|
Re: Demi Judi, Saya Rela Masuk Neraka: msg#01827culture.region.indonesia.ppi-india
iya mbah ya? jadinya mbulet aja! Mo melegalisasi judi mesti nunggu negara mapan hingga hukum bisa tegak. Mo buat mapan negara, butuh dana. Dana gak pernah ngumpul karena...lagi...lagi korupsi, lagi-lagi karena pusing ngurusin ini halal ato haram. Rasanya memang dibutuhkan seorang pemimpin yg one man show (baca: khilafah islamiyah) utk gubernur Jakarta ini sebagai kota percobaan....:-) Buat aja "pulau maksiat" di salah satu kepulauan seribu (pernah digulirkan ide spt ini kan). Jadi, kalo dapet adzab, biar pulau itu aja yang ditenggelemin...:-). Saya rasa memang akan banyak terjadi huru-hara atau hara huru, tapi dari situlah kita belajar (ngelmu) dan dengan begitu bisa maju. Daripada jalan ditempat gak maju-maju. Tapi itulah dibutuhkan khilafah Islamiyah, bukan gubernur yang cuma punya waktu kerja terbatas. Aku gak tau berapa masa kerja gubernur itu (3 tahun? 5 tahun) tapi waktu itu gak cukup utk merubah Jakarta krn biasanya kalo gubernur ganti, sistem dan peraturan ganti..dan para tukang palak juga engeh...nah bentar lagi nih gubernur ganti..jadi... --- In ppiindia-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, "RM Danardono HADINOTO" <rm_danardono@xxxx> wrote: > > --- In ppiindia-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, "Lina Dahlan" > <linadahlan@xxxx> > wrote: > > > > Ini bukan menyetujui penyakit masyarakat, tapi meregulasi penyakit > > masyarakat biar gak nyebar kemana-mana. Amputasi aja disitu. > > Kalo mereka mau sembuh, ya jangan masuk situ. > > > ------------------- > > Saya ingin melihat masalah ini dari sisi lain, yang mungkin dapat > sekedar memberikan pandangan tambahan dalam diskusi ini. > > Di negara negara maju, yang sudah mapan tatanan hukum dan perilaku > sosial, seperti di USA (Atlantic City, Las Vegas), di Eropa (Monte > Carlo, Baden Baden, dll), saya rasakan, adanya kehidupan yang > terpisah antara masyarakat biasa dan komunitas judi, yang terutama > terdiri dari tourist maupun kelompok tertentu. > > Dana dari perjudian di monitor ketat, dan dipakai terutama untuk > proyek proyek rehabilitasi sosial. Jumlah dana ini juga dibandingkan > dengan national income, relatif kecil. Akuntabilitas keuangan negara > di Eropa, terutama Jerman, sangatlah mapan, hingga tak ada dana gelap > yang menggurita ke-mana mana, misalnya untuk membiayai kampanye > partai pada pemilu , pennyuapan pejabat, dll. > > Di negara berkembang, saya lihat ada dampak lain yang cukup > mengerikan. Terutama karena tatanan hukum dan perilaku sosial belum > mapan. Yakni, meng-guritanya dana perjudian ini, juga pengaruh bandar > judi dalam kehidupan kemasyarakatan. Bukan perjudian dimonitor > negara, tetapi negara yang dimonitor bandar perjudian. > > Mungkin, karena mbludaknya dana berasal dari perjudian ini, maka dana > malah mengalir untuk dipakai untuk menambah anggaran belanja negara, > misalnya untuk membiayai ABRI dan kepolisian. Untuk membeli alat alat > bagi ABRi, misalnya senjata ataupun kendaran kendaraan patrolo bagi > kepolisian. Untuk membiayai kesejahteraan para perwira tinggi. > Misalnya. > > Sisi inilah, yang lalu merupakan gurita yang menjerat aparat negara, > yang seharusnya mengamyomi masyarakat, yang berdampak ngeri. > > Inipun terjadi di negara negara Eropa, yang belum mapan sekali > tatanan hukumnya, misalnya Italia! Disana, terutama dibagian selatan, > malah menjadi "negara dalam negara", yakni apa yang dinamakan "shadow > economy". Pertarungan antara negara sebagai kekuatan "terang" melawan > dunia bawah (Unterwelt, under world) masih berjalan terus, sampai > kini.. > > Di USA sendiri sempat terjadi pertarungan, antara kekuatan "gelap" > perjudian ini, dan kekuatan hukum, yakni ditahun 1930an di Chicago. > Pertarungan ini dimenangkan oleh negara, karena kekuatan tatanan > hukum dan moral memang sanggat kuat. Kini, Atlantic City dll > dimonitor negara, bukan sebaliknya... > > Tetapi, dinegara negara yang berkembang, seperti Amerika latin, dana > yang dihasilkan dari perjudian ini (juga drugs dan pelacuran) > menggerayang ke-mana mana, dan mencekik kedaulatan negara dari > belakang, dari kegelapan. Lihat Kolumbia, Mexiko, dll... > > Salam > > Danardono ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx 5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx 6. kembali menerima email: ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Re: khilafah islam (was: Islam Hadhari): 01827, faris ahmad |
|---|---|
| Next by Date: | RE: Bentuk Negara Islam? Re: Re: [hukum-indonesia] ada apa dengan MUI? Bubarkan saja: 01827, Nur Rochman |
| Previous by Thread: | Re: Demi Judi, Saya Rela Masuk Nerakai: 01827, RM Danardono HADINOTO |
| Next by Thread: | Re: Re: Demi Judi, Saya Rela Masuk Neraka: 01827, faris ahmad |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |