|
Orang Bali mengadu: msg#00913culture.region.indonesia.ppi-india
Dibawah ini ada artikel penyaksian ttg kehidupan orang Bali. Seperti kita pernah membaca penyaksian ttg relawan di Aceh, begitu juga penyaksian ini ditarik dari pengalaman seseorang yang berada di Bali dan mengadukannya diantara kita-kita, di milis. Pesan utk moderator PPIINDIA, jangan sampai masalah SARA itu menjadi kendala utk melihat kenyataan hidup dan kenyataan lingkungan yang sedang berlangsung di tanah air, Indonesia. Ada kalanya kita itu harus berani melihat kenyataan. Artinya jangan sampai posting ini dijegal karena ada gelagat akan memberikan berita yang tidak enak bagi anggota milis yang beragama Islam. LIHAT KEHIDUPAN DG NYATA ! _____________________________________ KASUS PURA BULELENG II Nama saya Wayan Ilham, dan sebelumnya saya pernah menulis tentang kisah nyata Pura Buleleng di Bali. Oh ya, agama saya Hindu Bali dan saya hanya sebagai anggota milis yang pasif saja, artinya tidak banyak menulis untuk milis ini. Tulisan rekan Muslim di atas tentu saudara tahu siapa penulisnya, dan memang kami sebagai penduduk Bali sering sekali diejek oleh rekan Muslim sebagai penembah Berhala atau Kafir atau lainnya. Walaupun demikian kami tetap sabar, karena masyarakat Bali adalah masyarakat yang cinta damai sejak dahulu kala, dan kami tidak ingin menyakiti pihak lain, dan sebagai tuan rumah di tanah sendiri (Bali) justru kami yang lebih sering disakiti. Saya pernah menulis tentang penghadangan dan pembakaran Arca Dewa Indra di kampung Jawa (nama daerah di Bali), itu sudah hampir kami lupakan karena kejadiannya delapan tahun yang lalu dan di zaman rezim Soeharto lagi. Tapi yang paling menyakitkan adalah kejadian baru-baru ini, dimana di awal pemerintahan SBY yang berusaha memberantas SARA ini, justru kejadian yang sangat memalukan dan memilukan ini terjadi. Yang lebih parahnya lagi, bahwa mereka menantang para penatua itu, apakah pura yang ada di Legian telah mendapatkan ijin dari Menteri agama dan telah berdasarkan SKB 3 menteri, jika tidak maka pura yang ada di Legian yang akan di runtuhkan seperti yang telah mereka lakukan terhadap gereja di tanah Jawa. Hal tersebut tentu saja membuat para penatua tersebut tersinggung. Sebagai masyarakat yang cinta damai, penatua-penatua masih bersabar dan bernegoisasi agar suara azan tersebut tidak mengganggu warga sekitar. Pernyataan dari penatua tersebut dianggap perang oleh pengurus mesjid, dan mereka berteriak bahwa Berhala dan patung di Bali akan dihancurkan satu demi satu sampai habis seperti yang telah dilakukan oleh Taliban di Afghanistan jika syariat Islam diberlakukan di Indonesia. Tetapi sebelum mereka pergi, mereka melontarkan ancaman akan menghancurkan pura yang ada di Legian dan menjadikan Legian sebagai tempat yang steril dari Pura. Pada tanggal 17 Januari, pada malam harinya, datang lagi segerombolan orang yang mengenakan ikat kepala putih dan langsung menuju ke Pura Dalem Kahyangan dengan teriakan allahu akbar dan menuju ke lokasi dengan segala peralatan seperti palu, cangkul dan sebagainya, semua arca, tempat sembahyang dan lukisan dinding yang bernilai sejarah tersebut dihancurkan. Pada tanggal 18 Januari, orang-orang tersebut mendatangi lagi tiga pura yang ada di Legian, yaitu Pura Dalem Penataran Kedonganan, Pura Kati Gadjah dan Pura Pesambyangan dihancurkan pula, kejadian tersebut dilakukan tengah malanm dan berlangsung cepat. Masyarat Bali sangat tersesak akan kejadian tersebut, karena pengrusakan dilakukan hanya karena masalah yang sangat sepele saja dan juga yang melakukan tersebut adalah pendatang-pendatang dari Jawa yang pada umumnya mencari sesuap nasi di Bali. Dari pihak Polda Bali sendiri mengeluarkan instruksi (yang notabenenya adalah instruksi dari Jakarta) yang kira-kira bunyinya, bahwa pengrusakan tersebut akan diusut, dan menghimbau penduduk Bali tidak menyalahkan atau menuduh pelakunya dari agama atau suku tertentu, karena akan merusak harmonisasi yang telah dibina sekian lama di Bali, dan sambil mengingatkan bahwa masayarakat Bali adalah masyarakat cinta damai dan juga jika terjadi kerusuhan di bali,tentu yang rugi adalah masyarakat Bali sendiri karena tentu wisatawan tidak akan datang kemari. Sebenarnya untuk mengusut peristiwa ini sangat mudah sekali, dimana saksinya banyak, dan biang dibalik kerusuhan tersebut adalah FPBM yang mengerahkan massa dan melakukan pengrusakan Tapi polisi tidak melakukannya, dan seolah-olah polisi menjadi sangat bodoh sekali dalam mengusut peristiwa ini. Masyarakat Bali sudah tahu, bahwa kasus ini hanya akan menjadi "dark number" sekian yang tidak akan diusut. Seperti pada pengrusakan yang terjadi di Pura Buleleng, maka pengrusakan Pura tersebut yang dilakukan oleh rekan Muslim sangat menyesakkan dada setuiap insan masyarakat Bali. Sebenarnya masyarakat Bali telah sangat toleran menerima warga pendatang, bahkan memberikan sumber kerjaan bagi pendatang tersebut. Tetapi memang air susu di balas air tuba. Untuk rekan Muslim yang di milis, kadang saya juga sangat sedih melihat tulisan kalian, yang selalu menyalahkan pihak lain. Karena anda sangat menjunjung agama anda, tentu orang lain demikian juga, mengapa selalu berusaha menyudutkan dan menjelek-jelekkan agama orang lain. Kalau rekan Muslim percaya bahwa nanti setelah meninggal, maka ada Surga menanti kalian, demikian juga agama lain. Mengapa sering sekali sumpah serapah mengatakan orang lain yang bukan Islam akan masuk Neraka Jahanam. Jadi jika hidup di bumi Nusantara, antar umat beragama saling rukun, bukankah alangkah baiknya ? _____________________________ http://indonews.free.fr ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to life by funding a specific classroom project. http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: ppiindia-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx 5. No-email/web only: ppiindia-nomail-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx 6. kembali menerima email: ppiindia-normal-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | India and ISRO all set to launch lunar mission in 2007: 00913, rahardjo mustadjab |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Orang Bali mengadu: 00913, Faruq Saniyasnain |
| Previous by Thread: | India and ISRO all set to launch lunar mission in 2007i: 00913, rahardjo mustadjab |
| Next by Thread: | Re: Orang Bali mengadu: 00913, Faruq Saniyasnain |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |