Anda memang tidak mengatakan secara eksplisit tapi yg pernah anda katakan adalah "jika kitalah yang harus menumpahkan darah pembunuhan (baca: menjagal) hewan sembelihan itu, ketika hendak membunuh apakah yang kita rasakan? 100% saya jamin mau anda tutup2i atau tidak hati nurani anda menjerit, kecuali jika anda benar2 sudah berhati iblis" Jadi saya tidak berasumsi berlebihan khan ?
Akhirnya diskusi kita bermuara ke landasan yg berbeda. Di ajaran kami, tidak ada larangan untuk mengkonsumsi hewan. Mungkin tepatnya saya lebih suka mengistilahkan mengkonsumsi daripada membunuh walaupun untuk mengkonsumsi harus membunuh terlebih dahulu, tapi membunuh hewan belum tentu untuk dikonsumsi.
Karena tidak ada larangan untuk mengkonsumsi hewan, maka saya tidak bis
a melarang orang untuk mengkonsumsi hewan. Saya pikir, di Buddha pun tidak ada
keharusan mengkonsumsi vegetarian khan ?
Memang diakui, kebanyakan orang beralih ke vegetarian adalah karena untuk berdiet bukan karena alasan belas kasih sesama mahluk. Dengan alasan diet rendah lemak, bagi saya lebih bisa diterima daripada karena alasan belas kasih terhadap mahluk. Karena tumbuh2xan pun adalah mahluk juga, dan terbukti ada tumbuhan yg bisa makan serangga seperti Nepenthes (kantung semar) dll.
Mengenai penelitian tentang rasa sakit anda mengatakan : "(penelitian) tidak berdasarkan pengamatan subjektif akan reaksi yang ditimbulkan. Tapi objektif, salah satu bukti yang dipaparkan adalah adrenalin yang disekresikan, apakah anda bisa mengatakan bahwa si ikan sedang tidak sedang merasakan penderitaan ketika adrenalin disekresikan dari tubuhnya? "
Saya coba jawab : Sebelumnya anda juga harus tahu pe
rbedaan System Syaraf dan System Endokrin (hormon). System syaraf : 1. aksi
bersifat segera 2. Untuk pengaturan cepat seperti denyut jantung, kontraksi otot dll 3. sekresi neurotransmiter 4. Komunikasi antar neuron melalui synapsys. 5. komunikasi neural (syaraf)
System endokrin : 1. aksi lambat 2. Untuk pengaturan jangka panjang seperti pertumbuhan, perkembangan dll 3. sekresi hormonal 4. transport via system sirkuloasi yg memerlukan reseptor 5. Komunikasi hormonal
Dari perbandingan tersebut diatas saja terlihat bila anda mengatakan penelitian berdasrkan hormon maka pasti dilakukannya cukup lama sehingga jelas kemungkinan binatang tersebut merasakan sakit. Sebagai contoh (maaf sebelumnya), misalkan mata anda ditutup, lalu jari anda akan dipotong dengan
2 cara, cara pertama jari anda diiris sampai putus dan cara kedua jari anda langsung
dibacok sampai putus. Menurut anda, mana yg lebih sakit ?
Menurut analisa saya, dengan adanya sekresi hormon maka kemungkinan besar penelitian tersebut adalah seperti contoh anda dengan cara diiris2x sehingga punya waktu untuk sekresi hormonal. Jadi jelas, kerjanya hormonal lama, sedangkan kerjanya syaraf lebih cepat walaupun teta saja memerlukan waktu beberapa saat.
Lagi pula yg menurut anda penyiksaan dan sakit menurut anda tapi mungkin bagi orang lain tidak. Sebagai contoh, banyak upacara2x keagamaan ditimur dengan (menurut kita) menyakiti badan seperti pipi ditusuk peniti, badan dipecut duri dll. Ini juga membuktikan lagi bahwa menurut kita sakit belum tentu bagi yg mengalaminya. Itu yg saya simpulkan 'perasaan2x menderita' itu belum pasti.
Dan satu lagi perbedaan mendasar antara ajaran anda dengan pemahaman kami adalah semua yg ada d
idunia ini milik Tuhan, sedangkan pemahaman ini tidak ada diajaran anda. Diajaran ada,
semua yug ada didiri anda adalah milik anda dan anda yg mengatur hingga dikehidupan mendatang ketika tumimbal (CMIIW) Dengan pemahaman kami, maka ketika kita memotong hewan dengan menyebut nama Tuhan, artinya kita meminta ijin kepada yg kuasa jadi kita tidak mengambil milik orang lain tapi kita mengambil milik Tuhan. Maka dari itu di Islam juga diwajibkan berdoa sebelum menyembelih hewan selain itu ada syarat2x lain juga.
Ibaratnya saya numpang hidup sama majikan saya dan saya dikasih fasilitas apa saja asalkan saya ijin sama yg punya.
Jadi mancabut nyawa mahluk lain tidak dikatakan 'mencuri' asal berdoa terlebih dahulu kecuali yg dicabut nyawanya adalah ayam tetangga tanpa seijin tetangga itu maka dikatakan mencuri walaupun kita sudah berdoa.
Saya juga setuju dengan pendapat anda bahwa " Kaum mayoritas belumlah pasti selalu benar" jadi wa
laupun sekarang orang banya yg mengkonsumsi hewan memang tidak benar, sebaliknya bila
seperti kata anda nanti ada tren manusia menjadi vegetarian bukan berarti benar juga khan ? karena yg benar adalah yg berimbang
Mengenai penelitian terhadap orang yg vegetarian dan non vegetarian, saya masih sangsi bukan karena saya merasa lebih pintar tapi karena manusia yg dijadikan penelitiannya tidak murni vegetarian atau non vegetarian. Saya lebih percaya bila penelitian itu dibandingkan langsung antara hewan pemakan daging dan yg bukan pemakan daging karena mereka murni dari lahir sampai mati yg vegetarian makan tumbuh2xan dan yg non vegetarian makan daging. Bisa dibandingkan burung yg makan daging (elang) dengan yg tidak makan daging lebih kuat dan cepat mana. Tapi itu semua juga masih relatif. Dan kelemahan2x penelitian terhadap manusia tersebut adalah karena adanya transisi dari percobaan tersebut yaitu peralihan dari yg vegetarian jadi tidak vegetar
ian dan sebaliknya.. Sebagai contoh, orang ambon yg biasa makan sagu disuruh makan nasi
maka makannya tidak berselera dan otomatis makan sedikit serta tidak bisa menyerap dengan baik akibatnya orang ambon tersebut lebih lemah, apa bisa dikatakan sagu lebih jelek dari nasi ? Sebaliknya juga begitu, kita yg terbiasa makan nasi dikasih makan sagu yg hambar maka makannya jadi tidak bernafsu, sedikit dan penyerapan tidak maksimal.
Saya tidak bisa berpanjang lebar karena keterbatasan waktu sedikit saya kasih tulisan mengenai penelitian dan kesimpulannya yaitu :
"Penelitian terakhir seorang ahli di US terhadap 49 ribu orang mengungkapkan diet rendah lemak dalam makanan kita sehari-hari ternyata SAMA SEKALI tidak
menghilangkan resiko terkena penyakit kanker dan penyakit mematikan lainnya.
Ternyata kelompok yang diberi diet makanan rendah lemak memiliki kemungkinan terkena kanker sama besarnya dengan kelompok yang makanannya tanpa diet. Rupanya ada banyak faktor eksternal di luar kontrol manusia yang dapat menyebabkan seseorang terkena kanker. Vitamin dan suplemen antioksidan pun tidak banyak berpengaruh dalam mengurangi resiko terkena kanker.
Satu-satunya keuntungan diet rendah lemak mungkin hanyalah untok mengatasi obesitas/kegemukan.
Sementara ini dalam s
ebuah penelitian lain terungkap bahwa adalah lebih baik memakan apa yang kita sukai
ketimbang memakan makanan2 lain yang kita anggap menyehatkan tapi tidak kita sukai.
Dalam sebuah test terhadap sekelompok orang Thai yang diberi makanan Thai berbumbu yang tentu saja sangat mereka sukai, ternyata tubuh menyerap zat2 gizi dalam presentasi yang jauh lebih besarketimbang ketika merela disuruh memakan makanan Swedia yang hambar-hambar saja.
Rupanya ketika pancaindera kita mendeteksi ada makanan yang kita sukai terhidang di hadapan kita, maka otak langsung memerintahkan tubuh untok mengeluarkan enzim sebanyak-banyaknya untok dapat menyerap zat2 yang terkandung dalam makanan yang tersaji ter
sebut. Hasilnya prosentasi zat gizi yangterserap tubuh jadi optimum.
Jadi makanlah makanan yang anda sukai, berimang dan secukupnya, itu lebih menyehatkan ..........
Terima kasih juga untuk daftar atlit2x vegetarian juga orang2x terkenal lainya. Sebagai tambahan, Adolph Hilter adalah juga seorang vegetarian.
Saya cuman bisa menyarankan, lakukanlah yg terbaik dan berimbang serta jangan mempersulit diri sendiri. Karena agama tidak seharusnya menyulitkan kita.
Peace,
Johnny Lone <tomatofly1-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:
Salam kasih,
Menanggapi email saudara Dablex Scali:
Penjagal hewan adalah manusia berhati iblis? Hmm...Maaf, tapi seingat saya, saya t
idak pernah mengatakan hal demikian ataupun hal semacam itu. Yang pernah saya
katakan adalah makan daging itu tidak baik. Barangkali saudara Dablex Scali ber-asumsi berlebihan terhadap saya.
Kenapa anda yg Budhhis mengatakan semua mahluk adalah sama bisa menjelek2xan / meng-kambinghitamkan iblis ...:)
Hmm? Kembali saya tidak mengerti. Saya tidak pernah menjelek2kan ataupun mengkambing hitamkan iblis, begitu juga dengan ajaran Sang Buddha.
Mengenai tanggapan saudara tentang membunuh, saya sangat setuju bahwa 'baik' dan 'buruk' itu relatif. Hendaknya manusia melakukan segalanya dibarengi kebijaksanaan, karena "Jalan kebenaran tidak pernah bisa diungkapkan dengan kata-kata. Apapun itu yang masih bisa diungkapkan melalui kata-kata dan bahasa tidak lebih dari sek
edar konsepsi relatif saja."
Bagi saya
sendiri pedoman yang saya gunakan dalam hidup ini adalah cinta kasih, selama suatu tindakan menimbulkan penderitaan bagi diri sendiri ataupun makhluk lain, maka saya menghindarinya. Dan salah satu dari tindakan yang menimbulkan penderitaan bagi makhluk lain adalah pencabutan nyawanya dengan paksa. Dan tentunya lebih tidak berwelas asih lagi seperti yang saudara Dablex katakan bila seseorang memburu binatang hanya untuk kesenangan belaka ataupun hobi.
Mengenai consciousness pada tumbuhan, untuk sementara waktu saya akan menghindarinya dahulu. Mohon maaf karena saya tidak bisa menanggapi banyak mengenai hal ini. Tidak lama baru saya menyadari adanya consciousness pada tumbuhan, jadi pengertian saya tentang hal tersebut untuk saat ini masih rendah. Untuk sementara waktu, saya akan menyelidiki lebih lanjut mengenai kesada
ran tumbuhan ini.
Rasa sakit
tidak perlu diukur seberapa sakitnya, selama itu rasa sakit itu eksis, seberapa kecilpun, maka bagi saya hal itu tidak layak untuk dilakukan. Rasa sakit memang relatif, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa kematian yang tidak wajar tidak ada yang tidak sakit(dalam arti menimbulkan penderitaan). Jika ada kematian tidak wajar yang tidak sakit, silahkan saudara kabari saya.
Penelitian2 itu (penelitian2 tentang rasa sakit pada ikan), itu tidak berdasarkan pengamatan subjektif akan reaksi yang ditimbulkan. Tapi objektif, salah satu bukti yang dipaparkan adalah adrenalin yang disekresikan, apakah anda bisa mengatakan bahwa si ikan sedang tidak sedang merasakan penderitaan ketika adrenalin disekresikan dari tubuhnya? Ditambah lagi dengan adanya saraf-saraf dan neuron-neuron yang sensitif terutama pada mulut ikan. Jadi bagaimana sa
udara menyimpulkan bahwa perasaan-perasaan menderita itu 'belum pasti'?
Terima kasih atas penjelasan saudara mengenai rasa sakit. Diri saya sendiri juga sering mengalami hal diatas dimana, terutama waktu jatuh lecet2, dimana rasa sakit itu terasa setelah stimuli2 dari dunia luar tersampaikan ke otak.
Namun apakah rasa sakit itu dirasakan hewan pada saat disembelih ataupun tidak lama setelah disembelih ataupun apakah hewan itu disembelih mati2 cepat2 ataupun disembelih dengan penyiksaan yang lama-lama, tetap tidak mengubah kenyataan bahwa penyembelihan itu tetap membawakan penderitaan bagi si hewan, karena tidak ada makhluk hidup yang ingin hidupnya diakhiri. Hmm...Barangkali mencabut nyawa makhluk lain tanpa persetujuannya bisa dikategorikan dalam perbuatan 'mencuri' (dan bagi para kaum Buddhist, ini berarti pelanggaran sila kedua dari Pancasila Buddhist).
Ditempat yang kurang subur dan
tidak memungkinkan produksi pertanian yang baik, saya hanya bisa menganjurkan untuk mengikuti pola hidup Nabi Muhammad. Seperti yang saya singgung diatas, kebenaran yang masih bisa diungkapkan dalam kata2 itu hanyalah konsepsi relatif, hendaknya orang mengiringi setiap tindakannya dengan cinta kasih. Tindakan yang paling tepat itu berubah2 tergantung situasi, namun bagi saya cinta kasih tetaplah benar untuk dilakukan kapanpun dimanapun dan tidak tergantung apapun situasinya. Dalam hal ini katakanlah orang2 Eskimo ataupun orang2 gurun harus makan daging, tapi hendaknya cinta kasih selalu membenahi hati mereka sebelum, selama dan sesudah proses itu. Lebih kurang mirip dengan caranya Nabi Muhammad SAW, namun sangat disayangkan sekali cara yang benar itu sulit ditangkap dan tidak dimengerti oleh kebanyakan umat manusia, karena manusia hanya bisa me
lihat dari luar bahwa Beliau sedang makan daging, tapi tidak seorangpun yang
tahu isi dalam hatinya dan keadaan mental yang mengiringinya.
Anda sendiri juga mengatakan : "Masalah utamanya adalah banyak orang didunia ini yang tidak memiliki tanah yang cukup untuk bertanam, ataupun penghasilan yang cukup untuk membeli makanan yang cukup." Pertama2, saudara Dablex ada baiknya tidak mengatakan bahwa saya sendiri mengatakan demikian. Itu sama sekali tidak benar, saya hanya menerjemahkan.
Namun bagaimanapun saya dapat mengerti apa yang ingin diungkapkan oleh si penulis, sayangnya kata2 yang digunakan si penulis tidaklah jelas dan cenderung 'misleading'. Menurut saya, 'tidak memiliki tanah yang cukup untuk bertanam', bukanlah berarti bahwa dunia ini sudah tidak cukup lahan la
gi untuk bercocok tanam, namun maksudnya adalah bahwa orang2 miskin itu, supaya bisa
makan, punya dua alternatif, yaitu bercocok tanam buat kebutuhan pangannya sendiri (swadaya), atau alternatif kedua adalah membeli bahan pangan dari orang lain (uang). Namun sayangnya tidak sedikit dari kaum2 miskin ini (terutama gelandangan di perkotaan) yang tidak memiliki lahan/tanah pribadi yang cukup untuk bertahan. Saya rasa lebih cocok diartikan demikian, meninjau dari pola konstruksi kalimat dan kata-katanya.
Jadi masih adakah alasan bagi saudara Dablex mengatakan bahwa 'mengharapkan seluruh manusia hanya mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan sungguh tidak mungkin?'
Jika ada, silahkan disampaikan lagi agar saya bisa belajar lebih banyak lagi
Memang banyak orang2x terkenal yg vegetarian, tapi lebih banyak mana dengan yg non vegetarian ?
Well, ini
bukan masalah banyak atau sedikit, tapi lebih cenderung ke masalah kualitas. Sebagai
tambahan, umumnya kalau kualitasnya tinggi, maka kuantitasnya rendah, begitu pula, bila kualitasnya rendah, maka kuantitasnya tinggi. Contohnya adalah energi, energi kualitas tinggi dan vibrasinya tinggi sifatnya lembut dan kuantitas partikelnya sedikit, namun energi yang kualitasnya rendah (dari dimensi yang rendah), seperti tenaga dalam, bentuknya kasar, partikelnya besar2 dan banyak.
Kaum mayoritas belumlah pasti selalu benar, contohnya saja pada zaman dahulu berapa orang dibanding Galileo yang beranggapan bahwa bumi itu datar? Dan ternyata hanya Galileo dan beberapa kaum minoritas pada zamannya yang benar. Jadi konklusi atas dasar banyak sedikitnya penganutnya tidak bisa dijadikan tolak ukur kebenaran yang sepenuhnya dapat diandalkan
Berikut sedikit dari daftar para atlet yang bervegetari
an :
Hank
Aaron (home run champion in major league baseball) Source: A Teen's Guide to Going Vegetarian
B J Armstrong (US Basketball star)
Al Beckles (body builder)
Sorya Bonali (ice skater)
Les Brown (veteran runner)
Peter Burwash (tennis)
Andreas Cahling (body builder)
Andreas Cahling (bodybuilder)
Chris Campbell (1980 world champion wrestler)
Joanna Conway (ice skater)
Sylvia Cranston (triathlete)
Sally Eastall (Marathon runner - UK No 2, vegan)
Di Edwards (runner, Olympic semi-finalist)
Katie Fitzgibbon (marathon runner)
Clare Francis (sailer)
Louis Freitas (body builder)
Carol Gould (marathon runner)
Estelle Gray (cyclist) Source: A Teen's Guide to Going Vegetarian
Sammy Green (runner)
Ruth Heidrich (3-time Ironman finisher, marathoner, age-group record holder, Pres. Vegetarian Society of Honolulu) (vegan) Source: personal acquaintance, also...her book--A Race for Life
Sally Hibberd (British Women's Mountain Bike Champion)
Sharon Hounsell (Miss Wales Bodybuilding Champion)
Desmond Howard (formerly w/Washington Redskins, now w/Jacksonville Jaguars) Source: PETA mailer
Roger Hughes (Welsh National Ski Champion)
David Johnson (BAA coach)
Kathy Johnson (Olympic Gymnast)
Alan Jones (British ski jumper)
Billie Jean King (tennis champion) Source: A Teen's Guide to Going Vegetarian
Killer Kowalski (wrestler) Source: A Teen's Guide to Going Vegetarian
J
ack LaLanne (Fitness guru) (vegan)
Donnie LaLonde (Former Light
Heavyweight Champion of the World. (Lost title to Sugar Ray Leonard)) Source: Article in San Jose Mercury News
Tony LaRussa (Manager of St. Louis Cardinals - US team) Source: PETA, Animals Agenda, Animals Voice, Veg Times, others
Silken Laumann (Olympic rower) Source: Cooking Television Show
Judy Leden (British, European & World Hang Gliding champion)
Marv Levey (Buffalo Bills Coach)
Jutta Müller(multiple Windsurfing World Cup Champion) Source: Flutlicht 95/6/18 on Südwest 3 (German TV program)
Jack Maitland (triathlete and fell runner)
Cheryl Marek (cyclist) Source: A Teen's Guide to Going Vegetarian
Leslie Marx (fencer;1996 woman's epee national champion
)
Kirsty McDermott (runner)
Lindford McFarquar (body
builder)
Robert Millar (cyclist)
Katherine Monbiot (world champion arm wrestler and nutritionist) (vegan) Source: The Vegan Society UK
Monika Montsho (weightlifter, 2 x runnerup GB Championships 60kg, NW woman weightlifter of the year 1991)
Edwin Moses
Martina Navratilova (Retired Tennis Champion) Source: Magazine Interviews/Genesis Awards
Julie Ann Niewiek (Basketball commentator) Source: Grand Rapids press/ Image Magazine
Paavo Nurmi
Robert Parish (Center - Warriors, Celtics, Hornets, Bulls) Source: Hearsay
Bill Pearl (Bodybuilder, Mr America) Source: Getting Stronger by Bill Pearl, pg 399
Bill Pearl (Mr. Universe and bodybuilder) Source: A Teen's Guide to Going Vegetarian
Anth
ony Peeler(NBA Grizzlies basketball player) Source: NBA web site profiles
Dave Scott (five time winner of the Ironman Triathlon) (vegan) "The New Laurel's Kitchen" cookbook
Debbie Spaeth-Herring (Georgia State power-lifter) Source: A Teen's Guide to Going Vegetarian
Jonathon Speelman (chess)
Lucy Stephens (triathlete - vegan)
Jacques Vaughn (All American point guard, #1-ranked Univ of KS Jayhawks) Source: Lawrence (KS) Journal World (numerous editions)
Kirsty Wade (runner)
Bill Walton (basketball player) Source: A Teen's Guide to Going Vegetarian
Kebanyakan dari prestasi mereka sungguh gemilang dan sangat pantas dibanggakan oleh kami para kaum vegetarian, dimana kami membuktikan pada dunia bahwa vegetarian itu kuat, sehat dan cerdas.
Penelitian ilmiah sendiri
bahkan membuktikan bahwa kaum vegetarian pada umumnya memiliki stamina lebih kuat
daripada para pemakan daging, untuk lebih lanjut dan terperinci disertai dengan data2 ilmiah dan sumber-sumbernya silahkan baca:
Test telah menunjukkah bahwa kaum vegetarian memiliki stamina dua kali lipat dari pemakan daging. Di Yale, Professor Irving Fisher menyusun serangkaian test untuk membandingkan stamina dan kekuatan pemakan daging terhadap vegetarian. Dia mengumpulkan laki-laki dari tiga golongan: atlit pemakan daging, atlit vegetarian, dan kaum vegetarian pasif(tidak banyak bergerak). Irving Fisher melaporkan hasil penelitiannya di Laporan Kesehatan Yale:
"Dari tiga golongan yang dibandingkan,....pemakan daging menunjukkan daya tahan
yang jauh lebih rendah dari pada kaum vegetarian, bahkan terhadap kaum vegetarian pasif sekalipun."
Secara keseluruhan, skor rata-rata vegetarian dua kali lipat skor rata-rata pemakan daging, bahkan walaupun setengah dari kaum vegetarian itu adalah kaum pasif yang tidak banyak aktivitas berat, sementara kaum pemakan daging yang diuji adalah kaum atlit.
Studi Paris
Sebuah penelitian perbandingan yang serupa juga dilakukan oleh Dr.J.Ioteyko dari Akademi Obat-obatan dari Paris. Dr.Ioteyko juga membandingkan daya tahan kaum vegetarian dan pemakan daging melalui beragam tes
Studi Denmark
Pada tahun 1986, se
kelompok tim peneliti Denmark menguji serombongan laki-laki pada berbagai ragam diet
(pola makan), menggunakan sebuah sepeda statis untuk mengukur kekuatan dan daya tahan mereka
Mereka diberi makan diet berupa campuran daging dan sayur-sayuran untuk jangka waktu tertentu, kemudian diuji pada sepeda. Waktu rata-rata dimana mereka dapat bersepeda sebelum kerusakan otot adalah 114 menit.
Orang-orang yang sama kemudian diberi makan diet yang tinggi akan kandungan daging, telur, dan susu untuk jangka waktu yang sama dan lalu diuji kembali pada sepeda statis. Waktu yang tercapai sebelum kerusakan otot adalah 57 menit
Kemudian, orang-orang ini diberi makan diet vegetarian ketat, yang mana dietnya terkomposisi dari biji-bijian, sayur-sayuran, dan buah-buahan, dan lalu diuji pada sepeda statis. Hasilnya mereka mengayuh rata-rata selama 167 menit
Studi Belgium
Dokter-dokter di Belgia secara sistematik membandingkan berapa kali kaum vegetarian dan kaum pemakan daging dapat menggenggam grip-meter. Kaum vegetarian menang unggul dengan rata-rata mencapai 69, sementara pemakan daging hanya berkisar 38 . Sebagaimana studi-studi lainnya yang mengukur daya pemulihan otot, disini, juga, kaum vegetarian memiliki daya pemulihan otot yang jauh lebih cepat daripada pemakan daging
Yang paling penting dari vegetarianisme itu sendiri adalah memupuk rasa cinta kasih. Itulah yang paling penting, dan lebih penting dari sekedar tidak memakan daging(ataupun tumbuhan, hehe). Namun tindakan 'tidak memakan daging' itu sendiri adalah manifestasi nyata dari cinta kasih dari berasal dari relung hati terdalam (dalam kasus saya).
Buat saudara Brewok dan saudara-saudaraku yang lain, iya, saya paham sulitnya memulai bervegetarian, tapi semangatlah! SEMANGATLAH! ^_^ Ingatlah bahwa disinilah letak keluhuran bervegetarianisme, bahwa kita bersedia melepaskan kesenangan-kesenangan pribadi duniawi kita dan menghadapi berbagai tantangan dan ujian-u
jian demi membawakan sukacita bagi makhluk lain. Disanalah dapat dilihat betapa
besarnya vegetarianisme sebagai salah satu manifestasi nyata cinta kasih. Sungguh mulia.
Jika saudara terus tekun dan tidak pantang menyerah, dengan tekad yang kuat, saya yakin hanya masalah waktu saja bagi saudara untuk dapat melepaskan diri dari belenggu jeratan kebiasaan makan daging yang sudah mendarah daging di lingkungan kita sejak lahir. Lepaskanlah, demi sesuatu yang lebih besar yang akan menjemputmu ^_^
Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -