logo       

Re: Re: Demi Judi, Saya Rela Masuk Neraka: msg#01832

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: Re: Re: Demi Judi, Saya Rela Masuk Neraka


Dalam al-qur'an, kalau merebak suatu kemaksiatan, meskipun di lokalisir, maka
azabnya tidak hanya terkena pada orang yang melakukan maksiat saja. Tapi juga
terkena pada keseluruhan, termasuk orang yang baik-baik juga. Karenanya, dalam
Islam diajarkan untuk beramar makruf nahyi munkar agar maksiat bisa di
eliminir. Kalau sudah tidak ada yang beramar makrif nahi munkar, apalagi kalau
sampai kita cuek dengan kemaksiatan, maka seperti disebutkan dalam hadits nabi,
Seandainya orang-orang alim berdo'a dan meminta pada Allah pun untuk kebaikan
bangsa ini belum tentu terkabulkan. Kita sudah banyak melakukan do'a bersama,
istighosah, zikir akbar, dll, kenapa bencana masih melanda bangsa ini?

Tsunami yang terjadi di Aceh memberikan pelajaran pada kita, bahwa ada
something wrong dalam kehidupan kita. Terutama dalam hubungannya dengan Tuhan.
Mari sama-sama merenung....

Lina Dahlan <linadahlan-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:

iya mbah ya? jadinya mbulet aja!
Mo melegalisasi judi mesti nunggu negara mapan hingga hukum bisa
tegak. Mo buat mapan negara, butuh dana. Dana gak pernah ngumpul
karena...lagi...lagi korupsi, lagi-lagi karena pusing ngurusin ini
halal ato haram.

Rasanya memang dibutuhkan seorang pemimpin yg one man show (baca:
khilafah islamiyah) utk gubernur Jakarta ini sebagai kota
percobaan....:-)

Buat aja "pulau maksiat" di salah satu kepulauan seribu (pernah
digulirkan ide spt ini kan). Jadi, kalo dapet adzab, biar pulau itu
aja yang ditenggelemin...:-).

Saya rasa memang akan banyak terjadi huru-hara atau hara huru, tapi
dari situlah kita belajar (ngelmu) dan dengan begitu bisa maju.
Daripada jalan ditempat gak maju-maju. Tapi itulah dibutuhkan
khilafah Islamiyah, bukan gubernur yang cuma punya waktu kerja
terbatas. Aku gak tau berapa masa kerja gubernur itu (3 tahun? 5
tahun) tapi waktu itu gak cukup utk merubah Jakarta krn biasanya
kalo gubernur ganti, sistem dan peraturan ganti..dan para tukang
palak juga engeh...nah bentar lagi nih gubernur ganti..jadi...

--- In ppiindia-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, "RM Danardono
HADINOTO"
<rm_danardono@xxxx> wrote:
>
> --- In ppiindia-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, "Lina Dahlan"
> <linadahlan@xxxx>
> wrote:
> >
> > Ini bukan menyetujui penyakit masyarakat, tapi meregulasi
penyakit
> > masyarakat biar gak nyebar kemana-mana. Amputasi aja disitu.
> > Kalo mereka mau sembuh, ya jangan masuk situ.
> >
> -------------------
>
> Saya ingin melihat masalah ini dari sisi lain, yang mungkin dapat
> sekedar memberikan pandangan tambahan dalam diskusi ini.
>
> Di negara negara maju, yang sudah mapan tatanan hukum dan perilaku
> sosial, seperti di USA (Atlantic City, Las Vegas), di Eropa (Monte
> Carlo, Baden Baden, dll), saya rasakan, adanya kehidupan yang
> terpisah antara masyarakat biasa dan komunitas judi, yang terutama
> terdiri dari tourist maupun kelompok tertentu.
>
> Dana dari perjudian di monitor ketat, dan dipakai terutama untuk
> proyek proyek rehabilitasi sosial. Jumlah dana ini juga
dibandingkan
> dengan national income, relatif kecil. Akuntabilitas keuangan
negara
> di Eropa, terutama Jerman, sangatlah mapan, hingga tak ada dana
gelap
> yang menggurita ke-mana mana, misalnya untuk membiayai kampanye
> partai pada pemilu , pennyuapan pejabat, dll.
>
> Di negara berkembang, saya lihat ada dampak lain yang cukup
> mengerikan. Terutama karena tatanan hukum dan perilaku sosial
belum
> mapan. Yakni, meng-guritanya dana perjudian ini, juga pengaruh
bandar
> judi dalam kehidupan kemasyarakatan. Bukan perjudian dimonitor
> negara, tetapi negara yang dimonitor bandar perjudian.
>
> Mungkin, karena mbludaknya dana berasal dari perjudian ini, maka
dana
> malah mengalir untuk dipakai untuk menambah anggaran belanja
negara,
> misalnya untuk membiayai ABRI dan kepolisian. Untuk membeli alat
alat
> bagi ABRi, misalnya senjata ataupun kendaran kendaraan patrolo
bagi
> kepolisian. Untuk membiayai kesejahteraan para perwira tinggi.
> Misalnya.
>
> Sisi inilah, yang lalu merupakan gurita yang menjerat aparat
negara,
> yang seharusnya mengamyomi masyarakat, yang berdampak ngeri.
>
> Inipun terjadi di negara negara Eropa, yang belum mapan sekali
> tatanan hukumnya, misalnya Italia! Disana, terutama dibagian
selatan,
> malah menjadi "negara dalam negara", yakni apa yang
dinamakan "shadow
> economy". Pertarungan antara negara sebagai kekuatan "terang"
melawan
> dunia bawah (Unterwelt, under world) masih berjalan terus, sampai
> kini..
>
> Di USA sendiri sempat terjadi pertarungan, antara kekuatan "gelap"
> perjudian ini, dan kekuatan hukum, yakni ditahun 1930an di
Chicago.
> Pertarungan ini dimenangkan oleh negara, karena kekuatan tatanan
> hukum dan moral memang sanggat kuat. Kini, Atlantic City dll
> dimonitor negara, bukan sebaliknya...
>
> Tetapi, dinegara negara yang berkembang, seperti Amerika latin,
dana
> yang dihasilkan dari perjudian ini (juga drugs dan pelacuran)
> menggerayang ke-mana mana, dan mencekik kedaulatan negara dari
> belakang, dari kegelapan. Lihat Kolumbia, Mexiko, dll...
>
> Salam
>
> Danardono





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.



---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - You care about security. So do we.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give underprivileged students the materials they need to learn.
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise