|
Re: Fatwas on Vegetarianism: msg#00355culture.religion.healer.mayapada
Sebelumnya saya mau mencoba meluruskan terutama pernataan anda yg mengatakan Penjagal hewan adalah manusia berhati iblis. Secara tidak langsung bagi orang2x yg mengkonsumsi daging hewan juga berhati iblis. Saya tidak mau diri saya ataupun orang lain menjadi vegetarian hanya karena pikiran sempit seperti amerika yg mengatakan 'Ikut dengan amerika berarti melawan teroris atau tidak ikut amerika berarti teroris', atau dikotomis2x lainya seperti istilah orde baru dan orde lama. Saya juga jadi heran, kenapa anda yg Budhhis mengatakan semua mahluk adalah sama bisa menjelek2xan / meng-kambinghitamkan iblis ...:) Baik, anda menanyakan mengenai hati nurani. Saya tidak akan mengatakan membunuh nyawa mahluk lain baik atau tidak karena harus dilihat situasinya. Bila kita membunuh unggas yg terkena flu burung, tikus dan nyamuk pembawa pes dan malaria menurut saya baik. Membunuh unggas sehat untuk dimakan pun bagi saya masih baik. Yang tidak baik adalah membunuh hanya untuk kesenangan seperti seorang pemburu yg hanya gemar berburu setelah itu binatangnya tidak diapa2xkan / disia2xkan, seperti kolektor binatang, atau yg berburu hanya untuk kesenangan dan keindahan yg hanya diambil kulitnya saja untuk keindahan atau untuk pajangan dll. Saya juga balik bertanya kepada saudara, apakah tumbuhan bukan mahluk juga ? Disini anda juga coba membicarakan rasa / perasaan yg menjadikan alasan vegatarian. Saya setuju semua hewan punya naluri untuk perlindungan diri salah satunya adalah sakit. Tapi bagaimana mengukur rasa sakit itu ? Rasa itu relative sekali, contoh nyata, ketika badan kita pegal maka bila badan kita dipukul2x justru merasa enak, sebaliknya bila badan sehat maka dipukul rasanya menjadi sakit (ini hanya contoh bahwa ras itu relatif). Penelitian2x itu khan mengukur perasaan melalui reaksi yg ditimbulkan, jadi per asaan2x itu belum pasti. Contoh lain, bila anda melihat orang menitikan air mata, apa yg ada dipikiran anda ? Sedih ? senang ? atau biasa2x saja ? Ketiga2xnya memungkinkan, bila menang olympiade, atlit kebanyakan menitikan air mata, bila mengupas bawang pun menitikan air mata. Bisa kah anda membedakan orang yg merasa sesuatu terlalu asin atau terlalu asam ? Disini juga saya coba memberikan contoh atau ilustrasi nyata mengenai rasa sakit dan penyiksaan walaupun saya sendiri belum pernah merasakan seutuhnya dan sekaligus untuk menjawab pertanyaan saudara yg menanyakan "bagaimana penyembelihan tidak dimasukan dalam penyiksaan.. Kita pasti (menurut saya) pernah merasakan jatuh, teriris, dan kecelakaan lainnya. Pertanyaan saya, seberapa cepat anda bisa merasakan sakit itu ? Saya yakin kita tidak langsung seketika merasakan sakitnya tapi ada waktu beberapa detik, menit atau mungkin jam. Sebagai pengalama pribadi, saya pernah mengalami kecelakaa n dimana ujung jari tengah tangan saya hampir putus dimana hanya tersisa kulit sekitar 1-1,5 cm. Ketika kecelakaan itu saya tidak menyadari, sampai saya menyadarinya ketika melihat tetesan darah segar yg saya pikir dari lawan tabrakan saya. Beberapa menit saya baru menyadari bahwa jari tangan saya hampir putus, seketika itu juga saya langsung larikan kendaraan saya kerumah sakit. Untuk diketahui, saat itu saya masih belum merasakan sakit kecuali rasa seperti jari anda disentil kuat2x, yaitu rasa agak kebas/kesemutan. Yang membuat saya gemetar adalah melihat darah banyak dan terbayang saya akan mati kehabisan darah, selebihnya saya tidak merasakan sakit. Saya baru merasakan sakit yg amat sangat setelah beberapa jam kemudian Kira2x begitulah yg bisa dibayangkan bila hewan dipotong. Ketakutan tetap ada seperti saya ketakutan akan kecelakaan, tapi ketika kecelakaan itu terjadi saya tidak merasakan sakit. Bedanya, hewan tidak sempat menyadari karen a sudah keburu mati. Semua orang juga akan begitu, takut mengalami kecelakaan, tapi ketika mengalami kecelakaan apa mereka langsung merasakan ? Yang pingsan malah mungkin baru beberapa hari merasakan sakitnya. Begitu juga kecelakaan2x kecil lainya, misalnya ketika kecil kita jatuh kita tidak merasakan sakit, tapi setelah beberapa saat baru rasa perih atau sakit itu datang. Jadi mungkin kira2x seperti itulah binatang ketika disembelih. Jadi disini anda seharusnya membedakan menyembelih untuk membuat binatang langsung mati secepat2xnya dan seketika dengan penyiksaan yg tidak untuk membuat hewan itu langsung mati tapi menderita. Contoh lainya lagi adalah ketika kita ditodong pisau, kita akan takut. Tapi bagi beberapa orang, ketakutan itu menimbulkan perlawanan, ketika melawan dia terluka, apakah langsung terasa sakit lukanya ? Kejadian ini pernah dialami teman saya ketika mobilnya mau dirampok sa at di puncak. Dia takut, tapi mau tidak mau harus melawan dan dia tertusuk, tapi teman saya tidak merasakan sampai beberapa saat baru menyadarinya dan setelah prempoknya kabur. Saya meberikan contoh cumi2x karena anda sendiri mencari pembenaran dan membolehkan vegetarian karena tidak membunuh pohon tapi hanya mengambil sebagian2x. Padahal banyak tanaman2x yg tidak hanya sepotong2x diambil untuk dikonsumsi contohnya toge, kentang, singkong, bawang dll. Mereka langsung dicabut seakar2xnya untuk dikonsumsi. Bila melihat dari reaksi, tanaman juga merasakan sakit dengan mengeluarkan getah (bila binatang mungkin itu darah) karena fungsi getah hampir sama dengan darah. Jadi disini saya sekali lagi juga menegaskan, sulit mengukur rasa itu. Lalu mengenai pengertian dan fungsi manusia, anda boleh saja mengartikan 'GEMBALA' , 'PEMIMPIN' atau apapun asal mempunyai pengertian dan fungsi yg baik karena sebutan itu menjadi tidak berarti ketika fungsi atau praktiknya berkata lain. Pernyataan anda : "Well, dasar pemikiran saya bahwa bila semua manusia vegetarian maka tidak akan kehabisan makanan adalah piramida makanan sendiri. Secara alamiah, jenjang yang berada dibawah piramida selalu jauh lebih besar luasnya daripada jenjang diatasnya. Bumi telah menyediakan lebih daricukup buat manusia dan segala isinya". Jawab saya : Benar ada piramida makanan, dan piramida makan dibawah lebih besar dari bagian diatasnya tapi anda harus ingat, tidak bisa semua makanan di piramida dibawah bisa dikonsumsi oleh piramida diatasnya. Contoh, panda hanya suka rebung, kelinci tidak suka rumput dll. Contoh kongkrit, kita bisa lihat diafrika atau di daerah gersang lainnya. Seperti kita ketahui, rumput lebih tahan hidup didaerah tandus sekalipun, maka bisa dimengerti diafrika rumput tumbuh lebih banyak. Bisa dibayangkan, apa mun gkin manusia vegetarian disana ? Dengan memakan hewan, secara tidak langsung manusia bisa menikmati rumput disana. Begitu juga sebaliknya di daerah dingin seperti orang eskimo. Apa mungkin mereka vegetarian ? Disana tumbuh2xan sukar hidup, terlebih lagi di daerah dingin mereka memerlukan persediaan lemak yg hanya bisa diperoleh dari hewan. Maka benar juga guyonan bung Brewok, bila mau vegetarian maka bisa dengan makan hewan yg vegetarian...:) Sebelumnya saya mohon maaf dan tidak bermaksud ofensif, saya melihat vegetarian tidak applicable kecuali hanya didaerah2x yg subur dan cukup makanan serta di negara2x maju saja. Maka dari itu saya lebih tidak setuju lagi anda mengatakan "Penyembelih hewan adalah orang berhati iblis." Mungkin sampai sini juga ada perbedaan2x mendasar. Menurut kami, manusia (sebagai mahluk tertinggi) diciptakan dan diberikan juga segala barang kebutuhan2x hidupnya serta peraturan2xnya. Maka dari itu, hewan, tumbuh2xan, bahan tambang dll adalah salah satu barang kebutuhan hidup manusia sedangkan cara menyembelih, tidak menyiksa, mengekploitasi berlebihan dan menyia2xkan adalah salah satu peraturannya. Jadi walaupun manusia bisa makan tumbuh2xan dan hewan tapi tidak bisa seenak udelnya aja memperlakukan hewan, tumbuhan dll. Anda sendiri juga mengatakan : "Masalah utamanya adalah banyak orang didunia ini yang tidak memiliki tanah yang cukup untuk bertanam, ataupun penghasilan yang cukup untuk membeli makanan yang cukup." Malah kalau bisa ditambahkan, berapa banyak tanah kosong dijadikan tempat gedung2x bertingkat, dan berapa banyak lahan kosong jadi tempat pencemaran seperti di Lapindo. Belum terhitung kemarau, musim hama dll Ditambah lagi adanya kemungkinan ledakan penduduk. Belum lagi ledakan populasi hewan. Maka mengharapkan seluruh manusia hanya mengkonsumsi tumbuh2xan sungguh tidak mungkin menurut saya dari kasus2x diatas. Di pemahaman kami, perlakuan hewan dan tumbuhan adalah sama. Kami tidak mengatakan hewan tidak layak di konsumsi dan tumbuhan layak dikonsumsi, karena bila itu dilakukan artinya ada ketidak adilan terhadap mahluk2x dibumi ini. Ketika perang saja tumbuh2xan sebagai salah satu bagian yg tidak boleh dirusak, selain tempat ibadah, wanita, orang tua dan anak2x. Adapun bila ada binatang2x tertentu tidak boleh dikonsumsi adalah karena bawaan binatang itu yg memang tidak cocok untuk dikonsumsi manusia. Karena ada binatang2x tertentu yg tidak menyehatkan, begitu juga tidak semua tumbuh2xan bisa dikonsumsi karena tidak baik untuk kesehatan. Jadi dengan menganjurkan vegetarian sama saja bersikap tidak adil terhadap tumbuh2xan. Jadi kami intinya tetap menghargai vegetarian walaupun kami tidak menganjurkan, tapi kami juga tidak melarang. Bila anda mengatakan "gerakan vegetarinisme di dunia saat ini sangatlah pesat dan semakin hari semakin pesat, hal ini semakin membuktikan bahwa vegetarianisme itu semakin lama semakin diterima oleh komunitas manusia dan saya prediksi mau tidak mau pastilah akan menjadi trend hidup (lifestyle) di masa depan ", itu adalah hak anda dan saya berharap, yg terbaiklah yg menjadi trend dan kita buktikan nanti. Memang banyak orang2x terkenal yg vegetarian, tapi lebih banyak mana dengan yg non vegetarian ? Sejak kapan mereka vegetarian ? Apakah dari bayi ? Seperti kata anda, vegetarian itu trend atau memang kebutuhan ? Apakah ada olahragawan fisik (seperti tinju, angkat besi dll) yg vegetarian ? Jadi bila mau vegetarian, silahkan lakukan dengan alasan yg logis dan sesuai kebutuhan bukan berdasarkan prasangka semata. Yang terpenting, bila kita seorang non vegetarian (bukan vegetarian) tidak perlu me ngatakan vegetarian adalah kurang kerjaan, dan sebaliknya seorang vegetarian juga tidak perlu mengatakan non vegetarian adalah berhati iblis. Baik tidaknya manusia dan dunia bukan ditentukan dari vegetarian atau non vegatarian tapi lebih ditentukan dari niat, mental, tingkah laku dan tujuan. Peace, Johnny Lone <tomatofly1-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:
|
|
|||||||||||||||||||||||
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Fatwas on Vegetarianism: 00355, Yan Rezky |
|---|---|
| Next by Date: | Yth. Moderator (was Re: New poll for mayapadaprana): 00355, puthut yulianto |
| Previous by Thread: | Re: Fatwas on Vegetarianismi: 00355, Gani Kurnia |
| Next by Thread: | Re: Fatwas on Vegetarianism: 00355, Johnny Lone |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |