logo       

Mengekspresikan Harga Diri Bangsa: msg#01093

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: Mengekspresikan Harga Diri Bangsa


http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/3/15/o1.htm
Selasa Umanis, 15 Maret 2005
Tajuk Rencana

Mengekspresikan Harga Diri Bangsa


MENYUSUL tersibaknya kasus Ambalat, bangsa Indonesia menjadi gerah. Harga
diri bangsa tersentuh, bahkan terasa terkoyak. Bagaimana seyogianya kita
mengekspresikan suatu harga diri bangsa?

Tersibaknya suatu persoalan bangsa setingkat persoalan nasional, memang
dapat memicu dan memacu mengentalnya harga diri suatu bangsa. Saat-saat
seperti itu harga diri bangsa tertantang eksistensinya dan terukur kadarnya.
Akan tetapi, harga diri yang muncul dalam kondisi semacam itu acapkali lebih
bersifat defensif-reaktif, menggumpal dalam wujud kebersamaan setelah muncul
tantangan.

Harga diri bangsa seharusnya senantiasa mengalir dalam darah dan merasuk
dalam napas tiap warga bangsa, sebagai pribadi maupun kelompok bangsa, dalam
menghadapi tantangan bangsa, yang bersifat internal maupun eksternal.
Seyogianya harga diri bangsa lahir dan tumbuh secara naluriah dari budaya
berpikir positif dan budaya malu. Semestinya harga diri bangsa tidak
terbangun dari sikap dan perilaku yang didominasi kepentingan pribadi dan
sarat tunggangan kepentingan kelompok, serta mengabaikan kepentingan
nasional.

Terbangunnya harga diri bangsa tidak lepas dari proses nation and character
building. Secara mendasar, karakter kepribadian bangsa dapat dilahirkan dan
dikembangkan lewat proses pendidikan. Namun ironis, dalam bidang pendidikan
formal, kita masih belum juga menemukan kepastian tentang mekanisme
pengajaran budi pekerti, misalnya, dalam upaya memperkaya proses pembentukan
karakter kepribadian bangsa dengan nilai dan norma-norma kemanusiaan yang
universal. Sejak dalam jenjang pendidikan dasar dan prasekolah, kita masih
sering ''memergoki'' kenyataan proses pendidikan yang hanya mengutamakan
aspek kecerdasan intelektual.

Dalam proses pendidikan nonformal dan informal lebih parah lagi out-put-nya.
Kita masih sering dihadapkan pada kenyataan-kenyataan yang kurang mendukung
bagi lahir dan tumbuhnya karakter kepribadian bangsa. Kita dihadapkan pada
sikap dan perilaku para pemimpin bangsa dan tokoh-tokoh masyarakat yang
tidak pantas diteladani, padahal mereka adalah figur yang seharusnya tampil
menjadi dan memberi teladan yang positif. Sikap dan perilaku materialistis
semata, merambah luas sendi-sendi kehidupan bangsa. Tiap kedudukan dan
jabatan lebih dilihat sebagai kesempatan untuk memperkaya diri. Jabatan
lebih sebagai tempat menggantungkan hidup, bukannya sebagai tempat
pengabdian hidup.

Banyak lagi kenyataan yang dapat diungkapkan sebagai tengara makin parahnya
proses pendidikan akhlak dalam kehidupan sehari-hari, yang makin menjauhkan
budaya berpikir positif dan menipiskan budaya malu. Pada gilirannya,
realitas kehidupan tersebut akan menjadikan bangsa ini lebih terpuruk, lebih
banyak lagi pejabat korup dan aparat birokrasi yang lebih gampang terkena
suap, dalam kondisi mis-management penyelenggaraan negara.

Seberapa kualitas kadar harga diri bangsa yang lahir dan tumbuh dari
masyarakat yang miskin moral dan miskin etika semacam ini? Seberapa jauh
kadar harga diri bangsa tergerus erosi gara-gara mis-management dalam
penyelenggaraan negara?

Sederet kelemahan inilah yang dapat dimanfaatkan bangsa lain untuk
menganggap enteng eksistensi bangsa kita. Beberapa kejadian telah terbaca
sebagai refleksi rapuhnya harga diri bangsa kita. Terkait dengan Malaysia,
misalnya, kebobrokan itu terbaca dalam maraknya kasus tenaga kerja Indonesia
ilegal, gampangnya muncul kasus illegal-logging yang juga di-back up cukong
Malaysia, dan menyusupnya Dr. Azahari dan Noordin M. Topp yang telah
berhasil mengobok-obok keamanan Indonesia. Tampaknya, kini tahapnya dianggap
tepat sebagai tahap baru pelecehan Indonesia , sebagai bagian dari skenario
global kepentingan negara-negara tertentu lewat merebaknya kasus Ambalat.

Dari konteks pemupukan harga diri bangsa, kasus Ambalat hendaknya kita
jadikan cermin untuk melakukan instrospeksi diri. Nasionalisme sebenarnya
tidak ada jika tiap kelompok masyarakat lebih memperjuangkan kepentingan
diri pribadi dan kelompoknya dengan mengabaikan kepentingan bangsa atau
kepentingan nasional. Ironis, di tengah jeritan rakyat akibat naiknya harga
barang-barang kebutuhan pokok dan meningkatnya jumlah rakyat yang
berkategori miskin, para wakilnya di lembaga legislatif meneriakkan
keinginannya untuk menaikkan gaji mereka dan memutuskan pembelian mobil baru
milyaran rupiah.

Seyogianya harga diri bangsa bukan hanya tumbuh defensif-reaktif terhadap
tantangan sesaat, tetapi harus tumbuh secara proaktif, mengalir secara
naluriah dan berkesinambungan. Semestinya, harga diri bangsa senantiasa
terbangun setiap saat, diekspresikan dan diimplementasikan bukan hanya dalam
menghadapi tantangan eksternal, tetapi juga dalam menangani beragam
tantangan internal bangsa.



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give underprivileged students the materials they need to learn.
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise