|
Re: Fatwas on Vegetarianism: msg#00340culture.religion.healer.mayapada
Walaupun saya bukan vegetarian (pro vegetarian)tapi saya juga tidak antivegetarian. Saya akan coba menjawab pernyataan Johnny Lone sesuai apa yg saya ketahui. Anda coba mencari pembenaran melalui anak kecil sah-sah saja, tapi anda harus ingat anak kecil itu seperti kertas putih. Saya sering melihat anak kecil (dibawah 5 tahun) dibawa orang tuanya ke acara pemotongan hewan, tapi mereka ekspresinya biasa2x saja. Bila saya melihat ada yg berekspresi takut itu karena pengaruh orang tuanya. Jadi ekspresi yg ditampilkan anak kecil adalah karena dari pengaruh orang tua, teman atau lingkungan. Sama halnya ketika anak ditakut2xi dengan hantu, padahal mereka belum pernah melihat tapi karena ditakut2xi maka ketika besar mereka jadi percaya hantu. Saya malah sering melihat anak kecil (balita) yg sering memukul, menendang, menjewer kuping kucing dll. Artinya apa ? Anak kecil pada dasarnya tidak tahu mana yg baik dan yg buruk. Dari segi psikologi, saya bisa memaklumi kenapa orang cenderung takut melihat penyembelihan, karena manusia tidak terbiasa melihat darah. Sama halnya dengan pengalaman pribadi saya dahulu ketika masih kecil pernah melihat seorang pengemis tanpa cuping hidung (bolong seperti tengkorak), padahal sehari2x saya selalu melihat orang dengan hidung normal. Yang perlu ditanamkan adalah menyembelih hewan bukan suatu tindakan jahat atau tindakan orang berhati iblis seperti tuduhan anda. Anda boleh mengatakan tindakan jahat bila MENYIKSA BINATANG. Jadi tolong dibedakan antara membunuh hewan dengan cara 'menyiksa' dan dengan cara 'menyembelih'. Pernyataan anda "Tumbuhan tidak merasakan penderitaan ataupun menjerit ketakutan dan kesakitan ketika hendak dikonsumsi. Lagipula mengkonsumsi tumbuhan biasanya hanya sebagian dari tumbuhan itu, seperti buah, biji, atau daun2an", ini berdasarkan apa ? Apakah ikan, cumi, kerang, kepiting yg tidak menjerit maka dikatakan tidak sakit ? Anda tidak bisa menyamakan keduanya karena pada dasarnya berbeda. Apakah bila mengkonsumsi hewan hanya sebagian dari hewan itu dibolehkan (misalnya cumi hanya diambil tentakelnya saja karna bisa tumbuh dll) ? Anda sendiri mengakui bahwa tumbuhan punya kesadaran rendah. Apakah hewan juga tidak demikian ? Bila saya coba mengingatkan anda ketika masih bayi berusia 1-2 tahun, apakah anda bisa merasakan sakit ? Masih ingatkah rasa sakit itu ? Yang lebih tidak tepat lagi anda mengatakan karena "Jika hewan memang buat makanan manusia, seekor ayam tidak akan lari kalang kabut bagai dikejar setan waktu mau disembelih, melainkan si ayam dengan gembira harusnya menyodorkan kepalanya". Jelas pernyataan ini bisa dibantah, karena pada dasarnya mereka (ayam dll) bukan binatang jinak. Anda sudah pernah ke peternakan ayam ? Disana ayam dengan mudah bisa ditangkap, karena mereka terbiasa dengan manusia terlebih lagi bila mau diberi makan, jadi ayam akan mendekat ketika ada manusia. Jadi tolong anda juga jangan menyamakan tumbuhan dengan hewan. Apakah anda yakin bila tumbuhan punya kaki dan bisa lari tidak akan lari ?...:D Dan anda apakah yakin bila binatang tanpa kaki, seperti ikan, kerang didarat akan lari bila mau konsumsi ? Pemimpin disini anda tidak bisa samakan dengan pengertian pemimpin dalam pemerintahan politik secara 100%. Pemimpin mempunyai pengertian yg banyak. Pemimpin mempunyai pengertian yg membawa kebaikan dan keburukan secara lebih luas. Sampai sini rasanya pengertian anda sudah berbeda. Dipengertian kami, manusia diberi fasilitas hidup di bumi yaitu dengan disediakan kekayaan alam (seperti minyak, emas dll), hewan, tumbuhan dan lain2x. Karena manusia yg menentukan kebaikan dan keburukan di bumi maka bisa dikatakan manusialah sebagai pemimpin. Sedangkan pengertian anda pemimpin adalah pelayan tertinggi terpengaruh pengertian dalam politik pemerintahan. Pemimpin adalah pelayan tertinggi di dalam pengertian politik pemerintahan adalah karena pemimpin (presiden) diangkat dan dipilih oleh rakyat. Jadi pemimpin tertinggi sebenarnya adalah rakyat. Bila anda konsekuen dan konsisten dengan pernyataan anda "Seseorang tidak pantas mengatakan dirinya bercinta kasih bila dia masih hidup dari penderitaan makhluk lain (yang sebetulnya tidak perlu sama sekali)", hewan dan tumbuhan adalah mahluk ciptaan Tuhan, sanggupkah anda hidup tanpa mengkonsumsi mereka (hewan dan tumbuhan)? Sanggupkah manusia tidak mengkonsumsi sesuatu dari hewan dari lahir sampai mati ? Saya setuju dengan Mahatma Gandi, ""Kebenaran suatu bangsa dan kemajuan moralnya dapat dinilai dari cara-cara bagaimana perlakuan terhadap hewan-hewan.", tapi masih ada kelanjutannya dari pernyataan itu. Malah kami di Islam juga diajarkan selain memperlakukan hewan dengan baik juga harus memperlakukan Tumbuh2xan dengan baik. Bagaimana memperlakukan dengan baik ? Dengan tidak merusak, menyiksa dan menyia2xkan. Wah, anda musti meengkaji ulang lagi bila mengatakan bila semua manusia vegetarian maka tidak akan kehabisan makanan. Anda coba pikir2x berapa jumlah manusia dibumi ? Berapa jumlah tanaman yg bisa dikonsumsi ? Belum terhitung bila ada kemarau dan wabah hama lainnya. Juga lamanya kesiapan untuk dikonsumsi tanaman rata2x lebih lama dari hewan. Anda mengatakan "Dibutuhkan 16 kg padi-padian untuk memproduksi 1 kg daging sapi. Ketika anda memakan 1 porsi daging sapi, berarti anda menghabiskan makanan 16 orang." Data ini berdasarkan apa ? Saya jawab : Anda jangan lupa, sapi tidak hanya makan padi2xan tapi bisa makan rumput, tanaman sisa (batang kangkung, kulit jagung dll) juga bisa. Anda juga jangan lupa, tenaga seekor sapi bisa untuk menggantikan berapa tenaga orang untuk membajak dan menggiling padi. Anda juga harus pertimbangkan berapa kilogram pupuk yg bisa dihasilkan dari kotoran sapi. Berapa ratus liter susu yg bisa dihasilkan dari sapi untuk minum beberapa orang bayi. Anda mengatakan "Selain masalah penghamburan sumber daya, peternakan daging juga memboroskan air2 bersih", sekali lagi, data ini dari mana ? Saya jawab : Memelihara hewan tidak perlu air bersih (air PAM, Aqua galon dll), tapi cukup air kali yg tidak tercemar sudah cukup. Anda juga jangan hanya membandingkan penggunaan air untuk ternak hewan dengan bertanam buah tomat saja, tapi coba anda hitung berapa liter air dibutuhkan untuk 1 petak lahan untuk menanam padi hingga panen. Untuk hal ini anda bisa coba survey ke lapangan langsung seperti ke bogor di tapos atau peternakan lain dan ke sawah2x. Anda mengatakan "Makan daging juga membantu kehancuran bumi lewat pemanasan global:.." Saya jawab: Belum pernah ada laporan pemanasan global diakibatkan karena kotoran hewan dan pemanasan global bukan disebabkan gas Metana (CH4) tapi lebih banyak disebabkan CO2 (Karbon dioksida), selain itu ada juga Dinitrodioksida (N2O). Memang yg termasuk gas pemanasan global adalah karbondioksida (CO2), metana(CH4), dinitrodioksida(N2O), hidrofluorokarbon (HFC), perfluorokarbon (PFC), sampai sulfurheksafluorida (SF6) Sumber-sumber emisi karbondioksida secara global dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara): - 36% dari industri energi (pembangkit listrik/kilang minyak, dll) - 27% dari sektor transportasi - 21% dari sektor industri - 15% dari sektor rumah tangga & jasa - 1% dari sektor lain -lain. Dari data diatas saja jelas terlihat tidak ada penyebab pemanasan global yg diakibatkan karena peternakan hewan secara signifikan. Ada hal lain yg juga harus anda ingat, justru dari kotoran hewan yg mengandung metana (CH4) bisa dihasilkan biogas (setara LPG) yg mana pembakarannya bersih tidak seperti bahan bakar fosil (minyak bumi & batu bara) yg menghasilkan CO2. Kalau memang benar data anda "Sebuah angka artifisial yang diciptakan industri daging. Mereka mengeluarkan 70-80 juta ton metana setiap tahun yang berarti 30% dari total metana yang dibuang ke atmosfer", berarti bisa dimanfaatkan sebagai bio gas dan mengurangi penggunaan bahan bakan fosil seperti minyak tanah yg menghasilkan CO2 sehingga bisa mengurangi pemanasan global. Justru dari data2x ini membuktikan bahwa kotoran hewan justru mengurangi pemanasan global. Anda juga harus ingat, ada sesuatu yg dibutuhkan oleh kita yg tidak terdapat di tumbuh2xan seperti Omega3, LNA (asam alfa-linolenat), EPA (eikosapentaenoat), serta DHA (dokosaheksaenoat) yg penting untuk pertumbuhan otak dimasa bayi yg juga dilaporkan berperan pula dalam mencegah penyakit degeneratif sejak janin dan pada saat dewasa. Jadi kesimpulannya, tidak benar dengan mengkonsumsi hewan akan merusak lingkungan dan tidak baik untuk badan. Semuanya kembali ke manusianya, asal dikelola dengan baik dan seimbang mau vegetarian silahkan, mau konsumsi hewan sok mangga. Yang lebih baik lagi adalah konsumsi tumbuh2xan dan hewan secara proporsional sesuai dengan kebutuhan. Peace. --- Johnny Lone <tomatofly1-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote: > Salam, > Izinkan saya yang masih bodoh ini menyampaikan > sedikit dari apa yang saya > tahu, > Karena saya memilih untuk menjadi vegetarian, > tentunya saya pro-vegetarian > Berikut beberapa hal yang patut dipertimbangkan: > > Tanyakanlah hati nurani anda sendiri...Mari kita > mulai dengan > memperhatikan anak kecil yang masih lugu polos, > pernakah anda melihat anak > kecil yang tersenyum ketika melihat hewan > disembelih? Malahan kemungkinan > besar mereka bakal menolak mentah2 untuk makan > daging. Diri kita sendiri, > jika kitalah yang harus menumpahkan darah pembunuhan > (baca: menjagal) hewan > sembelihan itu, ketika hendak membunuh apakah yang > kita rasakan? 100% saya > jamin mau anda tutup2i atau tidak hati nurani anda > menjerit, kecuali jika > anda benar2 sudah berhati iblis > > Saya juga percaya baik hewan dan tumbuhan memiliki > kesadaran, namun > kesadaran tumbuhan primitif dan tingkat rendah. > Tumbuhan tidak merasakan > penderitaan ataupun menjerit ketakutan dan kesakitan > ketika hendak > dikonsumsi. Lagipula mengkonsumsi tumbuhan biasanya > hanya sebagian dari > tumbuhan itu, seperti buah, biji, atau daun2an. > Jika hewan memang buat makanan manusia, seekor ayam > tidak akan lari kalang > kabut bagai dikejar setan waktu mau disembelih, > melainkan si ayam dengan > gembira harusnya menyodorkan kepalanya dan berkata, > "inilah kepalaku untuk > dijagal, silahkan makan saya!", dan harusnya tidak > ada airmata dan ketakutan > dari mata2 hewan yang disembelih, dan hendaknya > mereka tidak mengalirkan > adrenalin dan zat2 beracun lainnya ketika hendak > disembelih. > Berbeda dengan tumbuhan yang memang kodratnya untuk > konsumsi manusia. Buah > Apel semakin masak akan semakin berat, hingga > cabangnya semakin mudah buat > dijangkau manusia, kentang tidak lari kalang kabut > dan tetap ditanah yang > sama ketika hendak dikonsumsi, dan tidak ada > tumbuhan yang menangis ataupun > menderita ketika hendak dikonsumsi > > Lalu benar sekali bahwa kita sebagai pemimpin para > makhluk, namun apa arti > pemimpin yang baik? Pemimpin itu hakekatnya > melindungi yang lebih lemah, > melindungi anggota2 yang dipimpinnya, bukan > menindasnya atau menguasainya! > Itulah peran manusia sebagai pemimpin para makhluk > bumi. Pemimpin itu adalah > pelayan yang paling tinggi, bukan penguasa atau > diktator! > Lihatlah sejarah yang tidak jauh berbeda, di zaman > dahulu kaum manusia yang > lebih kuat menindas yang kaum manusia yang lebih > lemah, kediktatoran, namun > semakin manusia sadar dan berkembang menjadi > peradaban yang lebih beradab, > perbudakan dan penjajahan dihapuskan. Hal yang sama > juga sedang berlaku > antara kaum manusia yang kuat dengan kaum hewan yang > lemah dan ditindas. > Seseorang tidak pantas mengatakan dirinya bercinta > kasih bila dia masih > hidup dari penderitaan makhluk lain (yang sebetulnya > tidak perlu sama > sekali). > "Kebenaran suatu bangsa dan kemajuan moralnya dapat > dinilai dari cara-cara > bagaimana perlakuan terhadap hewan-hewan." > Mahatma Ghandi > > Dari segi ekosistem, saya ingin memperbaiki > pandangan yang keliru yang > mengatakan bahwa bila seluruh manusia dimuka bumi > bervegetarian, maka kita > akan kehabisan makanan. > Hal itu sangatlah tidak logis bila ditinjau dari > sains ekosistem. Malahan > sebaliknya. > Sebelumnya, satu hal fundamental yang perlu kita > ketahui bahwa: > Dibutuhkan 16 kg padi-padian untuk memproduksi 1 kg > daging sapi. Ketika anda > memakan 1 porsi daging sapi, berarti anda > menghabiskan makanan 16 orang. > Jelas2 mengkonsumsi daging adalah pemborosan sumber > daya yang luar biasa. > Lebih logis dan rasional jika kita lansung > mengkonsumsi padi2an tersebut > daripada diberikan kepada sapi2 yang mengembalikan > 16kg padi2an tersebut > dengan 1 kg daging saja. > Berdasarkan hal diatas tentunya kita sepakat bahwa > bencana kelaparan dashyat > akan menimpa manusia jika manusia berganti pola > makan ke daging2an. Malahan > hal itulah yang sekarang sedang terjadi: > 75% dari total import jagung, barley, dan sorghum > oleh negara dunia ketiga > dijadikan sebagai pakan ternak untuk membuat > hamburger, bukan diberi makan > kepada orang yang kelaparan. "Jumlah padi-padian dan > kacang kedelai yag > dijadikan pakan ternak di Amerika Serikat dapat > memberi makan 1,3 Miliar > manusia > > Selain masalah penghamburan sumber daya, peternakan > daging juga memboroskan > air2 bersih: > 70% dari semua air yang dikonsumsi di dunia adalah > untuk ternak. Dibutuhkan > 3500 galon air untuk memproduksi 1 pon daging, 60 > galon air untuk > memproduksi 1 pon gandum dan 24 galon air untuk > memroduksi 1 pon tomat. > Air dibutuhkan di peternakan untuk mengairi lahan > untuk memproduksi makan > ternak, untuk minum ternak dan membersihkan kotoran > ternak yang luar bisa > banyak. Air yang tercemar itu memasuki aliran air > kita dan seringkali > mengalir hingga ke laut. Rumah jagal tentu saja > membutuhkan ribuan galon > setiap hari untuk memebersihkan darah yang > berceceran. > Jika air sudah mulai langkah, maka tidak tertutup > kemungkinan pecah perang > besar antar negara untuk mengamankan sumber air > mereka, terutama antara > negara yang dilewati jalur sungai besar. > > Makan daging juga membantu kehancuran bumi lewat > pemanasan global: > Emisi gas metana dari kotoran hewan ternak > memberikan kontribusi secara > besar- besaran terhadap efek rumah kaca dan > pemanasan global. Banyak orang > tidak menyadari bahwa metana lebih berbahaya karena > setara dengan 20 hingga > 25 kali CO2. Metana berasal dari penguraian > oraganik. Rayap dan sapi > mempunyai mikroorganisme di dalam pencernaan mereka > yang mencerna selulosa > dan menghasilkan metana. Rayap berkembang biak > dengan subur dalam hutan yang > telah ditebangi, sedangkan sapi, domba, kambing dan > babi mengeluarkan gas > metana yang diterbangkan angin ke atmosfer. Pada > tahun 1992 terdapat 1,4 > milyar sapi di planet ini. Sebuah angka artifisial > yang diciptakan industri > daging. Mereka mengeluarkan 70-80 juta ton metana > setiap tahun- yang berarti > 30% dari total metana yang dibuang ke atmosfer. > > Jadi masalah bervegetarian itu bukan lagi masalah > sepele ataupun pilihan > pribadi, tapi merupakan langkah penyelamatan > lingkungan bumi! > > Sekian dulu > Harap tanggapannya, saudara2 saudari > > Salam kasih selalu > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Quotes : " Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through the practice of meditative way of life." - Anand Krishna - |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Jagoan Bo´ong!: 00340, mangucup88 |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Fatwas on Vegetarianism: 00340, utrie ginting |
| Previous by Thread: | Re: Fatwas on Vegetarianismi: 00340, Johnny Lone |
| Next by Thread: | Re: Fatwas on Vegetarianism: 00340, utrie ginting |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |