osdir.com
mailing list archive F.A.Q. -since 2001!



Subject: [DUNIA IT]: Open Source dan Perkembangan Software
Indonesia - msg#00939

List: culture.region.indonesia.ppi-india

Mail Archive Navigation:
by Date: Prev Next Date Index by Thread: Prev Next Thread Index



http://www.ppi-india.uni.cc/BUKA/halaman.php?ArtID=313

Oleh: D. Nugraha *

Jika kita amati sekarang ini gerakan Open Source sudah mulai merambah
di Indonesia yang identik dengan Sistem Operasi Linux.
Open Source yang akrab terdengar di telinga orang-orang TI dapat
dikatakan sebagai source code yang terbuka bagi siapa saja yang ingin
mempelajari maupun ikut mengembangkan. Source Code ini disertakan
dengan distribusi paket software yang sudah jadi (hasil kompilasi)
sehingga pembeli ataupun pengguna software dapat membedah software
tersebut sesuai dengan keperluanya. Bahkan dapat ikut memperbaiki Bug
atau kesalahan logika dalam software tersebut.

Salah satu Open Source yang sangat terkenal yaitu Sistem Operasi
Linux, setiap distribusinya vendor selalu menyertakan source code
Linux. Satu hal yang perlu ditekankan bahwa software open source
tidak selalu gratis tetapi ada biaya yang dikeluarkan untuk membeli
software tersebut. Sebagai contoh Sistem Operasi RedHat Linux yang
dapat dibeli dengan harga yang murah. Lalu apa bedanya Sistem Operasi
Open Source dengan Sistem Operasi Close Source seperti yang dipunyai
pak Bill Gates?

Pada software yang Close Source, paket software tidak dapat
didistribusikan lagi selain oleh pembuat/vendor software tersebut.
Sedangkan software yang Open Source dapat didistribusikan secara
bebas oleh siapapun. Tujuan Open Source ini sebenarnya ingin
menghilangkan ketergantungan vendor software, dimana vendor dapat
bertindak seenaknya bisa saja vendor menyisipkan kode-kode yang dapat
membahayakan software aplikasi lain termasuk juga menaikkan harga
lisensi.

Dalam banyak kasus, bila terjadi Bug dalam software yang Close Source
pengguna sangat tergantung kepada vendor yang harus menunggu update
untuk memperbaikinya. Seringkali vendor kurang cepat merespons
perkembangan terkini dan permintaan pengguna.

Bagaimana dengan Open Source? Ya, Open Source adalah salah satu
solusi yang menjanjikan saat ini bagi suatu perusahaan. Perusahaan
dapat membelinya dengan biaya yang jauh lebih murah dan perbaikan
maupun keperluan software tersebut dapat dilakukan oleh staf TI
perusahaan itu sendiri. Sehingga apa yang terjadi? Dengan software
yang open source dapat mendorong semangat tenaga-tenaga TI untuk
mempelajari source code tersebut, dapat menganalisa dimana kelemahan
software, apa sesungguhnya proses yang berlangsung dalam kerja
software, dan sekaligus mencari solusi terhadap kelemahan software
yang ditemui. Atau yang lebih ekstrim adalah memodifikasi software
sedemikian rupa agar lebih ergonomis / pas digunakan sesuai dengan
keperluan.

Apa hubungannya dengan perkembangan software di Indonesia? Kita lihat
India, ekspor software dan ekspor tenaga TI sangat mendominasi negara
ini. Saat ini India telah menduduki urutan kedua setelah US dalam
ekspor software. Perusahaan-perusahaan software di India tumbuh
dengan subur karena produk/software lokal mereka mendapat tempat di
pasar dalam negeri. Secara otomatis jika software lokal diterima oleh
pasar dalam negeri maka pemerintah dapat mengurangi penggunaan devisa
negara dan mengurangi tingkat ketergantungan impor teknologi atau
software dan tenaga ahli, meningkatkan kapasitas tenaga TI dalam
negeri, dan membuka kesempatan kepada industri pengembang software
lokal. Sehingga dengan adanya peningkatan kapasitas tenaga TI dan
kualitas produksi software maka negara ini mampu melempar keluar
hasil produksi dan tenaga TI-nya ke pasar luar negeri. Mungkinkah hal
ini terjadi di Indonesia?

Open Source secara tidak langsung mendorongan tenaga TI tidak hanya
menjadi End User yang hanya mampu memanfaatkan hasil kerja orang
lain. Dengan demikian jika tenaga TI negeri kita hanya berlaku
sebagai End User maka bidang TI negara kita akan tertinggal dengan
negara-negara lain. Maka dengan adanya Open Source dapat dipelajari
source code software dan dapat menganalisa teknik yang digunakan
dalam pembuatan software tersebut yang nantinya pengetahuan tersebut
dapat dimanfaatkan untuk merancang aplikasi yang berguna.

Dengan melihat perkembangan Open Source yang melaju dengan pesat
beberapa waktu yang lalu pemerintah kita Indonesia telah menerapkan
Open Source Software yang dideklarasikan dalam Indonesia Go Open
Source (IGOS) yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan negara kita
dengan negara maju. Semoga langkah yang baik ini  sebagai awal
perkembangan software Indonesia dan didukung oleh tenaga TI Indonesia
dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

* Penulis adalah staff kedutaan Besar Republik Indonesia untuk India.

+=============================+
+ website PPI India: +
+ http://www.ppi-india.uni.cc +
+ Webmaster PPI-India: ipuL +
+=============================+





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



Thread at a glance:

Previous Message by Date:

Re: I love you..

Wah berat amat "love" versi Carla nih. Pada hal, cukuplah tutup mata, buka mulut sedikit, rebahkan kepala ke dada, then " I love you " deh ! He....he...... ----- Original Message ----- From: "Carla Annamarie" <Carla.Annamarie-xZ4Ul0N1PZ1wchSkwP87Ng@xxxxxxxxxxxxxxxx> To: <ppiindia-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx> Sent: Friday, February 18, 2005 10:15 AM Subject: [ppiindia] I love you.. > > > I LOVE YOU" > "Let love be without hypocrisy. Abhor what is evil; cling to what is good" > The sentence "I love you" is common among people, especially people of > opposite sex, either married or single. The sentence is so common that > most > people have lost or misinterpreted the real meaning of the most important > word in it - love. To some, "I love you," means I want to get something > from you. To others, love is the glorified word for lust. The intention of > "I love you" of others is to gratify their selfish desire. No wonder, love > has become one of the most common words in any language. > What does love means to you? How are you demonstrating it? Do you really > mean it when you tell somebody, "I love you"? "Love is patient, love is > kind. It does not envy, it does not boast, it is not proud. It is not > rude, > it is not self-seeking, it is not easily angered, it keeps no record of > wrongs. Love does not delight in evil but rejoices with the truth. It > always protects, always trusts, always hopes, always perseveres. Love > never > fails" . So it means that when I say "I love you," what I am saying in > essence is that: I will be patient with you; I will be kind with you; I > will not envy you; I will not elevate myself higher than you; I will not > be > self-centered; I will not be easily provoked by you; I will keep no record > of any wrong you do to me; I will not have hidden agenda against you; I > will be truthful to you; I will protect you; I will trust you; I will have > hope in you; I will persevere with you; and my love is not temporary. > Anything short of these is hypocrisy. > > I love you. Do I? > > > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx > 5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx > 6. kembali menerima email: > ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx 5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx 6. kembali menerima email: ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

Next Message by Date:

Canadian Buddhist temple sold in aid of Tsunami

Canadian Buddhist temple sold for $450,000 in aid of tsunami victims A small Buddhist congregation in Canada sold one of its temples to raise money for victims of the tsunamis for $450,000. The group still has its main temple in the suburbs of Vancouver. Burnaby, Canada - A small Buddhist congregation in this Vancouver suburb has sold one of its temples to raise money for tsunami victims. Abbot Thick Nguyen gave $450,000 - all the proceeds from sale of the Vietnamese Buddhist Congregation's temple in this Fraser Valley town - to the Canadian Red Cross on Monday. The small group still has its main temple here. "This is phenomenal. It's one of the largest, if not the largest, donations the Canadian Red Cross has received from anyone in British Columbia," Red Cross spokeswoman Carmen MacKenzie said. A Vancouver-area Tibetan Buddhist group agreed to purchase the temple after media reports about the planned sale. The subsidiary temple had been on the market for a year to raise funds for a larger replacement. Thick Nguyen told the congregation on New Year's Day he had decided to accept the highest offer and donate the proceeds to tsunami relief. The contribution is partly to thank the people of the Philippines, Indonesia and Malaysia for their help in the 1970s, the abbot said through an interpreter. Three decades ago, he said, these nations accepted him and others fleeing the Communist government in Vietnam. "When the abbot made his announcement, a lot of people dropped their jaws, but after a day went by, everybody began supporting him wholeheartedly," Dr. Vi Liet Nguyen, a temple board member, told the Vancouver Sun. "The idea of giving $500,000 to help survivors of the tsunami is not unprecedented, but the idea of giving up a whole temple to help victims touched a lot of people around the world," said Phien Nguyen, a director of the Vietnamese Buddhist group. Previous story: Canadian temple offers proceeds to Red Cross ASSOCIATED PRESS ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today! http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx 5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx 6. kembali menerima email: ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

Previous Message by Thread:

JURNAL KEMBANG KEMUNING: MENYONGSONG PERSPEKTIF DIPLOMASI BARU: PERTANYAAN UNTUK SBY.

JURNAL KEMMBANG KEMUNING: MENYONGSONG PERSPEKTIF DIPLOMASI BARU: PERTANYAAN UNTUK SBY. Rabu, 16 Februari 2005 malam jam 19.00, Koperasi Restoran Indonesia Paris yang terletak di pusat kota Paris, kembali mendapat kunjungan kehormatan dari diplomat pertama KBRI Paris: Lucia Rustam dan suaminya. Diplomat pertama KBRI Paris ini berada di Koperasi Restoran Indonesia Paris, dari jam 1900 sampai dengan 22.OO. Seperti diketahui sampai sekarang setelah Dubes Adian Silalahi usai dengan masa tugasnya, jabatan Dubes belum juga terisi. Untuk itu Lucia Rustam, diplomat perempuan menjadi Kuasa Usaha, sehingga beliaulah yang menjadi diplomat pertama di Perancis, sebuah negara yang patut diperhitungkan bukan hanya di tingkat Komunitas Eropa yang beranggotakan 25 negara, tapi juga di tingkat politik dunia. Kalau keterangan yang saya peroleh benar, posisi Paris sebagai kota diplomasi, setara dengan Washington, London, Moskow dan Beijing. Maka tampilnya Lucia Rustam sebagai Kuasa Usaha di Paris, dari segi karir, boleh dibilang merupakan suatu prestasi sendiri. Barangkali karena posisi Paris di dunia diplomasi yang demikian maka sampai sekarang tidak gampang mencari pengganti rasuk untuk menjadi dubes di Perancis walau pun bukan ajaib jika sederetan nama calon berjejer menanti pengesahan dan persetujuan Jakarta untuk pos penting ini. Berdasarkan praktek dan praktek Lucia Rustam sampai sekarang, kebijakan yang diambilnya dalam batas wewenang, apalagi sebagai seorang perempuan, diplomat perempuan, secara subyektif,saya menilai Lucia Rustam sangat layak ditingkatkan dari Kuasa Usaha menjadi Dubes melanjutkan misi diplomasi yang sudah beliau lakukan untuk Republik dan Indonesia. Melihat penampilan dan prakarsa serta kegiatan beliau pada berbagai kesemptan, Lucia Rustam sangat layak dan membanggakan mewakili bangsa, negeri dan negara serta perempuan Indonesia. Lucia pun bisa berbahasa Perancis hal penting yang patut digarisbawahi. Dari pembicaraan langsung yang pernah saya lakukan, saya ketahui bahwa beliau pun adalah anak bangsa dan negeri yang punya mimpi republiken dan keindonesiaan yang kental. Apabila Departemen Luar Negeri meningkatkan posisi dan mengokohkan beliau sebagai Dubes di Paris, saya kira, keputusan demikian akan membanggakan dan aspiratif serta kuasa mengkonsolidasi capaian Dubes Adian Silalahi. Pertanyaannya: Sanggup dan beranikah penanggung jawab pertama diplomasi Republik Indonesia [R.I], yaitu Menteri Luar Negeri melakukan terobosan sehingga bisa melalui Lucia Rustam memanfaatkan posisi Paris sebagai kota diplomasi dunia untuk kepentingan Republik dan Indonesia? Saya menaruh perhatian khusus pada posisi Paris sebagai kota diplomasi dan tepatnya diplomat pertama R.I. yang ditempatkan di negeri dan di kota ini. Perempuan, pemimpi, republiken dan berkeindonesiaan dengan langgam merakyat, mewakili R.I. di salah satu pusat diplomasi dunia, saya kira memang satu hal yang bersifat terobosan jika ini dilakukan oleh Jakarta. Ciri-ciri ini saya kira sesuai dengan perkembangan penonjolan perempuan oleh Perancis sendiri yang sejak pemerintah Mitterrand dan dikembangkan oleh Perdana Menteri Lionel Jospin banyak menampilkan tokoh perempuan di barisan pertama kekuasaan politik. Perkembangan di suatu negeri dalam menunjuk diplomat pertama, saya kira patut dimasukan dalam hitungan. Lucia Rustam, saya kira memenuhi semua kecenderungan di sini. Tentu saja apa yang saya tuliskan ini, tidak punya arti apa-apa bagi pengambil keputusan, tapi ia tetap saya tuliskan karena cinta saya sebagai anak bangsa dan negeri, hak dan keprihatinan sekecil apa pun tetap menjadi hak yang tidak siapa pun bisa menggugatnya. Mencintai bangsa dan negeri, apalagi Republik dan Indonesia bukanlah monopoli. Hak inilah yang saya gunakan untuk berkata --hak yang sering diabaikan, dibiarkan dan tidak diindahkan di Indonesia yang tidak pandai menghargai warganegaranya. Tampilnya tokoh Lucia Rustam yang sekarang menjadi diplomat pertama KBRI Paris, di mata saya kembali memperlihatkan bahwa bangsa dan negeri kita adalah bangsa dan negeri sangat potensial. Masalahnya: potensi ini sampai sekarang belum dibebaskan seperti halnya kita belum mampu membebaskan tenaga produktif [dalam artian ilmu ekonomi politik] untuk memberdayakan masyarakat kita. Tampilnya Lucia Rustam, seperti halnya potensi yang dikandung oleh Atase Pers zaman Dubes A.Silalahi, Yuli Mumpuni, di mata saya, selain memperlihatkan potensi bangsa kita sebagai bangsa potensial, juga merupakan penerus dari tradisi diplomasi dan peranan perempuan seperti yang dirintis oleh Francisca Fangiday, Dubes Keliling Ny.Supeni alm. pada zaman pemerintahan Soekarno: diplomat-diplomat pemimpi, republiken, berkeindonesiaan dan manusiawi. Tampilnya Lucia Rustam sebagai diplomat republiken, berkindonesiaan dan pemimpi dengan langgam kerakyatan, pada pasca Soeharto menunjukkan juga bahwa nilai-nilai tersebut tidak terpunahkan oleh militerisme dan pendindasan otokratik sedahyat apa pun. Kemanusiaan seperti halnya matahari hanya bisa ditutup awan, tapi tidak bisa diluruhkan. Saya masih berharap bahwa SBY sebagai Presiden sekarang, mampu menjadikan dirinya sebagai militer yang bukan militeristik tapi militer yang berpikiran cerah serta mampu menerobos segala kesulitan. Kebesaran seorang militer diuji oleh kemampuannya menerobos kepungan ajal dan kesulitan. Siapa pun yang menjadi presiden di RI sekarang tidak akan menjadi presiden yang bisa lenggang-kangkung.Kebesaran dan atau kekerdilan SBY akan dibuktikan oleh waktu. Pasukan pembidas handal yang republiken, berkeindonesiaan serta manusiawi perlu dijadikannya sebagai sandaran di samping keberanian bersandar pada mayoritas warganegara. Dalam pasukan pembidas ini, barisan diplomat pembidas pun perlu dibangun. Saya katakan diplomat pembidas karena selayaknya melalui penunjukan diplomat pertama di suatu negeri, apalagi di negeri-negeri peringkat pertama. Model Orba patut ditinggalkan. Kalau pengamatan saya benar, maka diplomat Orba Soeharto adalah diplomat-diplomat yang bukan diplomat tapi perwakilan negara yang kalah tanpa prakarsa. Prakarsa apa memang yang bisa dikembangkan oleh sistem penindasan dan pembunuhan, sistem yang tidak menghargai warganegaranya szendiri? Dengan sitem ini diplomasi sudah dimulai dari posisi kalah dan defensif. Kalau mau terus-terang, seperti yang dikatakan oleh Arief Budiman hampir setengah abad silam, diplomasi kerakyatan Indonesia di Paris tidak dilakukan oleh KBRI Orba Paris, tapi dilakukan oleh ORANG-ORANG yang hidup dari Koperasi Restoran Indonesia. Tolong bedakan antara ORANG-ORANG dan Koperasi Restoran Indonesia sebagai suatu badan usaha. Apa yang dilakukan oleh ORANG-ORANG yang bekerja di Koperasi Restoran Indonesia adalah suatu diplomasi alternatif bagi Indonesia. Sementara orang yang merasa dirinya sebagai pejuang humanisme menuduh Koperasi ini sebagai kegiatan kapitalis sedangkan mereka hidup dari sumber lain secara tergantung dengan mengatasnamai penderitaan rakyat Indonesia tapi kembali datang ke Koperasi pada saat memerlukan. Tidak ada penjualan prinsip yang dilakukan oleh orang-orang yang bekerja untuk hidup pada Koperasi Restoran Indonesia seperti yang sejak awal ditudingkan oleh sementara "pejuang" tapi nampak kecenderungan memecah Indonesia. Melalui Koperasi Restoran Indonesia Paris, orang-orang yang dikucilkan dan dimusuhi oleh Orba bahkan diancam secara fisik untuk dipetuskan [ditembak secara misterius], hidup dengan kepala tegak tanpa menggantungkan diri pada belas kasihan pemerintah Perancis dan bantuan sosial tapi dengan bekerja keras siang-malam. Gus Dur yang memang sahabat lama orang-orang di Koperasi sebelum menjadi Presiden memahami benar keadaan ini. Beliaulah yang membalik keadaan hubungan Koperasi dan orang-orang di Koperasi dengan KBRI Paris. Dan Dubes A.Silalahi memahami keadaan ini lalu bersama Dubes Ichsan dari Negeri Belanda mengobah hubungan buruk yang diciptakan Orba menjadi hubungan baru. Dari sini saya melihat bahwa yang langgeng itu hanyalah gerak seperti orang Jawa bilang "wolak-walike zaman", "hukum bathara kala". Saya juga melihat melalui "wolak-waliké zaman" ini bahwa kemanusiaan dan manusia itu tidak terkalahkan. Dalam konteks ini, saya yakin larangan terhadap Marxisme, larangan terhadap karya-karya penulis Lekra akan dicabut, nasib orang-orang yang disebut Gus Dur sebagai "klayaban" akan diperhatikan sehingga mereka bisa kembali ke tanahair tanpa syarat dengan mendapatkan kembali kewarganegaraan Indonesia mereka. Sanggupkah SBY sebagai presiden RI melakukan hal ini? Datangnya Dubes Adrian Silalahi [Paris], dubes Indonesia di Unesco dan dan Dubes Ichsan dari Negeri Belanda beberapa tahun lalu, dan Rabu lalu kedatangan Lucia Rustam ke Koperasi Restoran Indonesia Paris hanya menggarisbawahi perspektif manusiawi, republiken dan keindonesiaan ini. Perspektif diplomasi mana gerangan yang akan ditempuh oleh SBY? Paris, Februari 2005. -------------------- JJ.KUSNI Catatan: Foto bersama Kuasa Usaha KBRI Paris,Lucia Rustam dan Pak Rustam dengan beberapa tenaga teras Koperasi Restoran Indonesia, 12 Rue de Vaugirard, 75006 Paris, Perancis. Metro: Odeon, St.Michel, Luxelbourg. Telp. 33-1-43 25 70 22. Foto ini diambil pada Rabu 16 Februari 2005, ketika Lucia Rustam dan suami berkunjung ke Koperasi Restoran Indonesia [Dokumen Jelitheng dan JJK]. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx 5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx 6. kembali menerima email: ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

Next Message by Thread:

Canadian Buddhist temple sold in aid of Tsunami

Canadian Buddhist temple sold for $450,000 in aid of tsunami victims A small Buddhist congregation in Canada sold one of its temples to raise money for victims of the tsunamis for $450,000. The group still has its main temple in the suburbs of Vancouver. Burnaby, Canada - A small Buddhist congregation in this Vancouver suburb has sold one of its temples to raise money for tsunami victims. Abbot Thick Nguyen gave $450,000 - all the proceeds from sale of the Vietnamese Buddhist Congregation's temple in this Fraser Valley town - to the Canadian Red Cross on Monday. The small group still has its main temple here. "This is phenomenal. It's one of the largest, if not the largest, donations the Canadian Red Cross has received from anyone in British Columbia," Red Cross spokeswoman Carmen MacKenzie said. A Vancouver-area Tibetan Buddhist group agreed to purchase the temple after media reports about the planned sale. The subsidiary temple had been on the market for a year to raise funds for a larger replacement. Thick Nguyen told the congregation on New Year's Day he had decided to accept the highest offer and donate the proceeds to tsunami relief. The contribution is partly to thank the people of the Philippines, Indonesia and Malaysia for their help in the 1970s, the abbot said through an interpreter. Three decades ago, he said, these nations accepted him and others fleeing the Communist government in Vietnam. "When the abbot made his announcement, a lot of people dropped their jaws, but after a day went by, everybody began supporting him wholeheartedly," Dr. Vi Liet Nguyen, a temple board member, told the Vancouver Sun. "The idea of giving $500,000 to help survivors of the tsunami is not unprecedented, but the idea of giving up a whole temple to help victims touched a lot of people around the world," said Phien Nguyen, a director of the Vietnamese Buddhist group. Previous story: Canadian temple offers proceeds to Red Cross ASSOCIATED PRESS ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today! http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx 5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx 6. kembali menerima email: ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
blog comments powered by Disqus

Home | News | Sitemap | FAQ | advertise | OSDir is an Inevitable website. GBiz is too!