|
Re: Fatwas on Vegetarianism: msg#00364culture.religion.healer.mayapada
Salam kasih,
Mengenai apa yang saya katakan tempo dulu itu, saya akui itu memang kekhilafan saya, oleh karena itu saya minta maaf kepada saudara-saudari sekalian, namun dari awalnya saya tidak bermaksud demikian. Hal itu hanya kekhilafan semata, saya sendiri berpandangan tidak ada yang namanya hati iblis, hehe, jadi harap pengertian saudara-saudara yang tersinggung.
Saudara perlu mengetahui bahwa saya menyampaikan hal-hal yang telah sampaikan sebelumnya bukan saya sebagai perwakilan dari ajaran agama manapun, tidakpun Buddhist. Sebelumnya mungkin saudara perlu ketahui bahwa saya tidak dikekang agama apapun, walaupun banyak dari pemikiran saya yang sejalan dengan ajaran Buddhist. Ajaran dari agama ataupun faham mana saja saya terima dan saya pelajari dan saya tidak setuju bila ada orang yang mengatakan bahwa ajaran tiap agama itu berbeda. Memang berbeda, itu bila dilihat dari kulit luarnya, namun orang bijak pasti mengerti bahwa ajarannya hakekatnya sama. Tapi apa boleh buat sifat manusia itu memang suka mengkotak-kotakkan, sehingga mereka cenderung menutup mata pada apa yang diluar agama mereka, dan secara tidak sadar melihat bahwa kebenaran agama A berbeda dengan kebenaran agama B, padahal sebenarnya kebenaran itu sama dan universal dimanapun. Sebagai tambahan, saya percaya dunia ini bakal lebih baik bila pengkotak-kotakkan agama itu dihapuskan.
Jika anda bertanya, jadi agama atau ajaran apa yang mendasari pemikiran-pemikiran saya? Maka saya akan menjawab: Ajaran cinta kasih.
Manusia zaman sekarang seringkali terlalu terkekang pada yang namanya 'agama'. Saya memandang hal demikian termasuk pada belenggu jiwa, ataupun keterikatan, dan itu tentunya tidak baik.
Agama saudara Dablex tidak melarang mengkonsumsi hewan, namun tidak melarang bukan berarti menyetujui ataupun membenarkan. Setahu saya, agama Islam juga mengajurkan untuk menghindari pembunuhan dan menghindari makan daging.
Dalam Buddhist sendiri, tidak ada yang namanya larangan ataupun perintah, karena Sang Buddha tidak pernah melarang ataupun mewajibkan, hanya saja umat manusia yang mengartikannya larangan ataupun perintah. Jadi dalam Buddhisme, tidak ada keharusan menjadi vegetarian, namun bervegetarian itu dianjurkan, sebagaimana agama-agama lainnya yang juga menganjurkan.
Mengenai penelitian tentang rasa sakit, saya tidak ingin mempeributkan lebih jauh. Kalaupun saya jawab balik, saudara Dablex barangkali tetap tidak akan menerima apa yang saya sampaikan. Lagipula kalimat-kalimat itu bukan saya yang katakan, itu dari hasil penelitian yang hanya saya terjemahkan ke bahasa Indonesia.
Jika anda memang tidak setuju dengan para ilmuwan dan para sarjana diluar sana, dan tidak setuju dengan data hasil penelitian ilmiah ini, silahkan saudara menghubungi mereka dan berdiskusi lebih lanjut dengan para pakarnya.
Lalu saya heran bagaimana bisa saudara Dablex menyamakan rasa sakit antara upacara-2 keagamaan ditimur dengan rasa sakit pada ikan-ikan...Jelas-jelas berbeda, pada upacara-upacara keagamaan ditimur, para praktisinya memanipulasi ataupun menguasai medan pikirannya sehingga rasa sakit itu bisa dipersepsikan sebagai tidak sakit ataupun teknik-teknik lainnya. Namun pada ikan atraksi demikian tidaklah mungkin, dan bagi mereka sakit itu adalah sakit, dan sakit itu adalah menderita.
Dan satu lagi perbedaan mendasar antara ajaran anda dengan pemahaman kami adalah semua yg ada didunia ini milik Tuhan, sedangkan pemahaman ini tidak ada diajaran anda.
Saya sarankan saudara Dablex tidak menggunakan kata 'kami' yang mewakili orang-orang lain, karena belum tentu orang-orang kaum anda sependapat dengan anda.
"Pemahaman ini tidak ada pada ajaran anda", ajaran manakah yang anda maksud(barangkali Buddhisme), karena saya tidak mewakili agama apapun.
Dari apa yang saya dengar mengenai Islam, lebih kurang mengatakan, daging itu halal bila didapat dari hasil penyembelihan dengan menyebutkan nama Allah. Apakah anda bisa menjamin seluruh daging yang sampai ke meja makan anda adalah berasal dari penyembelihan dengan menyebutkan nama Allah? Bagaimana dengan daging import? Bagaimana dengan daging yang dari peternakan-peternakan milik kaum non-muslim?
Saudara minta ijin dahulu dari Tuhan untuk mencabut nyawa si hewan, tapi apakah Tuhan ada memberikan jawaban 'iya, silahkan' kepada saudara? kalau belum dijawab 'iya', maka mana bisa dikatakan itu minta ijin. Sama saja seperti saya mengambil milik orang lain namun saya tinggalkan pesan, 'barang ini saya ambil'. Si pemilik belum menjawab, namun sudah kita colong.
Jadi mencabut nyawa mahluk lain tidak dikatakan 'mencuri' asal berdoa terlebih dahulu kecuali yg dicabut nyawanya adalah ayam tetangga tanpa seijin tetangga itu maka dikatakan mencuri walaupun kita sudah berdoa.
Sebelumnya saudara sempat mengatakan bahwa segala sesuatunya itu adalah milik Tuhan, dengan demikian, kenapa tidak minta ijin saja kepada Tuhan untuk mencuri ayam tetangga? Toh kan pemilik dari ayam tetangga itu Tuhan. Lagipula bagaimana cara anda untuk mendengarkan jawaban Tuhan? Saya sendiri sih lebih setuju bila kita mengatakan bahwa segala sesuatu itu berasal dari Tuhan.
Berikut data yang saudara Dablex inginkan, dibawah adalah perbandingan asupan nutrisi antara anak2 yang diet vegan murni dengan asupan nutrisi anak-anak pemakan daging:
Untuk data yang lebih lanjut silahkan baca di:
As you will see, with the exception of vitamin B12 and calcium, the intake of essential nutrient s was similar or greater in the vegan children than those reared on mixed diets. Protein intake for the vegan and omnivorous children was the same.
Terjemahan:
Seperti yang anda lihat, dengan pengecualian akan vitamin B12 dan kalsium, asupan nutrisi esensial pada anak-anak vegan sama banyak ataupun lebih tinggi daripada anak-anak omnivora. Asupan protein pada anak-anak vegan dan omnivora sama banyaknya
Masih banyak penelitian-penelitian lain yang dapat saudara cari di internet mengenai perbandingan anak-anak vegan murni dengan anak-anak omnivora. Sayangnya belum ada tes stamina ataupun daya tahan pada anak-anak dibawah umur tersebut, yang tersedia umumnya tes asupan nutrisi.
Namun demikian, tidak sedikit testimony-testimony dari masyarakat bahwa anak-anak vegetarian lebih cerdas, lebih kuat dan lebih sehat.
Saya sendiri merasakan perubahan-perubahan demikian ketika beralih menjadi seorang vegetarian. Terutama otak saya, saya merasa lebih cepat menangkap informasi dan mengolah fakta, dan merasakan menjadi lebih cerdas, hehe. Percaya atau tidak, itu terserah saudara-saudari sekalian.
Terima kasih saudara Dablex atas tambahan informasinya antara diet rendah lemak dengan diet biasa. Namun tidak heran bagi saya bahwa diet rendah lemak atau tidak tidak membawa perubahan signifikan pada resiko terkena kanker, karena hanya mengurangi asupan lemak tidaklah banyak membantu. Saya pun tahu bahwa masih banyak faktor-faktor nutrisi lain yang perlu diubah untuk mendatangkan perubahan bagi resiko terkena kanker, demikian pula faktor-faktor luar.
Namun hal ini tidak banyak kaitannya dengan vegetarianisme, anda salah jika beranggapan bahwa hanya faktor tinggi-rendah lemak saja yang membedakan diet vegetarian dengan diet omnivora. Masih banyak, terlampau banyak perbedaan diet vegetarian dengan diet omnivora dari segi nutrisi.
Akhir kata, sulit sekali bagi saya jika saya diminta memberikan alasan untuk tidak bervegetarian. Dari sejauh apa yang telah saya baca, saya teliti, saya pelajari, semuanya semakin meyakinkan saya bahwa bervegetarianisme itu adalah jalan menuju kehidupan yang lebih baik bagi diri sendiri dan semua makhluk di seluruh aspek kehidupan, dari segi fisik, emosional, etik, spiritual, dan lain-lain.
Sekian. Terima kasih ^_^
Salam kasih
Lone the Sleeping Dragon
Quotes : " Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through the practice of meditative way of life." - Anand Krishna - Yahoo! Groups Links
__,_._,___ |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Fwd: UU Kewarganegaraan RI: 00364, Mira Wijaya Kusuma |
|---|---|
| Next by Date: | Fwd: Bertrand Russell: Mimpi Buruk Sang Teolog: 00364, Eduard de Grave |
| Previous by Thread: | Balasan: Re: Dijual Cepat : Kavling Surga (Stok TErbatas) from Yulius Seneni: 00364, Robert Yuliawan |
| Next by Thread: | Re: Fatwas on Vegetarianism: 00364, Dablex Scali |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |