhan untuk
mencabut nyawa si hewan, tapi apakah Tuhan ada memberikan jawaban 'iya,
silahkan' kepada saudara? kalau belum dijawab 'iya', maka mana bisa dikatakan
itu minta ijin. Sama saja seperti saya mengambil milik orang lain namun saya
tinggalkan pesan, 'barang ini saya ambil'. Si pemilik belum menjawab, namun
sudah kita colong."
Saya jawab : Sebelumnya saya hanya mau
menyatakan bahwa pertanyaan anda terlalu harfiah sekali. Tapi bila harus
menjelaskan secara harfiah akan saya coba. Ibaratnya begini, bila anda sering
lihat di luar negeri atau di arab, maka anda akan melihat ada beberapa penjual
yg tidak menunggu tokonya (mereka hanya meninggalkan tulisan 'bila ingin
membeli barang, tinggalkan uang senilai barang'. Jadi bila anda membeli
misalkan bensin atau baju, maka anda tinggal ambil bensin / baju itu asal
meninggalkan uang jadi tidak perlu ada jawaban dari penjual asal kita memenuhi
syarat penjual sudah cukup. Bila diumpamakan contoh diatas, maka doa itu
sebagai pembayarannya (mohon jgn diartikan harfiah lagi) jadi bila kita berdoa
maka transaksi sah, sedangkan pernjanjian itu sudah tertulis di kitab suci. Di
kitab suci di bolehkan makan daging yg tidak haram asal memenuhi syarat
(seperti doa dll), bila sudah memenuhi maka sah. Jadi Tuhan juga sudah
meninggalkan sistem. Mungkin nanti juga anda pertanyaan, bagaimana bila tidak
doa ? Saya jawab silahkan, itu artinya sama seperti pencuri. Bedanya kalau
didunia anda bisa mungkin menghindar dari polisi atau hukum, bila dengan Tuhan
pasti lain.
Pertanyaan anda : "Sebelumnya saudara sempat mengatakan bahwa
segala sesuatunya itu adalah milik Tuhan, dengan demikian, kenapa tidak minta
ijin saja kepada Tuhan untuk mencuri ayam tetangga? Toh kan pemilik dari ayam
tetangga itu Tuhan. Lagipula bagaimana cara anda untuk mendengarkan jawaban
Tuhan?"
Jawab saya : sekali lagi anda menanyakan sesuatu secara
harfiah. Benar, pemilik ayam tetangga juga milik Tuhan, tapi mohon
pertama-tama anda jangan campur adukan pengertian dan istilah dunia
dengan non dunia. Kedua, bila anda mengerti prosedur atau aturan maka anda
tidak aka bertanya seperti itu. Contohnya bila anda anda kerja disebuah
perusahaan anda sebagai manajer produksi, dan anda memerlukan barang, apa anda
minta ke Komisaris / Presdir ? Tentu tidak, anda cukup ajukan Purchasing
Request ke Departemen Purchasing khan ? Nanti tembusannya baru ke Presiden
Direktur. Secara logika, apa barang yg dibeli Departemen Purchasing
bukan milik Presdir ? Secara tidak langsung, Tuhan juga mengajarkan manajemen
dan pendelegasian.
Terima kasih untuk data asupan anak. Tapi saya
masih belum melihat data omega-3: LNA (asam alfa-linolenat), EPA (eikosapentaenoat),
serta DHA (dokosaheksaenoat). HDL dll.
Anda mengatakan : "Saya sendiri
merasakan perubahan-perubahan demikian ketika beralih menjadi seorang
vegetarian. Terutama otak saya, saya merasa lebih cepat menangkap informasi
dan mengolah fakta, dan merasakan menjadi lebih cerdas, hehe. Percaya atau
tidak, itu terserah saudara-saudari sekalian."
Saya jawab :
"Saya percaya dengan pernyataan anda, mungkin anda "merasakan" lebih
cerdas. Saya hanya berpikir, apakah orang tua anda seorang vegetarian ?
Apakah anda tidak merasakan kecerdasan anda ini salah satunya akibat karena
perkembangan otak di masa janin yg orang tuanya mendapat cukup asupan omega-3: LNA (asam
alfa-linolenat), EPA (eikosapentaenoat), serta DHA (dokosaheksaenoat) yg
berasal dari hewan ?
Kasus lain adalah, orang mengatakan daging kambing
menyebabkan darah tinggi, padahal duren pun menyebabkan darah
tinggi. Jadi antara tumbuhan dan hewan ada yg punya persamaan dan ada yg
berbeda sehingga bisa saling mengisi.
Betapun juga Allah telah memberi petunjuk seperti yang
tercantum di Alquran. Maka hendaklah manusia itu memperhatikan
makanannya.
Sesungguhnya Kami benar-benar
telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan
sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan
sayur-sayuran, zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan
buah-buahan serta rumput-rumput, untuk kesenanganmu dan untuk
binatang-binatang ternakanmu. ('Abasa: 24-32)
Sama seperti yg
anda katakan sejauh apa yang telah saya baca, saya teliti, saya
pelajari, semuanya semakin meyakinkan saya bahwa jalan menuju kehidupan
yang lebih baik bagi kita tidak ditentukan hanya oleh vegetarian atau non
vegetarian saja, tapi lebih ditentukan kemampuan akal untuk menjaga
keseimbangan dan kebutuhan tubuh.
Semoga tidak ada pengkotak-kotakan
antara vegetarian dan non vegetarian lagi.
Peace
Johnny Lone
<tomatofly1-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:
Salam kasih,
Mengenai apa yang saya katakan tempo dulu itu, saya akui itu memang
kekhilafan saya, oleh karena itu saya minta maaf kepada saudara-saudari
sekalian, namun dari awalnya saya tidak bermaksud demikian. Hal
itu hanya kekhilafan semata, saya sendiri berpandangan tidak ada yang
namanya hati iblis, hehe, jadi harap pengertian saudara-saudara yang
tersinggung.
Saudara perlu mengetahui bahwa saya menyampaikan hal-hal yang telah
sampaikan sebelumnya bukan saya sebagai perwakilan dari ajaran agama
manapun, tidakpun Buddhist. Sebelumnya mungkin saudara perlu ketahui bahwa
saya tidak dikekang agama apapun, walaupun banyak dari pemikiran saya
yang sejalan dengan ajaran Buddhist. Ajaran dari agama ataupun faham mana
saja saya terima dan saya pelajari dan saya tidak setuju bila ada orang yang
mengatakan bahwa ajaran tiap agama itu berbeda. Memang berbeda, itu bila
dilihat dari kulit luarnya, namun orang bijak pasti mengerti bahwa ajarannya
hakekatnya sama. Tapi apa boleh buat sifat manusia itu memang suka
mengkotak-kotakkan, sehingga mereka cenderung menutup mata pada
apa yang diluar agama mereka, dan secara tidak sadar melihat bahwa
kebenaran agama A berbeda dengan kebenaran agama B, padahal
sebenarnya kebenaran itu sama dan universal dimanapun. Sebagai
tambahan, saya percaya dunia ini bakal lebih baik bila
pengkotak-kotakkan agama itu dihapuskan.
Jika anda bertanya, jadi agama atau ajaran apa yang mendasari
pemikiran-pemikiran saya? Maka saya akan menjawab: Ajaran cinta kasih.
Manusia zaman sekarang seringkali terlalu terkekang pada yang namanya
'agama'. Saya memandang hal demikian termasuk pada belenggu jiwa, ataupun
keterikatan, dan itu tentunya tidak baik.
Agama saudara Dablex tidak melarang mengkonsumsi hewan, namun tidak
melarang bukan berarti menyetujui ataupun membenarkan. Setahu saya, agama
Islam juga mengajurkan untuk menghindari pembunuhan dan
menghindari makan daging.
Dalam Buddhist sendiri, tidak ada yang namanya larangan ataupun
perintah, karena Sang Buddha tidak pernah melarang ataupun mewajibkan, hanya
saja umat manusia yang mengartikannya larangan ataupun perintah. Jadi dalam
Buddhisme, tidak ada keharusan menjadi vegetarian, namun bervegetarian itu
dianjurkan, sebagaimana agama-agama lainnya yang juga menganjurkan.
Mengenai penelitian tentang rasa sakit, saya tidak ingin mempeributkan
lebih jauh. Kalaupun saya jawab balik, saudara Dablex barangkali tetap
tidak akan menerima apa yang saya
sampaikan. Lagipula kalimat-kalimat itu bukan saya yang katakan,
itu dari hasil penelitian yang hanya saya terjemahkan ke bahasa Indonesia.
Jika anda memang tidak setuju dengan para ilmuwan dan para sarjana
diluar sana, dan tidak setuju dengan data hasil penelitian ilmiah
ini, silahkan saudara menghubungi mereka dan berdiskusi lebih lanjut
dengan para pakarnya.
Lalu saya heran bagaimana bisa saudara Dablex menyamakan rasa sakit
antara upacara-2 keagamaan ditimur dengan rasa sakit pada
ikan-ikan...Jelas-jelas berbeda, pada upacara-upacara keagamaan ditimur,
para praktisinya memanipulasi ataupun menguasai medan pikirannya sehingga
rasa sakit itu bisa dipersepsikan sebagai tidak sakit ataupun teknik-teknik
lainnya. Namun pada ikan atraksi demikian tidaklah mungkin, dan bagi mereka
sakit itu adalah sakit, dan sakit itu adalah menderita.
Dan satu lagi perbedaan mendasar antara ajaran anda
dengan pemahaman kami adalah semua yg ada didunia ini milik Tuhan, sedangkan
pemahaman ini tidak ada diajaran anda.
Saya sarankan saudara Dablex tidak menggunakan kata 'kami' yang
mewakili orang-orang lain, karena belum tentu orang-orang kaum
anda sependapat dengan anda.
"Pemahaman ini tidak ada pada ajaran anda", ajaran manakah yang anda
maksud(barangkali Buddhisme), karena saya tidak mewakili agama apapun.
Dari apa yang saya dengar mengenai Islam, lebih kurang mengatakan,
daging itu halal bila didapat dari hasil penyembelihan dengan menyebutkan
nama Allah. Apakah anda bisa menjamin seluruh daging yang sampai ke meja
makan anda adalah berasal dari penyembelihan dengan menyebutkan nama Allah?
Bagaimana dengan daging import? Bagaimana dengan daging yang dari
peternakan-peternakan milik kaum non-muslim?
Saudara minta ijin dahulu dari Tuhan untuk mencabut nyawa si hewan,
tapi apakah Tuhan ada memberikan jawaban 'iya, silahkan' kepada saudara?
kalau belum dijawab 'iya', maka mana bisa dikatakan itu minta ijin. Sama
saja seperti saya mengambil milik orang lain namun saya tinggalkan pesan,
'barang ini saya ambil'. Si pemilik belum menjawab, namun sudah kita colong.
Jadi mencabut nyawa mahluk lain tidak dikatakan
'mencuri' asal berdoa terlebih dahulu kecuali yg dicabut nyawanya adalah
ayam tetangga tanpa seijin tetangga itu maka dikatakan mencuri walaupun kita
sudah berdoa. Sebelumnya saudara sempat mengatakan bahwa
segala sesuatunya itu adalah milik Tuhan, dengan demikian, kenapa tidak
minta ijin saja kepada Tuhan untuk mencuri ayam tetangga? Toh kan pemilik
dari ayam tetangga itu Tuhan. Lagipula bagaimana cara anda untuk
mendengarkan jawaban Tuhan?
Saya sendiri sih lebih setuju bila kita mengatakan bahwa segala sesuatu
itu berasal dari Tuhan.
Berikut data yang saudara Dablex inginkan, dibawah adalah perbandingan
asupan nutrisi antara anak2 yang diet vegan murni dengan asupan
nutrisi anak-anak pemakan daging:
Untuk data yang lebih lanjut silahkan baca di:
Growth and development of vegan
children TAB Sanders & J Manning, J Hum Nutr Diet 1992;5:
11-21
|
| Nutrient |
Vegan children 6-13 years of
age (n=18) |
Standard deviation |
Omnivorous children 7-12 years
of age (n=194) |
| Energy (% of RDA) |
83 |
± 15.7 |
82 |
| Protein (g/1000kcals) |
31.0 |
± 5.12 |
30.8 |
| Fat (g/1000kcals) |
35.0 |
± 6.4 |
41.1 |
| Carbohydrate(g/1000kcals) |
148 |
± 36.9 |
135 |
| Fibre (g/1000kcals) |
21.8 |
± 4.42 |
9.2 |
| Calcium (mg/1000kcals) |
270 |
± 48.3 |
400 |
| Iron (mg/1000kcals`) |
12.6 |
± 7.1 |
5.7 |
| Zinc (mg/1000kcals) |
4.3 |
± 0.85 |
3.9 |
| Copper (mg/1000kcals) |
0.96 |
± 0.14 |
0.96 |
| Vitamin A (re/1000kcals) |
546 |
± 202 |
370 |
| Thiamin (mg/1000kcals) |
0.98 |
± 0.22 |
0.64 |
| Riboflavin (mg/1000kcals) |
1.00 |
± 0.49 |
0.82 |
| Niacin (ne/1000kcals) |
14.0 |
± 3.02 |
14.1 |
| Vitamin B6 (mg/1000ckals) |
0.79 |
± 0.19 |
0.66 |
| Vit B12(mcg/1000kcals) |
1.3 |
± 1.18 |
1.64 |
| Folate (mcg/1000kcals) |
146 |
±29.6 |
77 |
| Biotin (mcg/1000kcals) |
10.9 |
±2.95 |
7.9 |
| Vitamin C (mg/1000kcals) |
54 |
±24.2 |
38.2 |
| Vitamin D (mcg/1000kcals) |
1.1 |
± 0.60 |
0.9 |
| Vitamin E (mg/1000kcals) |
4.4 |
± 0.81 |
2.5 |
As you will see, with the exception of vitamin B12 and calcium, the
intake of essential nutrient s was similar or greater in the vegan children
than those reared on mixed diets. Protein intake for the vegan and
omnivorous children was the same.
Terjemahan:
Seperti yang anda lihat, dengan pengecualian akan vitamin B12 dan
kalsium, asupan nutrisi esensial pada anak-anak vegan sama banyak ataupun
lebih tinggi daripada anak-anak omnivora. Asupan protein pada anak-anak
vegan dan omnivora sama banyaknya
Masih banyak penelitian-penelitian lain yang dapat saudara cari di
internet mengenai perbandingan anak-anak vegan murni dengan anak-anak
omnivora. Sayangnya belum ada tes stamina ataupun daya tahan pada anak-anak
dibawah umur tersebut, yang tersedia umumnya tes asupan nutrisi.
Namun demikian, tidak sedikit testimony-testimony dari masyarakat bahwa
anak-anak vegetarian lebih cerdas, lebih kuat dan lebih sehat.
Saya sendiri merasakan perubahan-perubahan demikian ketika beralih
menjadi seorang vegetarian. Terutama otak saya, saya merasa lebih cepat
menangkap informasi dan mengolah fakta, dan merasakan menjadi lebih cerdas,
hehe. Percaya atau tidak, itu terserah saudara-saudari sekalian.
Terima kasih saudara Dablex atas tambahan informasinya antara diet
rendah lemak dengan diet biasa. Namun tidak heran bagi saya bahwa diet
rendah lemak atau tidak tidak membawa perubahan signifikan pada resiko
terkena kanker, karena hanya mengurangi asupan lemak tidaklah banyak
membantu. Saya pun tahu bahwa masih banyak faktor-faktor nutrisi lain
yang perlu diubah untuk mendatangkan perubahan bagi resiko terkena kanker,
demikian pula faktor-faktor luar.
Namun hal ini tidak banyak kaitannya dengan vegetarianisme, anda salah
jika beranggapan bahwa hanya faktor tinggi-rendah lemak saja yang membedakan
diet vegetarian dengan diet omnivora. Masih banyak, terlampau banyak
perbedaan diet vegetarian dengan diet omnivora dari segi nutrisi.
Akhir kata, sulit sekali bagi saya jika saya diminta memberikan alasan
untuk tidak bervegetarian. Dari sejauh apa yang telah saya baca, saya
teliti, saya pelajari, semuanya semakin meyakinkan saya bahwa
bervegetarianisme itu adalah jalan menuju kehidupan yang lebih baik bagi
diri sendiri dan semua makhluk di seluruh aspek kehidupan, dari segi fisik,
emosional, etik, spiritual, dan lain-lain.
Sekian. Terima kasih ^_^
Salam kasih
Lone the Sleeping Dragon
__._,_.___
Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -
Yahoo! Groups Links
__,_._,___
|