logo       

Pasca Tsunami Para Jenderal Bermetamorfosa Di Aceh: msg#00410

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: Pasca Tsunami Para Jenderal Bermetamorfosa Di Aceh


http://www2.rnw.nl/rnw/id/news/gemawarta/#4316193

Pasca Tsunami Para Jenderal Bermetamorfosa Di Aceh
Di tengah sepinya toko-toko di Banda Aceh, Medan dan Jakarta karena Imlek atau
Tahun Baru Tionghoa, satu topik belakangan banyak menarik perhatian publik.
Rencana mutasi puncuk pimpinan TNI tetap berguling meski banyak dikritik,
karena melibatkan sejumlah perwira bermasalah. Orang lupa, di Aceh sejak
musibah gempa dan tsunami, banyak perwira bermetamorfosa, berganti ujud, dari
jenderal perang menjadi jenderal damai dengan misi kemanusiaan. Laporan
Aboeprijadi Santoso dari Medan.

Rencana mutasi pucuk piminan TNI kini menjadi topik pembicaraan. Meski
pengganti Jenderal Endriartono Sutarto yang akan pensiun, belum jelas, tapi
banyak perwira sudah disebut-sebut akan mengisi jabatan KSAD, yang berarti KSAD
Jenderal Ryamizard Ryacudu bakal naik atau habis tugas. Ryamizard sendiri
menegaskan, kalau belum ada perintah presiden, saya jalan terus, katanya
menepis berbagai spekulasi. Sebuah nama mencuat di bursa KSAD, Letjen Djadja
Suparman yang dekat dengan Jenderal purnawirawan Wiranto dan pernah jadi
kontroverse di masa lalu.

Lembaga HAM Imparsial menyoalkan mengapa TNI tidak pernah menimbang citra dan
reputasi sejumlah perwiranya sebelum diangkat ke atas. Ini sebuah kritik yang
banyak dibenarkan sementara pihak, apalagi dua mutasi terbaru, termasuk naiknya
Kolonel Chairawan dan Mayjen Sriyanto dari Kopassus, yang masing-masing
disebut-sebut terlibat penculikan aktivis tahun 1998 dan kasus Tanjung Priok.
Mingguan Tempo mengutip pengamat Kusnanto Anggaro yang membenarkan adanya sikap
tidak sensitif dalam penunjukan dan pengangkatan di TNI Angkatan Darat. Tapi
yang menarik, Chairawan sendiri bakal naik jadi Danrem Lilawangsa yang mencakup
kawasan Aceh yang selama ini paling berdarah dilanda konflik, yaitu Aceh Utara
sampai Timur. Aceh terdiri dari dua korem, dan kedua bosnya kini diganti untuk
naik jadi Kepala Staf Divisi I dan II Kostrad.

Ini memperlihatkan pentingnya pengalaman di Aceh untuk menduduki dua pos
strategis yang mengendalikan batalyon-batalyon Kostrad di Cilodong dan Malang.
Danrem Teuku Umar untuk Aceh Barat dan Selatan, Kolonel Gerhan Lantara akan
mengkomandoi pos Cilodong dan Danrem Lilawangsa Kolonel Nasution di pos Malang.
Pergantian di Aceh ini sekaligus memperkuat kesan bahwa mutasi TNI lebih
merupakan politik interen dan rutinitas TNI ketimbang menimbang citra publik.
Pasca tsunami di Aceh memperlihatkan tampilnya perwira-perwira yang dianggap
bermasalah kembali ke panggung tepat di saat musibah tsunami membuat Aceh
menjadi serambi global.

Misalnya Mayjen Bambang Darmono yang memimpin perang di masa Darurat Militer
pertama tahun 2003, setelah hilang sementara di Jakarta, kembali ke Aceh untuk
menjadi bagian dari Satgaskorlak untuk memimpin penanganan bencana bersama
Menko Kesra Alwi Shihab. Dari tugas perang, mendadak beralih ke tugas damai dan
kemanusiaan. Mayjen Adam Damiri yang terkenal sebagai Pangdam Udayana terakhir
yang membawahi Timor Timur semasa bumi hangus tahun 1999, juga bermetamorfosa
menjadi laison officer, perwira penghubung dalam operasi kemanusiaan
internasional di Aceh.

Kemudian ada Kolonel Gerhan Lantara, perwira asal Sulawesi Selatan yang
dianggap pernah kontroversial di Timor Timur tahun 1991, lantas menghilang
sementara di daerah asalnya, sempat berperan penting dalam menangani musibah
gempa dan tsunami di Meulaboh, Aceh Barat. Di Dili Nopember 1991, dia terlibat
bentrokan yang dijadikan dalih penembakan kuburan Santa Cruz 11 Nopember 1991
yang akhirnya memacu Tim-Tim ke sorotan dunia. Tapi 26 Desember lalu Gerhan
Lantara turun lapangan ketika penduduk dilanda air bah tsunami, dan dengan
bangga mengaku telah menjarah sebuah apotik demi menyelamatkan rakyat di
Meulaboh. Sebuah apotik ditindak juga karena menjual obat kepada seorang bapak
yang harus melelangkan arlojinya untuk memperoleh obat di tengah bencana.
Bahkan Gerhan dikabarkan menodongkan senjata kepada warga yang tak mau turun
untuk mengevakuasi mayat. Padahal Gerhan sendiri masih kurang tan
gkas dibanding Dandimnya Major Ridwan yang sempat memarahi atasannya itu pada
detik-detik musibah. Semasa Darurat Militer pertama, bawahan Kolonel ini
terlibat pemukulan wartawan Radio 68H, tapi semasa pasca-tsunami, Gerhan yang
suka berpedamotor Harley Davidson tampak sibuk mendekati nyamuk pers.


Aceh pasca tsunami dan rencana terbaru mutasi perwira TNI di Jakarta
menunjukkan perwira-perwira TNI silih berganti citra dan perannya di berbagai
pelosok Nusantara, tapi tak pernah jelas seberapa penting peran-peran itu
menjadi kriteria bagi perjalanan karir mereka. Di negara yang demokratis
seperti Indonesia, sosok TNI ternyata masih merupakan satu-satunya kekuatan
politik yang tidak transparan tapi tetap amat berpengaruh. Bagi dunia luar ini
menunjukkan tentara Indonesia kurang serius mencamkan kaidah-kaidah dan
reputasi HAM mereka di masa lalu.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise