logo       

Jakarta Bebas Banjir, hanya Mimpi: msg#01411

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: Jakarta Bebas Banjir, hanya Mimpi


REFLEKSI: Kalau Jakarta, ibukota Republik Indonesia, tempat bersingahsana
pemerintah Indonesia tak bisa diurus bebas banjir, bebas korupsi, bagaimana
lagi nasib daerah-daerah di luar Jakarta [pulau Jawa]??


-----
Media Indonesia
Senin, 28 Februari 2005

KESEHATAN

Jakarta Bebas Banjir, hanya Mimpi

Banjir memang telah menjadi langganan warga Jakarta, walau pemerintah
telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya. Mau tidak mau, warga pun
harus terbiasa dengan bencana yang satu ini.

SECARA geografis, Kota Jakarta memang rawan banjir. Dari 65.000 hektare
luas wilayah Jakarta, kurang lebih 40 persennya atau 24.000 hektare merupakan
dataran rendah yang tingginya 1 hingga 1,5 meter di bawah muka laut pasang.
Selain itu, ada 13 sungai yang melintasi Ibu Kota.

Akibatnya, banjir menjadi ritual rutin bagi warga Jakarta. Dan, hal ini
agaknya akan berlangsung lama. Karena, untuk menjadikan Jakarta bebas banjir
dalam waktu dekat, ibarat mimpi di siang bolong.

Berdasarkan data yang diperoleh Media dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU)
DKI, saat ini ada 78 lokasi rawan banjir di Jakarta. Sebanyak 19 titik di
antaranya diperkirakan bebas dari bencana banjir pada 2007. Itu pun dengan
syarat membangun waduk dan pompa-pompa air di daerah rawan banjir tersebut.
Ke-19 titik itu berada di daerah Kapuk, Sunter, Warakas, dan Kebon Bawang.

''Penanganan ke-19 titik rawan banjir itu tidak mungkin sekaligus
dilaksanakan. Pada 2005, misalnya, bisa diatasi tiga sampai empat titik dengan
catatan tidak ada pembangunan baru di atas kawasan resapan air,'' ujar Kepala
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI Fodly Misbach kepada Media, pekan lalu.

Menurut dia, proyek Banjir Kanal Timur (BKT) harusnya didukung semua
pihak, baik masyarakat pemilik tanah yang terkena pembebasan. Sebab, bila BKT
berhasil dibangun, proyek ini mampu membebaskan 13 daerah rawan banjir
sepanjang aliran kali buatan itu. ''Selama ini ke-13 kawasan di Jakarta Timur
itu langganan banjir.''

Cukup banyak kiat dicoba DPU DKI dalam menangani banjir di Jakarta,
termasuk dengan menanggulangi sampah kiriman dari hulu yang menumpuk di sungai.
Misalnya, setiap sungai akan dibuat pompa dan waduk. ''Setiap tumpukan sampah
di sungai akan diangkut menggunakan mesin elektrik guna mengangkat sampah tanpa
tenaga manusia,'' jelas Fodly.

Penggunaan mesin elektrik ini, lanjutnya, akan diterapkan di kawasan
Kapuk, Sunter Utara, Warakas, Kebon Bawang, dan Penjaringan. Di kawasan BKT
juga akan dibuat normalisasi terkait dengan pengangkutan sampah dengan
menggunakan alat elektrik tersebut. ''Masyarakat Jakarta memproduksi sampah
sebanyak 6.000 ton per hari, sehingga DPU tengah melakukan pelayanan kebersihan
atas sampah-sampah di sungai,'' kata Fodly.

Tempat penampungan

Pemprov DKI pun menyadari telah terjadi penyempitan aliran sungai di
Jakarta karena dijadikan tempat tinggal warga. Menurut Fodly, penduduk yang
masih tinggal di bantaran kali di lima wilayah DKI Jakarta diperkirakan
mencapai ratusan ribu keluarga.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemprov DKI lalu mencanangkan program
relokasi bagi warga yang tinggi di bantaran kali dengan menawarkan mereka
pindah ke rumah rusun yang dibangun pemerintah. Program ini sudah dimanfaatkan
sekitar 1.100 keluarga pada 2003 di bantaran Kali Angke yang ditampung di Rusun
Cengkareng, Jakarta Barat.

Sedang warga yang tinggal di bantaran Kali Adem, terusan dari Kali Angke
ke arah muara Teluk Jakarta, Jakarta Utara, sedikitnya 580 KK akan dipindahkan
ke Rusun Muara Angke.

Sedang kalau terjadi banjir, telah disiapkan tempat penampungan pengungsi
di sekitar lokasi kejadian. ''Kita telah berkoordinasi dengan aparat setempat
untuk menyiapkan tempat penampungan di 327 lokasi yang didukung 96 dapur umum
dan 541 pos kesehatan yang tersebar di semua daerah rawan banjir,'' ujarnya.

Sedang jumlah personel yang disiapkan untuk penanganan banjir ini telah
disiagakan 40.630 orang yang terdiri dari tenaga medis, SAR, polisi, dan aparat
kelurahan.

Prioritas

Walau dengan anggaran terbatas, program penanggulangan banjir di Jakarta
tetap menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta. Rencana program penanggulangan
banjir pada 2005, tidak jauh berbeda dengan 2004 yakni perbaikan saluran air
dan sungai. Misalnya, menormalisasi, menurap, dan mengeruk sungai. Pompa-pompa
air juga menjadi perhatian untuk perbaikan dan penambahan di sejumlah titik
rawan genangan di lima wilayah kota madya.

Menurut Kepala DPU DKI Fodly Misbach, untuk menanggulangi masalah banjir
ini pihaknya telah menyusun berbagai program. Dalam hal ini, katanya, program
itu bukan hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga nonfisik. Kalau program fisik,
di antaranya pemeliharaan pintu-pintu air dan pompa-pompa air. Sedang nonfisik
seperti koordinasi dengan satuan tugas penanggulangan bencana (Satgas PB),
Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) PB tingkat kota madya, dan Satkorlak
Penanggulangan Pengungsi dan Bencana Provinsi DKI Jakarta.

Selain itu, lanjutnya, aparat DPU DKI Jakarta disiagakan untuk monitoring
pintu-pintu air (PA) dan pos pemantau (PP) di hulu 13 sungai yang melintasi
Jakarta.

Menurut Fodly, DPU DKI Jakarta pada 2005 juga punya program perbaikan
situ-situ. Program ini terkait dengan tindak lanjut komitmen tiga provinsi
yaitu Banten, DKI, dan Jawa Barat atas empat kota berbatasan dengan Jakarta
yakni Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) untuk melestarikan
situ-situ resapan air di daerah penyangga Ibu Kota tersebut. (Selamat
Saragih/J-2)



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise