logo       

Kehidupan kian Terhimpit Pemerintah tidak Tergelitik?: msg#01558

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: Kehidupan kian Terhimpit Pemerintah tidak Tergelitik?


http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/3/21/b1.htm

Warung global
Kehidupan kian Terhimpit Pemerintah tidak Tergelitik?

Masyarakat sudah sangat dibebani dengan kenaikan harga BBM yang berdampak pada
kenaikan harga-harga kebutuhan lainnya. Beban itu bertambah jika saja rencana
kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pun menyusul. Kehidupan ini kian terhimpit
saja oleh pembayaran-pembayaran yang meningkat terus, padahal seharusnya di
tengah perekonomian yang kurang mendukung tidak ada kenaikan-kenaikan tarif.
Apakah keluhan rakyat tidak membuat pemerintah tergelitik? Kalau rencana
kenaikan TDL adalah akibat dari kenaikan harga BBM yang sudah berlaku sejak 1
Maret lalu, maka penerintah harus juga memberikan penyeimbangan dengan serius
menuntaskan masalah korupsi dan menangkap koruptor, sehingga masyarakat
mengetahui ke mana saja uang rakyat yang telah dicuri para maling berdasi itu.
Kemudian PLN sendiri diharapkan bisa meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan
kalau TDL naik, dan ada transparansi dalam keuangann
ya. Demikian antara lain terungkap dalam Warung Global interaktif, Sabtu
(19/3) lalu. Acara ini disiarkan langsung Radio Global FM Bali 96,5 Kinijani,
juga dipancarluaskan Radio Genta Swara Sakti Bali dan Radio Singaraja FM.
Berikut rangkuman selengkapnya.

------------------------------------

Kadek Mako di Kedewatan mengatakan rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL)
ini sangat erat kaitannya dengan kinerja PLN yang harus ditingkatkan. Kalau di
Bali dia menyatakan sudah merasakan ada peningkatan pelayanan yang diberikan
oleh PLN. Terbukti dari mulai berkurangnya keluhan masyarakat. Namun, bukan
berarti dia setuju dengan kenaikan harga BBM dan TDL ini. Dia hanya bisa
berharap pemerintah janganlah selalu berkaca pada negara maju karena kita
sebagai negara yang dikatakan sedang berkembang tidak bisa berpatokan seperti
itu. Mengapa tidak mulai dengan melakukan pembenahan dari dalam dulu?
Menurutnya, TDL tidak pantas dinaikkan meskipun ada toleransi 7%.

Sementara itu, Made Satrya mengatakan tidak bisa kita mungkiri kalau setelah
harga BBM naik, akan ada kenaikan tarif lainnya. Kini dengan adanya rencana
kenaikan TDL sungguh membuat kepala kita pusing. Belum lagi harga barang-barang
kebutuhan pokok turut naik, lalu ditambah dengan biaya-biaya yang merupakan
pengeluaran tetap setiap bulannya. Dia pun bertanya, apakah keluhan kita ini
tidak membuat mereka tergelitik?

Goatama dari Tampaksiring menambahkan, apa pun dalihnya, entah itu berorientasi
kepada nasib anak cucu kita, dia tetap tidak setuju kalau setelah kenaikan
harga BBM ini TDL pun akan dinaikkan. Semasih menjadi wacana, mari kita
perjuangkan, kepetingan rakyat kecil rupanya sudah dilupakan. Dia mengaku
sangat merasakan ada perubahan, tetapi perubahan yang membuat rakyat kecil
susah.

Pendapat Trimakna, kini semua sudah kentara sekali. Setelah kenaikan harga BBM,
ada rencana kenaikan TDL, jangan-jangan besok ada rencana kenaikan tarif air
dan lain-lain. Sampai detik ini dia menyatakan tidak merasakan adanya
perbaikan, kita hanya diperdayai, kapan rakyat diutamakan kepentingannya?

Dewa Pacung mengaku hanya bisa pasrah menghadapi kenaikan tarif-tarif. ''Apa
daya saya sebagai rakyat kecil?'' ujarnya. Yang terjadi di lapangan, tambahnya,
adalah perubahan harga yang terus saja meningkat. Mulai dari wacana harga BBM
naik harga barang lainnya sudah mulai meningkat, apalagi setelah ada kenaikan
harga BBM. Tidak cukup sampai di situ, sekarang kita sudah dipusingkan lagi
oleh rencana kenaikan TDL ini. Kata dia, toleransi untuk angka 7% dari
pemerintah jangan sampai terjadi, yang harus dilakukan pemerintah bukanlah
memberikan toleransi, namun buatlah TDL ini tidak naik.

Setia di Tabanan merasakan kehidupan ini kian terhimpit saja oleh
pembayaran-pembayaran yang meningkat terus, padahal seharusnya di tengah
perekonomian yang kurang mendukung tidak ada kenaikan-kenaikan tarif. Dia
menyatakan, selama ini yang didapatkannya dari pembayaran yang dia lakukan
sangat kurang. Ia mencontohkan, ketika di rekening listrik tercantum iuran
untuk lampu penerangan jalan, padahal dia tidak bisa menikmati. Kalau sekarang
TDL dinaikkan otomatis iuran LPJ naik, namun terangnya LPJ tidak dia rasakan
sementara dia harus mengeluarkan biaya. Lalu apa yang dia terima? Setia pun
menyarankan, cobalah ada transparansi dan penjelasan kepada masyarakat apa yang
terjadi, terutama soal keuangan. Jangan melakukan kebohongan publik, yang
masyarakat inginkan ada keterbukaan.

Made Karya di Sembung, Mengwi pun turut kecewa dengan adanya rencana kenaikan
tarif ini. Dia berharap, mudah-mudahan saja tidak betul naik karena sekarang
ini rakyat sudah diberatkan dengan kenaikan harga BBM. Daya beli masyarakat
akan menurun sehingga semua sektor perekonomian akan tambah lemah.

Soal kebijakan rencana kenaikan TDL ini, Gus Rai di Sanur optimis, di Bali
tidak akan terlalu berpengaruh karena kita masih ditunjang dengan sektor
pariwisata. Tetapi bagaimana dengan wilayah lain di Indonesia? Dia juga
berharap, semoga saja kondisi PLN baik sehingga tidak perlu mengambil keputusan
menaikkan TDL.

Wayan Suastawa, warga Gianyar, malah mempertanyakan ini adalah sebuah mekanisme
pasar. Dia berkata, biarkan saja naik, dengan catatan harus ada yang
mengimbangi yaitu uang rakyat yang telah dikorupsi harus kembali.

Bagi Arta Jaya Astawa di Buleleng, yang terpenting adalah pengawasan
harga-harga di lapangan, perlu ada standar baku. Pemerintah dan PLN harus
memberikan penjelasan dan pelayanan yang baik atas konsekuensi dari kenaikan
tarif, apa pun itu, termasuk kenaikan tarif dasar listrik ini.

Sebagai pengunjung terakhir Warung Global, Agung Adnyana di Denpasar mengatakan
kebijakan kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu adalah sebuah kebijakan yang
spektakluler yang pada akhirnya berpengauh pada kenaikan harga barang dan
kenaikan tarif lainnya. Tetapi, mengapa hanya kebijakan tarif yang kita dengar
tanpa pernah kita dengar ada penjelasan dari pemerintah ke mana saja uang
rakyat yang telah diambil para koruptor? Agung mengatakan masih ingin ada
keseriusan pemerintah menangani korupsi ini. Kepada PLN, dia berharap kalau toh
TDL ini dinaikkan mohon memberikan transparansi tentang keuangan, pengeluaran
dan pemasukan PLN. Namun, dia sadar kenaikan TDL merupakan siklus dari kenaikan
harga BBM.

* deva


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise