logo       

Re: Fatwas on Vegetarianism: msg#00352

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Re: Fatwas on Vegetarianism

wah, makasih bung Brewok. Tapi saya harus sedih atau
seneng ya di panggil Oom ? Seneng karena merasa
dihormati/dituakan, sedihnya karena jadi merasa
tua..he.he..he..

O iya, jangan salah artikan pengertian pemimpin. Bila
manusia dikelompokan sebagai hewan, maka manusia
termasuk hewan yg berderajat paling tinggi dan
faktanya manusia ada diurutan teratas ekosistem.

Kalau dibilang manusia cenderung merusak, saya sih
setuju2x aja karena kenyataannya itu, tapi dibilang
manusia itu perusak juga tidak karena banyak koq yg
tidak merusak.

Sedangkan pengaruh makanan terhadap perilaku manusia,
saya sih akur aja deh. :)


--- "si Brewok [0_-]" <red_conjurer-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx>
wrote:

> --- In mayapadaprana-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, utrie ginting
> <u3gg@xxxx>
> wrote:
> >
> > Apakah cuma manusia yang memiliki kemampuan untuk
> menjaga alam?
> Apakah sebelum adanya manusia, alam tidak terjaga?
> Bukankah malah
> sebaliknya, begitu tercipta manusia, malahan banyak
> bagian dari alam
> yang musnah?
>
> ++ OoT: Ada guyonan dari kawan saya, begini katanya:
> Manusia itu
> percis kaya virus, entah itu virus biologis atau
> virus digital.
> Modus operandinya sama : Kuasai - Duplikasi -
> Hancurkan. Begitulah
> yang terjadi di Mother Gaia (Earth) ini. Kita
> species manusia lebih
> banyak bertingkah laku sebagai virus yang mencemari
> Mother Gaia
> daripada sebagai khalifah/ pemimpin spt yang
> dikatakan Oom Dableg.
>
>
> >
> > Saya sendiri bukan seorang vegetarian. Tapi saya
> dapat mengerti
> akan pandangan paham vegetarian yang mengatakan
> mengenai bentuk
> tubuh manusia yang tidak cocok untuk makan daging.
> Kita memang
> memiliki taring dan geraham, namun tidak cukup untuk
> mengoyak daging
> mentah. Bedakan dengan singa atau buaya. Begitu pula
> usus kita
> terlalu panjang sehingga proses pencernaan
> berlangsung lama. Hal ini
> menyebabkan terjadinya pembusukan makanan (daging)
> di dalam tubuh.
> Lihatlah apa yang terjadi pada sapi yang diberi
> makan dedak dengan
> campuran daging (jeroan), terjadi kasus2 berbagai
> penyakit padanya,
> seperti mad cow. Karena memang saluran pencernaannya
> tidak didesain
> untuk mecernakan daging. Hal itu pula yang terjadi
> pada kita... ;-(
>
> ++ OoT: Oom Gerald, kalu engga salah saya pernah
> baca sekilas
> mengenai Ayurveda. Kitab Ayurveda mengelompokkan
> manusia berdasarkan
> apa yang ia makan. Jika ia lebih banyak mengambil
> prana dari tumbuh2-
> an yang diolah maka orang tsb bersifat Sattvic.
> [Orang spt ini lebih
> mudah mengendalikan pikirannya, emosi dan tindak
> tanduknya pun
> santun dan terjaga]. Kalu ia lebih banyak memakan
> makanan pedas-
> pedas atau yang disajikan terlalu panas (dari
> hewan/tumbuhan) maka
> ia bersifat Rajasic. [Rajasic cenderung emosional).
> Yang terakhir
> adalah Tamasic, yang cenderung memakan daging hewan
> secara mentah-
> mentah [Kasus Sumanto]. Perilaku orang-orang Tamasic
> juga percis
> kaya hewan yang ia makan. Kayanya sih pola makan
> manusia modern
> lebih cenderung ke rajasic.
>
>
> >
> > Campur tangan yang sedikit dalam pandangan saya
> adalah dengan
> hidup selaras dengan alam. Just that simple, namun
> saya tahu easier
> to said than done...
>
> ++ Akur.
>
>
>
>
>
>
>


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise