logo       

Pengalaman buruk di Jepang: Diborgol dan masuk sel!: msg#00200

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: Pengalaman buruk di Jepang: Diborgol dan masuk sel!



Rekan Iwan Setiawan di Jawa Timur, mengirimkan kisah pahit yang ia alami saat
pertama kali bepergian ke Jepang. Saya sendiri tidak kenal dengannya. Malam
ini, ia mengirim email kepada saya atas saran dari temannya yang bergabung di
sebuah milis, sekadar meminta bantuan agar pengalaman buruknya itu ?didengar?
pihak birokrat di Jepang.



Apabila ada yang tahu email Kedutaan Besar Jepang di Jakarta atau komunitas
yang mengetahui seluk beluk permasalahan yang ia alami, mohon diberi tahu
langsung ke emailnya: iwanterborgol-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx



Pengalaman buruk di Jepang: Diborgol dan masuk sel!



Saya hanya ingin berbagi kisah untuk sesuatu yang baru saya alami dan sangat
melukai harga diri saya sebagai seorang manusia. Saya bekerja di sebuah
perusahaan kecil di bidang komputer dan percetakan di Bali.Tahun lalu saya
mendapat ajakan bos untuk menemaninya berkunjung ke Jepang guna melihat lihat
dan membeli piranti yang diperlukan usahanya. Kehadiran saya diperlukan untuk
membantu membawa barang belanjaan.



Sehubungan saya berasal dari Jawa Timur maka visa saya harus diperoleh dari
Konsulat Jepang Surabaya.Permohononan visa diajukan oleh bos pada awal
Nopember dengan melampirkan seluruh dokumen yang ditentukan dalam persyaratan
aplikasi visa. Namun prosedur pengeluaran visa begitu berbelit, kasus
permohonan saya digantung hingga lebih dari dua bulan sampai pada akhirnya
kenalan bos, seorang aparat instansi pemerintahan yang juga adalah
pelanggan.,membantu menanyakan . Setelah diutus seorang wakil untuk
mengunjungi langsung konsulat, ajaib , pada hari esoknya diberitakan bahwa visa
dapat dikeluarkan.



Namun pada saat itu bos saya sedang mendapat pelanggan baru untuk program
komputer yang dijualnya sehingga belum dapat memastikan keberangkatan. Lalu bos
mendapat musibah , puterinya jatuh sakit dan masuk rumah sakit. Sehingga
dipastikan bos tidak dapat bepergian jauh. Oleh karena kebetulan pemasok Jepang
datang berkunjung ke Indonesia maka bos meminta saya berangkat bersamanya.Saya
dijadwalkan ke Tokyo guna kunjungan 6 hari saja. Hanya perlu membawa pulang
barang barang pesanannya.Saya dibekali uang saku sebesar 100 ribu yen yang
diperkirakan pasti akan mencukupi beaya akomodasi dan makan selama tugas.Juga
tiket pesawat pulang pergi yang telah dikonfirmasi.



Maka pada tanggal 1 Februari 2005 malam saya bersama suplier Jepang terbang ke
Tokyo.



Perlu diketahui bahwa selama ini saya memang tidak mengenal dekat beliau oleh
karena pekerjaan saya lebih banyak pada percetakan lagipula saya awam terhadap
dunia komputer. Saya hanya mengetahui nama beliau saja. Seorang pria Jepang
yang berusia enampuluhan.Dan saya tidak merasa perlu mengetahui banyak toh jika
telah sampai di tujuan beliau akan menemani dan mengantar saya
kemana-mana.Apalagi juga bos telah membekali saya dengan surat keterangan yang
menjelaskan tujuan saya ke Jepang.



Tetapi apa yang terjadi ? Ketika saya memberikan paspor, tiket dan dokumen
untuk diproses petugas imigrasi di bandara Narita, tiba-tiba bel dibunyikan
lalu muncul petugas lain yang serta merta menggelandang saya ke dalam kantor.
Pengantar saya protes tapi tidak digubris dan tidak diperkenankan berbicara dan
bertemu dengan saya lagi.



Mulai pukul 8.30 pagi hingga sore saya diinterogasi dengan macam-macam
pertanyaan.Oleh karena saya tidak dapat berbahasa Inggris atau Jepang maka
proses interogasi dilakukan melalui bantuan penerjermah melalui telpon.Saya
telah menjawab sejujurnya tetapi keterangan saya sama sekali tidak
dipercaya.Bahkan karena saya tidak hapal dengan nomor telpon pengantar maka
saya langsung dituduh bahwa saya memiliki maksud lain yang tersembunyi maka
sore itu saya divonis untuk dipulangkan ke negeri asal.



Pada siang hari itu saya sempat membeli makanan tetapi pada malam hari saya
dijebloskan dalam sel tahanan yang benar-benar mirip penjara dan saya tidak
diberi makan. Bahkan dari uang yang saya bawa mereka mengambil sebagian lalu
saya diberi kwitansi yang setelah saya perhatikan ternyata untuk membayar jasa
sekuriti yang ditugaskan mengawasi saya. Jadi untuk hotel prodeo itu semalam
saya diharuskan membayar 24.000 yen( Rp 2.136.000) itu pun tanpa makan!!



Esoknya saya digelandang ke tempat keberangkatan naik ke pesawat Garuda diapit
polisi dengan dua tangan saya yang diborgol.



Ini benar-benar suatu pengalaman yang paling hina dalam kehidupan saya?.



Saya maklum adalah hak tiap negara untuk menolak masuk pengunjung asing
dengan pelbagai macam alasan mereka .Akan tetapi saya ingin mengetuk hati
nurani pemerintah Jepang dan birokratnya: pantaskah perlakuan seperti itu
kepada seseorang yang tidak melakukan tindakan kriminal apa-apa.? Hanya karena
dicurigai memiliki maksud untuk masuk bekerja ilegal lalu diperlakukan
demikian?

Salam,



IWAN SETIAWAN

Pemegang Paspor RI No N 448429

Penerima Visa Jepang No CB 014647

Email : iwanterborgol-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx







Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com

---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise