logo       

Beginikah sikap seorang terpelajar???: msg#00993

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: Beginikah sikap seorang terpelajar???



--- In tionghoa-net-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, "B.H. Jo"
<bhjo@xxxx> wrote:

Dr. Irawan yth.,

Memang sering kita berpikir berdasarkan "logika" bahwa kalau mencari
Ahli Fisika ya cari di ITB. Tetapi dalam prakteknya logika sering
meleset, misalnya: lulusan Indonesia termasuk dari ITB tidak diakui
di North America. Maka dari itu didalam tulisan saya, saya
menekankan syarat kualifikasi utk. dept. saya adalah kualifikasi
dari US atau Canada saja.
Pagi ini saya meng-interview Ahli Fisika asal dari Laos. Dia lulus
Fisika di Chekoslavakia. Dia bilang bahwa dia baru bisa masuk
residency training dibagian Medical Physics setelah mendapat gelar
PhD dibidang Physics di US dan ditambah setelah bekerja dibagian
Healthcare di US Army facility selama 4 tahun. Diseluruh US cuma ada
25 posisi utk. residency training dibagian Medical Physics. Jadi
standar penerimaannya sangat ketat dimana Ahli Fisika baru bisa
mendapat residency training dibagian Medical Physics (selama 2
tahun) setelah mendapat gelah PhD dibidang Fisika. Utk. satu posisi
residency training di Florida calon yg. mendaftar berjumlah 60 PhD
Physicists.
Jadi sangat kompetitif utk. bisa mendapat residency training di
Medical Physics, maka dari itu dia telah bekerja dibidang healthcare
dulu selain telah mempunyai PhD degree sebelum dia bisa masuk
residency training dibagian Medical Physics.
Ttg. Dr. Nelson Tansu, saya mengetahuinya walaupun tidak
mengenalnya. Dia asal keturunan Tionghoa dari Medan yg. sekarang
berada di State Pennsylvania seperti dibawah ini:

Nelson Tansu, Ph.D.
Assistant Professor
Department of Electrical and Computer Engineering
Center for Optical Technologies
P. C. Rossin College of Engineering and Applied Science
Lehigh University
Bethlehem, PA

Coba kalau Dr. Tansu di Indonesia mana dia bisa maju sampai sekarang
ini. Barangkali sudah buka panti pijat. Mendingan dia bisa bekerja
utk. kemajuan manusia dibidang optik di LN, yg. secara tidak
langsung juga akan berguna utk. orang2 di Indonesia.

Dan kami juga telah mengadvertensikan posisi Medical Physicists di-
journal "Medical Physics". Tetapi kami tidak optimis sebab Medical
Physicit adalah barang yg. langka. Justru menurut pengalaman paling
baik adalah mencari melalui kenalan (utk. barang yg. langka),
misalnya: dalam hal ini melalui tokoh2 dari Indonesian community di
US spt. Anda atau Canada berdasarkan alasan2 tsb. diatas dan
dibawah.

Salam,
BH Jo

Tambahan:
Antara lain, dengan background tsb. diatas dan penerangan
selanjutnya, saya akan menjawab tulisan dari Wilson dan Sony.
Ngomong jangan seenaknya, cari calon Ahli Fisika di PPI, PPI India,
Permias dll. Orang yg. sudah bertitel PhD dan berniat menetap di LN,
mana mempunyai interest menjadi anggota PPI atau Permias (waste of
valuable time utk. seorang PhD). Selain itu, faktor yg. lebih
penting lagi utk. menjadi Medical Physicists di-dept. saya (di-
institusi dari US Federal Govenment), calon ini harus mempunyai US
citizen, baru kemudian yg. mempunyai green card sebagai second
choice. Berapa banyak mahasiswa Indonesia yg. mempunyai green card,
apalagi yg. mempunyai green card? Terus terang, saya tidak
mengetahui apa itu Permias dan saya juga tidak ingin mengetahui
organisasi apa Permias itu, apalagi kalau berbau politik dan tidak
memberi keuntungan utk. study dari mahasiswanya kecuali utk.
mahasiswa yg. sedang belajar dibagian Sosial-Politik. Fakta yg. lain
adalah yg. diakui adalah cuma kualikasi dari US atau Canada, masak
mau disuruh cari di PPI "India" ??? Saya sendiri waktu menjadi
mahasiswa di Jerman, tidak interested menjadi anggota PPI atau
anggota Anti-PPI, waste of time saja.
Ttg. sindiran lain yaitu apakah orang kalau menolong harus
dirahasiakan atau tidak, ini tergantung tujuannya apa? Saya
bertujuan bukan utk. menolong satu orang saja tetapi menolong siapa
saja yg. tidak bagus prospeknya di Indonesia atau yg. mendapat
diskriminasi atau yg. merasa didiskriminasi. Jadi mereka yg. tidak
puas dgn. prospeknya, masih bisa mengetahui bahwa masih ada jalan
lain, misalnya: tidak pasrah begitu saja, tetapi barangkali ada
jalan lain spt. belajar atau bekerja di LN atau berimigrasi ke LN.
Dimana pengalaman setiap orang, barangkali bisa berguna utk. orang
lain walaupun tidak berguna utk. Bung Sony. Maka dari itu saya baru2
ini menanyakan kpd. Bung John, apakah gampang utk. berimigrasi ke
New Zealand? Saya sendiri tidak bermaksud ke NZ, tetapi barangkali
bisa berguna utk. orang lain.
Menceritakan pengalaman saya di t-net, tidak ada untungnya utk.
saya? Malahan di-maki2, disindir dll. yg. adalah typical budaya
Indnyaonesia. Tetapi saya tidak heran sebab saya pernah di Indonesia
selama 21 tahun (padahal seminggu saja di-t-net, orang sudah
mengetahui budayanya). Kalau saya mau mengagulkan saya, yg. akan
membanggakan dan menguntungkan saya , misalnya, adalah tempatnya di
Scientific Meeting dihadapann "Peer" saya di Medical Center saya,
yg. diadakan setiap minggu, tetapi tidak di t-net, apalagi dihadapan
Bung Sony dimana saya tidak mengenal Bung Sony itu siapa?.



From: "B.H. Jo" <bhjo@xxxx>
Date: Sun Jan 30, 2005 12:56 am
Subject: AHLI FISIKA mau bekerja atau menetap di US???

Anggota milis dan teman2 yth.,

Saya mendapat telpon dari seorang Ahli Fisika dgn. PhD degree
(berasal dati Asia, negara Laos) minggu yg. lalu dimana dia ingin
bekerja ditempat saya. Dia sekarang sedang membikin spesialisasai
dibidang Medical Physics di Omaha di/@Unversity of Nebraska. Setelah
saya memberi background saya sebagai orang berasal Indonesia, dia
menceritakan bahwa bahwa di University of Nebraska baru saja
mendapat seorang Ahli Fisika baru dari Indonesia yaitu Dr. David
Djaputra (David Djaputra, PhD; ada yg. mengenal dia?). Dari
informasi tsb. diatas, saya yakin bahwa pasti ada Ahli Fisika lain
dari Indonesia, terutama diantara ribuan orang Indonesia yg. berada
di US atau Canada. Sebelumnya tidak terpikir oleh saya bahwa ada
orang Indonesia yg. masuk bagian Fisika di US.

Kalau ada anggota atau teman dimilis ini yg. mengetahui Ahli Fisika
dari Indonesia (yg. berspesialisasi dibagian Medical Physics) yg.
ingin menetap di US, bisa menghubungi saya/kami dgn. mengirim email
utk. keinginannya dgn. mengirimkan Curriculum Vitae-nya juga. Calon
harus mempunyai kualifikasi Fisika dari US atau Canada dan mempunyai
PhD degree adalah suatu factor "plus" utk. posisi ini. Posisi in
akan tersedia/available kira2 pada ***bulan Augustus 2005***.
Gajinya tidak sebesar yg. ditawarkan di-public sector tetapi bekerja
sebagai Federal Government's employee ditempat saya, akan mendapat
banyak job's benefits, misalnya: 30 day vacation, 15 day sick leave,
pension, health care dll. Surat keinginan bisa dikirim dgn. email ke:

1) Dr. B.H. Jo
Chief of Radiation Oncology Service
Beng-Hoey.Jo@xxxx
2) dan di-cc. kan ke:
Howard Cooper
Human Resources Service
US Department of Veterans Affairs
Overston Brooks VA Medical Center
Howard.Cooper@xxxx

Supaya lebih terang alamat emailnya:

Beng-Hoey.Jo-at-med.va.gov
Howard.Cooper-at-med.va.gov

( "med" stands for medical, "va"=Veterans Adminstration, "gov"=
government)

Ahli Fisika yg. terpilih akan membantu saya
mengimplementasikan/mengembangkan teknik baru yaitu IMRT (Intensity-
Modulated Radiation Therapy) di department saya. Department kami
baru mendapat "Computer Planning System" yg. terbaru/powerful
dari "Pinnacle" bulan ini.

Maaf kepada para moderator utk. informasi ini, tetapi informasi
terutama bertujuan utk. menolong orang Indonesia, yg. akan atau
sedang mendapat kesusahan mendapat pekerjaan dibagian Fisika. Saya
sendiri sudah mempunyai 4 pendaftar Ahli Fisika (US citizen atau US
permanent resident) utk. posisi ini, tetapi saya tahan dulu sebab
calon2 kurang memuaskan kualifisasi atau pengalamannya kecuali orang
Laos tersebut diatas yg. akan saya interview hari ini. Barangkali
Pak J. Goeij atau Dr. Irawan bisa sebarkan informasi ini kepada Los
Angeles's Indonesian community. Juga anggota yg. berdomisili di
Canada, terutama di Toronto dan Vancouver, bisa menyebarkan
informasi ini. Kemarin saya mendapat telpon yg. menggembirakan utk.
saya dimana ada seorang dokter dari Indonesia (dr. Benny Kusuma;
asal Semarang) telah bisa mendapat tempat spesialisasi dibagian
Penyakit Dalam di State University of Wichita dgn. sedikit bantuan
saya, tetapi dia telah berhasil terutama karena dia orangnya pintar
sekali dan juga pintar berkomununikasi. Sedangkan dia telah gagal
utk. mendapat tempat spesialisasi dibagian Penyakit Dalam/Internal
Medicine di Indonesia, terutama karena dia tidak mempunyai koneksi
dll. (tahu sendiri utk. faktor penting yg. lain).

Terima kasih.

Regards,
BH Jo





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise