logo       

Re: Fatwas on Vegetarianism: msg#00357

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Re: Fatwas on Vegetarianism

Salam kasih,
 
Menanggapi email saudara Dablex Scali:
 
Penjagal hewan adalah manusia berhati iblis? Hmm...Maaf, tapi seingat saya, saya tidak pernah mengatakan hal demikian ataupun hal semacam itu. Yang  pernah saya katakan adalah makan daging itu tidak baik. Barangkali saudara Dablex Scali ber-asumsi berlebihan terhadap saya. 
Kenapa anda yg Budhhis mengatakan semua mahluk adalah sama bisa menjelek2xan / meng-kambinghitamkan iblis ...:)
Hmm? Kembali saya tidak mengerti. Saya tidak pernah menjelek2kan ataupun mengkambing hitamkan iblis, begitu juga dengan ajaran Sang Buddha.
 
Mengenai tanggapan saudara tentang membunuh, saya sangat setuju bahwa 'baik' dan 'buruk' itu relatif. Hendaknya manusia melakukan segalanya dibarengi kebijaksanaan, karena
"Jalan kebenaran tidak pernah bisa diungkapkan dengan kata-kata. Apapun itu yang  masih bisa diungkapkan melalui kata-kata dan bahasa tidak lebih dari sekedar konsepsi relatif saja."
Bagi saya sendiri pedoman yang saya gunakan dalam hidup ini adalah cinta kasih, selama  suatu tindakan menimbulkan penderitaan bagi diri sendiri ataupun makhluk lain, maka saya menghindarinya. Dan salah satu dari tindakan yang menimbulkan penderitaan bagi makhluk lain adalah pencabutan nyawanya dengan paksa. Dan tentunya lebih tidak berwelas asih lagi seperti yang saudara Dablex katakan bila seseorang memburu binatang hanya untuk kesenangan belaka ataupun hobi.

Mengenai consciousness pada tumbuhan, untuk sementara waktu saya akan menghindarinya dahulu. Mohon maaf karena saya tidak bisa menanggapi banyak mengenai hal ini. Tidak lama baru saya menyadari adanya consciousness pada tumbuhan, jadi pengertian saya tentang hal tersebut untuk saat ini masih rendah. Untuk sementara waktu, saya akan menyelidiki lebih lanjut mengenai kesadaran tumbuhan ini.
 
Rasa sakit tidak perlu diukur seberapa sakitnya, selama itu rasa sakit itu eksis, seberapa kecilpun, maka bagi saya hal itu tidak layak untuk dilakukan. Rasa sakit memang relatif, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa kematian yang tidak wajar tidak ada yang tidak sakit(dalam arti menimbulkan penderitaan). Jika ada kematian tidak wajar yang tidak sakit, silahkan saudara kabari saya.
Penelitian2 itu (penelitian2 tentang rasa sakit pada ikan), itu tidak berdasarkan pengamatan subjektif akan reaksi yang ditimbulkan. Tapi objektif, salah satu bukti yang dipaparkan adalah adrenalin yang disekresikan, apakah anda bisa mengatakan bahwa si ikan sedang tidak sedang merasakan penderitaan ketika adrenalin disekresikan dari tubuhnya? Ditambah lagi dengan adanya saraf-saraf dan neuron-neuron yang sensitif terutama pada mulut ikan. Jadi bagaimana saudara menyimpulkan bahwa perasaan-perasaan menderita itu 'belum pasti'?
 
Terima kasih atas penjelasan saudara mengenai rasa sakit. Diri saya sendiri juga sering mengalami hal diatas dimana, terutama waktu jatuh lecet2, dimana rasa sakit itu terasa setelah stimuli2 dari dunia luar tersampaikan ke otak.
Namun apakah rasa sakit itu dirasakan hewan pada saat disembelih ataupun tidak lama setelah disembelih ataupun apakah hewan itu disembelih mati2 cepat2 ataupun disembelih dengan penyiksaan yang lama-lama, tetap tidak mengubah kenyataan bahwa penyembelihan itu tetap membawakan penderitaan bagi si hewan, karena tidak ada makhluk hidup yang ingin hidupnya diakhiri. Hmm...Barangkali mencabut nyawa makhluk lain tanpa persetujuannya bisa dikategorikan dalam perbuatan 'mencuri' (dan bagi para kaum Buddhist, ini berarti pelanggaran sila kedua dari Pancasila Buddhist).
 
Ditempat yang kurang subur dan tidak memungkinkan produksi pertanian yang baik, saya hanya bisa menganjurkan untuk mengikuti pola hidup Nabi Muhammad. Seperti yang saya singgung diatas, kebenaran yang masih bisa diungkapkan dalam kata2 itu hanyalah konsepsi relatif, hendaknya orang mengiringi setiap tindakannya dengan cinta kasih. Tindakan yang paling tepat itu berubah2 tergantung situasi, namun bagi saya cinta kasih tetaplah benar untuk dilakukan kapanpun dimanapun dan tidak tergantung apapun situasinya. Dalam hal ini katakanlah orang2 Eskimo ataupun orang2 gurun harus makan daging, tapi hendaknya cinta kasih selalu membenahi hati mereka sebelum, selama dan sesudah proses itu. Lebih kurang mirip dengan caranya Nabi Muhammad SAW, namun sangat disayangkan sekali cara yang benar itu sulit ditangkap dan tidak dimengerti oleh kebanyakan umat manusia, karena manusia hanya bisa melihat dari luar bahwa Beliau sedang makan daging, tapi tidak seorangpun yang tahu isi dalam hatinya dan keadaan mental yang mengiringinya.  

Anda sendiri juga mengatakan : "Masalah utamanya adalah banyak orang didunia ini yang tidak memiliki tanah yang cukup untuk bertanam, ataupun penghasilan yang cukup untuk membeli makanan yang cukup."
Pertama2, saudara Dablex ada baiknya tidak mengatakan bahwa saya sendiri mengatakan demikian. Itu sama sekali tidak benar, saya hanya menerjemahkan.
Namun bagaimanapun saya dapat mengerti apa yang ingin diungkapkan oleh si penulis, sayangnya kata2 yang digunakan si penulis tidaklah jelas dan cenderung 'misleading'. Menurut saya, 'tidak memiliki tanah yang cukup untuk bertanam', bukanlah berarti bahwa dunia ini sudah tidak cukup lahan lagi untuk bercocok tanam, namun maksudnya adalah bahwa orang2 miskin itu, supaya bisa makan, punya dua alternatif, yaitu bercocok tanam buat kebutuhan pangannya sendiri (swadaya), atau alternatif kedua adalah membeli bahan pangan dari orang lain (uang). Namun sayangnya tidak sedikit dari kaum2 miskin ini (terutama gelandangan di perkotaan) yang tidak memiliki lahan/tanah pribadi yang cukup untuk bertahan. Saya rasa lebih cocok diartikan demikian, meninjau dari pola konstruksi kalimat dan kata-katanya.
Jadi masih adakah alasan bagi saudara Dablex mengatakan bahwa 'mengharapkan seluruh manusia hanya mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan sungguh tidak mungkin?'
Jika ada, silahkan disampaikan lagi agar saya bisa belajar lebih banyak lagi

Memang banyak orang2x terkenal yg vegetarian, tapi lebih banyak mana dengan yg non vegetarian ?
Well, ini bukan masalah banyak atau sedikit, tapi lebih cenderung ke masalah kualitas. Sebagai tambahan, umumnya kalau kualitasnya tinggi, maka kuantitasnya rendah, begitu pula, bila kualitasnya rendah, maka kuantitasnya tinggi. Contohnya adalah energi, energi kualitas tinggi dan vibrasinya tinggi sifatnya lembut dan kuantitas partikelnya sedikit, namun energi yang kualitasnya rendah (dari dimensi yang rendah), seperti tenaga dalam, bentuknya kasar, partikelnya besar2 dan banyak.
Kaum mayoritas belumlah pasti selalu benar, contohnya saja pada zaman dahulu berapa orang dibanding Galileo yang beranggapan bahwa bumi itu datar? Dan ternyata hanya Galileo dan beberapa kaum minoritas pada zamannya yang benar. Jadi konklusi atas dasar banyak sedikitnya penganutnya tidak bisa dijadikan tolak ukur kebenaran yang sepenuhnya dapat diandalkan
 
Berikut sedikit dari daftar para atlet yang bervegetarian :
  • Hank Aaron (home run champion in major league baseball) Source: A Teen's Guide to Going Vegetarian
  • B J Armstrong (US Basketball star)
  • Al Beckles (body builder)
  • Sorya Bonali (ice skater)
  • Les Brown (veteran runner)
  • Peter Burwash (tennis)
  • Andreas Cahling (body builder)
  • Andreas Cahling (bodybuilder)
  • Chris Campbell (1980 world champion wrestler)
  • Joanna Conway (ice skater)
  • Sylvia Cranston (triathlete)
  • Sally Eastall (Marathon runner - UK No 2, vegan)
  • Di Edwards (runner, Olympic semi-finalist)
  • Katie Fitzgibbon (marathon runner)
  • Clare Francis (sailer)
  • Louis Freitas (body builder)
  • Carol Gould (marathon runner)
  • Estelle Gray (cyclist) Source: A Teen's Guide to Going Vegetarian
  • Sammy Green (runner)
  • Ruth Heidrich (3-time Ironman finisher, marathoner, age-group record holder, Pres. Vegetarian Society of Honolulu) (vegan) Source: personal acquaintance, also...her book--A Race for Life
  • Sally Hibberd (British Women's Mountain Bike Champion)
  • Sharon Hounsell (Miss Wales Bodybuilding Champion)
  • Desmond Howard (formerly w/Washington Redskins, now w/Jacksonville Jaguars) Source: PETA mailer
  • Roger Hughes (Welsh National Ski Champion)
  • David Johnson (BAA coach)
  • Kathy Johnson (Olympic Gymnast)
  • Alan Jones (British ski jumper)
  • Billie Jean King (tennis champion) Source: A Teen's Guide to Going Vegetarian
  • Killer Kowalski (wrestler) Source: A Teen's Guide to Going Vegetarian
  • Jack LaLanne (Fitness guru) (vegan)
  • Donnie LaLonde (Former Light Heavyweight Champion of the World. (Lost title to Sugar Ray Leonard)) Source: Article in San Jose Mercury News
  • Tony LaRussa (Manager of St. Louis Cardinals - US team) Source: PETA, Animals Agenda, Animals Voice, Veg Times, others
  • Silken Laumann (Olympic rower) Source: Cooking Television Show
  • Judy Leden (British, European & World Hang Gliding champion)
  • Marv Levey (Buffalo Bills Coach)
  • Jutta Müller (multiple Windsurfing World Cup Champion) Source: Flutlicht 95/6/18 on Südwest 3 (German TV program)
  • Jack Maitland (triathlete and fell runner)
  • Cheryl Marek (cyclist) Source: A Teen's Guide to Going Vegetarian
  • Leslie Marx (fencer;1996 woman's epee national champion)
  • Kirsty McDermott (runner)
  • Lindford McFarquar (body builder)
  • Robert Millar (cyclist)
  • Katherine Monbiot (world champion arm wrestler and nutritionist) (vegan) Source: The Vegan Society UK
  • Monika Montsho (weightlifter, 2 x runnerup GB Championships 60kg, NW woman weightlifter of the year 1991)
  • Edwin Moses
  • Martina Navratilova (Retired Tennis Champion) Source: Magazine Interviews/Genesis Awards
  • Julie Ann Niewiek (Basketball commentator) Source: Grand Rapids press/ Image Magazine
  • Paavo Nurmi
  • Robert Parish (Center - Warriors, Celtics, Hornets, Bulls) Source: Hearsay
  • Bill Pearl (Bodybuilder, Mr America) Source: Getting Stronger by Bill Pearl, pg 399
  • Bill Pearl (Mr. Universe and bodybuilder) Source: A Teen's Guide to Going Vegetarian
  • Anthony Peeler (NBA Grizzlies basketball player) Source: NBA web site profiles
  • Dave Scott (five time winner of the Ironman Triathlon) (vegan) "The New Laurel's Kitchen" cookbook
  • Debbie Spaeth-Herring (Georgia State power-lifter) Source: A Teen's Guide to Going Vegetarian
  • Jonathon Speelman (chess)
  • Lucy Stephens (triathlete - vegan)
  • Jacques Vaughn (All American point guard, #1-ranked Univ of KS Jayhawks) Source: Lawrence (KS) Journal World (numerous editions)
  • Kirsty Wade (runner)
  • Bill Walton (basketball player) Source: A Teen's Guide to Going Vegetarian

Kebanyakan dari prestasi mereka sungguh gemilang dan sangat pantas dibanggakan oleh kami para kaum vegetarian, dimana kami membuktikan pada dunia bahwa vegetarian itu kuat, sehat dan cerdas.
Penelitian ilmiah sendiri bahkan membuktikan bahwa kaum vegetarian pada umumnya memiliki stamina lebih kuat daripada para pemakan daging, untuk lebih lanjut dan terperinci disertai dengan data2 ilmiah dan sumber-sumbernya silahkan baca:
 
Terjemahan:
Penelitian Yale
Test telah menunjukkah bahwa kaum vegetarian memiliki stamina dua kali lipat dari pemakan daging. Di Yale, Professor Irving Fisher menyusun serangkaian test untuk membandingkan stamina dan kekuatan pemakan daging terhadap vegetarian. Dia mengumpulkan laki-laki dari tiga golongan: atlit pemakan daging, atlit vegetarian, dan kaum vegetarian pasif(tidak banyak bergerak). Irving Fisher melaporkan hasil penelitiannya di Laporan Kesehatan Yale:
"Dari tiga golongan yang dibandingkan,....pemakan daging menunjukkan daya tahan yang jauh lebih rendah dari pada kaum vegetarian, bahkan terhadap kaum vegetarian pasif sekalipun."
Secara keseluruhan, skor rata-rata vegetarian dua kali lipat skor rata-rata pemakan daging, bahkan walaupun setengah dari kaum vegetarian itu adalah kaum pasif yang tidak banyak aktivitas berat, sementara kaum pemakan daging yang diuji adalah kaum atlit.
 
Studi Paris
Sebuah penelitian perbandingan yang serupa juga dilakukan oleh Dr.J.Ioteyko dari Akademi Obat-obatan dari Paris. Dr.Ioteyko juga membandingkan daya tahan kaum vegetarian dan pemakan daging melalui beragam tes
 
Studi Denmark
Pada tahun 1986, sekelompok tim peneliti Denmark menguji serombongan laki-laki pada berbagai ragam diet (pola makan), menggunakan sebuah sepeda statis untuk mengukur kekuatan dan daya tahan mereka
Mereka diberi makan diet berupa campuran daging dan sayur-sayuran untuk jangka waktu tertentu, kemudian diuji pada sepeda. Waktu rata-rata dimana mereka dapat bersepeda sebelum kerusakan otot adalah 114 menit. 
Orang-orang yang sama kemudian diberi makan diet yang tinggi akan kandungan daging, telur, dan susu untuk jangka waktu yang sama dan lalu diuji kembali pada sepeda statis. Waktu yang tercapai sebelum kerusakan otot adalah 57 menit
Kemudian, orang-orang ini diberi makan diet vegetarian ketat, yang mana dietnya terkomposisi dari biji-bijian, sayur-sayuran, dan buah-buahan, dan lalu diuji pada sepeda statis. Hasilnya mereka mengayuh rata-rata selama 167 menit
 
Studi Belgium
Dokter-dokter di Belgia secara sistematik membandingkan berapa kali kaum vegetarian dan kaum pemakan daging dapat menggenggam grip-meter. Kaum vegetarian menang unggul dengan rata-rata mencapai 69, sementara pemakan daging hanya berkisar 38 . Sebagaimana studi-studi lainnya yang mengukur daya pemulihan otot, disini, juga, kaum vegetarian memiliki daya pemulihan otot yang jauh lebih cepat daripada pemakan daging
 
Sumber:

Yang paling penting dari vegetarianisme itu sendiri adalah memupuk rasa cinta kasih. Itulah yang paling penting, dan lebih penting dari sekedar tidak memakan daging(ataupun tumbuhan, hehe). Namun tindakan 'tidak memakan daging' itu sendiri adalah manifestasi nyata dari cinta kasih dari berasal dari relung hati terdalam (dalam kasus saya).

Buat saudara Brewok dan saudara-saudaraku yang lain, iya, saya paham sulitnya memulai bervegetarian, tapi semangatlah! SEMANGATLAH! ^_^ Ingatlah bahwa disinilah letak keluhuran bervegetarianisme, bahwa kita bersedia melepaskan kesenangan-kesenangan pribadi duniawi kita dan menghadapi berbagai tantangan dan ujian-ujian demi membawakan sukacita bagi makhluk lain. Disanalah dapat dilihat betapa besarnya vegetarianisme sebagai salah satu manifestasi nyata cinta kasih. Sungguh mulia.

Jika saudara terus tekun dan tidak pantang menyerah, dengan tekad yang kuat, saya yakin hanya masalah waktu saja bagi saudara untuk dapat melepaskan diri dari belenggu jeratan kebiasaan makan daging yang sudah mendarah daging di lingkungan kita sejak lahir. Lepaskanlah, demi sesuatu yang lebih besar yang akan menjemputmu ^_^

HIDUPLAH UNTUK DUNIA YANG LEBIH BAIK
 
Salam kasih selalu
LoneTheSleepingDragon
 
__._,_.___

Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -






Yahoo! Groups Links

__,_._,___
<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise