logo       

Re: Fatwas on Vegetarianism: msg#00333

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Re: Fatwas on Vegetarianism

Salam,
Izinkan saya yang masih bodoh ini menyampaikan sedikit dari apa yang saya tahu,
Karena saya memilih untuk menjadi vegetarian, tentunya saya pro-vegetarian
Berikut beberapa hal yang patut dipertimbangkan:
 
Tanyakanlah hati nurani anda sendiri...Mari kita mulai dengan memperhatikan anak kecil yang masih lugu polos, pernakah anda melihat anak kecil yang tersenyum ketika melihat hewan disembelih? Malahan kemungkinan besar mereka bakal menolak mentah2 untuk makan daging. Diri kita sendiri, jika kitalah yang harus menumpahkan darah pembunuhan (baca: menjagal) hewan sembelihan itu, ketika hendak membunuh apakah yang kita rasakan? 100% saya jamin mau anda tutup2i atau tidak hati nurani anda menjerit, kecuali jika anda benar2 sudah berhati iblis
 
Saya juga percaya baik hewan dan tumbuhan memiliki kesadaran, namun kesadaran tumbuhan primitif dan tingkat rendah. Tumbuhan tidak merasakan penderitaan ataupun menjerit ketakutan dan kesakitan ketika hendak dikonsumsi. Lagipula mengkonsumsi tumbuhan biasanya hanya sebagian dari tumbuhan itu, seperti buah, biji, atau daun2an.
Jika hewan memang buat makanan manusia, seekor ayam tidak akan lari kalang kabut bagai dikejar setan waktu mau disembelih, melainkan si ayam dengan gembira harusnya menyodorkan kepalanya dan berkata, "inilah kepalaku untuk dijagal, silahkan makan saya!", dan harusnya tidak ada airmata dan ketakutan dari mata2 hewan yang disembelih, dan hendaknya mereka tidak mengalirkan adrenalin dan zat2 beracun lainnya ketika hendak disembelih.
Berbeda dengan tumbuhan yang memang kodratnya untuk konsumsi manusia. Buah Apel semakin masak akan semakin berat, hingga cabangnya semakin mudah buat dijangkau manusia, kentang tidak lari kalang kabut dan tetap ditanah yang sama ketika hendak dikonsumsi, dan tidak ada tumbuhan yang menangis ataupun menderita ketika hendak dikonsumsi
 
Lalu benar sekali bahwa kita sebagai pemimpin para makhluk, namun apa arti pemimpin yang baik? Pemimpin itu hakekatnya melindungi yang lebih lemah, melindungi anggota2 yang dipimpinnya, bukan menindasnya atau menguasainya! Itulah peran manusia sebagai pemimpin para makhluk bumi. Pemimpin itu adalah pelayan yang paling tinggi, bukan penguasa atau diktator!
Lihatlah sejarah yang tidak jauh berbeda, di zaman dahulu kaum manusia yang lebih kuat menindas yang kaum manusia yang lebih lemah, kediktatoran, namun semakin manusia sadar dan berkembang menjadi peradaban yang lebih beradab, perbudakan dan penjajahan dihapuskan. Hal yang sama juga sedang berlaku antara kaum manusia yang kuat dengan kaum hewan yang lemah dan ditindas. Seseorang tidak pantas mengatakan dirinya bercinta kasih bila dia masih hidup dari penderitaan makhluk lain (yang sebetulnya tidak perlu sama sekali).
"Kebenaran suatu bangsa dan kemajuan moralnya dapat dinilai dari cara-cara bagaimana perlakuan terhadap hewan-hewan."
Mahatma Ghandi
 
Dari segi ekosistem, saya ingin memperbaiki pandangan yang keliru yang mengatakan bahwa bila seluruh manusia dimuka bumi bervegetarian, maka kita akan kehabisan makanan.
Hal itu sangatlah tidak logis bila ditinjau dari sains ekosistem. Malahan sebaliknya.
Sebelumnya, satu hal fundamental yang perlu kita ketahui bahwa:
Dibutuhkan 16 kg padi-padian untuk memproduksi 1 kg daging sapi. Ketika anda memakan 1 porsi daging sapi, berarti anda menghabiskan makanan 16 orang.
Jelas2 mengkonsumsi daging adalah pemborosan sumber daya yang luar biasa. Lebih logis dan rasional jika kita lansung mengkonsumsi padi2an tersebut daripada diberikan kepada sapi2 yang mengembalikan 16kg padi2an tersebut dengan 1 kg daging saja.
Berdasarkan hal diatas tentunya kita sepakat bahwa bencana kelaparan dashyat akan menimpa manusia jika manusia berganti pola makan ke daging2an. Malahan hal itulah yang sekarang sedang terjadi:
75% dari total import jagung, barley, dan sorghum oleh negara dunia ketiga dijadikan sebagai pakan ternak untuk membuat hamburger, bukan diberi makan kepada orang yang kelaparan. "Jumlah padi-padian dan kacang kedelai yag dijadikan pakan ternak di Amerika Serikat dapat memberi makan 1,3 Miliar manusia
 
Selain masalah penghamburan sumber daya, peternakan daging juga memboroskan air2 bersih:
70% dari semua air yang dikonsumsi di dunia adalah untuk ternak. Dibutuhkan 3500 galon air untuk memproduksi 1 pon daging, 60 galon air untuk memproduksi 1 pon gandum dan 24 galon air untuk memroduksi 1 pon tomat.
Air dibutuhkan di peternakan untuk mengairi lahan untuk memproduksi makan ternak, untuk minum ternak dan membersihkan kotoran ternak yang luar bisa banyak. Air yang tercemar itu memasuki aliran air kita dan seringkali mengalir hingga ke laut. Rumah jagal tentu saja membutuhkan ribuan galon setiap hari untuk memebersihkan darah yang berceceran.
Jika air sudah mulai langkah, maka tidak tertutup kemungkinan pecah perang besar antar negara untuk mengamankan sumber air mereka, terutama antara negara yang dilewati jalur sungai besar.
 
Makan daging juga membantu kehancuran bumi lewat pemanasan global:
Emisi gas metana dari kotoran hewan ternak memberikan kontribusi secara besar- besaran terhadap efek rumah kaca dan pemanasan global. Banyak orang tidak menyadari bahwa metana lebih berbahaya karena setara dengan 20 hingga 25 kali CO2. Metana berasal dari penguraian oraganik. Rayap dan sapi mempunyai mikroorganisme di dalam pencernaan mereka yang mencerna selulosa dan menghasilkan metana. Rayap berkembang biak dengan subur dalam hutan yang telah ditebangi, sedangkan sapi, domba, kambing dan babi mengeluarkan gas metana yang diterbangkan angin ke atmosfer. Pada tahun 1992 terdapat 1,4 milyar sapi di planet ini. Sebuah angka artifisial yang diciptakan industri daging. Mereka mengeluarkan 70-80 juta ton metana setiap tahun- yang berarti 30% dari total metana yang dibuang ke atmosfer.
 
Jadi masalah bervegetarian itu bukan lagi masalah sepele ataupun pilihan pribadi, tapi merupakan langkah penyelamatan lingkungan bumi!
 
Sekian dulu
Harap tanggapannya, saudara2 saudari
 
Salam kasih selalu
__._,_.___

Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -






Yahoo! Groups Links

__,_._,___
<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise