|
|
Re: Fatwas on Vegetarianism: msg#00331
culture.religion.healer.mayapada
|
Subject: |
Re: Fatwas on Vegetarianism |
Seru juga diskusi kita soal yang satu ini.... Justru menurut saya disanalah terjadi kesalahan kita, Mas Bagus. Dengan bekal mengucapkan basmallah, kita seolah-olah diperbolehkan melakukan segalanya. Apakah benar demikian? Hal ini yang melandasi terjadinya perang dan terrorisme... Mereka yang berperang karena agama (saya tekankan, bukan hanya agama Islam saja lho?!) merasa melakukannya karena perintah Allah/Tuhan... Terjadi saling membunuh hanya karena "pembenaran" sepihak itu. Coba, andaikata posisi kita berada pada hewan2 yang harus dikorbankan itu, apakah kita akan ikhlas menerimanya? Hanya demi kehidupan manusia yang lebih baik? Apakah dengan makan daging, kehidupan kita menjadi lebih baik? I don't think so.... Bagi para praktisi reiki atau tenaga dalam, coba diperiksa aura disekitar rumah potong hewan, apakah memberikan aura yang baik? Rasa
nya sih tidak ya? Demikian pendapat saya... Maaf jadi bikin penuh milis ini
dengan pendapat2 saya yang agak berlawanan dengan teman2 di sini... ;-) Salam, Gerry bagus taruno legowo <btlegowo-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote: wah, diskusi tentang vegetarianisme ini rupanya makin menarik juga sampai menyentil hal-hal lain diluar vegetarianism, seperti alam semesta, pemimpin, dan seterusnya. menurut saya, vegetarian atau tidak, tidak perlu diperdebatkan. itu adalah pilihan hidup dan bukan satu-satunya pilihan. karena setahu saya ada pedoman dari Tuhan bahwa apapun yang tidak dilarang itu boleh. bahwa problem makanan bagi umat manusia itu sangatlah kompleks. persoalannya terpusat pada ketersediaan pangan dan distribusinya. ada banyak tersedia makanan (bahkan di
hambur-hamburkan dalam pesta-pesta) di suatu negara, tapi di belahan bumi lain masih
banyak yang kelaparan bahkan mati karena tidak dapat makan. kalau melihat ini, jelas sekali terlihat, pilihan vegetarian atau non-vegetarian tidak-lah penting! bisa jadi pilihan vegetarian merupakan pilihan paling baik, karena menurut penganut vegetarian, seluruh kebutuhan nutrisi manusia sebenarnya dapat terpenuhi dari makanan-makanan vegetarian. mungkin ini benar. tapi bagaimanakah meng-install pengertian ini kepada seluruh umat manusia? andai dikampanyekan dengan dana milyaran dollar pun, dan ketersediaan pangan vegetarian diupayakan dengan dana besar, saya yakin seluruh umat manusia semuanya belum tentu mau menjadi vegetarian. nah, lalu bagaimana? ya biar saja berjalan apa adanya. yang mau vegetarian ya monggo, yang mau non-vegetarian ya monggo, karena memang ini sangat kompleks. coba bayangkan, kita man
usia ini diberi oleh Tuhan sebuah instrumen berupa nafsu. dan nafsu ini telah ada
sejak manusia pertama diciptakan. dengan nafsu inilah manusia memiliki keinginan-keinginan. dan celakanya keinginan-keinginan manusia ini berbeda-beda. disinilah persoalannya, yakni mengelola keinginan-keinginan itu sehingga muncullah "industri-industri" penyedia makanan yang bermacam-macam yang memberikan pilihan kepada setiap orang sesuai dengan selera atau keinginannya itu. karena itu, kalau kita lihat petunjuk-petunjuk agama, kita akan melihat bagaimana agama mengatur hidup manusia bahkan dalam hal makan sekalipun juga diberikan petunjuk-petunjuknya sampai ke cara mendapatkannya. untuk makanan-makanan vegetarian memang tidak ada aturan yang tegas, namun kalau kita melihat pengaturan untuk makanan non-vegetarian (daging hewan seperti ayam, sapi, kambing, unta, dll yang diperbolehkan agama), kita melihat agama mengaturnya dengan tata cara yang ketat. kalau dilanggar, daging hewan yang akan
kita makan dikatakan haram dimakan. di dalam Islam, seekor hewan sebelum diambil dagingnya untuk dimakan, harus melalui prosesi yang menurut saya sangat sakral dan ketat, yaitu harus dibacakan basmallah, disembelih dengan pisau yang tajam, dan seterusnya. pengaturan ini dibuat menurut saya bukan karena hewan adalah makhluk bernyawa saja (karena semuanya sebenarnya bernyawa/berjiwa apapun itu, termasuk tumbuhan, batu-batuan, bumi dan alam semesta -- bahwa Allah berfirman sesungguhnya semua benda-benda di alam semesta bertasbih kepada-Ku). pada dasarnya setiap pekerjaan harus-lah didahului dengan membaca basmallah, termasuk misalnya memetik sayur-sayuran di kebun, memasak sayur, dan sebagainya. perbedaan dengan tata cara mendapatkan daging hewan (dengan menyembelih) adalah karena hewan adalah makhluq yang berj
alan/bergerak dan makhluq yang secara kasat mata memberikan respon, yang bahkan bagi
yang menyembelih pun bisa mendapatkan celaka karena hewan-hewan yang akan disembelih itu meronta-ronta. respon hewan seperti ini, secara psikologis bisa membuat sang penyembelih menjadi marah dan jengkel (mangkel, jw) sehingga harus menyembelih hewan dengan rasa marah atau benci padahal dagingnya akan dimakan orang. inilah filosofi mengapa membaca basmallah menjadi penting bahkan rukun menyembelih hewan. dengan membaca basmallah, si penyembelih diingatkan dan mengingatkan dirinya, orang-orang yang diselilingnya dan hewan yang akan disembelih (sesungguhnya mereka bisa mengerti bacaan-bacaan) bahwa tindakan penyembelihan itu bukan dilakukan karena kebencian tetapi karena ijin Allah, untuk kemaslahatan umat manusia. nah, seandainya kita bisa mengerti bahasa hewan, kita akan tahun bahwa mereka dengan penuh keikhlasan m
enjalani prosesi itu karena mereka tahu akan menjadi sesuatu yang berharga bagi
kelangsungan umat manusia, dan si hewan itu cepat kembali ke Penciptanya. mungkin terkesan mengada-ada ya? tapi itulah sebenarnya yang terjadi. segala-galanya adalah Allah, dan Allah adalah segala-galanya. --- utrie ginting <u3gg-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote: > Apakah cuma manusia yang memiliki kemampuan untuk > menjaga alam? Apakah sebelum adanya manusia, alam > tidak terjaga? Bukankah malah sebaliknya, begitu > tercipta manusia, malahan banyak bagian dari alam > yang musnah? > > Saya sendiri bukan seorang vegetarian. Tapi saya > dapat mengerti akan pandangan paham vegetarian yang > mengatakan mengenai bentuk tubuh manusia yang tidak > cocok untuk makan daging. Kita memang memiliki > taring dan geraham, namun tidak cukup untuk mengoyak > daging mentah. Bedakan dengan singa
atau buaya. > Begitu pula usus kita terlalu panjang sehingga > proses
pencernaan berlangsung lama. Hal ini > menyebabkan terjadinya pembusukan makanan (daging) > di dalam tubuh. Lihatlah apa yang terjadi pada sapi > yang diberi makan dedak dengan campuran daging > (jeroan), terjadi kasus2 berbagai penyakit padanya, > seperti mad cow. Karena memang saluran pencernaannya > tidak didesain untuk mecernakan daging. Hal itu pula > yang terjadi pada kita... ;-( > > Campur tangan yang sedikit dalam pandangan saya > adalah dengan hidup selaras dengan alam. Just that > simple, namun saya tahu easier to said than done... > > Salam, > > Gerry > > > Dablex Scali <duableg-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote: Maaf, > ikut rembug. Anda kurang tepat mengatakan > manusia tidak diciptakan, karena manusia sendiri > punya > taring dan geraham. Kalau mau melihat dari susunan
> gigi manusia sudah lengkap. Bila mau melihat > pencernaan, jelas gak bisa dikatakan bila berusus > panjang maka cocok untuk herbivora/vegetarian. Bila > dibandingkan dengan sapi, jelas beda ususnya dan > giginya, juga dibandingkan dengan harimau jelas > beda. > Bagaimana dengan ayam ? Dia termasuk hewan apa ? > Lalu > coba bandingkan dengan elang. Silahkan anda > pelajari > lagi. > Jadi itu hanya pandangan orang2x yg vegetarian saja > yg > mengatakan manusia tidak cocok makan daging. > > Anda juga salah mengartikan khalifah sebagai > penguasa. > Mas Gani khan mengatakan khalifah adalah pemimpin. > Justru disinilah kesalahan manusia sendiri yg > merasa >
menjadi penguasa (padahal bukan) maka jadi berbuat > seenaknya. Sebaliknya
bila manusia merasa sebagai > pemimpin maka dia akan memikirkan yg dipimpinnya. > > Kenapa manusia ditunjuk menjadi pemimpin ? Karena > manusialah yg punya kemampuan untuk itu (menjaga > alam) > walaupun juga bisa sebaliknya (merusak alam). > > Anda juga jangan lupa, bahwa manusia juga bagian > dari > alam ini. Jadi campur tangan yg sedikit menurut > anda > seperti apa ? > > > > > > > --- utrie ginting <u3gg-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote: > > > Rasanya tidak begitu, mas Gani... Karena secara > > fisik, memang manusia tidak diciptakan untuk > makan > > daging. Kita liat dari bentuk fisiknya sa
ja sudah > > bukan pemakan daging, misalnya gigi kita bukan
> > dibuat untuk mengoyak daging. Begitu pula > panjangnya > > usus kita bukan dirancang untuk mengkonsumsi > > daging... > > > > Masalah manusia sebagai khalifah, penguasa bumi, > > keliatannya cuman pemahaman kita saja. Sebagai > > sesama mahluk Tuhan sudah seharusnya kita saling > > menghormati. Tidak ada istilahnya penguasa atau > > hamba... Kita semua sama di mataNya... Justru > paham > > penguasa bumi itulah yang menjadikan kita sampai > > pada jaman seperti sekarang ini. Manusia menjadi > > serakah menghabiskan kekayaan alam dan merusak > > ekosistem karena merasa sebagai penguasa di bumi > > ini... ;-( Akibatnya, sekarang kita jugalah yang > > merasakan berbagai dampak buruknya... > >
> > Alam memiliki "caranya" untuk survive, tidak > perlu > > campur tangan manusia terlalu banyak ;-) > > > > Salam, > > > > Gerry > > > > > > Gani Kurnia <grantives-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote: > Menurut > > saya, orang2 vegetarian tidak suka memakan daging > > hewan dan lebih memilih non-hewani untuk > dikonsumsi > > karena mereka menyangka tidak baik memakan > makhluk > > hidup yang memiliki jiwa, padahal menurut saya > > tumbuh2an pun memilki jiwa.. > > Atau ngeri karena hewan memiliki sel sama seperti > > manusia.. Semuanya kembali kepada selera saja.. > > seperti sumanto
yang menganggap bahwa daging > manusia > > itu enak..
> > Hanya saja masalahnya apakah apakah cara-nya > sesuai > > dengan norma masyarakat dan makanan itu baik atau > > tidak untuk dikonsumsi.. > > > > Islam mengajarkan bahwa manusia adalah khalifah > atau > > pemimpin di muka bumi.. > > Termasuk cara bagaimana agar ekosistem makhluk > hidup > > yang ada di dunia, berjalan harmonis.. > > > > Kalau populasi kambing,sapi atau unta,dsb.. > terlalu > > banyak di dunia.. > > Itu juga tidak baik.. karena akan menganggu > > ekosistem... > > Bila itu terjadipun maka akan ada pembasmian > > besar2an.. > > Seperti pembasmian tikus2 di sawah.. > > Karena
populasi ular di sawah menurun, ular > dibunuh > > karena
dianggap binatang berbahaya, padahal > dengan > > adanya ular maka ekosistem sawah jadi seimbang.. > > > > Kalau semua orang di dunia ini vegetarian.. > > Wah.. Penduduk bumi harus migrasi ke planet > lain.. > > > > Karena populasi hewan pemakan tumbuhan akan > > meledak... > > > > On 8/16/06, Eduard de Grave > > <red_conjurer-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote: Website ini: > > http://www.islamicconcern.com/ merekam diskusi > > menarik tentang vegetarian dari perspektif Islam. > > > ---------------------------------------------- > > > >&n
bsp; The beautiful religion of Islam has always > viewed >
> animals as a special part of God's creation. The > > Qur'an, the Hadith, and the history of Islamic > > civilization offer many examples of kindness, > mercy, > > and compassion for animals. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone > Calls > > to the US (and 30+ countries) for 2¢/min or less. > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of
spam? Yahoo! Mail has the best spam > protection around > http://mail.yahoo.com > > > > --------------------------------- > Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check > it out. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min.
__._,_.___
Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -
Yahoo! Groups Links
__,_._,___
|
|