logo       

Re: Fatwas on Vegetarianism: msg#00329

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Re: Fatwas on Vegetarianism

--- In mayapadaprana-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, utrie ginting
<u3gg@xxxx>
wrote:
>
> Apakah cuma manusia yang memiliki kemampuan untuk menjaga alam?
Apakah sebelum adanya manusia, alam tidak terjaga? Bukankah malah
sebaliknya, begitu tercipta manusia, malahan banyak bagian dari alam
yang musnah?

++ OoT: Ada guyonan dari kawan saya, begini katanya: Manusia itu
percis kaya virus, entah itu virus biologis atau virus digital.
Modus operandinya sama : Kuasai - Duplikasi - Hancurkan. Begitulah
yang terjadi di Mother Gaia (Earth) ini. Kita species manusia lebih
banyak bertingkah laku sebagai virus yang mencemari Mother Gaia
daripada sebagai khalifah/ pemimpin spt yang dikatakan Oom Dableg.


>
> Saya sendiri bukan seorang vegetarian. Tapi saya dapat mengerti
akan pandangan paham vegetarian yang mengatakan mengenai bentuk
tubuh manusia yang tidak cocok untuk makan daging. Kita memang
memiliki taring dan geraham, namun tidak cukup untuk mengoyak daging
mentah. Bedakan dengan singa atau buaya. Begitu pula usus kita
terlalu panjang sehingga proses pencernaan berlangsung lama. Hal ini
menyebabkan terjadinya pembusukan makanan (daging) di dalam tubuh.
Lihatlah apa yang terjadi pada sapi yang diberi makan dedak dengan
campuran daging (jeroan), terjadi kasus2 berbagai penyakit padanya,
seperti mad cow. Karena memang saluran pencernaannya tidak didesain
untuk mecernakan daging. Hal itu pula yang terjadi pada kita... ;-(

++ OoT: Oom Gerald, kalu engga salah saya pernah baca sekilas
mengenai Ayurveda. Kitab Ayurveda mengelompokkan manusia berdasarkan
apa yang ia makan. Jika ia lebih banyak mengambil prana dari tumbuh2-
an yang diolah maka orang tsb bersifat Sattvic. [Orang spt ini lebih
mudah mengendalikan pikirannya, emosi dan tindak tanduknya pun
santun dan terjaga]. Kalu ia lebih banyak memakan makanan pedas-
pedas atau yang disajikan terlalu panas (dari hewan/tumbuhan) maka
ia bersifat Rajasic. [Rajasic cenderung emosional). Yang terakhir
adalah Tamasic, yang cenderung memakan daging hewan secara mentah-
mentah [Kasus Sumanto]. Perilaku orang-orang Tamasic juga percis
kaya hewan yang ia makan. Kayanya sih pola makan manusia modern
lebih cenderung ke rajasic.


>
> Campur tangan yang sedikit dalam pandangan saya adalah dengan
hidup selaras dengan alam. Just that simple, namun saya tahu easier
to said than done...

++ Akur.








Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise