logo       

Re: Re: Grand Design penggantian Jaksa Agung ?: msg#01293

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: Re: Re: Grand Design penggantian Jaksa Agung ?



wah ini dia, mencari yang jumbo-jumbo, padahal yang jumbo lagi berdebat,
saling tuding, seharusnya kapolri langsung bertindak karena adanya satu
tudingan
yang mungkin berdasar, asal jangan maling teriak maling aja ... kalau
tidak
ada yang merasa tesinggung dan mengajukan keberakan ke MA ... ini-lah
yang di sebut reman ngurus negara ... jadinya negara preman ....
kasihan indonesia sudah banyak utang tikus-nya masih merajalela ...pula

ini masalah citra dpr dan dprd, cuma yang menjadi pertanyaan adalah,
mengapa
setelah tni hengkang dari dpr dan dprd, wajah-wajah reman yang sebenarnya
mulai kelihatan ... ? memang susah untuk bersih-bersih atau pengin
kelihatan
bersih .... dasar-nya sudah kotor sih ...

salam,








Atau sebaliknya,
karena baru sedikit banget koruptor yang ditangkap dan kelas teri
pula, maka ada partai politik yang gemes dan gak sabaran nunggu
koruptor kelas Jumbo Jet segera ditangkap, diadili dan
dinusakambangankan.

mega

-- In ppiindia-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, A Nizami
<nizaminz@xxxx> wrote:
> Justru karena banyaknya politisi korup yang ditangkap,
> maka partainya berusaha membelanya. Salah satu cara,
> mungkin dengan mengganti jaksa agung.
>
> --- Rono Widagdo <ronowidagdo@xxxx> wrote:
>
> >
> >
> > Kayanya ada2 saja deh. Yang sudah bagus malah pingin
> > diganti. Yang memulai bertingkah ngawur malahan
> > mengaku paling benar. Bingung !
> >
> >
> >
> >
> >
> > Grand Design Penggantian Jaksa Agung ?
> >
> >
> >
> > Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh diusulkan untuk
> > diganti ? Wah?.., memang akan sangat menguntungkan !
> > Menguntungkan para maling ! Hehehe?
> >
> > Rekan-rekan kita, anggauta DPRD, Gubernur, Bupati,
> > dan pejabat lainnya yang ketangkep dalam operasi 100
> > hari SBY-YK, yang katanya dipolitisir, tentu akan
> > lepas semua. Penyalah gunaan APBD dsb. yang secara
> > aji mumpung dibuat seperti uang neneknya dan yang
> > ditangkep di jaman Abdul Rahman Saleh jadi Jaksa
> > Agung, ya akan bebas semua karena "bukti hukum" nya
> > akan dianggap kurang kuat.
> >
> >
> >
> > Berdasarkan kronologi peristiwa, sepertinya memang
> > sudah lama mereka-reka yasa, membikin design, kalau
> > impeachment SBY ternyata sudah gagal, interpelasi
> > gak jalan, ya coba-coba aja menggoyang Abdul Rahman
> > Saleh si "ustadz" itu.
> >
> >
> >
> > Bukankah menurut survey Kompas bulan lalu,
> > keberhasilan tiap Menteri kabinet Indonesia Bersatu
> > yang paling tinggi keberhasilannya menurut responden
> > adalah memang Abdul Rahman Saleh ini yang mencapai
> > 90 %. Sedangkan yang paling rendah adalah Men Sos
> > mencapai hanya 30 %. Justru karena Abdul Rahman
> > Saleh paling tinggi nilainya maka perlu digoyang.
> > Nah lu?.
> >
> >
> >
> > "Gusti Allah ora sare", "la taa kudzuhu sinatuw wa
> > laa naum", Tuhan Maha Tahu. SBY juga semoga waspada
> > atas usulan strategis dan yang terlalu cerdik
> > tersebut.
> >
> >
> >
> > Jadi Jaksa Agung kita ini, kalau bisa digusur, maka
> > akan berdampak juga pada keberhasilan pemerintahan
> > SBY. Yang paling keras menafsirkan "kesalahan" Jaksa
> > Agung ini ternyata a.l. Sutarjo Suryoguritno (
> > Kompas tgl.23 Feb 05)
> >
> >
> >
> > Ya? pantes aja, banyak anak buahnya di daerah yang
> > kena ciduk, mesti dibela dong kalau ada kesempatan.
> >
> >
> >
> > Nasihat rakyat kepada para pejabat sekarang, kasus
> > aji mumpung mentang-mentang dari partai berkuasa,
> > lalu membagi seenaknya sendiri APBD untuk
> > kemaslahatan "kita" bersama, yang terjadi pada
> > tahun-tahun yang lalu, harap dijadikan pelajaran
> > untuk APBN APBD yang akan datang.
> >
> >
> >
> > Sekarang rakyat sudah terlanjur tahu hak dan
> > kewajibannya. Dan walaupun sebagian masih ada yang
> > buta huruf, yang melek huruf sudah lebih dari
> > 150.000.000 pasang mata memelototin para "pejabat
> > dadakan" ini.
> >
> >
> >
> > Kekisruhan itu tanggung jawab Teras Narang.
> >
> >
> >
> > Bukan mau cari siapa yang salah, saya justru
> > sesalkan Teras Narang, yang memimpin sidang waktu
> > itu, kelihatannya kurang begitu mampu memimpin
> > sidang. Begitu Anhar mengeluarkan peribahasa vulgar
> > dari kampungnya, mestinya cepet donk ancang-ancang
> > untuk meredakan dan menguasai suasana.
> >
> >
> >
> > Dapat dimaklumi sikap Jaksa Agung yang tidak mau
> > dipuji sementara anak buahnya dicela habis. Itu sama
> > dengan politik devide et empera, memecah belah
> > atasan dan bawahan, dan kalau demikian maksudnya apa
> > ? Justru sebagai seorang pimpinan dia berusaha agar
> > anak buahnya tetap loyal kepadanya. Bukankah sikap
> > seperti itu adalah sikap seorang leader yang baik ?
> > Ilmu Management mana yang tidak menganjurkan
> > demikian ?
> >
> > Di sisi lain, bahkan setelah ada seorang anggauta
> > DPR yang terhormat (yang seperti Arab-namanya tidak
> > disebut) yang mewakili kawannya untuk meminta maaf,
> > malahan dimentahkan lagi oleh Teras Narang selaku
> > Ketua Sidang dengan membacakan betapa besarnya
> > "kekuasaan" seorang anggauta DPR yang berhak bicara
> > apa saja semaunya. Untouchable !
> >
> >
> >
> > Wah..wah... bukan seharusnya seperti itu sikap
> > seorang negarawan yang duduk sebagai pimpinan sidang
> > lembaga tinggi tingkat nasional yang memikirkan
> > kesejahteraan 200 juta lebih rakyatnya. Lebih
> > mementingkan nafsu amarah pribadinya.
> >
> >
> >
> > Jadinya suasana panas yang diperkirakan akan mereda
> > karena usulan "si Arab" tadi, justru menjadi panas
> > lagi. Di sini "kesalahan" sang ketua sidang, bukan
> > mendinginkan suasana malah memperpanas suasana, dan
> > gagallah sidang hari itu karena ketua sidangnya
> > kurang bisa memimpin dan mengantisipasi suasana.
> >
> >
> >
> > Sedangkan kalau ada jaksa yang mengumpat, itu juga
> > salah.
> >
> >
> >
> > Mestinya, kalau ada mekanismenya, yang di kasih
> > peringatan pembinaan adalah Anhar, yang mengeluarkan
> > perumpamaan yang menyakitkan, yang walaupun sudah
> > minta maaf tetapi tidak mau mencabut kata-kata
> > peribahasa kampungnya, Teras Narang yang kurang
> > mampu memimpin sidang, dan Jaksa yang mengumpat itu.
> >
> >
> >
> >
> > Menyaksikan betapa memalukan ulah para pejabat yang
> > terhormat ini, yang lalu pada berdiri berteriak "
> > Usir dia?" dsb., mengingatkan kembali kepada Gus Dur
> > yang dulu pernah mengatai mereka ini (DPR
> > sebelumnya, tetapi DPR juga) adalah kayak anak TK.
> > Banyak orang setuju dengan ungkapan Gus Dur
> > tersebut.
> >
> >
> >
> > Kayaknya memang bener, perlu diperiksa dulu
> > keabsahan ijasah mereka2 ini, yang sebelumnya oleh
> > KPU ketangkep ternyata banyak yang palsu.
> >
> > Bahkan masih kurang satu tahapan seleksi lagi. Perlu
> > ada semacam kursus sebelum dilantik, dan ada ujian
> > lulus gak lulus, bagaimana sopan santun rapat, cara
> > memimpin rapat, dan berbicara yang bermutu, dan
> > kalau sidang jangan ada yang ?tidur ! Wong tidur
> > pules gitu koq ya tega terima uang sidangnya !
> > Astagfirullah?! Perlu ada fatwa MUI, uang sidang
> > yang begitu, halal apa gak sih ??
> >
> >
> >
> > Kalau ada yang mengatakan DPR penuh dengan politikus
> > busuk ( Kompas tgl 22 Feb 05) itu sih keterlaluan.
> > Banyak juga yang baik, murni mewakili rakyat. Tetapi
> > pernyataan seperti itu, walaupun tidak seluruhnya
> > benar, cukuplah sebagai peringatan bagi anggauta
> > lembaga terhormat tersebut untuk mawas diri,
> > introspeksi, sekaligus meng upgrade diri dalam
> > pengetahuan dan kemampuan menjalankan tugasnya yang
> > sebetulnya mulia.
> >
> >
> >
> > Peran TV yang menyiarkan keadaan begitu perlu
> > dihargai. Jangan pula ada ketentuan ta-tip DPR kalau
> > orang lagi tidur di ruang sidang jangan di shoot
> > kamera, dalam rangka menghormati yang lagi tidur.
> > Dalihnya ?melanggar hak asasi manusia !
> >
> >
> >
> > Masih bagus dan untung lho, rapat DPR ? Jak gung itu
> > gak sampai tawuran, saling jambak rambut, saling
> > lempar kursi (seperti di Taiwan), sehingga tidak ada
> > pemborosan anggaran untuk beli kursi baru. Hehehe?.
> >
> >
> >
> === message truncated ===
>
>
> =====
> Bacalah artikel tentang Islam di:
> http://www.nizami.org
>
>
>
> __________________________________
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses.
> http://promotions.yahoo.com/new_mail






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

Yahoo! Groups Links













------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise