logo       

RI Protes Malaysia Soal Pemberian Konsesi Minyak: msg#01388

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: RI Protes Malaysia Soal Pemberian Konsesi Minyak


REFLEKSI: Mengapa sampai bisa terjadi atau memang kongkalikong pihak berkuasa,
kemudian diadakan protes untuk menutup manipulasi yang disengajakan?


http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=189086&kat_id=23
Republika

RI Protes Malaysia Soal Pemberian Konsesi Minyak


Jakarta-RoL-- Pemerintah Indonesia telah menyampaikan protes secara resmi
kepada pemerintah Malaysia karena perusahaan minyak milik negara tersebut
memberikan konsesi kepada Perusahaan Minyak Shell padahal Indonesia adalah
pihak yang memiliki hak untuk memberikan konsesi kepada Shell.

"Konsesi yang diberikan Malaysia ini menurut kita tidak layak dan tidak ada
dasar hukumnya," kata Juru Bicara Deplu RI Marty Natalegawa di Jakarta, Sabtu
(26/2)sore.

Protes Indonesai kepada Malaysia telah dilakukan oleh Deplu RI secara terbuka
pada Jumat (25/2) dan menurut Marty protes secara resmi kepada Pemerintah
Malaysia juga telah disampaikan melalui proses diplomatik. Dalam pernyataannya
Indonesia menyampaikan keberatan atas pemberian konsesi minyak oleh Malaysia
dalam hal ini oleh Petronas kepada Shell di laut Sulawesi, Perairan Sebelah
Timur Pulau Kalimantan.

Pemberian konsesi minyak itu dilakukan pada 16 Februari 2005 di Kuala Lumpur.
Perairan Laut Sulawesi di sebelah timur Pulau Kalimantan tersebut diklaim oleh
Malaysia melalui peta 1979 yang telah diterbitkan secara sepihak. Peta 1979
tersebut telah diprotes oleh Indonesia dan beberapa negara lainnya di Asia
Tenggara.

Indonesia sendiri juga telah memberikan konsesi minyak kepada berbagai
perusahaan minyak dunia termasuk Shell sejak tahun 1960-an, karena diyakini
bahwa Indonesia memiliki hak-hak yang diakui oleh hukum internasional.
Pemberian konsesi kepada Shell dan berbagai perusahaan minyak dunia oleh
Indonesia tidak mendapatkan keberatan dan protes dari negara atau pihak manapun
juga termasuk Malaysia.

"Indonesia berpendapat Malaysia tidak memiliki hak untuk memberikan konsesi
apapun kepada siapapun di wilayah perairan tersebut," kata Marty. Dengan
demikian, ujarnya, pemberian konsesi dan kegiatan pelaksanaanya oleh Petronas
kepada Shell merupakan suatu pelanggaran terhadap kedaulatan Indonesia.

Marty mengatakan, Indonesia terus dan tetap akan menyampaikan protes terhadap
setiap adanya kasus pelanggaran yang dilakukan oleh Malaysia. "Kita keluarkan
pernyataan seperti ini supaya jangan sampai kesunyian kita menanggapi dianggap
kita menyetujui," ujarnya.

Baru-baru ini Indonesia juga telah mengajukan nota protes terhadap beberapa
kasus yang melibatkan tindakan Malaysia di wilayah perairan Indonesia. Pada
bulan September 2003, Deplu RI mengirimkan nota protes karena Malaysia sempat
melakukan kegiatan survei Seismik di blok W dan Z di wilayah Maritim paling
timur pantai Kalimantan Timur.

Pada Juni 2004, nota protes juga dilayangkan karena polisi laut Tawao melakukan
latihan menembak di dekat Pulau Sipadan-Ligitan yang masuk dalam wilayah
perairan Indonesia.

Pada Januari 2005 nota protes kembali dilayangkan terhadap pelanggaran wilayah
oleh kapal laut Malaysia "Sri Malaka" yang melakukan pengejaran dan penembakan
terhadap KM Jaya Sakti, KM Irwan, dan KM Wahyu milik Indonesia di sekitar
perairan Kalimantan Timur. Namun demikian Marty belum memberikan kepastian
apakah Pemerintah Malaysia sudah menanggapi protes yang disampaikan Indonesia
tersebut. ant/abi


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise