logo       

Re: Re: Islam Hadhari, Mas Danar....: msg#01797

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: Re: Re: Islam Hadhari, Mas Danar....


Mas Danar,
Pantesan ngobrolan kita kurang nyambung dan tak akan pernah nyambung. Sejak
awal standar (akar) yang mas pake berbeda dengan saya gunakan.Hal manusiawi
bahwa manusia hidup dengan pamrih. Jujurlah meskipun mas sendiri kadang tak mau
mengakui. Melihat orang bahagia dengan kebaikan yang kita lakukan. Itu juga
pamrih, mas.Meski dengan tulus nolong orang, yah tulus agar orang itu bahagia.
Dalam Islam orang yang memberi kan harta pada orang lain sebnayak 1 trilyun,
bisa jadi tak ada nilainya di hadapan Allah karena harta itu diambil dari uang
haram (mencuri, korupsi). Namun seulas senyuman tulus karena rasa sayang pada
saudaranya (Allah menganjurkan tersenyum kan) bisa jadi sangat bernilai
dihadapn Allah. saya bilang niat ikhlas karena Allah bukan pujian, bukan ucapan
terima kasih, bukan karma agar dibalas kebaikan pula. Tapi semata-mata kerna
Allah dan karena Allah mengajurkan atau menyuruhnya melakukan hal itu.

Ridha Allah artinya Allah rela menerimanya, entah karena orang itu berpamrih
pahala, cinta-Nya, atau takut neraka dan ingin masuk surga. Tiga hal itu Allah
menerimanya. Mas, Islam amat berbeda dengan Budha atau agama apapun didunia.
Dalam ISlam ada aturan bernegara, berpolitik, berekonomi, bergaul, berseni,
berpakaian,makan, minum semuanya. Yang kadang sering dilalaikan pemeluknya.
Seandainya mas berlega hati mau mempelajarinya.
------------------------ The End------------------------------

RM Danardono HADINOTO <rm_danardono-LWAfsSFWpa4@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:

--- In ppiindia-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, aris solikhah
<fm_solihah@xxxx>
wrote:

Mas Danar,..... Berbudi baik menurut saya mungkin berbeda dengan mas
Danar atau mungkin berbeda pula dengan mas Samudjo berbeda pula
dengan mbak Lina. Jika kebenaran itu diserahkan pada manusia maka
makna kebaikan itu akan kabur. Oleh karena itulah disadari atau tidak
kita membutuhkan standar hidup sebagai pedoman dalam berbuat atau
berbudi baik itu. Disadari atau tidak kita telah memilih standar
itu.Dan berpendapat berdasar atas standar itu.

DH:

Mungkin sekali, wawasan kita - para manusia - terhadap apa yang
dinamakan berbudi baik, agak berbeda. Namun, secara obyektif, budhi
itu sendiri adalah sama dan universal. Apa yang kita namakan
standard, atau norma, adalah dimensi manusiawi. Karena kita, dalam
keterbatasan indrawi, membutuhkan batas. Dimensi. meter, liter, volt,
dsb.

Budhi luhur adalah sama, bagi anggauta suku Bedui di Tengger, umat
Muslim di Minangkabau, umat Hindu-Bali ditepi danau Batur, umat
Kristiani Minahasa dikaki gunung Soputan, saudara Dayak di Kalimantan.

Mungkin, dalam menetapkan "banyak" atau "sedikit" budhi yang kita
berikan, kita perlukan standard. Sekedar untuk membayangkan.
Seseorang yang membantu seorang kakek menyeberang jalan, adalah suatu
budhi yang baik. Sesorang yang menghibur seorang pasien yang
kesakitan juga melakukan budhi yang baik. Seorang yang tak berada,
memberikan Rp. 10.000 dari Rp. 70.000 yang ia miliki adalah budhi
yang besar. Misalnya dibandingkan seseorang yang menyumbangkan Rp.
150.000.000 dari hartanya yang yang berjumlah beberapa milyard US $.
Namun, budhi adalah budhi.

Apabila kita tiap hari, seperti yang diajarkan sang Sidharta,
melakukan kebaikan, berpikir baik, berkata baik, sudahlah banyak yang
kita lakukan. Tak perlu kita harapkan peraturan apapun mengenai apa
yang baik atau bukan..

------------------------
Mas Danar, dalam islam mengharuskan pemeluknya untuk melakukan
kebaikan berdasarkan dua hal. Niat lurus tulus karena mencari ridha
Allah dan melakukan amal atau budi baik itu berdasarkan aturan yang
telah Allah tetapkan. Jika kita tidak tahu aturannya, kita harus
belajar. Bila hal ini tak dipenuhi, mohon maaf Allah tak bisa
menerima amalan tersebut. Sayangnya ini yang kadang terlupa dari
diri kita. Termasuk saya sendiri. Orang yang baik bukanlah sosok
malaikat, akan tetapi ketika dia melakukan kesalahan dia segera
menyadari kesalahannya, mohon ampun pada Tuhannya, berusaha keras
untuk tidak mengulangi kesalahannya dan menutupinya dengan perbuatan
sholeh. Manusia adalh tempat segala kelalaian dan kekhilafan
Wallahu'alm bishawab



DH: amal dan budhi yang terbaik, bagi semua agama, adalah yang kita
lakukan dengan tulus, tanpa pamrih sedikitpun. Tidak pula untuk
mengharapkan pahala. kebaikan kita lakukan, karena kebaikan itu
sendiri. Kita tidak mencuri, karena tidak mencuri adalah mulia. BUkan
karena takut akan hukuman, bukan karena meng-harap harap pahala.

Tentu saja, dalam keterbatasan kita, apa yang kita lakukan tidak
sempurna, atau mungkin mengandung kekhilafan. Kita cukup berjanji
pada diri kita, untuk lain kali, melakukan yang lebih baik. Ini akan
mudah kita lakukan, apabila kita lakukan kesemuanya itu dengan sadar.
Anumodana dalam bahasa Sanskerta.

Perbuatan yang "saleh" tak akan dapat menutupi kekhilafan kita,
karena kekhilafan adalah kekhilafan. Lebih penting lagi, kita lakukan
budhi yang baik, berpangudi luhur, tidak untuk dianggap saleh, tetapi
karena perbuatan luhur itu sendiri.

Orang lain, mungkin tak tahu, kalau kita bersalah, lalu ber-pura pura
saleh. Namun indrya kita sendiri akan mengetahuinya. Kita tak mungkin
lari dari keakuan kita. Orang boleh memuji kita, kalau kita berbuat
yang "saleh", namun, kita tahu, apa yang kita sebenarnya perbuat.

Kita tak mungkin lari dari akibat apa yang kita perbuat dalam hidup
ini. Kebahagiaan, ketenangan bathin, kedamaian, hanya kita perolah
dengan keyakinan, telah berbuat yang baik.

Dalam berbuat dharma, kita tak membutuhkan wasit ataupun jury. Juga
hanya nurani kita yang sanggup secara jujur memaafkan apa yang kita
perbuat. Dan, kita yakinlah, bahwa apapun yang kesalahan yang kita
perbuat, akan berdampak pada diri kita. Hanya kita yang dapat
membebaskan diri dari kesemuanya ini. Dengan perbuatan yang mulia.

Salam

danardono








***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.



"Bangkitnya manusia, karena pemikirannya"
Kebangkitan ialah perpindahan suatu bangsa,negara, umat dan seorang individu
dari satu keadaan ke arah yang lebih baik




---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise