logo       

Beda NU dan Muhamadiyah dan Soal Budaya: msg#00257

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Beda NU dan Muhamadiyah dan Soal Budaya

Rekans,

Yang saya sampaikan ini berdasarkan
pembicaraan-pembicaraan sebelumnya tentang
pemberangusan budaya Tionghoa yang dituduhkan pada
beberapa agama tertentu.

Saya cuma ingin memberikan kasus lain yang mirip
dengan perlakuaan suatu agama terhadap budaya.

NU dan Muhamadiyah sama-sama organisasi keagaamaan
dari agama Islam. Namun, mereka memiliki perbedaan
bumi dan langit. Terlihat sekali dalam lambang
masing-masing.
NU memiliki gambar bola bumi sebagai lambangnya,
sedangkan Muhamadiyah memilih matahari.
Perbedaan ini bukan tanpa makna dalam perilaku
beragama mereka masing-masing.
Perbedaan ini menunjukkan role yang diambil mereka
masing-masing.
NU yang memilih lambang bumi dalam kiprahnya
menyesuaikan dirinya dengan lambang bumi, yaitu selalu
membumi. Artinya, tidak datang sebagai orang yang
berbeda dan memaksakan hal baru. Namun, menyelam dan
mencari nilai-nilai lokalitas yang bisa sinergi dengan
ajaran agama.
Sedangkan Muhamadiyah, berkiprah sesuai lambangnya,
matahari yang selalu di atas, dilihat dan, menyiratkan
pembaharuan.
Terkait dengan budaya, NU lebih peka dan bahkan
menggunakan budaya sebagai cara untuk berdakwah.
Misalnya, melalui kesenian Jawa dan tradisi yang sudah
dipercaya oleh orang Jawa. Sehingga, di
kantong-kantong NU budaya Jawa tetap bisa berkembang,
dalam tanda kutip meski sudah diislamkan.
Tapi, tidak di wilayah Muhamadiyah, sangat kering
dengan budaya.
Lalu, tentang penghormatan roh. Bagi orang Jawa
mendoakan roh sama saja dengan penghormatan terhadap
apa yang telah dilakukan saat si orang masih hidup.
Dan ini diakomodir oleh NU dalam bentuk
pengajian/sembahyang serta diikuti dengan membersihkan
makam dari 3 hari, 7 hari, 40 hari, hingga 1000 hari
setelah orang meninggal.
Namun, bagi orang Muhamadiyah hal ini tidak pernah
dilakukan bahkan cenderung dilarang. Setelah orang
meninggal, dikubur, ya sudah selesai. Bahkan, lagi
mengunjungi dan membersihkan makam pun musrik
hukumnya.

Bagaimana penyikapan orang muslim Jawa tentang hal
ini? Ada beragam sikap, namun tidak berujung pada
penghakiman . Mereka (orang muslim Jawa) yang masih
tidak ingin meninggalkan kejawaannya cenderung
bermesraan dengan NU. Namun, yang lebih nyaman dengan
hidup tanpa tradisi, ya dekat dengan Muhamadiyah.
Selesai.

Nah, kenapa tidak ditiru kearifan orang Jawa tersebut.
Anda yang masih ingin memegang teguh budaya dan
tradisi Tionghoa pilih dan hiduplah dalam agama yang
mengakomodir budaya Tionghoa.
Dan bagi Anda yang tidak ingin repot dengan tradisi
dan budaya Tionghoa ya sudah, diamlah.
Mengurusi kepercaayaan dan pilihan orang lain toh
tidak membuat Anda bertambah kaya, pintar, tampan,
atau cantik. Justu adanya menambah musuh, bukan?

Salam,

Adi


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com




.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise