logo       

Nu Golkar belum Ajukan ''Reshuffle'' Kabinet: msg#00962

culture.region.indonesia.ppi-india

Subject: Nu Golkar belum Ajukan ''Reshuffle'' Kabinet


http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/1/31/n3.htm
Senin Pon, 31 Januari 2005

Nu Golkar belum Ajukan ''Reshuffle'' Kabinet

Jakarta (Bali Post) -
Partai Golkar membantah telah mengajukan rencana reshuffle kabinet melalui
meja wakil presiden. Penegasan ini dikemukakan salah satu Ketua DPP Partai
Golkar Andi Mattalatta di Jakarta, Minggu (30/1) kemarin. Menurutnya, Partai
Golkar tidak memiliki ambisi masuk di pemerintahan dalam 100 hari
pemerintahan Yudhoyono. Meskipun demikian, Andi menilai kinerja sejumlah
menteri memang di bawah standar dan bila terus memburuk bisa dilakukan
reshuffle.
Presiden Yudhoyono sendiri sebelumnya menegaskan beberapa menteri dianggap
tidak maksimal dalam menjalankan program 100 hari pemerintahan Kabinet
Indonesia Bersatu. Kata Presiden, sejumlah menteri itu telah ditegur dan
dipantau kinerjanya. Namun, Presiden belum akan melakukan reshuffle kabinet.
Para menteri masih diberi kesempatan untuk memperbaiki kinerjanya. Mereka di
bawah langsung pengawasan Presiden.
Logika politik di parlemen menunjukkan, Partai Golkar ingin terlibat dalam
pemerintahan. Dengan masuknya Wapres Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Partai
Golkar, wajar jika kader Golkar mengisi jabatan menteri. Dengan melihat
kinerja beberapa menteri di Kabinet Indonesia Bersatu yang tidak maksimal,
Golkar dikabarkan telah menyusun konsep reshuflle tersebut.
Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla yang juga Wakil Presiden dianggap
sebagai pintu masuk yang pas. Andi Mattalatta mengaku belum menerima
informasi mengenai rencana tersebut. ''Kami belum menerima informasi itu.
Dalam rapat DPP juga tidak dibicarakan rencana reshuffle kabinet,'' tutur
Andi.
Namun, Andi mengakui ketika Jusuf Kalla menjabat ketua umum partai, masuknya
kader Golkar di kabinet merupakan sesuatu yang wajar. Sebab, Golkar
merupakan partai pemenang pemilu dan memiliki 128 kursi di parlemen. Namun,
jika Golkar mendesakkan rencana reshuffle tersebut, ''Partai Golkar nanti
dikatakan terlalu ambisius dan hanya mengejar jabatan. Apalagi 100 hari ini
belum bisa dipakai untuk mengukur atau menilai kinerja pemerintahan.''
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR-RI ini melihat 100 hari pemerintahan
Yudhoyono masih banyak kekurangan. Ini disebabkan janji-janji Presiden
Yudhoyono tidak dimanivestasikan arah kebijakan yang kongkret yang bisa
dilaksanakan oleh para menterinya. Akibatnya, sejumlah menteri masih
melakukan identifikasi masalah. ''Selain itu, kondisi objektif pemerintahan
dalam menghadapi bencana alam ikut mempengaruhi buruknya kinerja beberapa
menteri,'' katanya.
Buruknya kinerja sejumlah menteri itu, imbuh orang dekat Jusuf Kalla ini,
tidak harus diselesaikan dengan cara reshuffle. ''Minimal, setelah 100 hari
ini, mereka harus meningkatkan kinerjanya dua kali lipat. Ini disebabkan
beban tugas mereka memang sangat berat,'' terangnya. Namun, bila udah enam
bulan atau satu tahun berjalan, jika kinerja beberapa menteri tersebut
tetap saja stagnan, bukan tidak mungkin reshuffle bakal dilakukan.
''Minimal, kita bisa melakukan judgment,'' ungkapnya diplomatis. (kmb7)



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email:
ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise