logo       

Awasi Penyaluran Dana Kompensasi BBM: msg#00535

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: Awasi Penyaluran Dana Kompensasi BBM



http://www.liputan6.com/fullnews/97040.html

Awasi Penyaluran Dana Kompensasi BBM

Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah akan mengucurkan dana kompensasi
bahan bakar minyak sekitar Rp 17 triliun menyusul kenaikan harga BBM
sebesar 29 persen. Penyaluran dana kompensasi BBM yang berasal dari
dana alokasi subsidi BBM itu ditengarai rawan kebocoran. Hal itupun
diakui Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala
Bappenas Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, belum lama berselang.

Kebijakan pemerintah mencabut subsidi BBM membuat pemerintah harus
menaikkan harga BBM rata-rata 29 persen. Alasannya pemerintah ingin
memindahkan subsidi yang selama ini dinikmati orang kaya kepada orang
kecil. Alokasi BBM terbesar ditujukan untuk beasiswa masyarakat
miskin yang mencapai Rp 5,6 triliun. Sisanya ditujukan untuk subsidi
beras miskin (raskin), bantuan pembangunan desa tertinggal serta
pengobatan gratis bagi masyarakat tidak mampu [baca: Kompensasi BBM
Dikucurkan dalam Delapan Program Dasar].

Menneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani mengakui ada beberapa titik
rawan dalam penyaluran dana kompensasi. Misalnya kompensasi bidang
kesehatan untuk lebih dari 36 juta rakyat miskin. Pemerintah hanya
mengacu pada data makro Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan
sensus pemodelan, sehingga tidak diketahui pasti secara jumlah dan
tempat tinggal orang miskin. Hal inilah yang menjadi rawan kebocoran
dana pada tingkat pelaksana [baca: Subsidi BBM untuk Siapa?].

Untuk mengantisipasi kebocoran tersebut, sebagai pengawas pemerintah
provinsi merekrut tim monitoring yang bekerja sama dengan 30
perguruan tinggi. Selain itu juga disediakan Call Center BBM yang
bisa dihubungi masyarakat jika ditemukan adanya penyelewengan.
Masyarakat pun harus ikut mengawasi supaya dana kompensasi yang besar
itu tidak menjadi ladang korupsi baru [baca: Penyaluran Dana
Kompensasi Akan Diawasi Ketat].

Kenaikan harga BBM telah memicu kenaikan ongkos transportasi dan
berbagai biaya lainnya. Sejumlah pelaku usaha juga harus memutar otak
untuk menyiasati harga agar barang hasil produksi tetap dapat
terjangkau masyarakat.

Pada malam sebelum diberlakukannya harga BBM yang baru, sejumlah
stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) dipadati kendaraan
bermotor. Warga berharap dapat berhemat ribuan rupiah sebelum harus
membayar BBM dengan tarif baru.

Masyarakat memang harus menghadapi berbagai kenaikan tarif
pascapemberlakuan tarif baru BBM. Transportasi adalah sektor yang
menerima dampak langsung dari kebijakan pemerintah ini. Dari hitung-
hitungan Departemen Perhubungan, ongkos transportasi hanya naik
maksimal 6,5 persen. Namun kenyataan di lapangan angkutan kota
mematok kenaikan tarif hingga 30 persen [baca: Kenaikan Tarif Angkot
di Jakarta Masih Dibahas].

Dari sektor makanan dan minuman, Gabungan Pengusaha Makanan dan
Minuman (Gapmi) memprediksi kenaikan akan berkisar antara satu hingga
tiga persen. Industri tekstil juga telah memperkirakan barang tekstil
naik sekitar 10 persen. Masyarakat juga harus bersiap dengan kenaikan
harga rumah yang bisa berkisar 15 hingga 20 persen [baca: Barang Toko
Ritel Naik Dua Bulan Mendatang].

Beban berat juga dirasakan sejumlah pelaku usaha mikro, kecil dan
menengah (UMKM) karena naiknya biaya produksi sekitar dua hingga lima
persen. Di Kota Kediri, Jawa Timur, misalnya. Sekitar 400 perusahaan
jenis industri rumahan terancam gulung tikar karena bila menaikkan
harga barang akan mengakibatkan turunnya jumlah pembeli.(DEN/Tim
Liputan 6 SCTV)






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give underprivileged students the materials they need to learn.
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise