logo       

Jagoan Bo´ong!: msg#00339

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Jagoan Bo´ong!

Tiap orang tanpa perkecualian sering berdusta. Setiap hari, setiap
jam. Dalam keadaan bangun, bahkan dalam keadaan tidur (mimpi)
sekalipun juga. Hal inilah yang diutarakan oleh Mark Twain di th
1882. Dan ternyata bukan hanya manusia saja yang memiliki hobby
ngabohong, melainkan hewan pun demikian. Berdasarkan hasil
penelitian dari Universitas St Andrew di Schotland, terbuktikan
bahwa semakin besar otak yang dimiliki oleh seekor binatang, semakin
pinter dan semakin banyak pula ia berdusta. Penelitian ini mereka
lakukan melalui berbagai macam jenis monyet. Walaupun demikian
rajanya dari segala mahkluk yang paling pinter dan paling banyak
ngabohong adalah manusia. Kenapa? - karena manusia memiliki IQ yang
jauh lebih tinggi daripada binatang manapun juga. (Sumber: Majalah
Elsevier Edisi No. 23)

Hukum yang berlaku bagi manusia ialah semakin tinggi IQ yang
dimiliki oleh seseorang semakin pinter pula ia berdusta. Hal itulah
yang diungkapkan oleh Winston Churchill: Bukannya orang jujur itu
bodoh, melainkan karena ia itu terlalu bodoh untuk bisa berdusta.
Santo Agustinus pernah mengutarakan dalam tulisannya yang
berjudul "Credo, ut intelligam" (Percaya, aku mengerti) "Orang yang
tidak pernah berdusta adalah seorang pembual! ? Orang baru bisa
mengatakan yang benar, apabila ia bisa bohong.

Dusta dilakukan mulai dari anak kecil, gembel s/d presiden maupun
raja. Raja Salomo berdusta dengan cara menipu seakan-akan mau
menyembelih bayi. Nixon berdusta dalam kasus Watergate, Clinton
dalam kasus perselingkuhan, Bush berdusta dalam kasus Irak. Konon
SBY juga berdusta dalam pidato kenegaraan 16 Agustus lalu, dimana ia
menyatakan, bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia sekarang ini sudah
menurun. Dimana seharusnya ia mengatakan, bahwa tingkat kekayaan
anggota DPR maupun para pejabatnya semakin meningkat jauh berkali
lipat ganda, karena inilah kenyataan yang benar. Maka dari itu juga
sudah tiba saatnya untuk dibuatkan Inpres untuk melindungi para
koruptor. Dgn prinsip sesama supir bis kota kita harus saling
melindungi. Dan ini bukannya berita bohong lho, kagak percaya baca
sendiri tuh di:
www.kompas.co.id/kompas-cetak/0608/23/opini/2890953.htm

Tidak bisa dipungkiri pusatnya para pembohong di Indonesia berkumpul
jadi satu di gedung DPR baca Dewan Pembohong Rakyat. Kenapa
demikian? Agar mereka bisa dipilih jadi anggota DPR; jelas mereka
harus melakukan fit & proper test terlebih dahulu. Mereka harus
membohongi para pendukungnya terlebih dahulu dengan sesumbar 1001
macam janji-janji bohong berupa angin sorga yang muluk-muluk, agar
bisa terpilih, tetapi setelah dipilih boro-boro mau menepati
janjinya: "Kenal juga Gw kagak ama Lho!" Hanya dalam satu hal mereka
tidak bohong ialah pada waktu pemilihan umum yang berikutnya pasti
mereka akan jual kecap bohong lagi!

Begitu juga banyak cewek yang so ngakunya sih masih perawan ting-
ting ato masih gres tulen, padahal udah turun mesin berkali-kali
tuh (baca melahirkan).

Hampir setiap anak di dunia ini pernah dibohongi oleh orang tuanya.
Lihat saja cerita bahwa bayi itu datang, karena kiriman dari sang
bangau dll-nya lagi. Juga sudah merupakan satu persyaratan mutlak
untuk bisa berhasil dan sukses Anda harus bisa berdusta, tanpa
adanya dusta jangan harap Anda akan bisa berhasil.

Disamping itu terbuktikan bahwa orang yang pinter bohong pada
umumnya jauh lebih disenangi dan disegani daripada orang jujur.
Dalam bahasa kerennya ialah orang yang memiliki bakat diplomatis,
jadi kalho ngomong kagak langsung to-the-point githu. Misalnya
walaupun wajah Lho jelek dan ireng seperti Pantat Kuali gosong,
mereka tidak akan pernah mengatakan demikian melainkan jadi "si item
manis". Oh yes, I´m the great Pretender!

Budaya Indonesia adalah budaya basa-basi atau budaya bohong. Agar
tidak menyinggung perasaan seseorang mereka lebih senang berdusta.
Maka dari itulah hampir disetiap perkumpulan entah itu pesta
kawinan, arisan maupun dirumah ibadah selalu diawali dengan jual
kecap bohong dahulu. "Waduh udah ngurusin yah!" walaupun kita
sebenarnya tahu, bahwa ia itu tidak berobah alias gembrotnya tetap
saja mirip kingkong glondongan. Pada waktu disuru ngicipin makanan
walaupun rasanya ingin owee?ek mo muntah sekalipun, kita bilang
tetap enak, agar tidak menyinggung perasaan orang tsb.

Anda tidak perlu khawatir sebab bohong basa basi itu lebih dikenal
sebagai "bohong putih" dan menurut filsuf Immanuel Kant maupun
menurut Santo Thomas Aquinas ini dihalalkan dan tidak bisa dibilang
sebagai dosa ireng melainkan masih termasuk dosa gurem begitu.

Harus diakui pula, bahwa kita sebagai Boss sering memerintahkan
bawahan kita untuk berbohong entah kepada pembantu maupun kepada
sekretaris kita. "Kalho ada yang nyari ato nanyain Gw bilang azah Gw
lagi pergi!"

Pembohong pertama di dunia ini ialah Iblis maka dari itu ia diberi
julukan sebagai Bapaknya dari segala Dusta, karena ialah yang
pertama kali membohongi Hawa. Tokoh pembohong yang paling beken
adalah Baron von Muenchhausen (1720-1797) dari Jerman. Salah satu
cucu buyutnya Emma von Hohenbuessow telah mendirikan Museum Bohong
(Luegenmuseum) dikota Gantikow ? Jerman.

Ketika lagi kecil kita sering dibohongi: "Apabila lho Bo´ong maka
idung Lho bakal jadi panjang seperti Pinokio!" Berdusta termasuk
salah satu larangang dari dasa titah. Oleh sebab itulah tidak ada
manusia di kolong langit ini yang tidak pernah bohong, tanpa
perkecualian, oleh sebab itulah marilah kita nyanyi barengan
lagu "Till we meet again" di Neraka dimana Lho bakal dicincang jadi
Bakso ato perkedel bakar githu!

Mang Ucup ? the drunken Priest
Email: mang.ucup-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx
Homepage: www.mangucup.net






Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise