|
TNI-AD akan Tambah 22 Komando Teritorial: msg#01784culture.region.indonesia.ppi-india
MEDIA INDONESIA Rabu, 23 Maret 2005 BERITA UMUM TNI-AD akan Tambah 22 Komando Teritorial JAKARTA (Media): TNI-AD akan menambah 22 komando teritorial (koter). Dalam kurun waktu 2005-2009, dibangun 19 markas komando distrik militer (makodim) dan tiga markas komando resor militer (makorem). Penambahan koter itu diungkapkan KSAD Letnan Jenderal Djoko Santoso dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Jakarta, kemarin. Ia menjelaskan, pembentukan 19 makodim masing-masing di Kodam I/Bukit Barisan, Kodam VI/Tanjungpura, Kodam XVI/Pattimura, Kodam XVII/Trikora, dan Kodam Iskandar Muda. Sedangkan tiga makorem dibangun di Kepulauan Riau, Bangka Belitung, dan Merauke. Menurut Djoko Santoso, untuk satuan terpusat, TNI-AD juga akan menambah satu divisi infanteri Kostrad di Sorong Kompleks, Abepura Kompleks, dan Sulawesi Utara. TNI-AD, katanya, juga akan melanjutkan pembentukan sekolah Raider di Kopassus Batujajar, Cimahi, Jawa Barat. Selain itu, kata dia, TNI-AD akan menambah enam markas brigade infanteri (mabrigif) di Kodam IV/Diponegoro, Kodam V/Brawijaya, Kodam VI/Tanjungpura, Kodam XVI/Pattimura, Kodam XVII/Trikora, dan Kodam Iskandar Muda. Menurut KSAD, pihaknya juga menambah 16 batalion infanteri (yonif), 1 batalion kavaleri (yonkav), 2 detasemen kavaleri (denkav), 2 kompi kavaleri (kikav), 2 batalion artileri medan (yonarmed), 1 detasemen peluru kendali (denrudal), 1 detasemen zeni tempur (denzipur), dan 2 resimen induk daerah militer (rindam). Djoko Santoso menjelaskan pembangunan postur TNI-AD 2005-2009 merupakan pembangunan tahap II dari program pengembangan postur TNI-AD dalam jangka waktu 15 tahun mulai 2000-2014. Paradigma lama Penambahan koter itu mengundang reaksi. Anggota Komisi I DPR Happy Bone mengingatkan, penghapusan koter merupakan ujud dari semangat reformasi TNI. Oleh karena itu, kata dia, penambahan koter tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pakar pertahanan dari Universitas Indonesia Andi Widjajanto yang dihubungi Media di Jakarta, tadi malam, menilai TNI-AD masih menggunakan paradigma lama. Menurut anggota Kelompok Kerja Indonesia untuk Reformasi Militer itu, rencana pembangunan kekuatan TNI-AD untuk kurun waktu 15 tahun, tidak sejalan dengan UU TNI. Sebab, kata dia, dalam UU itu disebutkan bahwa gelar kekuatan TNI tidak harus paralel dengan sistem administrasi pemerintahan. "Fokusnya harus lebih ditujukan ke wilayah rawan konflik, perbatasan, dan terpencil," katanya. Andi berpendapat, DPR bisa menghentikan rencana pembangunan koter terkait penyediaan anggaran. Menurut dia, pembentukan koter baru akan menghambat proses reformasi militer, sebab yang menjadi tuntutan dalam reformasi TNI adalah restrukturisasi komando kewilayahan. "Sehingga, tidak dimungkinkan adanya penetrasi militer ke sistem politik tingkat daerah dan tidak ada distorsi bisnis militer di daerah yang biasanya terkait koter," katanya. IMET dipulihkan Sementara itu, Menhan Juwono Sudarsono kemarin menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melaporkan kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat (AS), 11-20 Maret. Di sana ia bertemu enam senator dan empat anggota DPR AS serta Sekjen PBB Kofi Annan dan mantan Menhan AS Henry Kissinger. Ia menjelaskan, membaiknya hubungan Indonesia dan militer AS ditandai dengan telah disepakati masalah pendidikan dan pelatihan (International Military Education and Training/IMET). Sedangkan masalah Foreign Military Sales (FMS) dan Foreign Military Financing (FMF) belum selesai. Menhan mengatakan, program IMET akan dipulihkan 2-3 bulan mendatang. Sedangkan FMS dan FMF masih tergantung dari persetujuan tentang pemulihan bantuan pendidikan dan latihan, karena dua senator masih menunggu tindak lanjut penyelidikan penembakan buruh AS di Indonesia. "Kalau mereka yakin penyelidikan ke arah itu sungguh-sungguh membantu FBI dalam penyelidikan, kemungkinan besar kita akan bisa meningkat ke masalah FMS dan FMF, masalah pembelian dan pembiayaan alat-alat utama sistem senjata buatan AS," ungkapnya. Pada kesempatan itu, Menhan mengungkapkan komentar dari senator dan anggota DPR AS saat mengetahui jumlah anggaran Dephan dan Mabes TNI sebesar Rp21 triliun per tahun. Sedangkan Singapura dan Thailand masing-masing Rp45 triliun dan Rp50 triliun. (Nur/Hnr/Tia/Riz/P-1) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who cares about public education! http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx 5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx 6. kembali menerima email: ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Menuju Visi Kesejahteraan Rakyat: 01784, Ambon |
|---|---|
| Next by Date: | Siapkah TNI Melaksanakan Perang: 01784, Ambon |
| Previous by Thread: | Menuju Visi Kesejahteraan Rakyati: 01784, Ambon |
| Next by Thread: | Siapkah TNI Melaksanakan Perang: 01784, Ambon |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |