logo       

Jangan Berbuat Jahat: msg#00436

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: Jangan Berbuat Jahat


http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/3/7/o4.htm
Senin Pon, 7 Maret 2005
Mimbar Agama Buddha


Jangan Berbuat Jahat
JANGAN berbuat jahat, perbanyak perbuatan baik, sucikan hati dan pikiran.
Inilah ajaran para Buddha, bukan hanya Buddha Gotama namun juga Buddha di
masa silam dan juga Buddha yang akan datang. Pesan ini mudah untuk diingat
dan seringkali diingatkan kembali oleh para bhikkhu; setidak-tidaknya pada
perayaan Maghapuja. Namun, pesan ini tentu bukan hanya waktu Magha puja
saja. Ini adalah pesan untuk selamanya.

Ungkapan ''tidak berbuat jahat'' ternyata tidak semudah mengucapkan. Dalam
kehidupan ini, terutama di zaman sekarang, berita kejahatan seakan-akan
tidak pernah habis. Setiap hari, berbagai berita kejahatan ada di media. Itu
belum termasuk berbagai tindak kejahatan yang tidak pernah diungkap media
dan tidak dilaporkan ke yang berwajib, misalnya kekerasan dalam rumah
tangga.

Perbuatan buruk, apa pun bentuknya, tidak akan menimbulkan kebahagiaan dalam
kehidupan ini. Setidak-tidaknya, demikianlah yang digambarkan dalam kisah
berikut.

Di sebuah kota kecil, tinggal seorang pemuda, seorang pengusaha yang kaya
raya. Karena kekayaan dan keberuntungan yang berpihak padanya, akhirnya dia
menjadi orang yang sombong dan sering melakukan perbuatan kurang terpuji
kepada orang lain. Akibatnya, masyarakat di kota tersebut tidak senang.
Orang enggan bergaul dengannya. Pemuda tersebut mempunyai hubungan sosial
yang kurang harmonis.

Suatu hari, pemuda tersebut menyadari kesalahan yang telah dilakukan. Namun,
dia tidak tahu, apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki kondisi yang ada.
Akhirnya, dia pergi ke seorang guru bijak. Guru ini mengajurkan pemuda
tersebut untuk menancapkan sebuah paku ke pintu rumahnya setiap melakukan
sebuah perbuatan buruk. Kelak, kalau pintu rumah tersebut sudah penuh, dia
diminta untuk datang kembali.

Tidak sampai satu bulan kemudian, pemuda tersebut telah datang. Dia
menjelaskan bahwa pintu rumahnya telah penuh dengan paku. Apa yang harus
dilakukan sekarang? Guru tersebut memberikan pesan baru, mencabut sebuah
paku setiap melakukan satu perbuatan baik. Kelak, kalau semua paku sudah
tercabut, silakan datang kembali.

Lebih dari satu bulan kemudian, pemuda tersebut datang kembali. Dan
menjelaskan kondisinya. Dia sudah berusaha untuk berbuat baik semaksimal
mungkin kepada semua orang yang pernah disakiti dan mencabut paku-paku yang
sudah ada.
Sang guru menjelaskan, bagaimana pun cara kita untuk melakukan perbuatan
baik kepada orang lain, orang-orang yang pernah kita sakiti, tetap akan
menimbulkan bekas yang sulit untuk dihilangkan. Pintu tersebut tetap ada
bekas paku ketika pakunya sudah dicabut. Berbuat buruk lebih mudah
dilakukan, semudah menancapkan paku. Berbuat baik lebih sulit untuk
dilakukan, seperti mencabut paku yang harus dilakukan dengan tenaga yang
lebih besar.

Berbuat baik diibaratkan seperti berenang melawan arus sungai. Sedangkan
berbuat buruk seperti mengikuti arus sungai. Sungguh mudah mengikuti arus
liar dari pikiran buruk, yang tentu saja akan mendatangkan kondisi yang
tidak baik dalam kehidupan mendatang.

Umat Buddha dapat menjaga dirinya untuk tidak berbuat jahat dengan menjaga
sila, mempraktekan dalam kehidupan ini semaksimal mungkin. Seorang umat awam
hanya perlu melakukan lima sila, lima latihan dalam kehidupan ini. Berusaha
untuk tidak membunuh; tidak mengambil harta milik orang lain; tidak berbuat
asusila; tidak berbohong, berkata kasar, dan ucapan yang tidak bermanfaat;
dan berusaha untuk menjaga kesadaran pikiran dengan tidak mengkonsumsi
minuman dan makanan yang dapat melemahkan kesadaran.

Di waktu tertentu, tidak ada salahnya untuk melatih sila yang lain atau
melatih meditasi. Meditasi merupakan cara untuk menguatkan pikiran baik.
Pikiran baik akan memberikan pengaruh pada ucapan dan perbuatan baik. Dengan
demikian, peluang untuk melakukan perbuatan buruk akan semakin tipis,
semakin sedikit.

Cara lain yang bisa dipergunakan untuk tidak melakukan kejahatan adalah
dengan merenungkan akibat perbuatan yang akan dilakukan. Hukum kamma
bersikap adil dan memberikan akibat dalam kehidupan mendatang, baik dalam
alam manusia atau dalam kehidupan yang lainnya setelah kematian.
Berusahalah untuk tidak berbuat jahat. Berusaha untuk terus berbuat baik.
Jangan menancapkan paku karena tetap akan menimbulkan luka. Dengan demikian
tidak ada luka dan duka dalam kehidupan ini.



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give underprivileged students the materials they need to learn.
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise