logo       

Demo Anti-BBM di DPR Brutal: msg#00850

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: Demo Anti-BBM di DPR Brutal


Demo Anti-BBM di DPR Brutal

PROTES KENAIKAN BBM - Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas yang
tergabung dalam Barisan Eksekutif Mahasiswa se-Jabotabek, melakukan aksi protes
di depan gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (10/3). Mereka mendesak anggota dewan
agar membatalkan kenaikan harga BBM yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,
dengan alasan kenaikan harga BBM justru makin menyusahkan rakyat kecil.
(Ant/Str-Ujang Zaelani)

Jumat, (11-03-'05)
JAKARTA (Suara Karya): Aksi menuntut penurunan harga bahan bakar minyak (BBM)
di sejumlah daerah pada Kamis kemarin diwarnai kebrutalan. Pagar Gedung DPR RI
di Jakarta roboh didorong ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan
Mahasiswa se-Jabotabek dan Forum Kota (Forkot).

Seorang perwira polisi yang ikut membuat pagar betis di Gedung DPR RI nyaris
menjadi sasaran ledakan bom molotov yang dilemparkan barisan pendemo. Untung
anggota polisi itu cepat melompat sebelum bom molotov meledak. Pendemo juga
melemparkan tomat busuk ke dalam gedung wakil rakyat itu.

Mahasiswa emosi ketika delegasi mereka gagal bertemu anggota DPR yang tengah
melakukan rapat konsultasi secara tertutup membahas kenaikan harga BBM.
Mahasiswa membentuk barisan dan terlibat aksi dorong-mendorong dengan aparat
kepolisian yang berjaga-jaga.

Di Makassar, bentrok fisik juga terjadi setelah puluhan orang eksponen Himpunan
Mahasiswa Islam (HMI) setempat berdemo di depan Kantor Dinas Pendidikan Sulsel
menuntut transparansi penggunaan subsisi BBM. Tiga anggota HMI dilarikan ke RS
Wahidin Sudiro Husodo karena mengalami luka - salah satu luka terkena tusukan.

"Saya tidak tahu pasti Adiyaksa ditikam pakai apa. Saat bentrok terjadi,
seorang pegawai Dinas Pendidikan membawa pipa besi," ujar Yudi, mahasiswa yang
melihat kejadian.

Selain Adi dan Ilham, seorang mahasiswa lain, Lukman, juga mengalami luka di
wajah terkena pipa besi. Kendati demikian, oleh pihak RS, Lukman sudah
diperbolehkan pulang.

Sementara itu, aksi ratusan massa Aliansi Mahasiswa Wilayah III Cirebon (Jabar)
menolak kenaikan harga BBM di halaman PT Pertamina Kilang Unit Pengolahan (UP)
VI Balongan di Kabupaten Indramayu kemarin nyaris mengakibatkan kebakaran
kilang pengolah minyak setempat.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 10.30 WIB hingga tengah hari itu selain
diwarnai teriakan yel-yel mengutuk pemerintah yang telah menaikkan harga BBM,
juga diramaikan oleh aksi bakar ban bekas yang nyaris merembet ke kilang BBM.
Mereka tidak berhasil menembus pagar kawat berduri dan barisan Brimob yang
memagari kilang UP Balongan.

Karena mendapat hadangan dan barikade seperti itu, salah seorang mahasiswa
langsung mengumpulkan ban bekas dan kemudian membakarnya. Melihat kobaran api
yang membakar ban bekas disertai asap hitam membumbung tinggi, petugas
Pertamina langsung mengambil selang penyemprot air dan berupaya memadamkannya.

Hilman, pimpinan Pertamina Kilang UP VI Balongan, di depan para pengunjukrasa
mengatakan, pihaknya tidak terkait dalam penentuan kebijakan pemerintah
menaikkan BBM. Tugas Kilang UP VI Balongan, katanya, hanya mengolah minyak
mentah menjadi BBM. "Kalian berdemo di sini salah alamat," ujarnya.

Bentrok juga nyaris terjadi di Yogyakarta saat massa saling dorong dengan
aparat kepolisian di depan gedung Agung Yogyakarta. Massa Aliansi Masyarakat
Yogya yang berjumlah sekitar 600 orang itu meneriakkan yel-yel antara lain
menolak kenaikan harga BBM. (L-3/A-10

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise