logo       
Bookmark and Share

ARTIKEL TENTANG KOPRASI RESTORAN INDONESIA PARIS: msg#01061

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: ARTIKEL TENTANG KOPRASI RESTORAN INDONESIA PARIS


California Pizza Kitchen















--------------------------------------------------------------------------

C A F E & R E S T O


Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH


Restoran Indonesia,
Cita Rasa Nusantara
di Negeri Anggur



dok. Restoran Indonesia
RIJSTAFEL ? Salah satu menu rijstafel di Restoran Indonesia


PARIS ? Jika sedang berlibur ke Paris dan kangen makan nasi serta
lauk-pauk khas Indonesia, jangan khawatir. Restoran Indonesia yang terletak di
jantung Kota Paris, tepatnya di 12, Rue Vaugirard?dekat Universitas Sorbonne,
bisa menjadi obat kangen Anda. Dari nasi goreng, rendang, gado-gado atau es
tape, semuanya ada di sini.

Sesuai namanya, begitu menginjakkan kaki ke dalam restoran mungil
itu, indra kita langsung dibawa ke dalam suasana Indonesia. Sayup-sayup telinga
kita disambut alunan musik khas Indonesia, seperti keroncong dan campur sari.
Pernak-pernik khas Indonesia juga memenuhi penjuru ruangan. Mulai dari anyaman
bambu yang menutupi dinding restoran, hingga lukisan, kain-kain ikat, termasuk
peta batik Indonesia berukuran besar yang dipasang di tengah dinding restoran.
Warna cokelat tanah yang mendominasi interior restoran, menambah
kental suasana etnik dan kehangatan Indonesia yang ingin dihadirkan.
Bagi yang tak fasih berbahasa Prancis, jangan khawatir. Semua
pekerja di Restoran ini, asli Indonesia. Dilihat dari sejarahnya, Restoran
Indonesia didirikan oleh segelintir orang Indonesia yang menjadi pelarian
politik zaman ?65 dulu. Dilandasi semangat untuk menciptakan lapangan pekerjaan
bagi diri sendiri sekaligus memperkenalkan Indonesia pada dunia luar, restoran
ini didirikan dengan tetap mempertahankan ke-Indonesiaan-nya. Jangan kaget
pula, kalau satu kali mendengarkan mereka berbahasa daerah asal
mereka?kebanyakan bahasa Jawa?ketika menyapa tamu Indonesia yang kebetulan
sekampung dengan mereka.
Kalau saja tak melihat segelintir tamu berwajah bule sedang asyik
makan di situ, sejenak kita bisa lupa kalau sedang berada di Negeri Anggur,
Prancis.
Beradaptasi dengan kebiasaan orang Prancis yang terbiasa makan
lengkap, Restoran Indonesia pun menyajikan menu lengkap, mulai dari pembuka,
makanan utama hingga penutup, yang digabung menjadi menu rijstafel. Penyajian
menu semacam ini sesungguhnya biasa kita temukan di restoran Padang.
Ada empat menu rijstafel yang ditawarkan, yaitu Indonesia yang
terdiri dari 9 macam lauk pauk, dengan tiga pilihan nasi: nasi putih, kuning,
atau goreng. Lauk yang disajikan adalah rendang, semur, gulai kambing, satu
tusuk sate ayam, udang balado, ayam hijau, sambal goreng tahu, ikan bali, dan
acar.
Menu Pelangi, terdiri atas tujuh lauk, yaitu satu tusuk sate
kambing, satu tusuk sate ayam, satu tusuk sate udang, perkedel, rendang, ayam
hijau dan acar, dengan nasi goreng. Pilihan lainnya adalah Widuri, terdiri dari
lima lauk, yaitu semur, gulai kambing, ikan balado, sambal goreng tahu dan
acar, dengan nasi putih. Bagi yang pantang makan daging bisa mencoba menu
Vegetarian, dengan sajian enam lauk, yaitu sambal kering kentang, urap, terong
balado, sambal goreng tahu, sayur tumis dan acar, dengan nasi kuning.
Semua menu di atas dimulai dengan makanan pembuka (entrée) yang
terdiri dari empat pilihan, yaitu soto ayam, gado-gado, urap, dan lumpia. Untuk
makanan pencuci mulut (dessert), antara lain kolak pisang dan dadar gulung.
Menu rijstafel ini ditawarkan sebagai sajian makan malam (dine)
karena pilihan menunya yang cukup banyak.
Untuk makan siang, restoran menjual dalam bentuk biasa (Formul),
alias nasi rames, yang dihidangkan dalam piring besar. Menu Formul ada tiga
pilihan, yaitu Sumatra, yang terdiri dari nasi putih, acar, sayur tumis dan
rendang. Untuk Jawa, disajikan gulai kambing, sayur tumis dan acar. Sedangkan
Bali terdiri dari nasi putih, acar campur, sayur tumis dan ayam bumbu bali
(bumbu kuning).
Harga makan siang ini, tentu lebih murah dari pada makan malam.
Sifat penyajian pun berbeda, untuk siang lebih bersifat layanan cepat karena
pada umumnya yang datang adalah para pegawai yang waktunya terbatas. Malam hari
sifatnya orang memang berniat makan atau menjamu tamu.
Nama-nama menu dengan menggunakan nama pulau Indonesia seperti
Sumatra, Jawa, dan Bali ini, menjadi salah satu alasan mengapa restoran
memasang peta Indonesia dari batik. Ini untuk menjawab keingintahuan tamu
restoran yang menanyakan pulau atau daerah di Indonesia.

Lauk ?Kampung?
Jangan heran kalau melihat menu masakan yang sangat Indonesia
seperti urap, sambal goreng tahu, atau terong balado ada dalam daftar menu yang
disajikan. Lauk ?kampung? semacam ini nyatanya cukup digemari, termasuk oleh
tamu-tamu asal Prancis atau bule-bule lainnya yang menjadi pengunjung mayoritas
di Restoran Indonesia.
?Orang Prancis itu suka makan yang aneh-aneh. Ciri khas orang
Prancis ingin mencoba segala makanan yang orisinal. Jadi kalau mencari makanan
Indonesia, yang benar-benar Indonesia bukan campuran,? kata Direktur Restoran
Indonesia Soejoso yang ikut merintis berdirinya restoran ini sejak lebih dari
22 tahun yang lalu itu.
Sebagai teman makan, tamu bisa memilih beragam minuman yang
disediakan. Mulai dari minuman khas Indonesia, seperti wedang jahe, es tape,
atau susu sari kedelai hingga bir ataupun anggur pilihan. Makan nasi goreng
ditemani telur mata sapi, sate kambing plus segelas anggur merah, enak-enak
saja kok!
Tentu saja, karena restoran ini didirikan di negeri yang tidak
akrab dengan rasa pedas, rasa masakan disesuaikan dengan lidah bule tanpa
mengurangi cita rasa aslinya. Artinya, rasa pedas seperti pada masakan rendang,
dikurangi tapi tetap mempertahankan cita rasa rendang yang legit dari air
santan. ?Rasa tetap kita pertahankan sesuai cita rasa Indonesia, Bahkan setiap
tamu Indonesia yang datang ke sini mengatakan rasanya orisinal,? kata Soejoso
sembari mengatakan restoran tetap menyediakan sambal goreng bagi tamu yang
mencari rasa pedas.

Langganan Orang Terkenal
Hanya mengandalkan omongan dari mulut ke mulut, membuat Restoran
Indonesia dibanjiri pengunjung, mulai dari orang-orang Indonesia yang tinggal
di Paris, khususnya dari KBRI, juga sejumlah karyawan Indonesia dari berbagai
perusahaan seperti Total, Telkom, dan Pertamina yang sedang menjalani pelatihan
di sana, hingga kritikus restoran dan orang-orang terkenal di Prancis.
Sebut saja para senator Prancis, karikaturis Plantu, sampai istri
mantan Presiden Prancis, Danielle Mitterrand, yang menjadi pelanggan restoran.
Selain itu, restoran juga pernah dikunjungi tamu-tamu dari negara lain, seperti
istri Presiden Allende dari Cile, penyanyi Johny Halliday, pendiri Amnesti
International Sean McBride, juga keluarga Sultan Brunei Darussalam. Siapa saja
yang pernah berkunjung ke restoran bisa dilihat dari buku tamu Restoran yang
kini sudah mencapai 22 buku!
Di situ, para tamu bebas menulis kesan dan kritikan mereka selama
makan di restoran. Plantu bahkan sempat menorehkan gambar karikatur tentang
Restoran Indonesia yang juga dipajang di dinding Restoran.
Kelezatan makanan Restoran Indonesia juga diakui dan
direkomendasikan oleh kalangan kritikus restoran Prancis. Antara lain Gault
Miliau?sebuah penerbitan tentang restoran di Prancis yang dinilai terpandang di
Prancis dan Eropa Barat?termasuk buku-buku panduan pariwisata seperti Paris Pas
Cher dan Lonely Planet.
Tidak sekadar memperkenalkan makanan Indonesia, restoran juga
berusaha memperkenalkan budaya Indonesia melalui pagelaran tari yang digelar
setiap Jumat malam. Secara bergantian, penari Indonesia akan membawakan tarian
Jawa atau Bali. Suguhan ini mendapat sambutan baik dan selalu ditunggu-tunggu
tamu yang rela memesan tempat jauh-jauh hari.
Jadi, jika kangen suasana tanah air selama berada di Negeri Anggur,
jangan lupa mampir ke ?warung? Indonesia.
(SH/dina sasti damayanti)

(mil)




Copyright © Sinar Harapan 2003






















































[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | Mail Home | sitemap | FAQ | advertise