logo       

Lho Gíla sebaiknya Lho Mati !: msg#00324

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Lho Gíla sebaiknya Lho Mati !

Judul dari tulisan ini terinspirasi setelah melihat foto-foto di
rumah sakit Jiwa Cipayung yang bisa disimak sendiri di situs:
jcgi.pathfinder.com/time/asia/photoessays/mental_illness/13.html

Mang Ucup merasa benar-benar terenyuh dan juga geram setelah melihat
foto-foto tersebut. Para penghuni disana diperlakukan lebih buruk
daripada hewan. Hewan masih dipelihara dan diberikan makanan yang
layak. Di rumah sakit yang seyogiyanya hanya untuk dihuni 200 orang
ternya diisi oleh lebih dari 350 penghuni. Dr pun hanya datang
kesana seminggu sekali; sekadar sight seeing saja. Disamping itu
jangka waktu kunjungannya pun tidak pernah lebih dari tiga jam. Oleh
sebab itulah bagi mang Ucup sendiri lebih baik modyaa?ar daripada
harus menjalani kehidupan seperti demikian.

Lebih dari 50% orang sakit jiwa sebenarnya bisa disembuhkan hanya
biaya obatnya tidaklah murah Rp 40 ribu per tablet - obat anti
spikotik. Obat ini harus dikonsumsi setiap hari. Artinya sang
pasien harus mengeluarkan untuk biaya obatnya saja Rp. 1,2 juta per
bln.

Perlu diketahui, bahwa tidak setiap orang sakit jiwa itu gila. Kata
sakit jiwa/gila dalam bhs Inggris disebut isane. Kata ini berakar
dari lawan kata Sanus dlm bhs Latin = sehat. Yang dikutip dari
ungkapan: ?Mens sana in corpore sano" ? Jiwa yang sehat dalam tubuh
yang sehat. Tetapi ini tidak selalu benar buktinya dewa Herkules
yang begitu kuat saja jadi gila sehingga membunuh anak-anaknya
sendiri.

Begitu juga banyak nabi dalam Kitab Perjanjian Lama yang dinilai
gila. Misalnya utusan Elisa disebut oleh kepala pasukan Yehu - orang
gila. Yesaya sendiri jalan-jalan dalam keadaan telanjang bulat ,
sedangkan Yeremia memecahkan buli-buli di tempat pemecahan tembikar.
Ahia merobek jubah barunya menjadi 12 potong, Yehezkiel tidak
berkabung pada saat kematian istrinya. Bukankah ini menandakan bahwa
mereka itu juga sebenarnya rada sinting begitu.

Berdasarkan kepercayaan orang sakit jiwa itu bisa juga timbul
berdasarkan kutukan dari Sang Pencipta. TUHAN akan menghajar engkau
dengan kegilaan Misalnya seperti yang terjadi dengan Raja
Nebukadnezar ataupun Raja Saul. Disamping itu bukan sekedar Tuhan
saja yang bisa mengutuk orang jadi gila, si setan pun mampu
melakukan hal yang sama buktinya begitu banyak orang jadi gila
karena kerasukan setan.

Di Jerman pada abad ke 15 orang-orang yang dinilai gila, diharuskan
memakai pakaian seperti para badut (Narrenkleid). Dengan mana bisa
dibedakan antara orang gila dan waras. Orang gila dalam bhs Jerman
kuno disebut juga Narre, tetapi pada saat ini kata tsb lebih lazim
digunakan untuk sebutan badut.

Orang sinting atau geblek dalam bhs Latin disebut juga Colonus dari
sinilah asal muasalnya kata Clown (Badut) dalam bhs Inggris.
Berdasarkan Oxford Englisch Ditionary Kata Clown dalam bhs Inggris
diserap dari kata Clot atau Clod yang berarti bodoh sekali atau
tidak waras begitu.

Orang gila dahulu disingkirkan ke rumah sakit jiwa yang lebih lazim
disebut: Workhouses (bhs Inggris), hôpitaux généraux (bhs Perancis),
Zuchthaus (bhs Jerman). Rumah sakit jiwa ini lebih mirip seperti
juga penjara jadi mirip seperti RS Jiwa di foto-foto tsb diatas.

Ketika jaman Hitler mereka yang sakit jiwa turut dibunuh seperti
juga orang-orang Yahudi. Sedangkan di Rusia, mereka yang melawan
pemerintah komunis pada umumnya tanpa proses lagi dimasukan ke rumah
sakit jiwa untuk selamanya.

Apakah Anda tahu bahwa hampir semua seniman jenius itu sinting,
mereka menjadi sangat kreativ, karena sakit jiwa alias gila. Rupanya
jenius & gendheng itu merupakan satu sifat bergandengan yg tidak
bisa dipisahkan satu dgn yg lain, Gila belum tentu Jenius, tetapi
Orang Jenius pasti Gila !

Pernyataan diatas ini bukan hanya sekedar celotehan gendengnya dari
mang Ucup, melainkan berdasarkan hasil penelitian dari Helen Keenoo
dan Dr Daniel Nettle dosen psikologi dari University of Newcastle ?
England yg dipublikaskan di majalah "Proceedings of the Royal
Society B" edisi 30.November 2005.

Teori bahwa penderita schizophrenia itu memiliki krativitas yg
tinggi, ini sudah dibuktikan 50 th yg lampau oleh Psikiater Leo
Navratil, Dr dari rumah sakit jiwa Maria Gugging - Austria, bahkan
untuk itu ia telah mendirikan galerie khusus untuk para seniman
penderita sakit jiwa yg diberi nama ?Haus der Küntsler" (Rumah
Seniman) dan s/d saat ini masih dibuka. Bagi yg berhasrat untuk
memiliki koleksi lukisan mereka bisa berkujung kesana.

Banyak sekali buku, lukisan maupun film mengenai orang sakit jiwa.
Lukisan yang paling terkenal mengenai orang yang sakit jiwa dilukis
oleh pelukis Spanyol Francisco Goya yang berjudul Casa de Locos
(Rumah Gila) yang dilukis sekitar th 1812 olehnya. Sedangkan film
mengenai rumah sakit jiwa yang paling ngetop saya kira adalah
film ?One Flew Over The Cuckoo´s Nest" yang dibintangi oleh Jack
Nicholson..

Mang Ucup
Email: mang.ucup-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx
Homepage: www.mangucup.net







Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise