|
Nasib Budaya Dayak Ngaju Mencemaskan: msg#00922culture.region.indonesia.ppi-india
http://www.suarapembaruan.com/News/2005/01/29/index.html SUARA PEMBARUAN DAILY Nasib Budaya Dayak Ngaju Mencemaskan BANJARMASIN - Nasib budaya Dayak Ngaju di Kalimantan mencemaskan. Saat ini tidak cukup banyak warga Dayak Ngaju yang mengerti budayanya. Generasi tua yang memahami budaya Dayak Ngaju makin lama makin menyusut. Pada saat yang sama minat generasi muda untuk memahami budaya daerahnya juga makin meredup. Kenyataan tersebut diperparah oleh minimnya media cetak termasuk buku, majalah apalagi surat kabar yang membahas budaya Dayak Ngaju. Pada saat yang sama pula, pemerintah terkesan tidak punya konsep dan program untuk menggali budaya Dayak Ngaju dan budaya Dayak lainnya. Keluhan tersebut dikemukakan dosen antropologi agama, Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan Evangelis, Marko Mahin di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) akhir pekan ini. Dalam pengamatannya, generasi muda Dayak Ngaju yang berada di kota-kota besar di Kalimantan, apalagi di luar pulau Kalimantan tidak mempunyai pengetahuan tentang budayanya. "Kenyataan tersebut tampaknya menimpa pula saudara kami dari Dayak lainnya.Yang menyedihkan, situasi menjadi semakin runyam karena kurangnya penerbitan apalagi penerbitan yang menggunakan bahasa lokal,'' kata pendiri Lembaga Studi Dayak 21 yang berdarah Dayak Ngaju itu. Menjawab pertanyaan, Marko menilai pemerintah hanya sibuk dengan urusan pembangunan fisik bangunan sekolah dan upaya meluluskan siswa sekolah. Namun program tersebut gagal mengenalkan mereka pada budayanya sendiri. Hubungan antara pendidikan dengan pengembangan budaya di Kalsel ternyata menjadi perhatian peneliti dari Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3), Nurhalis Madjid. Menurutnya, masalah kebudayaan daerah kurang mendapat perhatian dari dunia pendidikan. Jargon Kandungan lokal yang menjadi jargon dunia pendidikan baru menyentuh masalah bahasa lokal sementara kajian budaya belum menjadi prioritas utama. ''Sulit sekali menemukan jurnal kebudayaan di Kalsel. Coba Anda ke kampus-kampus dan cari jurnal kebudayaan, pasti sangat sulit menemukannya karena memang tidak ada,'' keluhnya. Padahal, menurutnya, kajian budaya sangat diperlukan sebagai bagian dari upaya mengetahui fenomena kehidupan masyarakat dari masa ke masa. Untuk kasus Kalsel, kajian kebudayaan tidak bisa dipisahkan dari agama Islam. ''Islam sudah menjadi bagian erat dari masyarakat Kalsel meskipun tidak semua penduduk Kalsel beragama Islam. Lepas dari masalah tersebut, banyak sekali aspek budaya yang berkaitan dengan dunia Islam di wilayah kami ini. Kalsel punya banyak pemikir Islam dan budayawan besar tapi sejarah nasional tidak memperhatikannya, '' tuturnya. (A-14) Last modified: 29/1/05 [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx 5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx 6. kembali menerima email: ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Siapakah Orang Batak Itu?: 00922, Ambon |
|---|---|
| Next by Date: | Penduduk Miskin di Indonesia Menjadi 37 Juta Orang: 00922, Ambon |
| Previous by Thread: | Siapakah Orang Batak Itu?i: 00922, Ambon |
| Next by Thread: | Penduduk Miskin di Indonesia Menjadi 37 Juta Orang: 00922, Ambon |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |