logo       

Fwd: NASIONALISME YAHUDI dan KRISTEN FUNDAMENTALIS: msg#00281

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Fwd: NASIONALISME YAHUDI dan KRISTEN FUNDAMENTALIS

--- In intra-sanctum-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, "Bagus Pramono"
<sarapanpagi@...> wrote:




NASIONALISME YAHUDI dan KRISTEN FUNDAMENTALIS



Ada satu ciri kaum fundamentalis, dari agama apapun: mereka memusuhi
hidup. Hidup adalah sejenis hukuman, karena fana dan diubah waktu.
Bagi mereka waktu yang berubah adalah jalan kemerosotan.. Sebab itu,
mereka cegah waktu dari doktrin, tiap kalimat dalam Kitab Suci harus
dipatok sebagai sesuatu yang mandeg. Bagi mereka hidup di dunia
selalu terancam najis. Sebab itu Tuhan adalah suara amarah: "dari
mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul semua
bangsa". Goenawan Mohamad


Menanggapi serangan Israel akhir-akhir ini kita diantara umat
Kristiani sendiri mempunyai perbedaan-perbedaan pandangan, ada yang
mendukung, membiarkan, menyesalkan dan bahkan ada yang 'berani'
mengutuk atau mengecam. Bagaimana seharusnya kita menyikapinya?

Membaca catatan pinggir di Majalah TEMPO edisi bulan Mei 2006 yang
lalu, yang kutipannya ada diatas, saya cukup tergelitik dengan
tulisan Goenawan Mohamad (GM) yang menyentil kita dengan
istilah "Kristen Fundamentalis", ops. benarkah ada? Istilah ini
mungkin "aneh" bagi kita. Tetapi kalau kita hayati dalam-dalam,
memang ada kok golongan ini. Apakah Kristen Fundamentalis ini sama
saja dengan dengan golongan Islam Fundamentalis di Indonesia?
Barangkali jawabannya juga "sama", mungkin nyalinya saja yang beda.
Dalam tulisannya tersebut GM yang notabene bukan seorang Kristen
justru mengingatkan kita kepada ajaran Yesus yang amat terkenal
yaitu "Khotbah di Bukit" yang sangat monumental itu.

Sejak tahun 1980-an, kita bisa melihat gerakan-gerakan dari beberapa
aliran Kristen tertentu di Indonesia ini ikut-ikutan berorientasi
fundamentalis "right or wrong Israel adalah bangsa pilihan Allah"
dengan terus menekankan apa yang tertulis di Kejadian 27:29 tanpa
mau melihat konteks dan ayat-ayat Alkitab dalam bagian yang lain
misalnya konteks rohaniah yang ditekankan dalam Roma 2:28-29 dan
Galatia 3:7-9 terlebih pada Galatia 3:29

Sikap fundamentalisme "right or wrong Israel adalah bangsa pilihan
Allah" dengan sendirinya menyeret dalam konsep nasionalisme Yahudi
atau lebih tepatnya disebut "Zionis Kristen". Khususnya sikap yang
membenarkan apa-saja untuk tujuan 'Pembangunan Bait Allah' secara
fisik yang akan dibangun di Sion atau di kota Yerusalem di daerah
Palestina sana. Apakah Yesus mengajarkan demikian? Maka, untuk apa
Kekristenan harus terseret pada 'nasionalisme Yahudi' yang oleh
Yesus sendiri ditolak?

Kalau kita mau sedikit cermat, telah terlihat ada banyak
kecenderungan membawa Kekristenan pada 'nasionalisme Yahudi'
atau "Zionis Kristen"; dan ini bisa jadi merupakan rancangan dari
pemerintah Israel untuk menggalang simpati dari pihak-pihak lain
terhadap perjuangan mereka merebut kembali 'tanah suci Yerusalem'.
Misalnya, promosi tour Holy-Land, dan hal-hal lain yang
membangkitkan 'semangat Yudaisme' juga dengan dipopulerkannya lagu-
lagu, tari-tarian ala Yahudi dan nubuat-nubuat yang berkenaan dengan
dibangunnya kembali Bait Allah di Yerusalem.

Daya tarik ide pembangunan "Bait Allah di Yerusalem" kelihatannya
cukup berhasil memikat kalangan Kristiani untuk mendukung apapun
usaha Israel merebut Yerusalem sepenuhnya. Namun sebaiknya kita
mengingat lagi 'blunder' yang telah dilakukan kalangan kita dengan
adanya "Perang Salib" di Yerusalem pada masa lalu yang memakan waktu
berabad-abad, masihkan perlu kita mendukung usaha perebutan tanah
dengan berdarah-darah?. Benarkah Allah yang penuh kasih itu merestui
cara kekerasan ini?

Apakah esensi dari bangunan Bait Allah di Yerusalem bagi
Kekristenan? Apakah Yesus Kristus secara fisik nanti pada saat
kedatanganNya yang kedua, akan bertahta disana? Tidak!. Lalu, apa
perlunya kita mendukung perang mereka dan mengamini apapun yang
mereka perbuat?
Andaikata Israel menang, menguasai sepenuhnya Yerusalem, dan
kemudian berhasil membangun Bait Allah yang mereka idam-idamkan ini,
bukankah mereka akan beribadah dengan caranya sendiri yaitu menurut
cara nenek moyang mereka, dan mereka akan tetap melakukan "korban
bakaran" yang dimana didalam Kekristenan diimani sudah digenapi oleh
Tuhan kita Yesus Kristus dengan kematianNya diatas kayu-salib?.

Dengan demikian dalam konteks ibadah-pun kita akan senantiasa
berlainan dengan orang-orang Yahudi. Agama Yahudi tidak akan
menganggap Kekristenan adalah bagian dari Yudaisme, demikian juga
Kekristenan bukan Yudaisme ataupun perlu dicampur-campurkan dengan
Yudaisme. Anda dan saya kan tetap golongan "goyim/the gentiles"
dimata mereka.

Atas nama kemanusiaan, kita seharusnya menyesalkan tindakan
kekerasan dari kedua-belah pihak. Perang Israel-Palestina adalah
perang yang sangat kompleks dan jangan hanya melihat Partai
Hezbollah nya saja, atau kelompok Islam lain di Palestina. Jangan
lupa, ada banyak orang Kristen di Palestina dan di Libanon. Suatu
keanehan jika kita membela-bela Israel dan melupakan saudara kita
orang-orang Palestina yang sudah menjadi orang-orang percaya.
Terlebih dari itu atas nama kemanusiaan kita juga tidak perlu
memandang agama yang dianut seseorang. Maka dalam perang perebutan
wilayah ini sebaiknya kita tidak terseret pada isu agama dan ras.

Bagi kita, kalangan Kristiani tidak ada esensinya mendukung Israel
menguasai Yerusalem sepenuhnya. Karena konteks Yerusalem kita
bukanlah kota Yerusalem yang ada di Palestina itu, tetapi Yerusalem
Baru sebagaimana tertulis dalam (Wahyu 14;1-5; 21:2).

Kekristenan tidak menganut hukum Yahudi, Tuhan Yesus Kristus telah
memberi ajaran yang baru yang diibaratkan "Jika pipi kananmu
ditampar beri juga pipi kirimu" Hal tersebut bukan berarti Yesus
mengajar jika ada kejahatan kita diamkan saja. Tetapi yang hendak
ditekankan oleh Tuhan Yesus disini adalah lebih baik kita balas
kejahatan itu dengan kebaikan, daripada membalas dendam. Jika kita
terpaksa membela diri, maka itu jangan dilandasi dengan perasaan
benci/balas dendam. Dalam ajaran ini Yesus hendak mengingatkan kita
bahwa prinsip balas dendam seperti dalam Perjanjian Lama "lex
talionis", yaitu "mata ganti mata, gigi ganti gigi", pada hakikatnya
tidak akan menyelesaikan masalah. Terlebih lagi Yesus Kristus
memberikan kita Hukum yang baru yang dikenal dengan Hukum-Kasih.

Yudaisme adalah akar Kekristenan, betul. Perjanjian Lama (TANAKH)
menjadi bagian dalam Alkitab kita, betul. Namun jangan lupa orang
Yahudi tidak menganggap Kekristenan itu kontinuitas dari Yudaisme.
Terlebih mereka menolak Yesus Kristus sebagai Mesias (Almasih) dan
mereka sekarang ini masih menanti-nantikan Mesias yang lain. Maka
tidak seharusnya hal tersebut menjadikan iman kita condong kepada
Nasionalisme Yahudi (zionist) secara fisik. Iman Kekristenan
menekankan hal-hal rohaniah bukan hal-hal fisik ataupun perang-
perang secara fisik. Perang Israel-Palestina, bukan perang kita.
Tidak ada alasan bagi kita untuk menjadi supporter salah satu pihak
dengan alasan Palestina itu arab/muslim, ataupun menggunakan isu-isu
Zionist! Pendek kata, tak perlu kita menjadi supporter salah satunya
karena sentimen keagamaan.

Arti 'Perang' bagi umat Kristiani adalah yang jelas terulis dalam 2
Korintus 10:3-6 dan Efesus 6:10-17, kutipannya sbb :

Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara
duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata
duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah,
yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. (2 Korintus 10:3-4)



Amin.



Blessings in Christ,
Bagus Pramono
July 24, 2006







Artikel terkait :
Majalah TEMPO edisi 15-21 Mei 2006 "Ahmadinejad" di
http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=1168#1168





[Non-text portions of this message have been removed]

--- End forwarded message ---






Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise