logo       
Bookmark and Share

Arah Kebijakan di Bidang Pendidikan Makin Tidak Jelas: msg#00475

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: Arah Kebijakan di Bidang Pendidikan Makin Tidak Jelas


http://www.suarapembaruan.com/News/2005/03/05/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY

--------------------------------------------------------------------------------

Arah Kebijakan di Bidang Pendidikan Makin Tidak Jelas
JAKARTA - Para rektor dan guru besar eks IKIP bertemu untuk membicarakan
masalah arah kebijakan pemerintah di bidang pendidikan yang semakin tidak
jelas. Semua kebijakan baru yang dibuat pemerintah sekarang ini menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang bukan masalah sebenarnya. Ilmu di bidang pendidikan
sudah maju pesat, dan pemerintah tidak memanfaatkan hasil tersebut sebagai
dasar pengambilan kebijakan.

"Memang pemerintah menjawab persoalan pendidikan, tetapi jawaban itu bukan
berlandaskan pertanyaan yang ada. Tiba-tiba pemerintah menjawab persoalan
pendidikan dengan membuat peraturan mengenai Badan Hukum Pendidikan (BHP),
misalnya," kata Ketua Umum Ikatan Sarjana Pendi-dikan Indonesia (ISPI)
Soedijarto di Jakarta, Kamis (3/3).

Pertemuan tersebut dihadiri antara lain rektor Universitas Negeri Jakarta
(UNJ), rektor Universitas Negeri Makassar dan para guru besar di bidang
pendidikan seperti Winarno Surakhmad juga lembaga swadaya masyarakat yang
peduli di bidang pendidikan.

Khusus mengenai BHP, peraturan itu pemerintah sama sekali tidak menjawab
persoalan kekurangan dana di bidang pendidikan. Dengan gross national product
(GNP) per kapita baru 600 dolar AS, konsep BHP sulit untuk dijalankan.

Secara terpisah, Rektor Unika Atmajaya Bernadette N Setiadi juga melihat
persoalan BHP mencerminkan pemerintah tidak paham persoalan.

"Kalau memang ada masalah di universitas negeri, silahkan atur jangan kami yang
swasta juga dimasukkan seperti itu. Kami terbiasa mengelola sendiri sehingga
tidak perlu dibuatkan payung hukum," katanya di sela-sela acara Media Gathering
Unika Atmajaya di Jakarta, Jumat (4/3).

Universitas swasta merupakan lembaga pendidikan yang berasal dari masyarakat,
sehingga mengatur peran masyarakat setelah berjalan jauh sangat tidak
diperlukan.

"Kita mempunyai visi dan misi sendiri sehingga kalau itu semua ditampung dalam
satu bentuk BHP, sebaiknya dipikirkan baik-baik. Belum tentu akan menghasilkan
seperti yang diharapkan. Persoalan yang muncul di universitas swasta hanya
kasus dan tidak bisa dijadikan landasan bahwa semua universitas swasta
bermasalah," katanya.


Amanat UU

Dalam pertemuan para rektor tersebut, juga dipertanyakan keberanian pemerintah
untuk tidak melaksanakan amanat UUD 1945. Di bidang lain, seperti masalah
pemilihan presiden langsung dan peraturan lainnya pemerintah tidak berani untuk
melanggar. Saat dibuat UU mengamanatkan presiden dipilih langsung, dana untuk
itu segera tersedia. Begitu juga ketika harus dibuat mahkamah konstitusi, dana
untuk itu disediakan.

"Kenapa ketika UU mengamanatkan 20 persen untuk pendidikan pemerintah berani
menyatakan tahun 2009. Jadi pemerintah hanya berani melanggar peraturan di
bidang pendidikan," kata Soedijarto.

Kebijakan lain yang juga mengherankan adalah pemberdayaan masyarakat melalui
School Based Management (MBS). Dengan memasukkan masyarakat desa terlibat di
dunia pendidikan melalui Komite Sekolah, apa benar hal tersebut merupakan cara
yang tepat. Kebanyakan masyarakat desa tidak mengenyam pendidikan sehingga
masukan seperti apa yang diharapkan sangat tidak jelas.

Selain itu, keinginan pemerintah untuk tetap melaksanakan ujian nasional
mendapat kritikan tajam. Dengan melaksanakan ujian nasional, menurut guru besar
UNJ Ana Suhaenah, menunjukkan bahwa pemerintah hanya peduli pada hasil padahal
pemerintah bertanggung jawab pada proses pendidikan itu sendiri.

"Tolong jangan ditagih pada ujungnya saja, tapi tagihlah pada diri sendiri
apakah pemerintah, yang bertanggung jawab itu sudah melaksanakan proses dengan
benar," sesalnya. (AS/B-8)



--------------------------------------------------------------------------------

Last modified: 5/3/05

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | Mail Home | sitemap | FAQ | advertise