logo       

Seperti melihat Bidadari: msg#00274

culture.religion.healer.mayapada

Subject: Seperti melihat Bidadari

Seperti melihat Bidadari

"Hampir tiap hari saya melihat wajah bidadari" Begitulah ucap
seorang teman. Yang saya tahu dulunya dia beranggapan Hidup ini
adalah penderitaan sedangkan perkawinan adalah lembaga pelanggengan
penderitaan. Dia berfikir dengan perkawinan, penderitaannya menjadi
berakhir. Yang terjadi malah sebaliknya makin hari penderitaanya
bertambah. Mulai dari Istrinya cerewet, banyak nuntut, suka bentak.
Makin menderita deh gue. Katanya.

Pandangan itu berubah Sampai pada suatu ketika dirinya menyaksikan
sepasang kakek nenek sedang ada direstoran yang memesan satu paket
makan dan minum. Dia berniat membelikan satu paket lagi namun
ditolak oleh kakek itu dengan alasan mereka selalu satu untuk
berdua. "bagaimana kakek bisa melewati penderitaan sepanjang hidup
bersama nenek selama itu? Tanyanya. Kakek itu menjawab, "perkawinan
kami indah, seindah kehidupan di surga sehingga kami bisa melewati
semua penderitaan selama 50 tahun dan dia adalah bidadari saya."
Sambil menunjuk sang nenek. Mendengar jawaban sang kakek wajah nenek
keliatan berseri-seri.

Katanya, Sejak itu kalo istri saya sedang ngomel-ngomel, banyak
nuntut, bentak-bentak. Marah-marah. Saya seperti melihat bidadari
sedang mengajak bermain ditaman firdausy. Hasilnya keributan
terhindarkan, solusi ditemukan, masalah terjawab. Kemudian rumah
tangga makin harmonis.

Mendengarnya seolah saya tak percaya, masa sih melihat bidadari? Apa
anda pernah melihat bidadari dirumah?

Wassalam,
Agussyafii
http://agussyafii.blogspot.com







Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved through
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise