logo       

Re: 'Ganyang' Malaysia: msg#00477

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: Re: 'Ganyang' Malaysia



Apa yang menyebabkan tiba-tiba Malaysia mengklaim ya?
Apa ada provokasi dibelakang ini gak?
Apa betul cuma untuk pengalihan konsentrasi masyarakat, katanya kan
di Malaysia harga BBM naik juga.
Apa...apa..apanya dong?

--- In ppiindia-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, bayu montana
<bayu_mont@xxxx> wrote:
> ayo ganyang malaysia si perampok ligitan itu, jangan biarkan harga
diri kita di injak-injak mereka, ayo maju perang sodaraku di
sulawesi......, coba umumkan pendaftaran sukarelawan ganyang
malaysia seperti bosnia dulu pasti kami akan ikutan mendaftar
hehehe...... ayo perangi kezaliman malaysia keparat itu.....
>
> Ambon <sea@xxxx>
wrote:http://www.indomedia.com/bpost/032005/6/depan/utama1.htm
> Minggu, 06 Maret 2005 02:03
>
> 'Ganyang' Malaysia
>
> Makassar, BPost
> Meski pemerintah mengupayakan jalur diplomasi, namun genderang
perang
> terhadap Malaysia ditabuh banyak kalangan di tanah air. DPR RI,
misalnya,
> mendesak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono bersikap tegas
terhadap
> Malaysia. Sementara, warga di Makassar, Sulawesi Selatan,
membentuk front
> 'Ganyang Malaysia'.
>
> Situasi di perairan perbatasan Indonesia di Kalimantan Timur
dengan Malaysia
> semakin menegang. Ketegangan ini menyusul terjadinya 'perang
mulut' melalui
> alat komunikasi antara awak kapal TNI AL KRI Rencong dengan kapal
Tentera
> Laut Diraja Malaysia, KD Kerambit-43.
>
> "Memang belum terjadi perang fisik, namun sempat adu mulut melalui
alat
> komunikasi," kata Kepala Staf Gugus Tempur Laut Armada Timur
(Guspurlatim),
> Kolonel Laut Pelaut Marsetio, di Tarakan.
>
> Saat ini TNI AL telah menyiagakan tujuh kapal perang berbagai
kelas di
> perairan Tanjung Unarang hingga Blok Ambalat dan Bukat di Laut
> Sulaswesi --dua kawasan yang diklaim Malaysia sebagai teritori
mereka.
>
> "KRI Tubung dan KRI Tongkol akan tiba Minggu (6/3) pagi. Sedangkan
KRI Singa
> dan satu masih ditentukan tiba, Senin (7/3) pagi di Tarakan
bergabung dengan
> tiga KRI lain yang sudah ada di sana, yaitu KRI Nuku, KRI Wiratno
dan KRI
> Rencong," ungkap Marsetio.
>
> Saat ini, lanjut dia, KRI Nuku dan KRI Rencong tengah berpatroli
di perairan
> itu, akan diiikuti KRI Wiratno pada petang harinya.
>
> Yudhoyono ke Sebatik
> Semakin memanasnya situasi di perbatasan Kaltim, Presiden Susilo
Bambang
> Yudhoyono, direncanakan pada 7 dan 8 Maret mengunjungi Pulau
Sebatik. TNI AL
> akan mengerahkan empat kapal perang dan ratusan personel
mengamankan
> kunjungan presiden.
>
> Pulau Sebatik merupakan satu pulau di utara Nunukan Timur yang
terbagi dua.
> Separuh pulau di sebelah utara merupakan bagian dari negara bagian
Sabah
> Malaysia, sementara di sisi selatannya masuk ke wilayah hukum RI
dan di
> pulau itu ada satu pos TNI AL.
>
> Perairan dari Pulau Sebatik dipersengketakan Malaysia secara
sepihak
> berdasarkan peta laut buatan mereka pada tahun 1979 hanya sejarak
sekitar 5
> mil laut.
>
> Sikap arogansi Malaysia mengklaim wilayah yang bukan miliknya itu,
memicu
> reaksi keras berbagai kalangan di Indonesia. Masyarakat di
Makassar, Sulsel,
> kemarin, membentuk Front Ganyang Malaysia (Fro Gam). Rakyat di
bumi anging
> mamiri ini gusar dan marah terhadap sikap negeri jiran tersebut.
>
> Bahkan, front yang dikomandani Das'ad Latief, ini merekrut para
relawan yang
> bersedia melakukan perlawanan terhadap Malaysia. "Kami
mengutamakan para
> relawan, eks TKI karena mereka lebih mengetahui letak geografis
wilayah
> Malaysia," katanya, di Makassar.
>
> Menurut Das'ad, klaim wilayah Selat Sulawesi oleh Malaysia telah
> menginjak-injak perasaan WNI. Dia akan mendesak pemerintah RI
lebih
> mengedepankan cara-cara militer daripada diplomatik dalam
menangani masalah
> ini, sehingga kasus lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan tidak
terulang
> kembali.
>
> Tidak itu saja, Das'ad menyatakan pihaknya tidak akan menjamin
warga negara
> Malaysia yang saat ini menuntut ilmu di Indonesia, terutama di
Makassar,
> sepanjang mereka turut campur dalam masalah tersebut.
>
> Dia gerakan ini akan mendapatkan dukungan ribuan relawan yang siap
melakukan
> perlawanan terhadap Malaysia. "Belajar dari kasus Bosnia, ribuan
warga
> mendaftar untuk dikirim ke Bosnia guna menjadi pasukan tempur,
kami yakin
> gerakan ini pasti mendapat dukungan besar," ucapnya.
>
> Pertahankan Ambalat
> Pemerintah Indonesia bertekat akan mempertahankan blok Ambalat
yang diklaim
> Malaysia sebagai wilayahnya. Indonesia, seperti ditegaskan Wapres
Jusuf
> Kalla usai Dies Natalis ke-7 di Universitas Paramadina, kemarin,
akan
> mempertahankan wilayah itu dengan segenap kekuatan militer, karena
itu
> merupakan wilayah NKRI.
>
> "Kita berpendapat itu wilayah Indonesia. Jadi Indonesia akan
mempertahannya
> dengan segenap aparat keamanan yang dimiliki kita," tegasnya.
>
> Namun, tukas Kalla, Indonesia tetap membuka dialog dengan
Malaysia. "Karena
> dua negara bersahabat, tentu kita juga melakukan pembicaraan
dengan
> Malaysia."
>
> Keinginan Indonesia menyelesaikan rebutan Blok Ambalat lewat jalur
doplomasi
> juga diamini koleganya di Malaysia. Wakil Perdana Menteri Datuk
Seri Najib
> Tun Razak menyatakan, Malaysia akan menggunakan jalur diplomasi
dalam
> memecahkan setiap masalah dengan negara tetangganya.
>
> "Bukan menjadi cara Malaysia untuk menggunakan kekuatan bersenjata
> memecahkan setiap konflik," kata Najib yang juga menteri
pertahanan seperti
> dilansir Bernama, kemarin.
>
> "Kami tak ingin membesarkan masalah ini. Kami serahkan pada
menteri luar
> negeri kedua negara untuk menangani masalah ini," imbuhnya.
>
> Namun, anggota Komisi I DPR dari FPG Yorris Raweyay menghendaki
pemerintah
> Indonesia lebih mengedepankan konfrontasi daripada diplomasi
terkait
> persoalan gugusan Pulau Ambalat.
>
> "Saat kami (Komisi I DPR RI red) raat dengan menhan, sudah
membicarakan hal
> ini. Sikap tegas Komisi I adalah meminta menhan dan TNI bersikap
tegas soal
> Ambalat. Jangan sampai nasibnya, sama seperti Pulau Sipadan dan
Ligitan,"
> kata Yorris di kantor DPP Golkar, kemarin.
>
> Menurut ketua AMPG ini, dari kasus ini sebetulnya bukan hanya
gugusan di
> Pulau Ambalat saja yang menjadi masalah. Tapi juga terjadi di
sekitar Pulau
> Pasir di NTT juga menjadi persoalan. Untuk itu, lanjut Yorris,
bila
> pemerintah mendiamkan saja, maka persoalannya akan berlangsung
secara terus
> menerus.
>
> "Jadi kita harus tegas. Sikap pemerintah atas hal ini juga sudah
didukung
> DPR. Pokoknya konfrontasi dulu, diplomasi nomor dua. Kita juga
sudah kirim
> kapal perang, pesawat dan pasukan. Jangan sampai masalah ini
diperlunak
> dengan diplomasi sementara kita saat ini selalu ditekan terus,
tidak bisa
> itu," tandas Yorris lantang.
>
> Adu Mulut
> Dari hari ke hari, situasi di perairan perbatasan Indonesia di
Kaltim dengan
> Malaysia semakin panas. Kemarin, misalnya, awak kapal TNI AL KRI
Rencong
> yang tengah berpatroli terlibat perang mulut melalui alat
komunikasi dengan
> kapal Tentera Laut Diraja Malaysia, KD Kerambit-43.TNI AL.
>
> Kastaf Guspurlatim Kolonel Laut Pelaut Marsetio, mengamini adanya
konflik
> tersebut. Kata dia, perang mulut itu belum sampai pada clash fisik.
>
> Kontak antara KRI Rencong dengan KD Kerambit-43 terjadi 10.15
Wita, 9,5 mil
> laut di sekitar Karang Unarang. Saat itu KRI Rencong sedang
mengawal kapal
> tunda dan ponton kontraktor pelaksana pembangunan mercusuar.
>
> Pukul 10.25 Wita Rencong-622 menyatakan bahwa kapal perang
Malaysia telah
> melanggar wilayah laut Indonesia, apalagi meriam Bofors 40
milimeter kapal
> patroli itu dalam keadaan terhunus.
>
> Lucunya, kapal Malaysia itu justru menyatakan KRI Rencong yang
memasuki
> wilayah Malaysia. "Kalianlah yang melanggar wilayah laut kami,"
balas KRI
> Rencong. KRI ini pun langsung menempel Kerambit pada jarak cuma
1.000 yard.
>
> KD Kerambit-43 mengubah haluan ke utara, KRI Rencong-622 terus
mengikuti
> kapal perang Malaysia buatan Portsmouth, Inggris, tahun 1968 itu.
Jika kapal
> perang Malaysia ke selatan, KRI Rencong tetap mengikuti hingga
jarak sangat
> dekat.
>
> "Akhirnya mereka menawarkan solusi melalui radio bahwa kedudukan
win-win
> alias 50-50. Mereka menawarkan kepada KRI Rencong berpatroli
bersama. Akan
> tetapi mereka menginginkan satu syarat bahwa pembangunan mercusuar
sementara
> dihentikan," kata Marsetio.
>
> Mengingat salah satu fungsi dan tugas pokok TNI-AL menjalankan
diplomasi
> internasional di laut sesuai kebijakan nasional, lanjut dia,
setelah
> menghubungi pimpinan matra laut TNI, jajarannya
memutuskan "mengabulkan"
> keinginan itu.
>
> Marsetio mengatakan, langkah menghentikan sementara pembangunan
mercusuar di
> Karang Unarang bukan berarti mengakui klaim mereka atas perairan
di wilayah
> itu. "Kami berharap agar secepatnya ada langkah diplomasi dan
politik di
> tingkat nasional yang nyata atas masalah ini. TNI-AL hanya
melaksanakan
> politik dan kebijakan nasional sekali pun kami mempunyai langkah-
langkah
> antisipasi," katanya.
>
> Karang Unarang merupakan mercusuar terluar Indonesia di Laut
Sulawesi yang
> pengerjaannya belakang ini sering diamati Tentara Laut Diraja
Malaysia.
> Karang Unarang, diklaim sebagai wilayah Malaysia adalah masuk
wilayah
> Indonesia.
>
> Namun, pembangunan mercuasuar di Karang Unarang yang sempat
terhenti
> dilanjutkan kembali. Satu kapal tunda dan satu kapal tronton
mengangkut
> material pembanguan di atas karang dikawal ketat oleh KRI Rencong.
> JBP/yat/ant/tnr/dtk
>
>
>
>
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-
india.uni.cc
>
*********************************************************************
******
>
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
> 5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
> 6. kembali menerima email:
> ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
>
>
>
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
> To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> ppiindia-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
>
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise