logo       

KALEIDOSKOP AKTIVITAS POLITIK DAN DAKWAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI): msg#01761

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: KALEIDOSKOP AKTIVITAS POLITIK DAN DAKWAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI)




Akhbar HTI Al-Wa?ie Edisi 55

KALEIDOSKOP AKTIVITAS POLITIK DAN DAKWAH

HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI)



Pengantar Redaksi:

Perjuangan harus terus berlanjut, tidak boleh berhenti, meskipun berbagai
tantangan dan tekanan menghadang. Demikian prinsip penting Hizbut Tahrir
Indonesia (HTI). Perjuangan politik ini secara garis besar mencakup: pembinaan
intensif untuk mencetak kader-kader dakwah, membina umat dengan tsaqâfah Islam,
serta mengkoreksi penguasa yang berseberangan dengan Islam dan merugikan
umat?misalnya dengan mendatangi parlemen dan penguasa untuk mengkritisi
kebijakan politik mereka. HTI juga selalu berusaha membongkar kebiadaban
penjajah seperti AS dan negara-negara sekutunya yang selama ini mencengkeram
umat Islam, termasuk kerjasama mereka dengan para penguasa di negeri-negeri
Islam.

Dengan aktivitas ini akan muncul kader-kader dakwah yang siap terjun untuk
berdakwah sehingga terbentuk kesadaran umat untuk kembali pada Khilafah. Hal
ini semakin diperkuat dengan dukungan ahlul quwwah (elit politik strategis).
Tiga hal inilah?kaderisasi, kesadaran umat, dan dukungan elit politik
kunci?yang akan menjadi simpul keberhasilan dakwah. Aktivitas inilah yang
secara serius dilakukan oleh Hizbut Tahrir sekarang ini, termasuk di Indonesia.
Semoga Allah memberikan kemenangan kepada umat Islam dengan tegaknya Daulah
Khilafah Islamiyah yang akan menegakkan hukum-hukum Allah dalam seluruh aspek
kehidupan.





q Tahun 80-an:

Ide-ide mulai HT masuk ke Indonesia. HT mulai melakukan kaderisasi di beberapa
pesantren dan universitas terkemuka seperti UNPAD, IPB, UNAIR, UGM, dll.

q Maret 2002:

o Untuk pertama kalinya secara terbuka HT mengkampanyekan tentang
kewajiban Khilafah Islamiyah dalam Konferensi Internasional Khilafah Islamiyah
di Senayan Jakarta;

o HT menyerukan penegakan syariat Islam sebagai solusi problem
multidimensi di Indonesia dalam kunjungannya kepada Wapres Hamzah Haz;

o Sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan terhadap serangan AS ke
Irak , HT melakukan masîrah (longmarch) mendatangi beberapa kedutaan besar di
Jakarta seperti: Kedubes Saudi Arabia, Kuwait , Yaman, Syria, Tunisia, Inggris,
Perancis, dan RRC.

q Agustus 2002:

Aksi kolosal lebih dari 20.000 massa HTI menuntut penegakan syariat Islam di
depan DPR dalam sidang Istimewa DPR.

q 29 April 2003:

HTI menuntut agar RUU Sisdiknas tetap merujuk pada syariat Islam dan mengecam
pihak sekular dan Kristen yang berupaya mengsekularkan pendidikan nasional.

q 5 Oktober 2003:

Untuk mencegah disintegrasi negeri-negeri Islam, HTI mengadakan Konferensi
Islam Menyambut Ramadhan 1424 dengan tema, "Menjaga kesatuan Negeri-negeri
Islam". Selain di Jakarta, konferensi serupa juga diselenggarakan di Bandung,
Surabaya, Medan, Yogyakarta, Banjarmasin, dan Makasar.

q 4 Januari 2004:

HTI mencanangkan Gerakan Nasional Taqarrub Ilallah. Melalui gerakan ini HTI
berharap, kesadaran tauhid masyarakat makin meningkat sehingga mereka mau
menyelesaikan segala persoalan dengan syariat Islam.

q 15 Januari 2004:

Delegasi HTI mendatangai Kedubes Prancis di Jakarta menyoal larangan pemakaian
jilbab di Prancis. Acara ini juga dilakukan di daerah-daerah.

q 20 Februari 2004:

Aksi, "Raih Kepemimpinan dan Tegakkan Syariah dan Khilafah," di Bundaran HI
Jakarta dalam rangka 80 tahun runtuhnya Daulah Khilafah Islamiyah yang dihadiri
lebih kurang 20.000. Acara diisi dengan orasi tokoh-tokoh Islam nasional
seperti Ust. Irfan S. Awwas (Ketua Tanfdziyah Majlis Mujahidin Indonesia), KH.
Kholil Ridwan (Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia), Ust. Hari
Moekti, Ust. MR Kurnia, dan Ust. Farid Wajdi, Jubir HTI Ismail Yusanto, dan
pimpinan HTI saat itu Muhammad al-Khaththat. Aksi serupa diadakan di seluruh
Indonesia.

q 5 Maret 2004:

Peluncuran buku Partai Politik Islam yang disusun oleh HTI serta situs
www.hizbut-tahrir.or.id bersamaan dengan Seminar Khilafah yang diselenggarakan
HTI dan Majelis Taklim Dharmala.

q 22 Maret 2004:

HTI mengutuk sikap brutal pemerintah dan tentara Israel di daerah pendudukan
Palestina, termasuk pembunuhan Syaikh Ahmad Yassin di Gaza seusai shalat. Semua
ini semakin menunjukkan Israel adalah penjajah Palestina.

q 24 Juli 2004:

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi pendidikan, HTI menyelenggarakan
Lokakarya Pendidikan Nasional di Jakarta dengan pembicara antara lain: Dr.
Jayeng Baskoro (Mendiknas RI), Dr. Din Syamsuddin (MUI), dan Ir. Rahmat Kurnia,
MSI (HTI). Seminar yang sama diselenggarakan di seluruh Indonesia.

q 10 Mei 2004:

Aksi HTI mengecam perlakuan kejam dan hina tentera pendudukan AS di penjara
Ghuraib Irak. Aksi ini dilakukan di depan kedubes AS.

q 25 Mei 2004:

Pengurus DPP HTI berkunjung ke kantor DPP PKS di Jalan Mampang Prapatan Raya
Jakakarta Selatan untuk menjalin persaudaraan Islam bagi penguatan dakwah
bersama.

q Awal Agustus 2004:

Jubir HTI Ust. Ismail Yusanto mendatangi sejumlah kantor media massa cetak dan
televisi untuk membantah dan menunjukkan kebohongan tudingan pemerintah
Uzbekistan bahwa pelaku peledakan dahsyat di Tashkent pada akhir Juli 2004
adalah Hizbut Tahrir Uzbekistan. Ditegaskan oleh Jubir HTI, bahwa dalam
melakukan dakwahnya HT memegang salah satu prinsip, yakni non-kekerasan.

q 30-31 Agustus 2004:

Jubir HTI Ust. Ismail Yusanto diundang oleh Australian National University
(ANU) di Canberra Australia untuk berbicara dalam konferensi internatsional
bertajuk, Islam in Southeast Asia. Jubir HTI saat itu berbicara tentang, ?The
Relationship between State and Religion ? Hizbut Tahrir?s Thinking on the
Caliphate and Reasons why HTI Regard this as a Better Way of Structuring the
State."

q 11 September 2004:

HTI melakukan masîrah (longmarch) dan orasi dari lapangan Monas ke Bundaran HI
dengan tema, "Tolak Kepemimpinan Sekular, Tegakkan Syariah dan Khilafah." Acara
ini diikuti oleh puluhan ribu kaum Muslim dari berbagai kalangan: ulama, jamaah
pengajian, pelajar, mahasiswa, dosen, pengusaha, pengacara, birokrat hingga
masyarakat awam. Hadir sebagai pembicara dalam aksi ini adalah Ust. Farid Wajdi
(DPP HTI), A. Ahmad Sumargono (politisi dan anggota DPR), H. Adhyaksa Dault
(mantan ketua KNPI Pusat), KH. Mudzakir (FPI), Ahmad Michdan, Farid Poniman
(FPI), MR Kurnia (DPP HTI) dan KH. M Al-Khaththat (Ketua DPP HTI).

q 10 Ramadhan 1425 H (24 Oktober 2004):

HTI bersama umat Islam mengadakan masîrah (longmarch) dan orasi di depan Istana
Negara dengan membacakan Piagam Ramadhan yang isinya menuntut penegakan syariat
Islam di Indonesia. Menyusul acara ini dilakukan kegiatan pengumpulan tanda
tangan pro-syariat Islam di seluruh Indonesia.

q 28 Oktober 2004:

Sehubungan dengan tragedi kekerasan yang terjadi di Tak Bai Provinsi Narathiwat
Thailand yang menewaskan 84 Muslim Pattani, Thailand Selatan, pada Selasa 26
Oktober lalu, HTI mengutuk kejadian tersebut sebagai tindakan yang tidak
berprikemanusiaan.

q 15 November 2004 (1 Syawal 1425 H):

Dilakukan Liqa' Syawal dengan para tokoh di Jakarta dan berbagai daerah di
seluruh Indonesia. Acara ini dimaksudkan untuk lebih menjalin ukhuwah Islamiyah
antara HTI dan tokoh-tokoh masyarakat.

q 28 November 2004:

HT mengecam keras serangan AS terhadap Fallujah Irak yang banyak menimbulkan
korban sipil.

q 22 Desember 2004:

Sebagai bentuk kesadaran politik akan keprihatinan masa depan anak-anak
Indonesia, para syabah HTI melakukan masîrah (longmarch) di seluruh Indonesia.
Para ibu-ibu ini menyuarakan anti pornografi dan pornoaksi, kecaman terhadap
eksploitasi perempuan, dan mengingatkan wanita agar jangan lupa pada kodratnya
sebagai ibu.

q Desember 2004:

Di beberapa tempat di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar,
Kendari, dan lainnya diadakan aksi penolakan kenaikan BBM. HTI menilai
kebijakan ini akan menyengsarakan rakyat dan bertentangan dengan syariat Islam.

q Januari-Februari 2005:

HTI mengirim relawan ke Aceh dan Sumut yang ditimpa bencana gelombang tsunami.
Selain melakukan pelayanan medis, suplai logistik, HTI juga membantu membangun
masyarakat Aceh dengan program mental recovery yang berbasis syariat Islam.
Bantuan dana mengalir dari para syabâb dan simpastisan HTI; tidak hanya di
Indonesia, tetapi juga dari wilayah dunia lain, untuk membantu saudara-saudara
mereka di Aceh.



Di samping sejumlah aktivitas di atas, sebagai partai politik ideologis, HTI
terus melakukan upaya pembinaan terhadap anggotanya berupa halaqah-halaqah
dengan buku-buku yang sistematis. HTI juga bergerak bersama umat dengan mengisi
khutbah Jumat, ceramah Ramadhan, dan kultum sebagai bagian dari pembinaan umum.
Upaya rekrutmen juga dilakukan secara terus-menerus melalui sejumlah dawrah
dirâsah dan training-training keislaman. Semua itu merupakan bagian dari
aktivitas politik dan dakwah HTI untuk membangun kesadaran umat menegakkan
Khilafah Islamiyah. []



http://www.hizbut-tahrir.or.id/modules.php?name=News&file=article&sid=429




---------------------------------
Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today!
Download Messenger Now

[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise