Re: kadaharan deui



Kang RH,

Tah mun "ngadu bako" urusan "parab" mah hayu.. rek sapoe sapeuting ge, ari
urusan nu lain mah susah ngabingunganna.....jeung sigana ari sabangsaning
beu2tian mah leuwih sehat jeung non additive.

Rahman <rsyaifoel@xxxxxxxxx> wrote:
?Endog Lewo?, Makanan dari Garut yang Bertahan

Endog Lewo adalah nama lain dari emplod. Sejenis
makanan terbuat dari singkong. Masih "bersaudara"
dengan comro dan guik yang juga terbuat dari singkong,
dan sama-sama digoreng. Disebut endog Lewo, karena
bentuk makanan itu, bulat-bulat seperti telur (endog).
Hanya diproduksi di kawasan Lewo. Tepatnya di Kp.
Cicadas, Desa Sukajaya, Kecamatan Malangbong, Kab.
Garut.

"ENDOG lewo" makanan khas Garut terbuat dari singkong
yang dibuat di kawasan Lewo, Kp. Cicadas, Desa.
Emplod, Kec. Malangbong.*USEP ROMLI

H.Amin (60), salah seorang pengusaha emplod,
menerangkan, pembuatan makanan populer tersebut, awal
tahun 1980-an. Semula hanya coba-coba, untuk
memanfaatkan singkong yang tak terserap oleh pabrik
tapioka.

"Ternyata mendapat pasaran yang cukup baik. Walaupun
sudah banyak jenis makanan lain yang berbahan baku
singkong, emplod berhasil meraih peminat. Mungkin
karena kering namun tidak begitu keras. Rangu kata
orang Sunda. Sehingga dianggap cocok sebagai makanan
ringan yang dapat dimakan di sembarang tempat," tutur
H. Amin.

Berbeda dengan comro dan guik yang terkesan "formal",
karena ukurannya terbilang agak besar, juga agak basah
berminyak, emplod berukuran sebesar ujung jari dan
tidak tampak berminyak, walaupun sama-sama digoreng.
Bahkan bumbunya pun nyaris sama dengan comro dan guik
itu. Maka emplod cukup praktis untuk dibawa ke
mana-mana. Mungkin sama dengan sukro. Hanya beda bahan
dan rasa.

"Alhamdulillah, selain di Lewo dan Garut, popularitas
emplod sudah merambah ke beberapa kota lain di Jawa
Barat. Masyarakat penggemar makanan ringan sudah
menerima kehadiran emplod, "kata H. Amin pula, yang
dua kali semingu memasarkan produksinya ke beberapa
kota di luar kota Garut, rata-rata 5 kuintal.

Selain memproduksi emplod, dari bahan dan bumbu yang
sama, H. Amin memproduksi comring dan sustik. Ia
menjelaskan, nama comring merupakan singkatan dari
comro kering. Dibentuk tipis-tipis mirip keripik.
Sedangkan sustik sebagai variasi dari sustik berbahan
baku terigu yang selama ini sudah dikenal.

"Ya, karena usaha saya berbasis singkong, sustik yang
saya buat berbahan baku singkong. Hitung-hitung
melengkapi koleksi sustik-sustik lain yang sudah
banyak dijual orang," ujar H. Amin sambil menunjukkan
contoh sustik buatannya yang sama sebangun dengan
sustik terigu.

Mengenai bahan baku singkong, H. Amin mengatakan,
cukup tersedia. Apalagi sekarang ada jenis singkong
hibrida yang usianya cuma 8 bulan. Lebih cepat 3 atau
4 bulan daripada usia singkong biasa yang rata-rata
mencapai 11-12 bulan sejak ditanam hingga dipanen.

Jenis singkong hibrida yang dijadikan bahan baku
emplod disebut singkong jantung. Empuk namun kental,
sehingga mudah diparut untuk dibuat adonan bahan
mentah emplod. Sebelum ada singkong jantung, H. Amin
menggunakan singkong manihot atau maleho, dan singkong
gambir.

Tapi sekarang, jenis-jenis singkong yang gurih itu,
sudah jarang. Mungkin terdesak oleh jenis hibrida
tadi. Jenis singkong tradisional yang masih ada,
antara lain singkong karihkil dan sampeu hideung yang
banyak diserap oleh pabrik tapioka.

Sebagai pengusaha makanan lokal, H. Amin mengaku harus
banyak menghadapi saingan. Terutama dari
makanan-makanan kecil produksi pabrik. Saingan juga
muncul dari jenis makanan lokal lain, yang semakin
bervariasi. Ketika pertama kali muncul jenis makanan
cimol (aci digemol), pasaran emplod agak menyurut.

"Tapi sekarang sudah normal lagi. Persaingan itu
bersifat alami dan tidak tetap. Yang mengkhawatirkan,
justru kenaikan harga minyak goreng dan ongkos
transportasi. Membuat saya harus terus
menghitung-hitung harga jual. Jika terlalu mahal, tak
akan laku. Jika terlalu murah, ongkos produksi tidak
akan tertutup," kata H. Amin seraya menambahkan,
akibat kenaikan harga minyak goreng, bahan baku dan
transportasi, banyak pengusaha emplod di Cicadas yang
gulung tikar.

"Dari sekian belas, hanya tinggal saya dan seorang
rekan yang masih bertahan. Mudah-mudahan kami mampu
mengatasi berbagai masalah yang akan membuat kami
tutup. Kasihan orang sekampung yang ikut menjadi
pekerja di bidang produksi emplod."

Makanan lokal emplod alias endog Lewo yang mampu
bertahan selama seperempat abad di tengah persaingan
aneka ragam makanan ringan, patut disyukuri, paling
tidak kehadirannya menambah khazanah kekayaan makanan
lokal Garut yang sudah lebih dulu terkenal. Seperti
dodol Garut, ladu Malangbong, opak Cipeujeuh, dan
lain-lain. (H. Usep Romli HM)***

Baktos,

Rahman, Wassenaar/NL

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea



---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS


Visit your group "Baraya_Sunda" on the web.

To unsubscribe from this group, send an email to:
Baraya_Sunda-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


---------------------------------




---------------------------------
Start your day with Yahoo! - make it your home page

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
<font face=arial size=-1><a
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hi20cdr/M=362343.6886681.7839642.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124763420/A=2894354/R=0/SIG=11qvf79s7/*http://http://www.globalgiving.com/cb/cidi/c_darfur.html";>Help
Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~->

Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea




Privacy