logo       

TRENYUH : NKRI digombali Malaysia: msg#00413

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: TRENYUH : NKRI digombali Malaysia



Bangsa amburadul
diterkam betara kalla
haha





--- In ITB74-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, Deva wrote:
BW,
Menurut saya, kejadian ini mencerminkan tidak adanya koordinasi
dalam tubuh
pemerintah Indonesia. Dan harus diingat juga, Kedubes itu adalah
kepanjangan dari lembaga eksekutif, atau pemerintah, bukan
legaslatif. Bisa
dibayangkan kalau Kedubes Indonesia di Amerika didatangi oleh
rombongan
Congress dari partai Republic nggak? Saya rasa Dubes kita di AS akan
panggil polisi, bukan ngandalin Sat Pam.

Disini saya lihat adanya ketidak relaan lembaga legastif dalam
memberi
mandat kepada pemerintah. Harusnya mereka sudah tidak ikut campur
lagi
dalam usaha memecahkan masalah yang dihadapi lembaga eksekutif. Yang
harus
mereka tekan bukan pemerintah Malaysia. Wong yang pilih PDI-P bukan
rakyat
Malaysia. Jadi harusnya yang dipanggil adalah Fahmi Idris. Mereka
bisa
menyarankan gini lo, caranya. Jangan hanya maki-maki terus minta uang
rapat.

Regards,
Deva



Jakarta 3 Maret - jam 24.20 :

1.Barusan di SCTV, Liputan 6 Malam, saya dengar Menaker kita Fahmi
Idris
menyatakan bahwa dia sudah melakukan segala daya upaya agar para TKI
yang
tidak dibayar gajinya oleh majikannya disana itu agar keluar dari
Malaysia
dulu dan lalu masuk lagi sebagai TKI legal, baru setelah itu menuntut
secara hukum para majikan yang melanggar janji itu.

2.Sehabis itu, ada lagi tontonan yang menarik. Lima orang anggota
DPR dari
PDIP dengan naik bis dinas DPR yang bermaksud berkunjung ke Kedubes
Malaysia di jalan Kuningan untuk mendiskusikan masalah TKI illegal di
Malaysia, ditolak oleh Satpam Kedubes untuk masuk ke Kedubes.
Kejadian itu
terjadi didepan pagar Kedubes di pinggir jalan, dan saya sungguh
trenyuh
melihat bagaimana wajah para Satpam yang sedemikian pe-de menolak
para
anggota DPR, yang notabene wakil rakyat itu.

Yang pertama : Rasanya trenyuh bener, dari sekian banyak anak
bangsa, kok
rasanya nggak ada yang mampu negosiasi dengan tampil penuh percaya
diri
menghadapi Malaysia. Kan sudah jelas kasusnya TKI kita nggak dibayar
oleh
majikannya, masak kita nggak bisa membela ? Kenapa nggak recruit
pembela
untuk kepentingan mereka itu? Mungkin orang2 Malaysia kompak nggak
ada
pengacara disana yang mau membela TKI kita?

Yang kedua : Bangsa kita itu memang jagoan kalau disuruh jadi Satpam
untuk
menghadapi bangsanya sendiri. Saya bayangkan kalau Kedubes Malaysia
menghargai bangsa kita, mereka at least membukakan pintu dan
mempersilahkan
masuk, baru setelah itu dikasi tahu kalau orang yang mau ditemui itu
nggak
ada ditempat, sekalipun katanya sudah ada janji. Masak wakil rakyat
kita
dibiarkan (atang2) seperti mengemis mau masuk tapi nggak dikasi, cuma
berdiri diluar pintu saja. Lagipula kenapa bukan pejabat Kedubes
yang maju
tapi kok Satpam?? Saya rasa Bung Harso, harus mempelajari kasus ini,
dan
membela nama baik bangsa kita di hadapan bangsa bangsa lain.

Salam,BW
--- End forwarded message ---






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise