logo       

RE: Re: PKS: Ikan dalam Aquarium: msg#01790

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: RE: Re: PKS: Ikan dalam Aquarium




-----Original Message-----
From: imuchtarom [mailto:imuchtarom-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx]
Sent: Tuesday, March 22, 2005 11:51 PM
To: ppiindia-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
Subject: [ppiindia] Re: PKS: Ikan dalam Aquarium





Kritik seperti itu tentu sah-sah saja,
Memang sah dan kenyataannya begitu kok jadi wajar saja....

Tapi yaitu, kebanyakan kita kan hanya berhenti s/d
mengritik atau mencela. Pertanyaannya, apakah
kita mampu berbuat yang lebih baik, atau setidak-2
nya menawarkan berbagai alternatif solusi.
Memangnya PKS kasih solusi apa? mestinya anggota DPR dan pemerintah dong
yang buat solusi bukan kita, mereka kita gaji dengan uang pajak kita, gaji
buta dong "Haram tuch dimakan, karena saya yang bayar pajak nggak ridho uang
ane dimakan sama anggota DPR "Busuk"

Saya yakin tindakan kader PKS yang mengembalikan
uang yang dikatakan bukan haknya itu, ada efeknya.
Perlu usaha bersama dari berbagai pihak untuk
meningkatkan mutu dan integritas lembaga
parlemen yang cenderung terpuruk.
Setahu saya nggak ada tindakan cuman omongan saja, karena setelah dicek
dekembalikannya sama rakyat, tahu rakyat yang mana. (Nggak percaya tanya
bung he man)

Sekarang paling-tidak, sudah mulai ada suara
mengkapanyekan "parlemen yang bersih", meskipun
samar-samar. Juga sudah ada cukup banyak anggota
DPR yang diproses karena tuduhan korupsi. Seingat
saya, di jaman pak Harto hal semacam itu hampir
belum ada.
Ya memang kalau ente berani waktu dulu sudah didor, nah kalau sekarang ente
berani melawan kebijakan partai ya direcall sami mawon atuch, mestinya kan
kedaulatan rakyat bukan partai.
Kalau bersih ya, sekarang bersihin anggaran untuk dikorup jauh jebih jago...

Bangsa ini memang perlu menjalani suatu *learning curve*.
cek..cek..cek... apalagi tuch learning curve, hebat pisan istilahnya....

Soal hiburan malam dsb., yes it is not a simple problem.
Perlu ada yang mulai meng address persoalan itu dan
memikirkannya. Soal kritik bahwa seharusnya "seorang
Muslim itu berusaha mencegah kemungkaran * dengan
menggunakan tangannya *" ini kan pelaksanaannya tidak
sederhana.
Tidak sederhana mestinya sudah dipikirin sejak kampanye, jangan saat
kampanye obral janji begitu naik melempen dan alasannya it's not simple
problem, adik saya yang SMP yang baru belajar Bahasa Inggris juga tahu, tapi
mereka kan digaji dan diberikan fasilitas supermewah untuk mengatasi itu

Contohnya, organisasi seperti FPI sudah melakukan
tindakan pencegahan beberapa bentuk kemungkaran
dengan "menggunakan tangan", lalu bukankah
orang-orang menghujat mereka?
FPI mach preman dijadikan contoh, wajar dihujat preman pakai nama-nama
agama, kalau mau jadi preman-preman saja nggak usah pakai legitimasi agama,
malu-maluin kaum muslim saja...

Ya memang sudah resiko sih, ...
Pokoknya kalau orang ingin berjuang melaksanakan
ajaran agama tantangannya memang besar. Perlu
upaya-upaya mendidik masyarakat melalui berbagai
media, disamping upaya melalui jalur perubahan
hukum.
Yach memang beresiko, kalau nggak beresiko ya plin plan saja, atau munafik
saja, jual tuch agama dan ayat semurah mungkin.
Mau didik anak didik dulu anggota fraksimu biar nggak melempem........

= ihm =

Regards,

Oman



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise